
Waktu berlalu, semenjak kejadian digudang sekolah itu. Akhirnya Naga hampir berumur tepat 16 tahun. Sejak satu bulan terakhir, Naga selalu bermimpi hal yang sangat aneh. Dan yang lebih membuat ia terkejut ialah saat ia bangun dari tidurnya dengan darah disekujur tubuhnya. Padahal, ia tidak terluka sama sekali.
Namun,Naga tak berani memberitahu orang tua angkatnya karna Naga takut mereka khuatir padanya.
Naga mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi padanya. Namun ia tak berhasil menemukannya dan ketika ia berusaha sangat keras, ia tak sengaja menemukan sebuah kalung miliknya waktu kecil yang tersimpan sangat rapi di lemari tepat di gudang bawah tanah.
Awalnya ia ragu untuk mencobanya. Namun ada sesuatu yang sangat kuat memanggilnya dari dalam kalung itu. Akhirnya Naga memakai kalung itu dan dia merasa sangat aneh. Naga merasa dirinya yang telah lama hilang kini kembali seutuhnya setelah memakai kalung itu.
Naga terus memakai kalung itu. Namun, setelah beberapa hari. Ibu Naga melihatnya dan bertanya pada Naga.
"Naga, kau dapat dari mana kalung yang kau pakai itu?? Tidak biasanya kau memakai kalung seperti itu. Dan rasanya, ibu tidak asing dengan kalung itu. Kau dapat dari mana sayang? " Tanya ibu Naga.
"Oh ini, aku dapat dari lemari digudang bawah tanah. Kalungnya indah sih jadi aku pakai saja.Memangnya kenapa?" Jawab Naga sambil bertanya.
Mendengar jawaban dari Naga Syira sangat terkejut.
"Apa!! " Jawab syira terkejut.
"Kenapa bu?, apa ada yang salah?? "
Tanya Naga pada ibunya.
"Tidak nak, ternyata kau sudah menemukannya. Ibu berencana memberikan kalung itu sebagai hadiah ulang tahunmu kemarin. Tapi ibu lupa menaruhnya dimana. Dan setelah kau bilang kalung itu kau dapat dari gudang, ibu ingat kalau ibu menaruhnya disana." Jawab Syira.
"Haah!! hadiah ulang tahun?? Kenapa ibu sampai lupa menaruh hadiah ulang tahunku? apa ibu sudah tak sayang lagi padaku?? " tanya Naga pada ibunya.
" Bukan begitu sayang, kalung itu adalah kalung masa kecilmu. Ibu menyimpannya agar suatu saat kau bisa memakainya lagi. Orang tua kandungmu yang meninggalkannya untukmu entah dengan tujuan apa" Jawab syira.
"Didalam kalung itu berisi foto waktu kau masih bayi dan juga surat. Namun, ayah dan ibu tak bisa membacanya karna tak mengerti arti dari kalimat dalam surat itu. Ibu harap kau tidak marah pada mereka ya. Kalau mereka benar-benar tak menginginkanmu. Mungkin mereka tak akan meninggalkan semua itu untukmu.
Mungkin, mereka punya alasan dibalik sumuanya. Meskipun kau membenci mereka. Tapi mereka tetaplah kedua orangtuamu. Dan akan terus begitu. Aku dan ayahmu hanya sebagai perantara saja untuk mempertemukanmu kembali dengan keluargamu." Kata syira meneruskan kalimatnya.
Mendengar penjelasan dari ibunya. Naga jadi sedikit lebih tenang. Ia tak lagi membenci orang tuanya dan memutuskan untuk mencari mereka.
"Bu, meskipun nanti aku bertemu dengan orangtua kandungku. Aku akan tetap menyayangi kalian. Karna bagiku kalian adalah malaikat yang sangat berharga yang telah menyekamatkan nyawaku.
Syira sangat senang mendengar kata-kata dari Naga. Syira memeluk Naga sangat erat.
"Ibu, sudah bu. Aku merasa sangat sesak, aku ini bukan anak kecil lagi." Kata Naga sambil mencoba melepaskan dirinya daru pelukan ibunya.
"Biarkan saja. Memangnya kalau kau sudah dewasa, ibu tak boleh memelukmu?"
Jawab syira.
"Bukan begitu bu,tapi-"
"Tidak ada tapi-tapian, sekali anak ibu ya itu artinya tetap anak ibu. Baiklah sekarang tidurlah. Sudah malam, besok kau ada acara pembukaan di kampuskan??" jawab syira memotong kalimat Naga.
"Baiklah bu." Jawab Naga.
Naga adalah anak yang sangat berprestasi disekolah. Karna prestasinya itu, banyak yang menguji kepintarannya dan akhirnya ia boleh melompati kelasnya dan menjadi siswa termuda yang memasuki Kampus.
Namun, dibalik semua kebahagiaan itu. Akan ada ketakutan yang besar yang telah menantinya.