The Queen Of Everything

The Queen Of Everything
128. Penyusup?



Selain telepon berbunyi, hanya suara detak jantung Zhai Yao yang berdegup kencang yang bisa terdengar di toilet sunyi itu.


Dia bersandar di dinding bilik dan merasa putus asa ketika dia mengerti bahwa panggilan itu tidak ada artinya. Pria itu sama sekali tidak mempercayai kata-kata Zhai Yao.


Su Cha tidak mampu membunuh siapa pun?


Di masa lalu, Zhai Yao juga percaya itu.


Namun, Li Dongfeng sekarang sudah mati. Dia sebelumnya dipukuli secara brutal oleh Su Cha di bangsal rumah sakit. Semua informasi yang Zhai Yao miliki semuanya mengarah ke arah Su Cha.


Meskipun dia tidak memiliki bukti nyata, tapi Zhai Yao percaya bahwa dia bisa membuat tebakan yang sangat dekat.


Bagaimana jika Su Cha menyerangnya?


Saat dia memikirkan itu, jantung Zhai Yao mulai berpacu lagi, dan matanya terbakar amarah.


Saat dia mengertakkan giginya, Zhai Yao mengepalkan tangannya dengan erat.


Su Cha tidak berperasaan, dia tidak bisa menyalahkannya karena ketidakadilan. Dia ingin hidup, hidupnya lebih penting daripada yang lainnya!


***


Su Cha pergi tidur setelah dia menyelesaikan revisinya.


Sepertinya kematian seseorang tepat di luar jendelanya adalah masalah yang tidak berarti baginya. Jika dia benar-benar tidak takut ketika dia melihat mayat kemarin malam, sekarang bagaimana dia bisa takut?


Pakaian yang dibordirnya semalam ditempatkan dengan rapi di sebelah mesin jahit. Di tengah malam, tempat itu sangat sunyi.


“Klik…”


Terdengar bunyi klik lembut. Dalam kesunyian malam, suara pintu yang terbuka terdengar. Mendengar suara itu, mata Su Cha terbuka lebar saat dia berbaring di tempat tidur.


Pintu terbuka, dan langkah kaki kecil dan hati-hati terdengar mendekati Su Cha.


Jika Su Cha tidak memiliki pendengaran yang sensitif seperti itu, dia tidak akan bisa mendengar langkah kaki itu.


Ketika langkah kaki itu mendekati pintu kamarnya, Su Cha merasa tubuhnya tegang, dan dia bersiap untuk menyerang si penyusup.


Karena punggungnya menghadap ke pintu kamar, jadi dia tidak akan bisa melihat penyusup itu, meskipun dia telah memasuki ruangan.


Tubuhnya perlahan-lahan rileks, dan dia tidak bergerak.


Penyusup itu berjalan ke sisi tempat tidur dan berdiri diam di sana. Segera, Su Cha merasakan sentuhan lembut di pipinya.


Sentuhan itu sangat akrab, dan Su Cha langsung mengenali siapa orang itu.


Menggerakkan matanya, Su Cha membalikkan tubuhnya dan melihat garis yang samar-samar dan tinggi dalam gelap.


“Apakah aku membangunkanmu? Maaf, Cha Cha.”


Suara lembut dan jelas pria itu terdengar, dan dia duduk di tempat tidur di sebelah Su Cha.


Selain Bo Muyi, siapa lagi itu?


Selain itu, dia adalah satu-satunya yang bisa membuka pintu dengan kunci.


Su Cha duduk di tempat tidur, dan Bo Muyi mengulurkan tangannya untuk menariknya ke pelukannya. Melihat gadis di lengannya, Bo Muyi membelai pipinya dan berbisik pelan, “Cha Cha, tidur nyenyak. Apakah kejadian pagi ini membuatmu takut? ”


Su Cha memeluk pinggang Bo Muyi dan menjawab dengan nada tertekan, “Tidak, mengapa kamu di sini?”


Bo Muyi dengan lembut membelai punggungnya, “Setelah mendengar tentang kejadian itu, aku khawatir kamu takut jadi aku datang untuk memeriksamu. Siapa yang tahu aku malah membangunkanmu dari tidurmu.”


Su Cha melengkungkan bibirnya tersenyum ketika dia mendengar itu. Jika dia berpikir bahwa dia takut, maka dia takut.


Gadis itu segera menjawab dengan malas dan malu-malu ketika dia memeluk pria itu lebih erat, “Itu sedikit menakutkan …”


Suaranya yang lembut membuat Bo Muyi mengencangkan pelukannya di sekelilingnya. Dengan kikuk dia menghibur Su Cha, “Jangan takut, Cha Cha. Aku di sini, aku akan tinggal bersamamu, pergi tidur. ”


Mendengar kata-katanya yang menghibur, Su Cha terbiasa dengan napas Bo Muyi dan tertidur.


Dalam kegelapan, pria itu tersenyum.


Menggoda sekali.


...🖤🖤🖤...