
"my love?"
"iya.kenapa memangnya?"
"tidak apa-apa"
"kalau tidak suka ganti saja." kata Lester cemberut.
"suka kok.jangan cemberut dong."kata Alice sambil mencubit kedua pipi Lester.
Lester tersenyum melihat tingkah Alice.
"kamu ada acara hari ini tidak?"
"tidak ada.kenapa?"
"jalan yuk."
"kemana?"
"terserah.dekat-dekat sini saja."
"boleh.tapi aku mandi dulu ya."
"ok.aku tunggu."
Lester masuk ke kamarnya dan kembali ke ruang tamu.
"mau ikut mandi?" Lester mengedipkan mata nya menggoda Alice.
"apaan sih. buruan sana mandi.nanti keburu sore." Alice mendorong Lester untuk menyembunyikan wajah nya yang bersemu merah.
"tunggu ya."
..........
"aku baru tau kalau ada tempat sebagus ini disini." kata Alice menikmati pemandangan disebuah danau yang tidak jauh dari rumah Lester.
"tempat ini memang sedikit orang yang mengetahuinya. walaupun pemandangan disini cukup bagus, tapi karena letaknya di pinggiran kota, jadi tidak banyak yang ingin mengunjunginya."
"apakah kamu sering kesini?"
"ya, hampir setiap sore kalau tidak sibuk. cuma jalan-jalan santai atau bersepeda ria."
"aku ingin naik sepeda disini sama kamu, boleh?"
"boleh. lain kali kalau ada waktu kita bisa kesini pakai sepeda."
"baiklah. Lester, papa aku ingin bertemu kamu."
"hah? secepat itu?"
"iya. kenapa?"
"ee tidak kenapa-kenapa.tapi bagaimana mungkin dia ingin bertemu denganku?"
"kenapa tidak?"
"papamu tidak tau denganku.mana mungkin dia ingin bertemu.kamu jangan bercanda Al."
"aku serius. masalah kita bertemu minggu lalu, aku sudah cerita ke papa. papa yang mengatakan kalau benar-benar cinta harus diperjuangkan. maka nya aku terus mencarimu selama seminggu ini. papa juga bilang kalau aku sudah bertemu kamu, aku harus membawamu kerumah."
"tapi Al, kita baru pacaran. ini terlalu cepat. aku bahkan belum mempersiapkan diri."
"tapi cepat atau lambat ini pasti terjadi.semua ini cuma masalah waktu. lagian apa yang perlu kamu persiapkan?"
"Al, sekarang aku belum punya pekerjaan. apa yang akan aku jawab kalau papamu bertanya? apa yang bisakah aku banggakan hingga aku pantas bersama denganmu.?"
"Lester, kamu berpikir terlalu jauh. papaku cuma mau tau sama kamu. papa juga tidak akan ikut campur masalah pribadi kamu. aku mohon ya sekali ini saja."
Alice memohon dengan memasang wajah imutnya.
Lester yang tidak tahan melihat ekspresi Alice akhirnya mengalah.
"Baiklah. kapan kamu mau aku kerumahmu?"
"bagaimana kalau akhir pekan ini?"
"humm baiklah honey."
"terima kasih pacarku."
" hah segitunya?"
"iya lah.kamu kan memang pacar ku. ada yang salah?"
"tidak. terserah kamu. Asal kau bahagia saja."
" itu kan judul lagu"
"hum." Lester tersenyum bahagia. merangkul bahu Alice. dan Alice menyandarkan kepala nya ke bahu Lester. menikmati panorama sunset di pinggir danau. danau dengan tenang memantulkan cahaya mentari yang berwarna jingga. seolah ikut mendukung suasana Romantis sore ini.
sementara Alice dan Lester larut dalam pikiran dan perasaan mereka. menikmati senja bersama untuk pertama kalinya.
.........
Alice baru pulang melihat papa nya sedang duduk di sofa sambil menonton Televisi.
"malam sayang. kamu kemana saja? kenapa baru pulang sekarang?"
Alice duduk disamping papa nya.
"hummm tadi Alice jalan-jalan dulu pa." jawab Alice tersenyum sumringah.
