The Road From Mortal To The Immortality

The Road From Mortal To The Immortality
Chapter XII



Chapter XII


Dia kemudian menatap langit. Tidak ada suara gurunya lagi. Seperti nya guru Tian Lai sudah kembali menghilang, ini membuat Li Chen tersenyum pahit.


"Kenapa bisa seperti ini? Forging Qi tingkat 38 adalah yang tertinggi. Tidak mungkin ada yang lebih dari ini," Li Chen terus mengoceh sendiri, sembari memikirkan apa alasan dia berakhir seperti ini. "Huh, seperti nya aku harus berusaha lebih keras lagi!"


Setelah itu, Li Chen mengubur kan tubuh kedua orang tuanya di beberapa meter didepan Goa, sehingga nanti saat Li Chen kembali, ia akan selalu berziarah kesana.


Dia tentunya tidak akan mengubur kan orang tuanya terlalu dekat dengan Jurang, dia akan menguburnya beberapa meter di dekat Jurang itu.


Setelah dia mengubur kedua orang tuanya, dan membuat batu nisan dengan batu besar disana, dia bersujud pada kuburan itu dan berkata. "Aku akan membalas Clan Wang. Mohon ibu dan ayah membantuku di alam sana. Anak ini akan membalas semua perbuatan mereka, dan memastikan mereka tidak akan pernah berbuat hal yang sama untuk kedua kalinya."


Li Chen tanpa sadar meneteskan air mata. Dia bangkit dan mengelap air matanya, lalu berbalik dan pergi dari sana.


Tanpa dia sadari, sebuah bayang putih membentuk pasangan suami istri, mereka tersenyum dan kemudian menghilang.


——————


Li Chen membuka gerbang dimensi yang diajarkan Tian Lai beberapa hari yang lalu saat dia akan pergi.


Dia dengan hembusan nafas yang panjang, dia melangkah kan kaki ke Portal hitam, lalu menghilang tanpa jejak bersama portal tersebut.


Disebuah tempat, di tepi danau yang sebelumnya menjadi tempat Li Chen lewat, sebuah Celah Dimensi terbuka.


Dari dalam, keluar sebuah kaki dan secara perlahan menunjukkan wujud seorang pemuda. Matanya begitu dingin saat melirik ke segala arah.


Li Chen tidak merasakan keberadaan siapapun kali ini. Jika pun ada, dia pasti bisa menghadapi nya selama bukan Spirit Foundation.


Setelah itu, Li Chen memanggil Flying Swords miliknya dari Spatial Ring, lalu terbang memakai Flying Swords.


Dia harus bergegas pergi dari sana, tidak ada yang tau entah apa yang menunggu nya disana.


——————


2 jam kemudian,


Li Chen mulai turun dari atas langit. Dia turun karena dibawah ada desa kecil yang mungkin bisa menjadi tempatnya beristirahat untuk beberapa jam.


Dia perlu bermeditasi untuk memulihkan Qi yang telah tersisa.


Desa yang dia kunjungi begitu sepi dan seolah-olah tidak ada warga. Disana suram dan gelap.


Saat dirinya melirik rumah kesegala arah, dia menaikkan alisnya dan memperlihatkan ekspresi sedikit terkejutan.


Ada 3 Cultivator dan salah seorang Cultivator itu  seorang Forging Qi tingkat 20. Mereka bertiga adalah seorang wanita cantik dengan baju berwarna ungu,


Mereka bertiga berjalan mengarah ke Li Chen, membuatnya sedikit merasa terkejut.


"Salam senior. Bisa kami meminta bantuan anda?"


Li Chen yang mendengar itu dari wanita yang terkuat membuat Li Chen terkejut. "Bantuan? Bantuan apa? Apa kalian tidak cukup bagus sampai-sampai meminta pertolongan ku?"


"Tidak, kami ini masih belum sanggup……." Perempuan itu tertawa pahit. Dia kemudian menceritakan bahwa mereka berasal dari Purple Phoenix Sect, dan sedang dalam misi. Misi itu adalah memberantas semua hantu yang terus saja menganggu kehidupan warga disini.


Awalnya mereka mengira hanya akan ada hantu disana. Namun ternyata mereka kali ini menghadapi sebuah halangan besar, yakni terdapat Ghost Cultivator yang menjadi dalangnya hantu yang bersebar dan merenggut nyawa banyak warga.


Saat mereka sedang memikirkan sebuah rencana, mereka merasakan hawa keberadaan yang bisa dibilang cukup besar. Dan itu lah Li Chen. Jadi karena itu lah mereka menemui Li Chen.


Li Chen mengangguk. Kini dia tau alasan kenapa desa ini begitu sepi sebelum nya. Dia tersenyum dan berkata. "Kenapa tidak meminta Sekte kalian saja? Kalian bisa meminta Purple Phoenix Sect untuk mengirim bantuan."


