
kapan terakhir kali aku pernah menderita.
Ah...mungkin 12 tahun yang lalu saat wanita iblis itu menyiksaku.Hah,,,kini lagi lagi aku bertemu wanita yang lebih iblis darinya!!!.
apakah sudah takdirku untuk di tindas seperti ini.
aku mengigil kedinginan karna Air Es yang wanita gila Scarlett itu guyurkan padaku.
sudah beberapa lama waktu berlalu,sudah beberapa jam aku terkurung di sini!!!!.
apalagi sakit punggungku kian terasa,darah yang terus mengalir dari keningku dan luka bibir sobek yang amat sakit.
tapi kini fikiranku hanya tertuju pada satu orang,diya adalah sebuah mesum ye Han.
"wanita gila Scarlett itu tunangan ye Han" bisikku.sembari tertawa kecil.
namun tetap saja tak ada yang lebih sakit dan perih dari pada memikirkan hal itu.
aku meraba raba di kegelapan,aku memegang sesuatu yang ternyata adalah tasku.
aku mencoba mencari hpku,karna mataku yang sudah tak bisa melihat dengan jelas,aku tak langsung bisa menemukan handphoneku.
mungkin karna punggungku tak bisa ku gerakkan, menjadi makin sulit menemukan hpku,
darah di keningku tak henti hentinya mengalir,tubuhku semakin lemah.
hanya baju putihku yang kini terlihat terang karna darahku yang menyebar karna guyuran dari air itu.
sesaat kemudian aku menemukannya.
"Siapa yang harus ku hubungi,aku tak bisa melihat nya dengan jelas" gerutuku kesusahan.
Lagi lagi hanya ye Han yang terlintas dalam benakku.
"Hahaha,,,aku ini belum juga sadar diri,si mesum ye Han kan sudah bertunangan" lirihku menghibur diri sendiri.
tetap saja hatiku sakit,tanpa ku sadar air mataku jatuh setetes demi setetes.kemudian menjadi semakin deras.
"kenapa harus menyukai ye han,kenapa tidak yang lain saja" seruku menangis kejer.
kini aku mulai sesak napas,mungkin karna di kunci di tempat gelap dan tertutup ini,jadi aku kekurangan pasokan oksigen untuk bernapas.
apakah ini pertanda bahwa kali ini aku benar benar akan mati.
"Apakah Glenn akan senang jika aku menyusulnya,atau diya akan marah karna aku belum sempat pamit pada Cassius dan Reont" ujarku datar.
aku tetap tersenyum,meskipun air mataku belum juga berhenti mengalir dan kondisiku semakin memburuk.
"apakah mereka bertiga mencari ku" kini aku ingat tiga temanku yang bersama ku tadi.
aku mulai mencari nomor ponsel mereka,tapi karna darah di jari jariku semakin membuat layar handphoneku memburam.
"Ah,,,kenapa tak kunjung ketemu,siapa kini yang harus ku hubungi" keluhku menyerah mencari kontak terdekatku.
"Hahahahaha,,,Apakah aku benar benar akan mati" aku tertawa keras menertawakan diriku yang menyedihkan.
Deg,aku tersentak,tiba tiba trauma psikis berkelanjutanku kambuh,kini aku takut dengan diriku sendiri.
tepatnya aku takut pada darah yang kini menyelimutiku.mungkin karna dulu Glenn mati untuk melindungi ku dan darah tubuhnya mengalir ketubuhku.
adalah penyebab traum apsikis berkelanjutan yang ku derita ini.
kini badanku bergetar hebat karna aku sedang ketakutan.
aku menangis kejer karna takut pada diriku sendiri.darah di keningku semakin mengalir,
mungkin karna aku mengalami dipresi.membuat darah di keningku tak henti hentinya semakin mengalir.
membuatku semakin bermandikan darah,lagi lagi tubuhku menggigil kedinginan.
"Aku takut Ce,Reont,ye Han,kalian semua ada dimana?!!!" tangisku sembari memanggil orang orang yang ku kenal.
"Aku takut " aku menutupi wajahku dengan tanganku sembari menagis kejer.
"ibu,Glenn,,,aku takut" teriakku pada sosok ibu yang tak pernah ku tahu dan Glenn kakak ku yang tercinta.
"Alice,Yeri Clara,aku ketakutan,,,tolong" bisikku.
"ku mohon tolong aku,,,aku tak ingin sendirian,aku takut," bisikku.tak henti hentinya aku menangis.
kini fikiranku sedang kacau,trawma psikis ini menyiksaku,lebih baik aku bunuh diri saja dari pada terus menderita seperti ini.
