
Chapter VII
Li Chen terus bermeditasi didalam kamarnya, dan tanpa dia sadari, hari sudah malam dan sekarang waktunya Li Chen untuk makan.
Selama seminggu ini Li Chen sudah memaksa kan diri untuk tidak makan sama sekali dan berfokus pada latihannya.
Bisa dibilang, dua hari yang lalu adalah batas dari badannya bertahan untuk tanpa makan. Dan sudah selama 2 hari perutnya terus menerus mengeluarkan gunturnya.
Dia benar-benar harus berusaha lebih keras agar dapat naik ke Foundation Establishment, lalu bergegas membentuk Nirvana Foundation, dengan begitu dia bisa tidak makan selama 6 bulan penuh.
Drrruuhh
Suara guntur dari perut terdengar, membuat Li Chen tersenyum kecut. Kini saatnya mengakhiri guntur itu.
Li Chen keluar dari kamarnya dengan topeng gioknya dan bergegas kebawah. Saat tiba dibawah, dia disambut oleh pemandangan dimana 3 orang berbaju biru dengan pedang yang sama melingkar dipinggang mereka didepan meja kasir, serta beberapa orang lainnya berjalan menuju kebelakang.
Mereka bertiga tampaknya ingin memesan kamar, awalnya itu menarik perhatian Li Chen, namun sekarang tidak lagi, dia berjalan acuh tak acuh keluar.
Saat diluar, dia kembali disambut oleh pemandangan orang yang berlalu lalang di jalan. Bukan hanya orang biasa, kebanyakan dari mereka jugalah seorang Cultivator.
"Apa yang terjadi……?" Li Chen merasa ada yang aneh. Dulu Wei City sama sekali jarang dikunjungi oleh Cultivator, dan kini ada banyak dari mereka. Apa yang sebenarnya terjadi….?
Yang pasti, saat ia bertemu Wei Li, dia akan menanyakan nya langsung.
Melewati orang-orang, sembari melirik dagangan mereka, Li Chen masuk kedalam Moon Qi Association yang tak jauh dari sana.
Dia masih belum mempunyai uang yang digunakan oleh orang biasa.
Spirit Stone bagi mereka tidak lah berguna, malah bagi mereka Spirit Stone hanyalah sebongkah batu yang tidak penting.
Saat Li Chen masuk, ia kembali disambut oleh Wei Li. Li Chen tersenyum lembut dibalik topengnya dan berkata. "Kita bertemu lagi, adik Li,"
"Hehe, Abang Chen yang ingin bertemu bukan?" Wei Li tersenyum manis saat mendengar suara Li Chen.
Jujur, dia merasa senang dengan sikap Li Chen. Awalnya dia mengira bahwa Li Chen akan jarang berbicara, namun melihat nya bersikap seperti biasa membuat kecemasan nya menghilang.
Li Chen tanpa membuang waktu berkata bahwa dia ingin menukar Spirit Stone nya, dia lupa tujuan awalnya untuk datang kesini, bahwa sebenarnya untuk menukar Spirit Stone dengan uang koin.
Wei Li menjelaskan bahwa Spirit Stone setara dengan 1 Koin Emas, mendengar hal itu, Li Chen tersenyum dan mengeluarkan 10 Spirit Stone.
Dia juga tidak lupa untuk mengecilkan angkanya, jadi Li Chen mendapatkan 800 Perak, dan 1 Emas.
Hanya segitu yang ada di Moon Qi Association.
Sekarang mereka hanya mempunyai 9 Emas, dan 200 Perak.
Li Chen menerima 800 Perak dan 1 Emas itu dengan senang hati. Tidak lupa dia mengajak Wei Li untuk makan malam.
"Oh, kalau begitu tunggu sejenak," Wei Li masuk kebelakang pintu, dan 1 jam kemudian dia keluar dengan dandanan dan baju mewah.
"Aku heran kenapa perempuan perlu selama itu untuk mempersiapkan diri," Benak Li Chen yang merasa jenuh dengan tingkah laku perempuan.
Mau itu Wei Feng, Wei Li atau bahkan ibunya, mereka perlu waktu berjam-jam untuk bersiap-siap jika ingin keluar.
"Apa perlu baju semewah itu?" Li Chen berkata dengan tenang.
"Tentu. Malam ini aku yang akan membiayai makan malam, ini untuk merayakan kepulangan Abang Chen!" Wei Li tersenyum manis saat berkata.
Dan dengan begitu, Li Chen berangkat bersama Wei Li. Mereka awalnya hanya melewati, namun karena Li Chen melihat banyak makanan kecil yang dijual di pinggir jalan, membuat nya menghampiri dan membelinya satu.
Selesai makan satu, dia membeli apel dan tidak lupa juga untuk memberikan nya pada Wei Li. Dan tentu, perempuan itu menerima nya dengan senang hati.
Mereka akhirnya berhenti membeli sesuatu, hingga tiba disebuah rumah makan. Rumah makan itu bisa terbilang mewah, tetapi tidak terlalu mewah.
Li Chen merasa nostalgia dengan rumah makan ini, dia menatap Wei Li yang tengah tersenyum manis. "Abang Chen tau ini tempat siapa kan?"
Li Chen memiliki teman 3 orang, dari Wei ada dua dan Song ada satu. Dan itu lah, Song Yu, Wei Li dan Wei Feng.
Mendengar pertanyaan balik dari Li Chen, Wei Li hanya tersenyum dan berkata dengan lembut. "Tidak. Keluarga Song Yun sudah meninggal, hanya tersisa Song Yun sendiri, lalu….
Lalu, Song Yun…… meninggal saat menjalani misi bersama Wang Gu. Dia mati ditangan Cultivator aliran hitam,"
Mendengar sahabat nya yang telah mati, menjadi kan kata-kata itu sebagai sebuah pukulan berat baginya.