"Tidak, senior…. Kami…." Sebelum wanita itu kembali berkata, temannya dibelakang menarik jubahnya dan menggeleng kepala. Dia hanya menghela nafasnya dan berkata. "Kalau senior tidak ingin menolong, maka kami akan pamit……"


Mereka bertiga hendak pergi namun segera dihentikan oleh sebuah suara. "Aku tidak mengatakan tidak akan membantu."


Li Chen hanya tertawa kaku dan berkata jangan terlalu berharap. Ini pertama kalinya Li Chen berhadapan dengan Ghost Cultivator.


Ghost Cultivator adalah salah satu jenis dari Demonic Cultivator.


Ghost Cultivator menggunakan jiwa yang telah melayang untuk dijadikan bahan Cultivation dan Spirit Doll.


Biasanya Ghost Haunt Sect, salah satu Sekte Super akan menindak hal ini, namun karena Purple Phoenix Sect tidak tau hal ini menyangkut Ghost Cultivator, mereka menganggap ini hanyalah masalah hantu biasa, 


Li Chen tentu saja tau bagaimana cara melawan Ghost Cultivator, namun ia memerlukan banyak tenaga untuk mengalahkannya, karena hantu-hantu yang menghalangi.


Sebelum mereka pergi ke tempat Ghost Cultivator, mereka harus pergi ke suatu tempat terlebih dahulu.


—————


"Maaf Tuan. Tampaknya anak lelaki anda hanya perlu menunggu ajal saja,"


Seorang tabib berkata dengan wajah kecewa, di depan seorang pria. Pria itu yang tampak sepuh bernama Zhao Fu.


Zhao Fu adalah seorang kepala desa, namun desanya mengalami kejadian mengerikan, yang mana sudah merenggut nyawa istrinta terlebih dahulu.


Zhao Fu hanya menghela nafasnya dan menggeleng kepalanya. Ini sudah menjadi takdir, dia hanya perlu bersama putra dan keluarga satu satunya.


Dia perlu menghabiskan waktunya bersama anaknya. "Baiklah tabib, terima kasih banyak karena sudah meluangkan waktu anda."


Tabib itu membungkuk dan pamit dari sana. Setelah tabib itu pergi, sebuah ketukan tiga kali terdengar dari luar.


"Permisi kepala desa." Sebuah suara seorang wanita terdengar serempak dengan terbukanya pintu, memperlihatkan seorang pria dibelakang tiga orang perempuan.


Benar, mereka adalah Li Chen, Wu Lian, Huang Shi, dan Gu Xue.


Zhao Fu sama sekali tidak tau pemuda itu, tetapi mereka tau siapa ketiga wanita yang ada di depannya.


Mereka adalah Cultivator yang datang menolong desa ini.


"Cultivator Wu, bagaimana? Apakah bisa?" Zhao Fu mempertanyakan suatu pertanyaan dengan cara bicara yang sedikit menyinggung Ketiga wanita yang sudah berusaha untuk membantu. Karena cara bicaranya seolah-olah sedang merendahkan ketiga wanita itu,


"Ya, saya rasa. Saya juga sudah membawa bala bantuan," Wanita itu berjalan mengarah kepala desa dan memberikan sebuah kertas.


Itu adalah Talisman yang mungkin berguna untuk melawan berbagai makhluk halus. Wu Lian berkata Talisman itu harus ditempel kan didepan rumah agar bisa melindungi rumah.


Ada 50 diantaranya. Dan itu tidak cukup jika saja beberapa diantara rumah tidak meninggal.


Melihat Talisman itu, Kepala desa itu mulai emosi. "Kenapa…… Kenapa tidak kamu keluarkan sejak awal?! Jika kamu mengeluarkan ini dari awal orang ku tidak akan mati begitu saja! Anakku juga tidak akan terkena!" 


Kepala desa itu membentak Wu Lian, membuat wanita itu bergidik.


Dia ingin berkata, namun mulutnya tidak ingin bergerak. Yang dikatakan nya benar, jika saja dia membuat nya sejak awal dan tidak meremehkan masalah ini, mereka pasti tidak akan kehilangan korban.


Penduduk yang awalnya dari lima ratus, sekarang hanya tersisa 100 diantaranya. 


Menurut yang dilihat oleh Li Chen dari kepala desa itu, sepertinya masalah ini sudah berlangsung beberapa hari dan sudah merenggut banyak nyawa.


Li Chen tidak bisa membiarkan seorang wanita sepertinya dibentak terus, dia langsung maju kedepan, dan berdiri didepan, menghalangi pandangan kepala desa.


"Saya tidak tau apa yang harus saya katakan disini, tetapi membentak seorang wanita yang sudah berusaha bukanlah hal yang baik," Li Chen berkata dengan nada yang hormat.


"Siapa kamu? Apa kamu adalah kekasihnya?"


Arc 1: Revenge for the Beginning (12/?)