"Aku kesakitan,aku takut" seruku.
kini mataku mulai berat,tanpa pikir panjang asal ku pencet handphone ku entah siapa yang kini aku hubungi.
bisa ku dengar jelas panggilan yang ku lakukan Ter sambung.dan tampaknya sudah di angkat.
" Halo Nona pelayan,ada yang bisa ku bantu?" tanya nya dari sembrang sana.
Ah,,,suara dan panggilannya terdengar sangat akrab,tapi entah kenapa mungkin karna fikiranku kacau,aku sama sekali tak bisa melihatnya.
Aku hendak bicara untuk meminta tolong,entah kenapa tenggorokanku sakit,dan rasanya sangat berat untuk membuka mulut.
meski bisa membukanya suaraku tidak mau keluar
"Bagaimana ini,kenapa suara ku tidak keluar" lirihku dalam hati panik.
Aku menangis keras karna terkejut.lagi lagi trauma mental menyiksaku.
" Hei,,,sel.ada apa dengan mu?,apakah kau sakit?" tanya.nya khawatir padaku.
"sekarang kau ada di mana,ser lokasimu,aku akan menjemputmu" tambahnya lelaki itu panik.
aku hanya bisa menangis kejer karna tak bisa mengeluarkan suara.
"Nona,tunggu sebentar,aku sedang melacak lokasimu,aku akan segera datang" kini suaranya berubah.
ternyata orang lain yang berbicara,aku merasa akrab juga dengannya.
tiba tiba mataku berat.tubuhku menggigil dan saat itu juga akupun Hilang kesadaran.
aku tersentak,akupun membuka mataku.
"Ah aku baik baik saja,aku juga bisa bicara" ucapku melihat tubuhku bersih bening dengan gaun putih yang ku pakai.
" Tapi ini di mana?" tanyaku bingung,aku melihat di sekelilingku hutan lebat.
di sampingku danau besar dan rumah sederhana yang ber pagar indah.
"apakah aku sudah mati? " tanyaku pada diriku sendiri.
"Apakah ini di akhirat,surga atau dunia lain?" tanyaku lagi pada diri sendiri.
"Sudah bangun Rupanya" ucap seorang laki laki dari belakangku.
akupun menoleh,lelaki tampan di depanku ini terasa sangat akrab,sedari tadi iya tersenyum sambil lalu menghampiriku.
" Yue,,,apakah tidur mu nyenyak?" tanyanya tersenyum ramah.
"Glenn,,," ucapku,suaranya agak besar dan wajah yang mirip denganku,jelas bahwa lelaki di depanku ini kakakku Glenn yang meninggal 12 tahun yang lalu.
"Ah,,,Yue Kecilku,masih me,,," sebelum selesai glenn berbicara.aku beranjak bangun dan memeluknya erat.
aku menangis kejer di pelukannya.
"sejak kapan aku memimpikan bisa memelukmu seperti ini" ujarku menangis sejadi jadinya.
"Kau tetap cengeng seperti dulu" balasnya lembut.
Glenn tertawa kecil melihat ku yang sedari tadi tak henti hentinya menangis.
"Meskipun aku tak bisa melihatmu tumbuh besar,aku sudah cukup puas melihatmu tumbuh dengan baik" lirih Glenn sembari mengelus pipiku.dan mengusap air mataku.
padahal Air matanya menetes tapi tetap saja iya tersenyum cerah.diya memang GLenn Hughes kakakku terlembut,terbaik tersegala galanya di dunia.
"Kakak,,,Aku ingin di gendong" manjaku,aku tersenyum cerah padahal air mataku tetap mengalir.
"Ah,,,Gendong.kamu sudah besar loh" basnya meledek ku.
"Kan Lebih tinggi kakak" lirihku mengukur tinggi kami yang terbilang jauh.
"Hah,,,kau ini,Ayo naik?" pasrahnya mendesah,sambil lalu berjongkok di depanku.
tanpa basa basi akupun di gendong olehnya.
"Kapan terakhir kali aku merasakan ini?" tanyaku dalam hati,lagi lagi aku menangis karna terlalu bahagia.
"Saatnya makan" panggil se orang wanita dari rumah sederhana yang terbuat dari kayu itu.
spontan aku langsung menoleh.
"Ah,,,Yue Kecil kami rupanya sudah bangun yah" ucapnya dengan lembut penuh perhatian.
Ku menatap lekat wanita itu,pupil mata hitam,rambut hitam berkilau,wajah yang terlihat sedikit mirip aku dan glenn,serta tinggi beliau sepantaranku.( tubuh mungil ).
" IBU " Panggilku spontan.aku tersentak pada panggilanku sendiri.
"Ah,,,Seline,kau mengenali ibumu nak" balasnya lembut,iya tak henti hentinya tersenyum padaku.
