The Vampire

The Vampire
Opening



Malam yang indah, dibawah sinar gerhana bulan biru. Lahirlah seorang anak laki-laki dari bangsa Vampir.


Namun, orang tua dari bayi itu merasa sangat khuatir dengan keselamatan anaknya, karna mereka tau bahwa mereka akan mendapat serangan yang sangat dahsyat dari bangsa manusia.


Akhirnya, kedua orang tua anak itu meninggalkan bayinya didepan rumah bangsa manusia yang belum dikaruniai anak. Dengan harapan anaknya bisa berbaur dengan bangsa manusia dan memperbaiki hubungan antara bangsa vampir dengan bangsa manusia.


Dahulu, bangsa manusia dan bangsa vampir adalah kawan dekat. Mereka berbaur dan hidup normal. Meskipun bangsa vampir sebenarnya lebih unggul dari bangsa manusia.


Namun, karna keunggulan itulah yang membuat bangsa vampir banyak dikejar oleh beberapa kelompok manusia untuk diambil kekuatannya.


Bangsa vampir memang memiliki kekuatan yang sangat spesial bahkan fisiknya bisa dibilang sangat sempurna dari manusia biasa.Kekuatan bangsa vampir itu juga merupakan inti sari kehidupan bangsa vampir. Jika kekuatan itu hilang maka itu artinya vampir itu akan mati.


Bangsa vampir tak bisa menutupi identitasnya, karna mata bangsa vampir yang berwarna merah. Namun, vampur yang lahor pada malam gerhana bulan biru bisa menyembunyikan identitas mereka. Karna dia memiliki mata berwarna biru.


Konon katanya Vampir dengan bola mata biru, akan mengubah takdir bangsa manusia dan vampir. Bangsa vampir bisa melihat mata biru itu, namun bangsa manusia tidak bisa melihatnya.


Bangsa vampir banyak dikejar oleh beberapa manusia untuk diambil kekuatannya.Hingga ada bangsa vampir yang mencoba memberontak dan akhirnya tak sengaja membunuh manusia.


Dan kejadian itu dijadikan alasan oleh manusia untuk mengasingkan bangsa vampir. Meskipun sudah diasingkan, bangsa vampir tetap diburu hingga banyak menewaskan vampir-vampir gang baru lahir.


Akhirnya mereka tidak bisa memiliki keturunan dan geberasi mereka semakin sedikit.


Sebagian vampir berusaha keras berbaur dengan manusia dengan mengganti bola mata mereka. Namun hal itu ternyata membuat mereka menjadi manusia biasa.


Bangsa vampir yang bertahan, terus berpindah tempat agar lokasi mereka tak diketahui oleh manusia yang sering mereka sebut sebagai pemburu vampir.


Anak laki-laki itu lahir tepat tengam malam dibawah sinar gerhana bulan biru. Dia diberkati dengan kekuatan yang sangat luar biasa dengan mata biru yang indah bagaikan permata.


Namun, kedua orang tuanya takut kalau anaknya akan di incar oleh bangsa vampir dan bangsa manusia karna dianggap ancaman oleh kedua belah pihak.


"Sayang, anak kita sudah lahir. Tapi-" koura ayah anak itu menghentikan kalimatnya.


"Ada apa koura? kenapa dengan anak kita?apa dia baik-baik saja?" kata mousa ibu bayi itu sambil bertanya.


"Anak kita baik-baik saja, tapi matanya. Tidak mungkin ini terjadi, anak kita-" koura kembali terdiam. "Matanya, berwarna biru. Seperti dalam ramalan itu" kata moura terkejut melihat mata anaknya.


"Apa yang harus kita lakukan?? kasihan dia,dia masih kecil.Apa hidupnya akan berakhir jika dia ketahuan oleh vampir lain." kata mousa meneruskan kalimatnya sambil menangis.


"Tidak,aku tidak akan membiarkan anakku mati. Aku akan melindunginya apapun yang terjadi. Entah itu serangan dari bangsa vampir maupun dari bangsa manusia.


Tapi untuk saat ini kita tidak bisa apa-apa, karna itu aku punya satu ide." kata koura sambil memandang anaknya yang baru saja lahir.


"Ide?? ide apa? jangan bilang kau akan-" jawab moura sambil menatap tajam mata koura. "Ya, aku akan menitipkan anak kita didunia manusia. Dia akan dirawat dan diasuh oleh bangsa manusia. Dia akan membawa kedamaian bagi kita semua."