
seminggu berlalu sejak kejadian itu. hampir setiap hari Alice datang ke restoran tempat mereka bertemu. tapi Alice tidak pernah melihat nya lagi. Alice hampir putus asa.
hingga suatu hari Alice memberanikan diri bertanya kepada salah seorang yang juga pelayan di restoran itu.
"makanan anda nona.selamat menikmati" kata pelayan wanita itu tersenyum ramah.
"ehh...tunggu sebentar!"
"ya. ada apa nona?"
"saya pernah bertemu seorang pelayan disini, tapi akhir-akhir tak melihat nya lagi. kemana ya?"
"hah siapa nona? seingat saya tidak ada pelayan yang dipecat atau berhenti."
"saya bertemu sekitar seminggu yang lalu. dia tampan, tinggi, putih."
" oh...Lester...dia bukan pelayan di restoran ini nona,hari itu dia kebetulan menggantikan temannya."
"Lester...? boleh saya minta alamatnya?"
"maaf nona.saya juga tidak tau..."
"oh iya lah.terima kasih ya."
"ohhh bagaimana kalau nona tanyakan ke Ray, teman nya Lester.dia mungkin tau."
"boleh"
"sebentar nona saya panggilkan." pelayan wanita itu pergi ke belakang. sesaat kemudian dia kembali dengan seorang pelayan laki-laki.
"ini Ray nona, teman nya Lester."
"selamat sore nona, ada yang bisa saya bantu?"
"kamu teman nya pelayan yang minggu lalu?"
"iya nona, dia menggantikan saya karena saya ada urusan. apakah dia membuat masalah nona?"
"oh tidak ada.saya mau minta alamat rumahnya."
"hmm maaf nona.kalau untuk masalah ini saya tidak bisa nona. mohon maaf sekali lagi nona. kalau ada yang ingin nona bicarakan, sampaikan saja sama saya, nanti akan saya sampaikan ke Lester."
Alice membuka tas nya dan mengambil sejumlah uang.
"bagaimana kalau segini, cukup?"
Ray melihat uang itu. banyak sekali,bahkan lebih banyak dari gaji nya sebulan.
"ah sudahlah.lagian Lester juga tidak mungkin marah.kalau pun marah paling cuma sebentar." pikir Ray.
"humm baiklah." Ray mengambil uang dan menuliskan alamat Lester.
Alice merasa senang karena akhirnya dia menemukan alamat laki-laki yang telah membuat nya tidak tenang seminggu ini.
............
hari ini Alice berencana menemui Lester. Alice sengaja dandan dan mengenakan baju terbaiknya.
Alice membawa mobil sendiri tanpa supir seperti biasa.
setelah mencari Alamat Lester di google maps dan juga bertanya kepada beberapa orang, akhirnya Alice menemukan rumahnya.
sebuah rumah sederhana dipinggiran kota. tampak agak kumuh. Alice mengetuk pintu beberapa kali hingga Akhir nya seseorang membuka nya dari dalam. ternyata benar itu Lester. dengan rambut yang agak acak-acakan dan muka seperti baru bangun tidur.
tapi biar bagaimana pun Lester tetap tampan.
"kamu? ada apa? eh silahkan masuk dulu.maaf agak berantakan." Lester jadi kikuk. kaget dengan kedatangan wanita ini.
"silahkan duduk"
Alice duduk di sofa yang sudah usang.
"sebentar saya ambilkan minum" Lester jadi salah tingkah.
Alice seperti ingin tertawa melihat tingkah laku Lester.
"silahkan minum dulu.maaf cuma ada air putih." Lester menyerahkan gelas kepada Alice.
"ada masalah apa ya kok kamu bisa sampai kesini?" tanya Lester saat Alice selesai minum.
"kenapa memangnya? tidak boleh?"
"aku sengaja kesini mau cari kamu?"
"cari aku? ada apa?"
"Lester. sejak pertemuan kita minggu lalu, aku terus kepikiran kamu. aku juga tidak tau kenapa. aku berusaha cari kamu. hampir setiap hari aku mengunjungi Restoran tempat kita bertemu.tapi aku tidak bisa menemukan mu. aku hampir putus asa, hingga kemarin aku dapat alamat kamu dari Ray."
