
Pagi yang indah,untuk hari yang cerah.dengan langkah Anggun Seline menyusuri koridor kampus untuk menuju ke kelasnya.
yah...seperti biasa,senyuman yang selalu iya pancarkan jika bertemu orang lain.
"Selamat pagi" sapa teman sesama mahasiswa Seline.
"pagi Seline"
"seline,selamat pagi"
"Pagi yang cerah sel"
"Hai,sel"
"Seline"
"Hai,nona"
satu demi satu mahasiswa menyapa Seline dengan ramah.
mereka sangat menyukai Seline karna kepribadiannya yang Ceria dan sopan.
"pagi semua" balas siline tersenyum lembut.
bisa di simpulkan jika Seline sudah melupakan kejadian malam itu,iya juga tak marah pada Ye Han dan teman temannya.
"selamat pagi" sapa Seline pada ye Han dan teman temannya yang iya temui di ujung koridor.seperti biasa iya tersenyum dengan cerahnya tak perduli pada siapapun itu.
"Pagi" jawab ye Han,Kenzo,Jay,Elliot,Jason,Yan Sheng dan Cassius.
"tumben pagi pagi sudah sesenang itu" ledek Jay usil.
"Tak biasanya kau seperti itu sel" sahut Jason mendesah.
"apakah aku terlihat sesenang itu?" tanya seline,sembari menggaruk garuk kepalanya.yang jelas diya salting.
"apakah ada hal yang baik terjadi?" tanya ye Han penasaran.
"hahahahaha,,,tidak ada apa apa kok" balas Seline memalingkan wajahnya,tapi terpambang jelas saat ini iya sedang sangat bahagia.
"Hah,,,apa mungkin kau menang lotre?" spontan Yan Sheng dan Elliot bertanya serentak.
"Ah itu,,,aku tidak pernah menang lotre" jawab Seline tertawa kecil.sedari tadi Seline memandangi cassius yang belum kunjung bicara.seline gugup dan khawatir.
takutnya Cassius tau bahwa iya pernah bekerja di bar,serta kejadian malam itu.
" keberuntungan mu buruk sekali" sahut Kenzo menyeringai.
"Apa perdulimu,enyah sana" balas Seline sedikit gusar.
"Ayolah sel,hari ini kami punya surprise untuk mu,yah jika kau tak ingin mengatakannya,
terpaksa kami batalkan saja" Ancam Jason,iya memang tak biasa begitu,Ahhh,,,mungkin iya memang tak pernah begitu.
"Hah,,,surprise,Hemmmz gimana yah,kasi tau enggak yah" Seline berfikir dengan keras.
"kasi tau enggak yah" Seline Masi tetap berfikir.
"Hah,,,apakah berfikir memang selama itu" gerutu Kenzo suara kecil.
" jika Masi lama,aku tidur dulu,kalau jawabannya sudah ketemu tolong bangunkan aku" sahut Jay meledek.
"Seline,kesabaranku itu terbatas" sahut ye Han dengan nada kesal.
"Hah,,,baik lah,akan kuberi tahu" balas Seline mendesah.
"kemarin lusa,diya gajian" sahut cassius datar,membuat pandangan semua orang tertuju padanya.
"Ah,,,Ce,memang yang terbaik,aku juga dapat bonus loh,Hemmmz,apa mungkin kak johan memberi tahumu?" ucap Seline senang,ternyata Cassius tidak tau kejadian itu.
"mungkin" balasnya Masi bernada datar.
"Selamat sudah gajian" ucap Kenzo,ye Han,Jay,Elliot,Jason dan Yan Sheng bertepuk tangan.
" terimakasih" balas Seline juga bertepuk tangan.
keadaan itu membuat para mahasiswi merasa iri karna Seline dekat dengan para pangeran kampusnya.
"sudah berapa kali aku bilang,jangan bekerja,cukup duduk manis saja,biar aku yang memenuhi semua kebutuhanmu" tegas Cassius gusar dengan suara datar.
terlihat dengan jelas,bahwa iya sedang berusaha menahan amarahnya.
