
Chapter XI
Li Chen telah bermeditasi selama 6 jam ditengah hutan. Walau ia masih terus saja bermeditasi, Dantian miliknya sudah penuh, namun Life Force yang telah hilang belum tergantikan.
Angin terus berhembus, dan saat matanya terbuka lebar, angin berubah menjadi kekosongan. Benar-benar sunyi dan sepi tanpa ada pergerakan.
"Masih belum," Li Chen bergumam dengan pelan. Dia terlihat kecewa. Tentu saja, sampai sekarang dia belum menerobos ke Foundation Establishment. "Apa aku cari jalan tercepat saja?"
Li Chen menggeleng kepalanya, dia tidak mungkin melakukan. Gurunya berkata jangan pernah mempercepat cultivation, karena itu bisa berdampak pada Cultivation Foundation miliknya, dan dampak nya adalah kelumpuhan terhadap Cultivation.
Dia tidak akan bisa menjadi Cultivator lagi.
Dan tentu saja, Li Chen tidak menginginkan hal itu terjadi.
Li Chen yang tidak memikirkan hal itu lagi, berdiri dan bergerak dari sana. Dia harus kembali ke gubuk, mungkin saja mereka sudah tidak ada dan Li Chen bisa merapikan kuburan orang tuanya.
Namun saat dia beberapa langkah dari sana, dia melihat Wang Wei sedang menggali kubur orang tuanya.
Li Chen hampir meledak, dia menarik pedangnya dari sarung dan melesat ke Wang Wei yang sudah mulai dalam.
Wang Wei yang tengah sibuk menggali kubur ayahnya Li Chen, melihat sebuah bayangan dari depan, dia menoleh kebelakang dan menemukan Li Chen yang sedang mengangkat pedangnya keatas.
"Eh?"
Plassss!
Saat pedang itu menembus daging dan tengkorak, baru lah dirinya tumbang tak bernyawa. Li Chen menarik pedangnya dari sana, dan mengangkat tubuh Wang Wei lalu membuangnya ke samping.
Dia melihat kearah kuburan kedua orang tuanya. Maranya tampak berkaca-kaca saat berkata. "Maaf ayah, ibu. Sepertinya keluarga sia*lan itu benar-benar bukan manusia.
Berada disini akan hanya ada marabahaya untuk kalian. Biarkanlah anakmu ini memindahkan tubuh kalian ke suatu tempat.
Aku jamin, tempat itu akan menjadi tempat yang indah dan bagus untuk kalian."
Setelah itu Li Chen, menggali kuburan milik kedua orang tuanya.
Dia tidak habis berpikir, orang mana yang mau menggali kubur? Hanya orang bo*doh. Tidak ada alasan bagi mereka untuk menggali kubur orang tua Li Chen kecuali……..
"Kecuali jika mereka dipojokkan oleh ku, mereka akan menggunakan tubuh ini sebagai ancaman untukku," Li Chen mengerutkan dahinya, dan mengatupkan giginya sekeras mungkin, saat menebak rencana mereka. Dia benar-benar murka saat ini. "Pada hal aku berencana untuk membebaskan Wang Gu, tetapi siapa sangka mereka tidak ingin menyelesaikan nya secara baik-baik,"
Selesai Li Chen menggali kuburan orang tuanya, bisa dia lihat, satu pria yang sudah berkumis, dan satu lagi seorang wanita dengan paras menawan.
Li Chen sedikit terkejut saat menyadari bahwa jasad kedua orang tuanya begitu awet, bahkan kulit dan dagingnya seperti baru mati,
"Ibu, ayah, sepertinya tuhan memberkati kalian," Li Chen tersenyum dan mengangkat kedua tubuh itu, lalu menghilang dari sana.
—————
Disebuah danau, seorang pemuda menerobos didalam danau, hingga akhirnya berada dipaling dasar.
Sosok pemuda itu, yang sebenarnya Li Chen mengeluarkan Qi nya secara penuh, menciptakan gelembung panas didalam Danau.
Drrrraaaagggg!
