
Burung-burung berkicau di atas pohon, memainkan irama pagi yang begitu damai.
Di sebuah rumah yang tampak mulai rusak, seorang lelaki berumur 10-12 tahun keluar dari sana.
Muka Li Chen masih terlihat sama. Datar. Mukanya penuh dengan kedataran karena pada awalnya, ia hanya bisa tertawa ringan dengan kesedihan super berat.
Orang tuanya pasti tidak ingin hal tersebut terjadi padanya.
Maka hanya ada satu jalan.
Balas dendam.
Walau ini melenceng dari kepribadian Li Chen, dia setidaknya memiliki tujuan awal untuk menjadi kuat dan akhirnya membunuh yang membunuh kedua orang tuanya.
Setelah itu, tujuan tampa akhir miliknya,
Menjadi kuat untuk melindungi apa yang ingin ku lindungi!
Li Chen dengan senyum ringan, mendengus dan berjalan melewati pepohonan dan semak.
Selagi ia berjalan, dia mendengar sebuah suara, Li Chen lantas melirik ke sekitar dan menemukan seorang yang paling ia kenal.
"Li Yun…….."
Li Chen mengatupkan bibirnya, dan menggeram seolah-olah berusaha menahan amarahnya.
Dia adalah teman sekaligus yang dianggap saudara bagi Li Chen. Dan yang telah menghianati nya disaat-saat terakhir.
Li Chen berbalik, namun saat ia berbalik, ia menemukan seorang pria dengan baju hitam yang tertutup layaknya ninja, sedang menghalangi jalannya.
Saat dia ingin berbalik, orang itu mengambil leher Li Chen dan mencekik dirinya.
"Mau kemana bocah?" Dia mengangkat leher Li Chen yang terus meronta dan membawa nya Kehadapan Wang Yun. "Tuan muda, bocah ini berusaha untuk melarikan diri,"
Wang Yun yang mendengar, hanya menyeringai dan tersenyum mengerikan pada Li Chen. "Mau kemana saudara ku? Mau kubantu? Mungkin kau akan mengikuti orang tuamu yang tidak berguna, hehe,"
Li Chen ingin berkata sesuatu, namun lehernya terlalu dicekik dan bahkan dia perlu menahan nafasnya.
Hanya sebentar!
Sebentar!
Jika saja sebentar lagi leher ini dilepas, maka dia masih bisa hidup!
"Wang Wei, lempar dia," Dia, Wang Yun tersenyum lebar. Dia tampak menikmati hal ini. "Yang jauh ya,"
Ninja itu mengangguk dan segera menarik Li Chen kebelakang lalu melemparkan badannya jauh kelangit.
"Ughhhh hahhhhhh!"
Li Chen tersedak nafasnya sejenak dan berteriak saat sadar bahwa dia sudah sangat jauh, masuk ke pedalaman hutah yang belum terjamah.
Ini kah kekuatan seorang Cultivator?
Kuat!
Terlalu kuat!
Li Chen memucat saat sadar, bahwa daratan tinggal beberapa langkah lagi. "Aku mati…….! Ayah ibu, sepertinya aku akan menyusul kalian!"
Plassss!
Badan Li Chen secara mengejutkan terjatuh ditengah danau, dan menciptakan sebuah gelombang air yang cukup kuat, hingga sampai kedaratan.
Li Chen ingin bernafas, namun perasaan sesak membuat nya sangat sulit untuk mengendalikan pernapasan nya, dikarenakan jantung nya sudah tidak memiliki nafas sedikitpun.
Setelah semua pertemanan itu,
Hanya inilah yang didapat nya.
"Ghhhh!" Li Chen terus meronta, saat sadar bahwa dirinya tidak boleh mati, ia terus meronta berharap bahwa dirinya masih akan hidup. Hingga ia menutup mata.
——————
"Bangunlah, anak muda,"
Sebuah suara masuk kedalam benak, membuat Li Chen membuka matanya. Dia berbatuk pelan dan mengeluarkan sejumlah air yang ada didalam mulutnya.
Li Chen merintih kesakitan saat hendak duduk. Dia menyadari, bahwa badannya begitu sakit disegala sisi.
Saat ia bangun, ia melirik kesegala arah, dan menemukan seorang Pemuda tampan yang berumur kisaran 20 tahunan.