"Akukan,juga ingin bekerja" balas Seline cemberut sembari menggembungkan pipinya.
"diya seperti hemster,jika sedang marah" cetus ye Han dan yang lain dalam hatinya.mereka tersenyum kecil.
"tapi tidak usah diam diam di belakangku kan" Cassius memijat pelipisnya.iya mendesah berulang ulang kali.
"sudah cukup dari dulu aku merepotkan mu,aku tak ingin menjadi bebanmu dan Reont,aku ingin mendapatkan apa yang ku inginkan dengan jerih payahku sendiri" lirih Seline menatap Cassius dengan lekat.
"apakah aku pernah menganggapmu beban,tidak bukan,dari dulu kamu selalu seperti itu,sejak 4 tahun yang lalu ,ku kira kamu pulang malam karna mengikuti les,ternyata kamu bekerja paruh waktu tanpa sepengetahuanku dan paman,bukankah kamu menganggapku dan paman orang luar" tegasnya dengan nada datar.
cassius berusaha menahan amarah.
Seline meraih kedua tangan Cassius,dengan tersenyum dan penuh percaya diri iya mulai berbicara.
"Ce,sampai kapan aku harus bergantung padamu,sampai kapan kamu akan memperlakukan ku seperti anak kecil,aku memang lemah,aku tak mampu melawan orang yang di atasku,tapi yakinlah,aku akan menjaga diriku baik baik,itukan yang kau khawatirkan tentangku" Seline berhenti sejenak.
"Aku tau kau dan Reont sangat khawatir.
tapi bagaimana bisa aku tumbuh dewasa jika kalian terus memanjakan ku.
aku hanya ingin melakukan apa yang membuatku senang.
selebihnya aku tidak perduli.
terimakasih untukmu dan Reont yang sudah memperlakukan aku dgn baik sampai saat ini,kalian itu sangat penting untuk ku,ku mohon jangan khawatir.
mari lakukan peran masing masing dengan baik" jelas Seline.
"Hah,,,baiklah,jaga dirimu baik baik,jika lelah istirahat,tidak usah memaksakan diri,Johan bilang kamu bahkan jarang makan saat bekerja" balas Cassius luluh,sembari menyentuh lembut pipi Seline.
"Terimakasih,terimakasih Ce" spontan Seline memeluk cassius,.
"Seline,apa aku mungkin juga bisa menjadi orang terpenting untuk mu" lirih ye Han dalam hatinya sedih.
"sungguh mengharukan" Kenzo dan Jay dengan lebatnya meledek Seline dan Cassius.
"iri Luh ya" ujar seline gusar.
"abaykan saja,mereka tidak waras" ucap Cassius menatap lekat Kenzo dan Jay,hingga membuat mereka mengalihkan pendangannya.
"sepertinya kita harus segera masuk kelas" ucap Jason sembari memerhatikan jam tangannya.
merekapun menuju kelas masing masing.setibanya di kelas Seline langung menuju tempat duduknya.
"apa yang kau lakukan,hingga menjadi perbincangan satu kampus?" tanya Yeri mengerutkan dahi.
"Iya,apa yang kau lakukan,kenapa mereka membicarakanmu,mereka bilang kau menjual tubuh pada para tuan muda itu" tanya juga Alice sembari menggoncang goncang tubuh seline.
Clara hanya menatapnya lekat.
"Hahaha,,,aku hanya mengobrol dengan mereka" ucapnya menyeringai takut.
Alice tetap saja menggoncang goncang tubuh seline dengan kuat.
"Lice,bisakah kau berhenti menggoncang tubuhku,rasanya aku ingin muntah" seru Seline pasrah.iya hanya terdiam lesu.
"jangan asal asalan berbicara dengan dewa dewa kampus itu,aku tak ingin mereka berbicara buruk tentangmu" sahut Clara memelototi Seline.
"maaf,maaf,habisnya mereka menanyakan mengapa pagi ini aku sangat senang" balas Seline jujur.
