
hari ini kuliah sedang libur,Seline ada janjian jalan jalan dan nonton bareng bersama Alice,Yeri dan Clara.
"pagi semua" sapa Seline. pada mereka ber tujuh di ruang makan.
"Hey,,,lu dipresi yah?" tanya Kenzo pada Cassius,mata panda ya jelas sangat terlihat bahwa iya kurang tidur.dan sedari tadi iya berbisik bisik tak jelas.
cassius sedari tadi mengoles selay pada satu roti tapi tak kunjung selesai.hingga selay iya iya oleskan berceceran di meja.
"kakak,,,ada dengan mu?" tanya seline khawatir melihat keadaan kakaknya itu.
"Aku baik baik saja" jawabnya sehari menatap ye Han dengan tatapan pembunuh.
ye Han hanya tersenyum dari ujung meja makan.
" kak,,,apakah ada sesuatu antara kau dan ye?" tanyanya lagi.
" itu menyiksa sekali,diya tak membutuhkanku" bisik Cassius pada dirinya sendiri.sudah jelas iya dipresi.
"Ehhh,,,kakak,,,apakah kau dan ye Han Gay ?" tanyanya tegang.membuat mereka. ber enam tersedak roti.
"Seline ini,,,apakah kau kira kakakmu ini tidak normal" sahut Cassius menyeringai menahan amarah.
"Soalnya,,,,itu,,,kakak sangat cocok dengan Ye Han" sekali lagi ucapan Seline membuat ye Han dan Cassius muntah darah.
"Mana Ada Hal seperti itu" teriak Cassius dan ye Han serentak.
Seline terdiam menunduk,entah apa yang di pikirannya.
"kalian tidak boleh bersama,Aku tak mengijinkan itu,Cassius hanya boleh menikah dengan ku" tegas Seline memukul meja.
iya menatap ye Han dengan tatapan pembunuh berapi api.kini ye Han kalah dan rasanya iya ingin menangis,
"apakah seline menolakku" lirihnya dalam hati,hatinya menjerit sakit.
sedangkan Cassius tertawa bahagia di samping Seline.
"Adik,tenang saja,aku hanya akan menikah denganmu" balasnya menyerahkan roti untuk Seline makan.
"Seline ku sudah dewasa,diya bilang akan menikah denganku.sungguh menggemaskan" cetusnya dalam hati berbunga bunga.
"jangan mimpi,kakak kan Gay" balasnya datar,menggigit roti selaynya sambil lalu berlari pergi.
lagi lagi Cassius di buat dipresi oleh ucapan Seline.
"Gay,apakah karna aku tidak pernah membawa pulang pacar diya bilang begitu" ucapnya menggerutu.mereka ber enam tersenyum kecil melihat espresi tertekan Cassius.
Seline berlari dengan tergesa gesa,entah sudah beberapa lama berlalu Seline pun tiba di depan kampus,di sana iya melihat ketiga teman asramanya itu sedang menunggu.
meski capek,Seline langsung bergegas menghampiri mereka
"Kau semalam menginap di mana?" tanya mereka bertiga memelototi Seline.
"Hahahaha,,,aku ketiduran di apartemen" balasnya mencari cari alasan.
"Hah,,,lain kali hubungi kami jika kau tak ingin kembali ke asrama,aku khawatir terjadi apa apa padamu,aku telfon hpmu juga tak aktif " jelas Clara Khawatir.
"Ah,,,tadi malam batrai ku Lowbet,maaf yah" balas Seline memang dengan sengaja iya mematikan handphone nya,agar mereka bertiga tidak menelfon.
"Sudahlah,ayo berangkat,kita nonton dulu yah,terus shopping" ajak Alice,mereka ber empatpun berangkat menuju bioskop yang tak jauh dari kampus.
karna memang Yeri sudah lebih dulu membeli tiket untuk film yang akan mereka tonton.
setibanya di bioskop.mereka membeli camilan untuk di nikmati di dalam.kebetulan jam tayang film yang mereka pesan sudah tiba,pintu teater bioskop terbuka mereka melangkah masuk dan mulai menonton.
yah,,,kali ini mereka menonton film percintaan,karna Seline yang tidak biasa menonton film,hanya sesaat di dalam iya sudah mulai bosan.
iya hanya sibuk makan dan makan.
"Ada apa lagi denganmu Sel,Bisakah kau berhenti makan,aku sedang menikmati film ini" ujar Alice menggerutu.
sudah hampir setengah tissue habis di karnakan dari awal film tayang ,iya sudah bersedih dan berakhir menangis.
"tissue sudah hampir habis,bisakah kalian berdua berhenti menangis" ejekan Seline pada Alice dan yeri yang sedang asyik menikmati film.
hanya Seline dan Clara yang sdaritadi diam mematung.
"Sel,,,apakah kau tak pernah ke bioskop?" tanya Clara berbisik
"Sering kok,,,tapi hanya sekedar ikut,aku tak pernah menikmatinya" jelasnya sembari sibuk dgn makanannya.
"coba kau perhatikan dengan serius sejenak saja" lirih Clara,karna merasa tak enak hanya makan dari pertama nonton.
dengan berat hati Seline pun mulai memperhatikan filmnya dengan serius.
"Rasa detak jantung berlebihan saat bertemu dengannya ini sungguh menyakitkan,apakah benar aku masih mencintainya,,,bagaimana bisa seperti itu,di sakiti berkali kali apakah itu belum cukup membuatku sadar,bahwa aku tak berarti untuknya" sepenggal kata dari sang tokoh Utama Wanita yang terus terngiang ngiang dalam pikiran Seline.
Deg.iya tersentak,hatinya dag Dig dug tak karuan.
