The Vampire

The Vampire
Kehidupan Baru



Setelah koura dan moura memencel tombol loceng dang meninggalkan anaknya Adelio didepan rumah bangsa manusia. Pintu rumah itu terbuka sangat lebar, dan sesosok perempuan dari bangsa manusia muncul dan melihat bayi itu.


Perempuan itu bernama syira dan ia memiliki suami bernama syifa. Syifa dan syira adalah pasangan suami istri dari bangsa manusia yang belum dikaruniai seorang anak. Mereka sangat menginginkan seorang anak,namun mereka tidak bisa memiliki anak karna satu dan lain hal. Suatu malam mereka berdo'a dan seketika tuhan mengabukkannya.


Kedatangan bayi mungil yang sangat manis itu membawa kebahagiaan tersendiri bagi mereka berdua. Mereka adalah orang yang baik. Meskipun mereka tau bahwa bangsa manusia dan bangsa vampir sedang bermusuhan dan banyak dari bangsa manusia yang telah dibunuh oleh vampir. Mereka tak peduli,karna apapun yang terjadi mereka sadar bahwa karna bangsa manusialah bangsa vampir membunuh bangsa manusia tanpa sengaja.


Mereka juga tak memperdulikan Adelio bersal dari mana. Karna yang mereka tau, mereka telah dikaruniai seorang anak. Bayi laki-laki yang sangat manis, kecil dan mungil.


"Anak siapa ini?? kenapa ditinggal disini? manis sekali tapi tak ada siapaun disini apakah ini berkat dari tuhan?!" kata sgira sambil mengangkat bayi itu.


"Syifa sayang!! lihatlah kita dikaruniai seorang anak, kita sekarang menjadi orang tua!! kita punya momongan!!." teriak syira sangat senang sambil memanggil syifa.


"Ahhh?! momongan jangan becanda sa-" syifa yang terkejut tak mampu meneruskan kalimatnya karna senang.


"Lihatlah, dia sangat kecil dan mungil,aku menemukannya didepan rumah." kata syira menunjukkan bayi itu sambil menjelaskan.


"Tapi sayang, siapa yang meninggakkan anaknya didepan rumah kita? jangan-jangan dia adalah keturunan bangsa vampir?." Jawab syifa menanggapi syira.


"Aku tak peduli, dia adalah anugrah yang diturunkan Tuhan untuk kita. Meskipun dia dari bangsa vampir aku akan tetap menyaganginya, karna sekarang dia adalah anakku."


"Dan lihatlah matanya sama seperti kita.Matanya tidak merahkan?? berarti dia adalah manusia.Dan kalaupun dia vampir dia takkan menyakiti kita kalau kita merawatnya dengan benar." kata syira menjelaskan pada suaminya.


"Terimakasih sayang, aku sayang padamu." kata syira berterimakasih pada suaminya.


Mereka pun merawat bayi itu dan memberinya kehidupan baru. Mereka tak memperdulikan anak itu berasal dari mana dan dari bangsa manusia ataupun vampir.


Mereka sangat menyayangi bayi itu dan menganggapnya seperti anaknya sendiri.


"Sayang, apa kau punya nama yang bagus untuk memberikan nama pada anak kita?." tanya syira pada suaminya.


"Nama?? emmm ya aku punya satu nama yang bagus untuk anak kita." kata syifa


"Apa cepat beritahu aku!!." kata syira pada suaminya sangat senang.


"Aku akan memberi nama anak kita, Naga. Dia sangat kuat,tanpa satupun baju atau selimut dia sendirian diteras kehujanan namun tidak menangis.Bahkan dia tersenyum manis saat melihat kita seperti sudah mengenal kita." Jawab syifa sambil menjelaskan.


"Nama yang sangat bagus sekali ayah, aku sangat menyukainya." kata syira sambil mengarahkan anaknya pada syifa.


Mereka sangat meresa senang. Kebahagiaan yang sudah lama mereka impikan kini hadir dan melengkapi keluarga mereka. Rumah yang dahulunya sepi sekranag menjadi ramai karna tawa seorang bayi.


Mereka menyebut naga atau adelio sebagai anak ajaib karna dia tak pernah menangis dan selalu tersenyum dan tertawa.