"sudahlah,kasian Seline" sahut yeri.
kelaspun sudah di mulai,Profesor Maria yang terkenal galak dan bawel sedang mengajar dengan antusias.
tidak ada para mahasiswa yang berani bolos saat pelajarannya.
kecuali Seline,mungkin karna sudah terlahir genius,meski berbuat masalah pun,para Professor tetap menyayangi Seline.
"membosankan,aku sangat bosan" keluh Seline dengan suara kecil,iya menidurkan kepalanya di atas bangku.
iya memang paling bosan jika pelajaran yang bersangkutan dengan Dunia politik dan tentang sesuatu yang membahas tentang uang dan status.
karna iya memang tak memiliki itu semua.
"Heh,,,sebaik baiknya prof maria, padamu,tetap saja diya bermulut beracun,cepat bangun si maniak makan Seline" bisik Alice memelototi Seline dari samping.
"tidak bisa,aku bosan,sangat bosan" balasnya dengan suara lantang.
"Ahhh,,,tadi aku" lirih Seline dalam hatinya terkejut.
bukan merasa takut,malahan iya merasa tidak enak pada profesor Maria.
"Selina Hughes,kau bosan dengan pelajaranku?" tanya Profesor Maria dengan mata berapi api.
hah.tampaknya iya sangat marah mendengar perkataan Seline.
"Ahhh,,sebenarnya saya sedang membayangkan hal yang membosankan...." jawab Seline grogi
"ya benar,,,hal membosankan profesor" tambahnya semakin grogi sembari tersenyum canggung.
"Oh,,,begitu,bagaimana kalau kau menikmati pelajaran dari luar kelas,agar tak membayangkan hal yang membosankan" ujar prof,Maria lembut,sembari tersenyum berapi rapi pada Seline.
"Hahaha,,,baiklah profesor" balasnya,tanpa di perintah dengan secepat kilat Seline bergegas keluar.
"Hah,,,selina Hughes,apakah benar diya mahasiswa terbaik jika di lihat dari setiap kelakuan konyolnya itu" bisik prof.maria mengeluh pada dirinya sendiri.
"Baiklah,mari kita lanjutkan tentang pembahasan tentang politik luar negri" tegas prof.maria dengan lantang.
Dan iyapun kembali melanjutkan pelajarannya.
sedangkan di luar Seline,berdiri kemudian duduk berjongkok,iya kemudian berdiri lagi,sepertinya Seline semakin bosan.
dengan mata mengawasi pergerakan semua orang.saat di dalam sibuk tenggelam dalam tanya jawab profesor dan mahasiswa.
dengan langkah pasti iya langsung menyelinap pergi dengan berlarian kecil di koridor.dikarnakan mapel (mata pelajaran) sedang berlangsung.
koridor sangat sepi.mempermudah Seline untuk menyelinap pergi.
"Hah,,,kenapa saat ini aku akan pergi." ucapnya sembari berfikir.
saat ini iya sudah berada di ujung koridor.
koridor sangat sepi.mempermudah Seline untuk menyelinap pergi.
dengan langkah pasti.seline berlari kecil menuju gerbang kampus.
di sana iya melihat penjaga gerbang sedang tidak ada.
dengan kecepatan tinggi iya langsung berlari menuju hutan di belakang kampus.
nafasnya ter engah engah di karnakan iya berlari dengan kencang tanpa berhenti sedikitpun.
kini iya sudah masuk jauh kedalam hutan.
"Hah,,,hah,,hah,,,Air,aku butuh air" bisiknya dengan suara terengah engah.seline merasa sangat kehausan.
saline terus berlari di jalan yang biasa iya lewati,jika ingin menyelinap menuju paradise.
entah sudah beberapa lama berlalu,Seline pus hampir sampai.
tapi iya malah jatuh keseleo.
"Air,,,,,Haus,,,,Aku butuh Air,,,," kini Seline sudah seperti hantu kelaparan.di karnakan iya tidak mampu bangun di karnakan keseleo.
saat ini iya sedang lemas.
"Air,,,,Air,,,,Air,,,,," serunya sembari berteriak kecil.
setelah beberapa saat ada seseorang yang lewat di sampingnya.