Dan secara perlahan, batu melingkar bergeser, memperlihatkan sebuah lubang hitam yang penuh dengan kelap kelip layaknya bintang.
Li Chen tidak ragu dan segera berenang menuju sana.
Saat badannya sepenuhnya masuk, segera dia terjatuh dari atas, dan membentur lantai bebatuan.
"Sakit!" Rintih Li Chen. Dia bangun secara perlahan. Bisa dirasakan dari laju nafasnya, bahwa kini nafasnya tidaklah beraturan.
Dia sama sekali tidak tau, kenapa dirinya bisa seperti ini, dan dia bahkan tidak tau, apa kah ini hanya gua atau bukan.
Pasalnya, Li Chen selama ini hanya berada digoa saat berlatih disini.
"Chen'er? Apa yang membawamu kembali kesini?"
Suara yang begitu familiar membuat Li Chen melebarkan matanya dan melirik ke segala arah. Dia tidak menemukan apapun,
"Apa aku berhalusinasi? Tidak mungkin guru masih hidup," Li Chen tersenyum pahit. Dia merasa tekanan emosi ini lah yang membuatnya berhalusinasi dan mendengar suara gurunya yang begitu ia sayangi.
"Siapa yang kau sebut ilusi, murid nakal? Ini adalah Soul Fragment milikku yang lain. Katakan lah pada ku, apa yang membuat mu kembali secepat ini?"
Suara itu membuat Li Chen melebarkan matanya dan tersenyum. "Jadi guru tidak mati? Bisakah guru menunjukkan wujud guru?"
"Aku sudah mati, tetapi aku belum sepenuhnya mati. Jiwa utamaku sudah mati, dan jiwa ini hanyalah pecahan. Jika aku mati, akan ada tanda kebesaran Surga.
Aku juga tidak bisa menunjukkan diriku saat ini.
Jadi, katakanlah, kenapa kembali begitu cepat?"
Li Chen hanya tersenyum pahit. Dia mengira bisa melihat gurunya, ternyata dia tidak bisa. Li Chen hanya mendengus dan menceritakan kisahnya dari awal hingga akhir.
"Clan Wang, Clan Wang……..
Ah, aku ingat Clan itu pernah menjilat ku untuk meminta sesuatu….
Aku duga mereka hanya sekelompok orang yang sangat buruk, tetapi aku tidak menyangka seburuk ini.
Lakukanlah, kuburlah orang tuamu.
Tian Lai menunjukkan jalan kepada Li Chen, Li Chen sendiri mengikuti semua arahan Tian Lai, hingga akhirnya kakinya berhenti ditempat yang sama sekali tidak memiliki jalan lagi.
"Sekarang pusatkan Qi milikmu kesana,"
Li Chen mengangguk, menyentuh dinding itu lalu mengalirkan Qi kedalamnya.
Dan secara perlahan, sesuatu bergema dengan amat keras, menggetarkan goa, dan membuat debu-debu turun dari langit.
Dinding yang tadinya tertutup, secara perlahan terbuka. Li Chen melebarkan matanya saat menemukan sebuah pemandangan yang begitu menyejukkan.
Li Chen berdiri diatas tebing gunung, sehinga terlihat bahwa dibawah sana terdapat pepohonan membentuk sebuah Hutan, dengan langit yang tampak terbatas. Bisa dilihat bahwa langit itu melingkari Hutan yang lebat itu, dan menutupi langit yang terbatas tersebut dengan warna langit yang tampak nyata.
"Aku tidak pernah tau kalau goa ini memiliki tempat lain," Li Chen bergumam dengan takjub.
"Kau terkejut? Ini adalah Extra Realm yang kuciptakan untuk mu.
Setiap kau menjadi kuat, tempat ini akan terus berkembang. Gunakanlah tempat ini dengan bijak,"
Li Chen tidak bisa untuk tidak kagum, tidak pernah menyangka bahwa goa yang dijelajahinya selama ini hanya bagian kecil dari Alam yang diciptakan gurunya.