"Ray..?"
"eh iya.Lester aku mohon,jangan salahkan Ray. aku yang memaksanya memberikan alamat mu."
"oh.iya tidak apa-apa kok." Lester masih bingung dengan maksud kedatangan Alice.
"Lester...gimana perasaanmu?
"hah.maksud nya?"
"Lester aku suka kamu. aku terlalu blak-blakan ya.tapi aku tidak bisa memendam rasa ini terlalu lama. jujur aku suka kamu pada pandangan pertama."
Lester kaget dengan pengakuan Alice. bingung mau jawab bagaimana. hati Lester juga merasakan hal yang sama.tapi logika nya selalu menolak.
"aku...aku juga merasakan hal yang sama. jujur, aku juga terus memikirkan kamu. bahkan aku masih ingat jelas bagaimana ekspresi kamu. tapi aku tidak punya keberanian mendekatimu, mencarimu. sekali lihat juga tau kalau kamu orang kaya. dunia kita terlalu jauh berbeda. aku cukup sadar siapa diriku. kamu lihat sendiri aku tinggal dirumah kecil seperti ini. aku takjub dengan keberanian kamu. berani mencintaiku yang tidak punya apa-apa.berani mencariku bahka berani menyatakan perasaanmu. sementara aku lelaki pengecut. tidak ada yang bisa diharapkan dari ku." Lester akhir nya meluahkan isi hatinya.
"Lester,aku mencintai kamu apa adanya kamu. bukan karena ada apa-apanya. aku tidak peduli kamu seperti apa.yang aku butuhkan cuma cinta tulus kamu."
"aku tau kamu tulus.tapi kehidupan orang kaya berbeda.kalau pun kamu mencintaiku, orang tuamu juga tak akan mengizinkan. level hidup kita terlalu jauh berbeda."
"orang tua aku tidak mempedulikan perbedaan status. mereka hanya menginginkan kebahagiaan ku.dan bahagiaku sama kamu."
"tapi kamu tidak kenal aku. kita bahkan baru bertemu dua kali."
"makanya izinkan aku mengenalmu lebih dekat." Alice belum menyerah.
"huff baik lah. aku tidak bisa bicara apa-apa lagi."
"Lester apakah kamu juga punya perasaan yang sama sepertiku?"
"ya. aku juga suka sama kamu. aku juga tidak tau kenapa.tapi sejak hari itu aku selalu memikirkan mu."
"ayo kita pacaran?" kata Alice tiba-tiba.
"hah.. pacaran? apa aku salah dengar?"
"kamu tidak salah dengar. bagaimana?"
"apa tidak terlalu cepat?"
"tidak.aku tidak mau menunggu terlalu lama."
"baiklah."Lester akhirnya menyerah.
" benarkah? berarti sekarang kita pacaran?"
"iya..." jawab Lester yakin.
Alice bahagia hingga tanpa sadar memeluk lester. Lester kaget dengan reaksi Alice tapi tetap membalas pelukan Alice.
"ehh tunggu dulu.."
"kenapa?"
"Aku belum tau namamu. bagaimana mungkin kita saling menyatakan cinta dan bahkan pacaran.sementara namamu saja aku belum tau."
Alice tertawa. benar-benar lucu. mereka sudah pacaran tapi belum tau nama.memang kisah asmara yang berbeda dari yang lain.
"ok.namaku Alice."
"aku Lester."
"sudah tahu. nih masuk kan nomor teleponmu." kata Alice sambil menyerahkan hp nya.
Lester mengambil hp Alice dan memasukkan nomor telepon nya dan mengambil nomor telepon Alice.
"nih. sudah aku simpan."
Alice mengambil hp nya dan mengecek kontak. tapi Alice tidak menemukan kontak Lester. Alice men-scroll hp nya berkali-kali.hingga Alice melihat nama kontak yang agak aneh. Alice tersenyum membaca nama kontak itu.
"My Love?"
............