"Loh,Nona pencuri di kebun itu yah ?" tanyanya menghampiri Seline.
iya adalah lelaki yang Seline ikuti hingga iya tiba di paradise.
"Air,,,Air,,,Air,,,.Aku butuh air" pinta Seline dengan suara kecil.
spontan lelaki itu menggendong Seline di pelukannya.
"Maaf,jika ini tidak sopan,saya harus menggendong anda ketempat saya" ungkapnya sopan.
iya membawa Seline ke tempat seperti asrama.Ah tidak.tempat yang kini Seline datangi lebih luas dan indah di banding apartemen kumuh miliknya.
sesampainya di sana, lelaki itu mengambilkan air putih dan semua jenis minuman lainnya,kemudian memberikannya pada Seline.
"Akhirnya,,,aku hidup kembali." teriak Seline puas.
lelaki itu dengan lembut memijat kaki Seline yang keseleo.
"Awww,,,pelan pelan" seru Seline kesakitan.
"tahan,sebentar lagi sembuh kok" balasnya lembut.fokus memijat kaki Seline.
sesaat kemudian kaki Seline tidak sakit lagi.
"terimakasih tuan" ujar seline membungkuk Dengan tulus.
"sebuah kehormatan bisa membantu anda nona" balasnya membungkuk dan mencium punggung tangan seline.
lelaki itu sangat baik dalam menggunakan tatakrama. bangsawan eroma.lelaki di depannya itu juga sempurna dalam segala aspek.seperti Duke di dongeng dongeng.
"Apakah mereka ada di sini?" tanya seline tersenyum ramah.
"maksud anda para tuan muda?" tanyanya balik.
"Yah,,,mereka "
"sepertinya mereka sedang melakukan rapat"
"Terimakasih,aku akan menemui mereka" balasnya.
"tapi nona,,,," tanpa mendengarkan lelaki itu.seline bergegas menuju mansion mewah itu.sepanjang jalan semua mata penjaga serta pelayan tertuju padanya.karna di paradise memang tidak ada seorang wanita.lelaki itu mengikuti Seline dari belakang.
Seline masuk tanpa mendengarkan pertanyaan penjaga di depan pintu.
"Selamat Siang,Aku datang" teriak Seline dari ambang pintu mengejutkan mereka bertujuh,yang sedang berbincang serius di ruang tamu.
"Kau datang lebih Awal ?" tanya Jason menyambut Seline.
"Aku bosan di kelas,pelajaran dan pengajar yang sama,itu membosankan" keluh Seline dengan senyum berapi api.
"Maaf,aku tidak bisa menghentikan nona itu" ucap lelaki itu dari ambang pintu.
sepertinya mereka saling mengenal karna lelaki itu tidak bicara formal pada mereka bertujuh.
"Rey,,,tumben kau berbicara" ucap mereka bertujuh menghampiri Lelaki yang bernama Rey dengan penuh penasaran.
kini Seline melihat sosok dingin dari Rey tersebut. spontan Seline menerobos kerumunan mereka.
"kalian tidak boleh menggertak nya,diya penyelamatku" teriak Seline menghadang mereka bertujuh semakin dekat pada Rey.
"Hah,,,baiklah" keluh Cassius mendesah.mereka bertujuh mengajak Seline duduk serta Rey di kursi ruang tamu.
Seline menceritakan pertemuan nya dengan Rey,bahwa Rey sudah menolongnya.
"Pwuffff,,,,"
"hahahaha,,,,wkwk,,,hahahaha" mereka menertawakan Seline.
"Hahahahahahaha,,,,Aku membayangkan,saat itu kau pasti seperti hantu kelaparan." ledek Kenzo tertawa ngakak.
"Membayangkan saja,sudah membuatku sakit perut" sahut jay.
mereka berdua memang sudah sangat pro jika soal meledek dan menghina.
"jika aku menjadi hantu lapar,kalian berdua yang pertama kali akan aku datangi dan ku hisap sampai kering" ancam seline dengan wajah ramah.