"Jadi, selama ini Guru membohongi ku, bahwa tempat ini bukan Immortals Estate guru?"
Mendengar itu, Tian Lai tidak bisa untuk tidak batuk. Memang, dia berbohong, namun dia juga baru tau beberapa tahun yang lalu, bahwa Alam milik muridnya sudah berkembang hingga 50 Km!
"Aku membohongi mu, tetapi aku tidak berbohong kalau diriku baru sadar akan tempat ini sudah meluas,"
"Kalau begitu, soal Divine Pool?"
"Itu aku ciptakan dari Qi milikku,"
"Spirit Stone yang melimpah?"
"Berasal dari Qi milikku juga."
"Soal aku menjadi Mortal Realms King?"
Kali ini Tian Lai berbatuk dua kali. Dia tidak percaya berita itu sudah sampai di Central Continent, pada hal saat dia berkata, dia mengingat hanya ada istri dan anaknya disana.
"Aku tidak mengatakan bahwa kamu benar-benar akan mewarisinya, terlebih lagi Immortals Wu juga menginginkan posisi ini.
Dia pasti sedang mengikuti ujian Realms King di Deva Realms saat ini.
Kamu bisa kembali kesini dengan cara membuka celah dimensi setelah memakan pill ini,"
Tak!
Jentikan bergema di Alam Kecil itu, kemudian sebuah cahaya menyinari tubuh Li Chen, dan dari cahaya itu, bersatu menjadi pusaran lalu menciptakan sebuah Kelereng. Dan kelereng itu berubah menjadi sebuah Pil kecil.
Yang paling membuat Li Chen takjub adalah, Pil itu memiliki aura gelap dengan manik-manik kecil yang terus menguap dari sana.
"Nama pil ini adalah Dimension Master Pill.
Bukan hanya menempatkan mu menjadi dewa disini, tetapi juga akan membuat mu berkembang lebih cepat dengan menyerap Realms Qi dari sini.
Walau kau bisa menampung Heaven Qi, untuk sekarang, dirimu harus belum dapat menampung Realms Qi, bahkan Universe Qi dan Star Qi tidak dapat kau tampung.
Berlatihlah lebih giat lagi,"
Li Chen mengangguk dan menelan Dimension Master Pill. Dan saat itu, Li Chen memuntahkan darah, gejolak Qi terus keluar dari dalamnya, dan langit berubah menjadi gelap, lalu menyerukan gunturnya berkali-kali.
Bam!
Petir itu menghantam tubuh Li Chen dengan kuat, dan membuat dunia kecil bergetar.
Bam! Bam!
Petir itu terus menghantam tubuh pemuda itu, membuat pemuda itu mengeluarkan kembali darahnya.
Saat petir itu berhenti menghantam Li Chen, Li Chen mengeluarkan aura hitam dengan bintik putih layaknya semesta beserta bintangnya.
Li Chen membuka matanya, mengelap darah yang turun dari mulutnya dan mengerutkan dahinya. Tampak diwajahnya reaksi keterkejutan, dan sedikit rasa kecewa. "Bukan Foundation Establishment, ini Forging Qi tingkat 39."
Arc 1: Revenge for the Beginning (11/?)
—————————
Author Note's : Mungkin besok akan Crazy Update, jika benar begitu, mohon setelah itu tunggu, setidaknya samapi Arc 1 selesai
Setelah itu baru mungkin bisa Update setiap hari
Alasan nya?
Setelah Arc 1 tamat, maka aku akan Upload setiap 1 hari 1 chapter sekali sampai Arc 1 selesai
Sembari Arc 1 berjalan Update nya, aku akan mengerjakan Arc 2 mungkin sampai Arc 2 habis, sampai begitu seterusnya sampai mungkin Novel ini tamat :v
Tamat nya tidak tahu sampai Chapter berapa
Mungkin ada masa2 nya novel ini Membosankan bagi kalian karena hanya bercerita tentang latihan, latihan, dan latihan, tapi tak apalah, asal aku menikmati menulis :v