Dia berdiri dan memberi hormat. "Salam tuan, terimakasih sudah menyelamatkan ku……"
Pemuda itu tertawa besar. "Jangan sungkan. Lagi pula aku baik-baik saja jika hanya seorang semut yang masuk, hahahaha!"
Li Chen hanya memerengkan kepalanya, menatap heran pemuda yang ada didepannya. "Tuan, saya masih belum mengerti keadaan saya saat ini dan dimana kita saat ini."
"Jangan khawatir, ini adalah Immortal Estate milikku, tempat nya ada dibawah Danau yang menjadi tempat pendaratan untukmu," Pemuda itu tambah tertawa girang sembari bercerita bagaimana caranya menemukan Li Chen dan membawanya kemari.
Mendengar kata-kata diseret oleh pemuda tersebut, Li Chen hanya menatap datarnya. "Pantas punggung ku sakit, ternyata diseret toh," Batinnya,
"Baiklah. Cukup bermainnya. Sekarang aku ingin tanya, kenapa kamu bisa jatuh secepat itu?" Pemuda itu berhenti bercerita dan menanyakan semua pertanyaan yang ada di benaknya.
Li Chen bercerita semua yang terjadi, mulai dari hukuman mati kedua orang tuanya, hingga dirinya yang dilempar hingga Pedalaman Hutan yang belum terjamah oleh siapapun.
Awalnya dia tidak ingin bercerita karena dapat mengingatkannya dengan ingatan yang buruk, namun melihat pemuda ini orang yang terlihat lembut, membuat mulutnya berbicara dengan jelas dan mengatakan semuanya dengan jelas juga,
Mendengar kisah itu, Pemuda misterius tersebut manggut-manggut. Matanya melirik Li Chen dan tersenyum penuh makna. "Bagaimana jika aku mengangkat mu menjadi seorang murid? Kebetulan aku hanya sebuah kesadaran ku yang tersisa dan membentuk Tubuh Fana atau bisa dibilang, Soul Fragment yang tertinggal di Immortal Estate ku,
Bagaimana? Waktu ku hanya tersisa 5 tahun lagi, dan selama 5 tahun aku akan mengajarimu semua pengalaman ku.
Setelah aku menghilang, maka dirimu bebas mau melakukan apapun. Bagaimana?"
"Tetapi kenapa Tuan Immortals berkata bahwa waktunya tersisa 5 tahun, apa yang sebenarnya terjadi?" Li Chen bertanya dengan penasaran.
"Aku akan memberitahu dirimu segalanya nanti, jadi terima atau tidak, mengurung diri disini selama 5 tahun……"
Li Chen hanya mengatupkan bibirnya, dan menatap kebawah, dia dilema. 5 tahun bukan lah waktu yang lama atau pun sebentar, tetapi untuk memajukan praktiknya, mungkin akan cukup.
Mulai dari penampilan nya dan auranya, orang ini benar-benar terlihat seperti salah satu dari mereka. Terlebih lagi dia berkata tempat ini adalah Immortal Estate miliknya,
Mereka semua adalah Cultivator, seseorang yang mencari sebuah keabadian yang tidak berguna, yang bahkan dapat membuat orang kebosanan.
Baginya, Dunia Cultivator itu tidak lah enak dipandang, karena jika mereka ingin abadi dan tidak jatuh sakit, maka untuk apa saling bertarung? Sebuah lelucon terbaik abad ini,
Namun, jika ini dapat membuat nya lebih kuat saat melindungi seseorang, Li Chen lebih baik terjatuh pada kebosanan tersebut dan melawan surga untuk menentang takdir dan nasibnya, serta mungkin umurnya yang pendek? Tidak, dia hanya mementingkan orang lain yang dekat dengannya,
Hanya itu saja.
"Murid ini memberi salam pada guru," Li Chen mengatupkan kedua tangannya, tersenyum dan memberi hormat pada pemuda tersebut.
Pemuda itu juga tersenyum dan dengan pelan berkata. "Murid pintar. Orang tua ini akan menerima mu menjadi murid,"
Dan itu adalah awal dari pertemuan kedua takdir legendaris.
Arc 1: Revenge for the Beginning (1~??)