"wajah ramahnya membuat ku merinding" bisik jason,ye Han dan Elliot serentak.seline memelototi mereka.
beberapa saat kemudian mereka ber enam mengajak Seline ke kamar Utama,entah kenapa mereka mengajak Seline ke sana.
sedangkan Rey sudah pamit pergi.mereka juga sudah berkenalan.
"Selamat datang Seline,selamat sudah menjadi yang ke delapan di mansion paradise ini" teriak mereka ber enam sembari membuka kamar tersebut untuk Seline.
"Apa maksudnya ini?" Seline merasa bingung tak mengerti.iya melihat foto modelnya menghiasi tempat tempat di kamar itu.
"mulai sekarang kau orang ke delapan yang tinggal di sini" ucap ye Han lembut.
"Hah,,,,Cassius,ini,,,,," Seline menatap lekat Sean yang ada di sampingnya.
"kamu tidak usah tinggal di Asrama,kita akan tinggal bersama di sini" jelasnya.
"selamat sudah menjadi nyonya mansion ini" teriak jay.kenzo dan Jay menyalami Seline.
Seline hanya diam dan menunduk.
"Aku tak bisa tinggal di sini,aku harus tetap di Asrama" tegas Seline.
"Terimakasih surprise nya,aku akan sering menginap di sini,tapi tempat ini terlalu mewah untuk ku" tambahnya tersenyum canggung.
"kamu pantas mendapatkannya" tegas seseorang dari kejauhan,ternyata Yan Sheng sudah kembali.
"Kau tak harus tinggal di sini,sekiranya kau punya tempat untuk pulang" sahut Jason tersenyum ramah.
"kan kami keluargamu" sahut Elliot dengan ramah.
"Kalian,,,," Seline terharu pada mereka bertujuh.
"Terimakasih,terimakasih,,,sudah menggapku keluarga" spontan Seline memeluk cassius.
"Lah,,,kok cuma Sean yang di peluk,terus kita gimana?" gerutu Kenzo,merasa di asingkan.
"Aku saja yang akan memeluk kalian" tegas Cassius mengancam.mereka berlima menjauh dari Cassius.
hanya Yan Sheng yang diam mematung dan menjulurkan kedua tangannya pada Seline.
"Yanyan kecil,ternyata kau tidak takut pada Ce yah" lirih Seline tertawa kecil.
"Baiklah,sini,,,,," Seline memeluk Yan sheng.
"Kitakan keluarga" seru Jason.
"makanya peluk kita juga dong" sahut Jay.
"masak hanya Sean dan Yan Sheng saja" tambah Kenzo.menggerutu.
"Hah,,,aku pasrah saja" sahut ye Han.
"Aku ingin di peluk juga" sahut juga Elliot.
dengan tertawa kecil dan senyum nya yang cerah.
Seline memeluk mereka berlima bersamaan.
"Terimakasih,kamar yang mewah,dekorasi yang indah,aku sangat menyukainya", Seline mengutarakan perasaan bahagianya.
"tentu saja,siapa dulu donk,yang mendekorasinya" Kenzo dan Jay tertawa bangga.
"Syukurlah kamu suka" ucap ye Han senang.
"terimakasih ye,pasti sudah merepotkan mu" balas Seline senang.
"*tidak kok,mereka semua membantu".
"kami sampai lembur,berhari hari karna menyiapkan hal yang sempurna untukmu*" sahut Elliot mendesah.
"Leonel Kamu,,,," Seline langsung memeluk Elliot erat.
"padahal kita tidak akrab.tapi kamu baik sekali" tambah Seline.
tatapan orang orang di sampingnya membuat Elliot merinding.
"tentu saja,itukan demi keluarga baru kita" balas Elliot senang.
"Sini Jason juga,,,," Seline juga memeluk Jason.
kini Jason merinding karna tatapan pembunuh yang di rasakan nya.
"tenang saja,,,kalian bertiga pasti akan ku peluk juga" cetus Seline pada Kenzo,Jay dan ye Han yang sedari tadi seperti ingin membunuh Jason.
"Jason anak baik" Seline belum juga melepas pelukannya.
sedangkan Cassius menatap Jason berapi api,seperti ingin membunuhnya.