"Huwaaaaaaaa,,,,," lagi lagi aku menangis kejer karna kini kami bertiga berkumpul bersama.
Glenn menurunkan ku dari punggungnya,spontan aku berlari dan langsung memeluk ibuku.
"Ibu,,,Aku akhirnya bisa melihat wajah ibu" ucapku menangis kejer.
"Aku merindukan mu Bu" teriakku.tangisku semakin menjadi jadi.
kamipun masuk kedalam rumah.rumah yang sederhana dan bersih,kini aku ingat,rumah ini tempat tinggal ku dan Glenn dulu.
lagi lagi aku menangis.
"Adik ada apa dengan mu,ayo makan pay apelmu,itu makanan kesukaan mu loh" suruh Glenn,iya juga memberikan pay apel miliknya padaku.
"Terimakasih kakak,ibu" aku memakan pay apelku sembari menangis.
sudah berapa lama aku ingin merasakan pay apel ini,masakan ibu mirip sekali dengan masakan Glenn dulu.
Sudu,Butuh berbulan bulan Glenn mengumpulkan bahan untuk membuat pay apel untukku,mungkin karna keuangan kami sangat sulit.
"Pay ini enak Bu,Seline menyukainya" ujarku manja.
"syukurlah jika kau menyukainya" balasnya hangat.
"Ibu,apakah ibu bisa memberitahu nama ibu padaku?" tanyaku gugup.
" Mo Lin,itu nama ibu" jawabnya.
"Ah,,,aku lupa ibukan orang China" balasku sembari menikmati pay apelku.
"Oh iya kak,Ayah mana?,bukankah kau bilang ayah sudah meninggal saat ibu sedang mengandungku,?" tanyaku melihat ke sekeliling rumah.
ibu dan Glenn hanya diam,karna tak ingin merusak reoni keluarga akupun berkata.
" Tidak papa,asal ada ibu dan kakak itu sudah cukup" kataku tersenyum bahagia.
aku melangkah menghampiri Glenn dan ibu,akupun langsung memeluk mereka berdua.
"Seline kami sudah besar yah" lirih ibu mengelus elus kepalaku.
" Tentu saja,akukan sedikit lebih tinggi dari ibu" balasku.ibu dan kakak mencium pipiku,sambil lalu Glenn mencium keningku.di ikuti ibuku yang cantik.
"Kan,aku juga sudah mati,jadi kita bisa bersama selamanya" teriakku sangat bahagia.
aku tak perduli hidupku,asalkan mati bisa membuat kami berkumpul bersama aku akan menerima kematian itu.
"Hemmz,apakah Sean dan Paman Reont memperlakukanmu dengan baik?" tanyanya mengalihkan pembicaraan.
"Tentu saja merekalah yang merawatku sampai sebesar ini" jawabku sembari mendekat pada glenn,.
Glenn mengerti kalau aku ingin di elus,iyapun langsung mengelus rambutku.
"kapan terakhir kali kamu semanja ini" lirihnya gemas padaku.
"kapan yah?" balasku.
aku menceritakan tentang hidup dan keseharian ku pada kakak dan ibu,aku menceritakan tentang perjalanan hidupku.
"ternyata Yue kecil kami sudah bekerja sendiri yah,,,hebat sekali" cetus ibu tersenyum cerah sembari bertepuk tangan untuk ku.
ternyata di mata ibu,sampai sebesar inipun aku tetap anak kecil di matanya.
"syukurlah,kalau kamu sudah bisa hidup mandiri" sahut kakak.
tiba tiba ku melihat tubuh Kakak dan ibu mulai terasparan.
"Ah,,,sudah waktunya yah" lirih mereka berdua melihat tangannya yang mulai memudar.
"Kakak,ibu,ada apa dengan kalian?" teriakku terkejut.
"Cepatlah kembali Sel,banyak orang orang baik yang menunggumu untuk bangun" ujar Glenn,iya menangis sembari tersenyum padaku.
"apa maksudmu Glenn,aku sudah mati,kita sudah bersama" teriakku menangis histeris.
"jaga kesehatanmu nak,ibu mencintaimu" lirih ibu menangis bahagia.
"kakak mencintaimu Yue" ucap Glenn.
seketika mereka berdua musnah di hadapanku.
aku menangis kejer melihat mereka pergi.
Aku berteriak histeris memanggil ibu dan kakak.
sudah yang kedua kalinya aku kehilangan mereka.
"Aku masih ingin bersama kalian" bisikku menangis bersimpuh di lantai.
aku menangis sendiri di dalam rumah itu.menatap pay apel milik ibu dan kakak yang belum tersentuh.