The Vampire

The Vampire
Perpisahan



"Bagaimana bisa anak kita tinggal bersama manusia?? kalau bangsa manusia sampai tau nyawa anak kita akan terancam!." kata moura pada koura dengan wajah cemas.


"Lalu, belum lagi ancaman dari bangsa vampir. Jika bangsa vampir tau bahwa anak kita adalah pemegang takdir,mereka tak akan segan-segan menghabisi nyawanya." kata moura meneruskan kalimatnya sambil menangis.


"Aku sudah memikirkan semuanya. Aku takkan membiarkan anak kita terancam.Aku akan memberika sebagian favor ku pada anak kita, dengan favor itu aku akan membuat segel untuk menyegel kekuatan anak kita."


"Dia takkan pernah mengeluarkan kekuatannya sebelum dia berumur 16 tahun. Dan jika itu terjadi sebelum 16 tahun aku akan datang padanya dan menyelamatkannya


dengan sisa favor ku."


"Dan berikan favor penyamarmu untuk menyamarkan mata anak kita. Jika dia baru saja mengeluarkan kekuatannya maka mata birunya juga akan muncul. Maka dari itu kau harus menyamarkan matanya."


"Agar saat kekuatannya tak lagi bisa ku bendung, matanya akan terlihat berwarna merah. Entah itu dipandangan bangsa manusia dan dipandangan bangsa vampir."


jawab koura sambil menjelaskan semuanya pada istrinya.


Kemudia mereka memberikan sebagian favor yang mereka punya untuk melindungi anaknya. Favor adalah berkat, kekuatan dan keistimewaan yang mereka punya. Masing-masing vampir memiliki favor yang berbeda-beda dan sangat berguna.


Setelah mereka selesai, mereka bergegas keluar dari koloninya dengan diam-diam.


Mereka pergi kedunia bangsa manusia dan saat perpisahan pun tiba.


"Moura, aku akan mengetuk pintu rumahnya berjaga-jagalah disini sayang. Hati-hati yah jaga anak kita." kata koura pada istrinya.


Koura bergegas masuk kedalam rumah dan mengecek keadaan, kemudian dia keluar dan akan memencet bel rumah bangsa manusia itu. Tapi dia masih ragu-ragu.


"Engkau penguasa langit dan bumi, Engkau yang menguasai banyak alam. Aku mohon lindungi anakku dan tolong pertemukan kami suatu hari nanti." Do'a koura dalam hati sambil meneteskan air mata.


Disisi lain moura yang masih menggendong anaknya terus menangis memandang dan mencium anaknya untuk yang tekahir kalinya. Dia juga menitipkan beberapa pesan pada anaknya lewat segel yang dipasangnya.


"Nak, mulai hari ini kau akan menjadi manusia setengah vampir karna ayah dan ibu menyegel separuh kekuatanmu. Nak, malam ini adalah malam kelahiranmu dan malam ini adalah malam perpisahan kita. Malam ini ibu akan memberimu nama Adelio.Kau adalah pengeran kecil kami. Kelak kau akan jadi pengeran yang mulia."


"Nak, jangan lupa melaksanakan kewajibanmu ya. Makan yang banyak dan istirahat yang cukup. Tidurlah siang yang cukup dan sayangi kedua orang tuamu didunia manusia."


"Nak, bertemanlah dengan baik, lindungi teman-temanmu dan pilihlah teman yang baik dan mempercayaimu. Kau tidak butuh banyak teman, hanya beberapa tapi merekalah yang benar-benar kau sayangi."


"Andai takdir kita tidak sepertinini, ibu ingin sangat ingin benar-benar ingin lebih lama bersamamu. Ibu ingin melihat kau tumbuh, ibu ingin mendengar kata-kata pertama yang kau ucapkan dan langkah pertama yang kau ambil. Namun ibu tidak bisa."


Maafkan ibu,maafkan ayah, kami sangat mencintaumu nak. Jangan membenci kami saat kau mulai mengingat kata-kata ini karna segelmu mulai melemah karna kau semakin dewasa. Kami mencintaimu." kata moura sambil menanam segel dan memasang kalung pada Adelio.


Kemudian koura memanggil moura dan mereka memencet bel rumah bersama-sama dan meninggalkan Adelio didepan rumah bangsa manusia.


Tak lama kemudian pintu terbuka lebar.