
Alice baru saja menyelesaikan mata kuliah terakhirnya hari ini.
"Al, habis ini kamu ada acara tidak?" tanya Yesi,teman sekelas Alice.
"tidak ada.kenapa memangnya?"
"ada Restoran yang baru buka dua minggu lalu. tidak terlalu jauh dari kampus. katanya sih makanan laut disana enak.kesana yuk!" ajak Yesi.
"humm...Ayo deh. aku juga lapar."
........
"Aaaahhh..." seseorang pelayan menabrak Alice dan menumpahkan air di rok nya.
"oh nona maafkan saya.saya berjalan tidak lihat-lihat."
Alice terpukau melihat pria yang menabraknya."Tampan sekali.."pikirnya.
"nona, anda tidak apa-apa?" tanya pria itu sambil melambaikan tangan nya didepan wajah Alice.
Yesi memukul pelan bahu Alice untuk menyadarkan Alice.
"hah...eh..tidak apa-apa."
"tapi baju anda basah nona."
"ah tidak masalah. cuma basah sedikit.nanti juga kering." Kata Alice tersenyum.
"oh.baiklah.tunggu sebentar nona,saya akan ambilkan tissue."
Lester kebelakang untuk mengambil tissue.
"ini nona untuk mengelap baju anda" kata Lester menyerahkan tissue kepada Alice.
"terima kasih."
"tidak perlu berterima kasih nona.ini juga salah saya. saya yang seharusnya meminta maaf."
"sudahlah.tidak apa-apa kok."
Lester sedikit lega. hari ini Dia menggantikan temannya menjadi pelayan. hampir saja dia melakukan kesalahan fatal. andai wanita itu melaporkan ke manager restoran pastilah teman nya akan dipecat. "untunglah wanita ini tidak marah, selain cantik dia juga baik. tidak seperti gadis kaya lainnya. walaupun pakaian yang dipakainya sepertinya mahal dan edisi terbatas. benar-benar gadis sempurna" batin Lester.
"silahkan duduk nona.mau pesan apa nona?" tanya Lester sambil menyerahkan daftar menu setelah Alice dan Yesi duduk.
"saya pesan lobster asam manis + nasi. dan minumnya ice vocanno creamy latte." Alice memesan makanannya
"saya sup kerang + nasi dan orange juice.'' Yesi juga memesan makanan nya.
Lester mencatan semua nya.
" ada lagi nona?"
"tidak ada.cukup itu saja."
"baiklah, ditunggu nona..."
Lester kembali ke belakang. Alice menatap nya tanpa berkedip.
"ehem...Al, kamu kenapa?"
Alice menatap sahabatnya.
"Yes, bagaimana menurut mu pelayan itu?"
"menurut dia sopan dan baik bertanggung jawab juga Tampan. tapi dia cuma pelayan Al.''
"Memang kenapa kalau dia pelayan?"
"Al, kamu suka dia? ingat kamu pewaris perusahaan nomor dua di kota M. bagaimana mungkin kamu menyukai seorang pria yang hanya pelayan Restoran."
"hei Yesi, apa yang kamu bicarakan. kapan aku mengatakan kalau aku menyukainya?"
"Al,kita berteman dari SMP.aku bisa tau kamu menyukainya dari tatapanmu. kamu tidak pernah menatap pria seperti ini sebelumnya"
"ah sudahlah.jangan bicarakan omong kosong seperti ini."
"hei.siapa yang bicara omong kosong."
"permisi nona,ini makanan anda. selamat menikmati" seorang pelayan perempuan mengantarkan makanan mereka.
Alice melihat sekeliling. dan melihat Lester sedang melayani pengunjung lainnya. Alice kecewa."kenapa bukan pelayan tampan itu yang mengantar makanannya" batin Alice. Alice menghembuskan nafas nya dengan kasar untuk melampiaskan kekesalannya.
"Al, sup ini lumayan enak. mau coba?"
Alice mengambil sup kerang Yesi dan mecicipinya.
"humm lumayan."
setelah membayar tagihannya, Alice dan Yesi pergi meninggalkan Restoran itu.
...........