"Hah,,,kenapa di saat seperti ini aku memikirkan si mesum Ye Han" lirih Seline dalam hatinya.
iya lanjut menonton film sampai selesai.
"Akhirnya sudah selesai,saatnya shopping ke MalL" teriak Alice senang.
"Betapa bahagianya menjadi Iris dan Luke" ucap Alice girang.
"Akhirnya happy ending" balas Yeri.
sedari bioskop iya terus bengong,gilirannya tidak tenang,yang diya fikirkan hanya ye Han saat ini.
"Ternyata aku menyukai ye Han yah" lirihnya dalam hati.
"ku kira,detak jantung berlebihan ini karna aku menganggapnya sahabat,ternyata Aku,,,," bisiknya sedih.
"menyukainya yah" bisiknya lagi sembari tersenyum pahit,kali ini iya terhanyut dalam fikirannya sendiri.
tanpa sadar sudah sampai di MalL.
"Hey Sel,,,ada apa denganmu?" tanya Alice merasa aneh melihat seline begong sedari tadi.
"Ah,,,Alice,aku tidak apa apa" balasnya gugup.
"kamu,sedang tidak berbohong kan?" tanya Yeri curiga.
"Mana ada aku berbohong" balasnya mengelak.
"kamu marah padaku,karna kau ku suruh fokus nonton film di bioskop tadi?" tanya Clara mendekatkan wajahnya pada Seline.
"Mana ada,aku marah hanya karna hal kecil,sudahlah,,,aku ke toilet dulu" Seline langsung bergegas menuju toilet.
mereka bertiga sudah tahu,jika Seline sedang menyembunyikan sesuatu dari mereka.
"Hah,,,akhirnya aku bebas dari mereka bertiga" ujarnya lega.
iya sedang mencuci muka dan memandangi wajahnya di cermin toilet.seakan akan iya melihat bayangan ye Han di dekatnya.
"Kenapa si mesum itu seperti setan gentayangan saja" gerutunya kesal.
"tapi,seandainya diya memang ada di sini" tambahnya tersenyum senang.
saat Seline ingin membasahu wajahnya lagi.
"BUKKKK" pukalan kasar mengenai punggung Seline.seakan tulang punggungnya retak.iya langsung jatuh tak sadarkan diri.
sudah setengah jam berlalu.
"dingin" gerutu Seline karna guyuran air Es ke tubuhnya.
"Akhirnya bangun" ucap seseorang yang duduk di kursi di depannya.sudah jelas diya bangsawan karna beberapa pengawal aneh di sampingnya.
Seline melihat se kelilingnya,tampaknya iya berada di gudang besar,mungkin iya sedang berada di gudang MalL.seline mencoba bergerak.
"Ah,,," serunya kesakitan.
"Apakah tulang punggungku patah" lirihnya dalam hati kesakitan.
"PLAKKKK,,," wanita itu menampar Seline dengan kasar,hingga mengalir darah dari bibirnya.
"berani beraninya orang rendahan sepertimu mengabaikan nona Scarlett ini" lirihnya lagi lagi menampar pipi selien.
seline hanya diam tidak melawan di karnakan punggungnya itu,
iya mengeluh kesakitan.perlahan mengusap darah dari bibirnya.kini Seline mulai merasa kedinginan.
"Nona Scarlett,bisakah anda berhenti,anda kan bilang hanya akan menguncinya di gudang." tegur salah satu lelaki di sampingnya.
"diam lah,kau hanya pelayan kakakku untuk mendampingiku saja,jangan ikut campur" teriaknya marah.
"aku tidak akan membiarkan wanita manapun mendekati ye Han tunanganku" tambahnya geram
"terserah anda saja" balasnya,setelah menatap Seline sejenak iya langsung pergi.
"ada apa dengan lelaki itu,jangan bercanda, padahal lelaki itu komplotan wanita gila bernama Scarlett ini,tapi kenapa iya menatapku dengan tatapan khawatir dan tidak tega" lirihnya dalam hati
"tadi ye Han diya bilang" ujar seline dalam hati,sembari mengelap darah di bibirnya yang tak kunjung berhenti mengalir.
"Sial,,,ku benci jika ada yang merusak Mood ku" teriak Scarlett tanpa berpikir, "DORRR,,," iya membenturkan dahi Seline ke dinding.
Awalnya hanya memar.
"aku benci kau yang mendekati ye hanku" teriaknya.berulang ulang kali iya membenturkan dahi Seline ke dinding.
Seline melihat orang orang di sampingnya memalingkan wajah dari ku.jika mereka tidak memakai kacamata hitam.
mungkin Seline akan melihat jelas raut wajah orang orang tersebut melihat penyiksaan brutalnya pada Seline.
"kau tau,jika ayah memperbolehkan ku pindah ke tempat kuliahmu itu,jangan harap kau hidup sampai hari berikutnya." teriaknya mengamuk,iya menedang tubuh seline berulang ulang serta membenturkan Seline berkali kali.
kini Seline bersimbahkan darah,karna dahinya terus menerus mengeluarkan darah.
"Ambilkan Air Es itu" teriaknya lagi.spontak iya mengguyur tubuh seline dengan Air Es,hingga tubuh seline bergetar kedinginan.
" dasar pelacur" lirihnya,memandang Seline dengan tatapan menghina.
"Kunci gudang ini,aku ingin melihatnya mati perlahan dengan penuh kesakitan" ucap Scarlett menyeringai senang melihat kondisi mengenaskan Seline.
para pengawal itu melihat seline berkali kali,mungkin karna takut di pecat mereka tak menolongknya.
kini Seline terkunci di gudang yang gelap itu.
"dingin,gelap,sakit" serunya menderita.iya bersandar pada gedung yang terpercik banyak darah miliknya.