Heru memandang putrinya dengan tatapan menyelidik. mencari tahu apa yang membuat putrinya sebahagia ini.
"Al, kenapa wajah terlihat lebih cerah? berbeda dengan hari-hari sebelumnya yang terlihat kusut setiap kali pulang kerumah. ceritakan sama papa."
"Pa, Alice sudah bertemu dengan Lester."
"Lester? siapa dia?"
"pelayan laki-laki yang Al ceritakan minggu lalu."
"oh laki-laki yang membuat Kamu jatuh cinta pada pandangan pertama, yang membuat wajah mu kusut dan tidur mu tak nyenyak seminggu ini.jadi nama nya Lester. Humm Papa penasaran seperti apa dia."
"iya pa. Dan Al sudah pacaran sama dia."
"Pacaran? secepat itu?"
"iya kan papa yang bilang Al boleh pacaran sama siapa saja asalkan Alice bahagia."
"iya tapi Al belum begitu mengenal nya. bagaimana kalau dia punya niat buruk?"
"tidak mungkin Pa. Alice yakin Lester orang yang baik kok Pa."
"benaran yakin?"
"humm" Alice mengangguk meyakinkan papa nya.
"baiklah. Ajaklah dia kesini. papa mau kenal sama dia."
"ok. Alice akan ajak dia kesini."
"baik. Papa tunggu."
"humm ya sudah, Alice mau kekamar ya Pa. mau mandi."
"iya.cepat lah. Papa tunggu di meja makan."
........
Lester baru saja menghempaskan pantatnya kesofa, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumahnya.Lester bangun lagi untuk membuka pintu.
" aku kira siapa yang datang. kenapa pakai ketuk pintu sih. bukan nya kamu juga punya kuncinya."
"kunci nya ketinggalan di Restoran."
"ohh..." Lester tersenyum.
"eh tunggu. kamu seperti nya bahagia sekali. ada apa?" tatapan menyelidik Ray membuat Lester salah tingkah.
"hah tidak ada apa-apa."
"Lester aku paling tau kamu. cepat ceritakan apa yang membuatmu sebahagia ini?"
"hum..." Lester hanya senyum-senyum dan tidak menjawab Ray.
Ray semakin penasaran apa yang terjadi dengan teman nya. tapi Lester tidak mau cerita. Ray tidak bisa memaksa Lester.
"oh iya Les, kemarin ada wanita minta alamatmu. ya aku kasih tahu soalnya dia memberiku uang yang lumayan banyak. apakah dia mencarimu? jangan marah ya." kata Ray agak takut kalau Lester marah.
"iya tidak apa-apa." Lester lagi-lagi hanya tersenyum.
Ray semakin bingung dengan sikap Lester. dari tadi senyam senyum tidak jelas.
"woiii kamu kenapa? salah makan apa? kenapa jadi aneh begini?"
"apanya yang aneh?"
"Dari *** senyam senyum tidak jelas. kesambat jin apa?"
"Aku baru ditembak sama wanita cantik."
"ohh segitu doang."
"kamu tidak mau tau siapa wanita itu?"
"ah buat apa? bukan hal aneh lagi kan kalau kamu di tembak oleh wanita. selama ini sudah berapa wanita yang ingin menjadi pacarmu."
"tapi yang ini beda."
"apa beda nya? apakah dia wanita bersayap atau wanita bertanduk?"
"huss jangan omong kosong. kali ini aku menerima nya. kami pacaran."
"APA? PACARAN?" kali ini Ray kaget. selama ini banyak wanita yang ingin mendekati Lester. tapi tak satu pun wanita yang bisa menarik perhatian Lester. tapi kali ini memang benar-benar berbeda. Lester menerimanya. seperti apa wanita yang bisa meluluhkan hati Lester. "eh tunggu dulu, apakah dia wanita yang meminta alamat mu kemarin?"
"hum.." Lester mengangkat bahu sambil tersenyum. lalu berlalu pergi kekamarnya.
"hey sikap apa ini? bisakah kamu menjelaskan nya dahulu.jangan membuatku mati penasaran." tapi Lester tak mempedulikan Ray.Lester menutup pintu kekamarnya.
............