Alice duduk diruang keluarga dengan televisi menyala di depannya. tapi matanya tidak menatap kelayar. pikirannya melayang jauh ke kejadian tadi sore.
''Pelayan itu Tampan sekali. kenapa aku tidak menanyakan nama nya dan juga tidak meminta nomornya." Alice menyesali dirinya.
"sial, kenapa denganku? kenapa aku selalu mengingatnya? apa aku jatuh cinta.?" umpat Alice.
diam-diam Heru memperhatikan putrinya dari jauh. dia melihat ada yang mengganggu pikiran Alice.
Heru menghampiri Alice dan duduk disamping putrinya.
"Al, kamu kenapa? apa ada masalah?"
"eh papa belum tidur? Alice tidak apa-apa, pa."
"benarkah?"
"iya pa."
"kalau ada masalah apapun jangan sembunyikan dari papa Al"
Alice terdiam sejenak.
"papa...sejak mama meninggal, apakah papa merasa kesepian?"
"Al, apa yang kamu bicarakan?"
"pa, Al tau kalau papa merasa kesepian. Al akan merestui papa menikah lagi."
"benarkah?"
"tentu saja. Al sayang papa.Al tidak mau papa terlalu larut dengan kepergian mama." Alice tau papanya sedang menjalin hubungan dengan sekretaris nya.Yelena. tapi selama ini papanya tidak menikahi wanita itu karena Alice tidak mengizinkannya. Alice merasa wanita itu tidak tulus terhadap papanya. tapi sekarang Alice juga sadar, papa nya sudah menyukai Yelena. Alice tidak bisa egois seperti ini. papa nya layak mendapatkan kebahagian nya sendiri. karena Alice juga tau, dia tidak bisa selalu menjaga papanya. suatu saat nanti Alice akan menikah dan punya kehidupan nya sendiri. Alice harus memikirkan papanya.
"makasih ya sayang.papa janji, kalau pun nanti papa menikah lagi, papa tidak akan mengabaikan kamu."
"iya Alice percaya sama papa. tapi Alice punya syarat pa!"
"syarat apa Al?"
"Bibi Yelena tidak boleh mengubah apa pun dirumah ini. karena rumah ini sudah ditata oleh mama."
"baiklah.papa setuju." Heru senang melihat putri nya semakin dewasa.
"Al, kenapa kamu tiba-tiba mengizinkan papa menikah. apa yang kamu ingin kan gadis kecil?"
"pa, Alice bukan gadis kecil lagi. lagian Al tulus mengizinkan papa menikah."
"Al, papa tau,kamu melakukan ini karena ada sesuatu.katakan lah. papa akan memberikan apapun yang kamu minta."
Alice terdiam.papa nya adalah orang yang paling tau tentang dirinya.
"pa, Al menyukai seseorang."
"benarkah? ahh ternyata gadisku benar-benar telah dewasa sekarang.siapa laki-laki itu? bagaimana latar keluarganya?"
"Al tidak tau pa.Al cuma bertemu sekali."
"oh jadi Al jatuh cinta pada pandangan pertama?"
"mungkin.tapi dia cuma pelayan Restoran pa." Alice menunduk kan kepala.dia khawatir papanya tidak akan merestuinya.
"pelayan? pelayan seperti apa yang mampu membuat putri papa jatuh cinta, papa penasaran."
"papa tidak marah Al menyukai pelayan?"
"kenapa papa harus marah.siapa pun orangnya yang bisa membuat anak papa bahagia papa akan mendukung nya. ajak lah dia bertemu papa"
"benarkah?'' Alice senang karena papanya setuju. tapi wajah nya kembali sedih." tapi Al nggak tau apakah dia juga menyukaiku?"
"hey kenapa anak papa menjadi tidak percaya diri seperti ini? siapa laki-laki yang berani menolak putri penerus DARPA GROUP? selama ini bukannya banyak lelaki yang mengejarmu?"
"iya sih pa.tapi gimana kalau Al di tolak.''
" Al jangan pesimis.coba saja dulu."
"iya pa.besok Al akan menemuinya."
"ini baru anak papa."
Alice merasa sedikit lega.setidaknya papa mendukungnya.
Alice kembali ke kamarnya untuk menutup hari ini.