Li Chen mendesah dengan panjang, tampak dibalik topengnya ia memasang wajah bersedih. "Dari sekte mana?"
"Dark Tige Sect. Sekte Aliran hitam bintang 9," Wei Li hanya tersenyum tipis saat berkata begitu.
Dia juga terpukul berat saat mendengar nya, tetapi apa daya, semua sudah terjadi, nasi sudah menjadi bubur, mau itu bersedih berkepanjangan atau berduka berkepanjangan pun tidak ada gunanya, orang mati tidak akan dapat hidup kembali.
Dan Li Chen juga tau hal itu, tetapi tetap saja itu sebuah tamparan untuk Li Chen yang juga baru saja kehilangan gurunya.
"Ayo masuk. Aku sudah lapar," Li Chen berjalan masuk dengan sikap acuh tak acuhnya. Wei Li hanya tersenyum tipis mengikuti jalan Li Chen dibelakang.
Saat mereka masuk, semua mata segera melirik mereka walau sejenak. Tempat ini cukup ramai, dan rata-rata dari mereka hanya seorang biasa, sisanya Cultivator biasa.
"Ada Cultivator tahap Foundation Establishment," Li Chen berbatin dan mengangkat alisnya saat sadar akan hal itu, lalu matanya tertuju pada ketiga orang dengan baju biru.
Mereka juga tengah menatap Li Chen yang mana sedari awal penampilan nya begitu menarik perhatian. Topeng Giok yang menutupi wajah itu sungguh membuat orang penasaran dengan isinya,
Li Chen hanya mendesah pelan. Sepertinya benar-benar sebuah takdir bahwa dirinya sudah bertemu 3 kali termasuk kali ini dengan mereka.
"Abang Chen, mari duduk disana," Wei Li menunjuk kearah yang berlawanan dari mata Li Chen, sehingga kepalanya berputar untuk melirik arah yang ditunjuk.
"Ah, baiklah," Li Chen mengikuti Wei Li dari belakang, setiap dirinya lewat, ada saja mata yang melirik nya.
Tentu saja,
Lelaki bertopeng Giok itu praktiknya tidak dapat dibaca, bahkan orang yang sudah membentuk Mortal Foundation mengerutkan dahinya.
"Apa kau bisa melihat tingkat praktik nya, Saudara Lu?" Salah satu pemuda, berbaju biru yang sudah menarik perhatian Li Chen dari bertemu akhirnya menyeruarakan keanehan yang dilihat nya.
"Aku sama sekali tidak bisa melihat Tingkat Praktik nya, seolah-olah ada sesuatu yang menghalangi." Orang yang disebut Saudara Lu berhenti sejenak, matanya menyipit menatap pemuda bertopeng itu dan kemudian menebak. "Apa dia mempunyai Artefak tingkat tinggi?"
"Mana mungkin! Artefak tingkat tinggi sudah diambil semua oleh Sekte Tertinggi! Bahkan Blue Ocean Ice Sect hanya mendapatkan 3 Artefak dan Triangle Frozen Sect hanya mendapat kan 2, dan seluruh Artefak tingkat tinggi yang hanya tersisa ada di tangan Immortals Tian! Bagaimana bisa orang kecil seperti dia mendapatkan Artefak?" Ucap salah satu temannya, membantah argumen dari Saudara Lu.
Artefak, adalah sebutan untuk, Magic Tool, Spirit Tool atau Treasures Tool yang diciptakan di Zaman saat Immortals Luan memerintah Ketiga Alam, Era Primordial Immortals Emperor Luan.
Artefak kebanyakan telah dihancurkan 1 juta tahun yang lalu entah karena apa, dan yang tersisa hanyalah Artefak dari tempat kuno, seperti Ancient Mortal King Palace, Black Parade Ruins, dan Yinyang Flower Sect Ruins.
Semua itu termasuk tempat kuno yang sudah dijelajahi, dan didalam hanya ditemukan 10 Artefak tingkat rendah, 8 Artefak tingkat menengah, dan 7 Artefak tingkat tinggi.
Masih ada tempat lain namun dengan kekuatan para Mortal yang sekarang, mustahil bagi mereka melawan Ancient Guardians, bahkan jika Immortals Wu ikut turun tangan.
Kecuali mereka mempunyai 20 Immortals, maka mungkin mereka bisa masuk kedalam, namun kemana mau mereka cari 20 Immortals? Bahkan Mortal Realms hanya ada 10, dan di Human World hanya ada 5.
Kecuali jika Immortals Hua ikut turun tangan maka mereka pasti bisa, namun tidak ada kata dua kali, pasalnya Immortals Hua saat mengikuti penjelajahan Reruntuhan selama ini hanya karena Suaminya, bukan atas keinginan dirinya sendiri.
Bahkan, tanpa Immortals Hua turun tangan pun, mereka tidak perlu dirinya, karena ada suaminya yang senantiasa ikut menjelajahi Reruntuhan.
Dan kini Immortals Tian sudah meninggal, tiada penjamin nyawa lagi untuk masuk ke Reruntuhan.
Apa yang perlu Immortals Hua perbuat lagi dengan Makhluk Fana seperti mereka? Yah, mungkin dia juga akan ikut turun tangan jika Lotus Ice Fairy memintanya, atau memang dalam bahaya.
Semua artefak tingkat tinggi sudah diambil oleh Sekte Tertinggi dan Immortals Tian, jadi kenapa orang kecil yang sama seperti diri mereka mendapatkan Artefak tingkat tinggi?
Tidak masuk akal!
Arc 1: Revenge for the Beginning (7/?)