THE MARS CHRONICLES

THE MARS CHRONICLES
Chapter 5



Seorang gadis membuka matanya perlahan, ia mengoptimalkan pengelihatannya, meraba tubuhnya dan menyadari sesuatu.


Ia berada di ruangan serba putih.


Gadis itu turun dari ranjang dan memeriksa ruangan yang ia pijak.


Dilihatnya berbagai tabung dengan manusia di dalamnnya.


Gadis itu terus berjalan sampai ia berhenti, terkejut dan benar-benar tak bisa berkutik.


"Rean!" Gadis itu berteriak memukul-mukul tabung kaca tebal di depannya.


Dilihatnya seorang lelaki yang tak sadarkan diri dalam tabung yang berisi cairan 'Entah apa' dengan berbagai selang menempel di tubuhnya.


Sesaat kemudian ia merasakan sesuatu menusuk punggungnya, pengelihatannya buram, dan selanjutnya ia tak sadarkan diri.


****


Sierra kini telah sadarkan diri, ia sedang memakan makanan yang diberikan oleh Aaron. Mereka berdua begitu akrab saat berbincang bersama.


"Setelah ini aku akan mengantarmu pulang, jangan buat ayah mu khawatir lagi ya?" Aaron tersenyum mengelus tangan Sierra yang tertancap jarum infus.


"Aku masih ingin disini, kota Zero tidak membosankan seperti rumah," jawab Sierra sambil mengerucutkan bibirnya tanda bahwa ia tidak suka.


"Tidak bisa Sierra, Pak Aldrich akan marah bila aku tidak segera mengantar mu pulang," Aaron terus berusaha memberi pengertian kepada Gadis di depannya.


"Tapi Aaron harus jadi pacarku dulu, bagaimana? Setuju?" Tawar Sierra dengan wajah yang ceria dan memohon.


"Hmmm," Aaron yang tak mengerti harus merespon apa hanya menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal.


"Yeay! Kita pacaran,"


Pintu kamar Sierra tiba-tiba terbuka.


Zhevilyn masuk dan menatap keduanya bergantian.


"Aku akan mengenalkan mu sebagai kekasihku Aaron!"


Ujar Sierra lagi.


Sedangkan Sang Atmaja hanya diam dan menatap kearah Zhevilyn.


"Pak kepala dan Sheriff menunggu mu di kantor," Zhev pergi setelah memberitahukan tujuannya, tanpa melihat kearah Aaron.


Aaron yang cemas langsung menyusul Zhevilyn, walaupun tangannya sempat di tahan oleh Sierra.


***


Zhev memasang muka masam, ia duduk di sebelah Arion saat lelaki itu sibuk memecahkan kode di komputer Mr Saw.


"Kau kenapa lagi?" Tanya Arion tanpa mengalihkan pandangannya.


"Tidak apa-apa," jawab Zhev malas.


"Arion, varian kopi yang kau pesan tidak ada, bagaimana kalau frappuccino?"


Sasa datang dengan membawa dua gelas kopi, dan memberikannya pada Arion.


"Ah biarlah aku juga suka frappuccino, ngomong-ngomong terimakasih Sa," Arion tersenyum menerima kopi itu kemudian bersandar di kursi nya.


"Muka mu muram sekali Zhev ada apa?" Tanya Sasa sambil menyeruput kopi nya.


"Kalian tahu? Aaron dan Sierra berpacaran," jawab Zhev dengan wajah kesal.


Arion yang terkejut menyemburkan kopi nya bersamaan dengan datangnya Gerry dari depan dan membuat kopi itu mengenai bajunya.


"Apa yang kau lakukan?" Bentak Gerry.


"Aku tidak sengaja, ini gara-gara Zhev dia pandai membuat orang tersedak," omel Arion.


Zhev mendengus ia mengambil baret biru di kepalanya, dan menaruhnya di depan wajahnya.


"Ayolah adik kecil? Ada masalah apa?" Tanya Gerry yang langsung duduk di sebelahnya.


"Biasa, perihal anak muda yang cemburu," sindir Arion.


Gerry menatap Arion sekilas kemudian bertanya pada Zhev


"Apa benar yang dikatakan Arion?"


Zhev menarik baretnya mulai duduk tegap dan menatap Gerry.


"Apa aku terlihat peduli?"


Arion tertawa melihat tingkah adik angkatnya ia mengacak acak rambut Zhev.


Diikuti Gerry yang juga tertawa dan kembali ke mejanya membereskan berkas berkas penting.


Aaron datang dengan matanya yang menjelajahi seisi ruangan mencari Zhevilyn.


"Nona Maxvell ada disini," Arion berteriak membuat Aaron menoleh dan Zhev yang kesal menginjak kakinya.


Arion mendelik dan kemudian menarik kakinya sambil menahan sakit.


Aaron yang menyadari keberadaan Zhev langsung mendekati nya.


"Ada apa Zhev?"


Zhev hanya menatapnya malas bersamaan dengan datangnya George dan Felix.


"Aaron? Syukurlah kau sudah datang,"


Aaron mengerutkan keningnya dan memberi hormat.


"Begini, kami ingin mengangkat mu sebagai kepala tim Alpha menggantikan posisi Mr Saw," ujar George yang di setujui oleh anggukan dan senyum Sheriff Felix.


Aaron terkejut senang


"Kenapa tidak Zhevilyn atau Arion atau mungkin yang lain? Aku akan merasa sangat tidak enak pada mereka yang telah lama mengabdi disini."


George tersenyum dengan tatapan penuh harap.


"Aku benar-benar mengharapkan mu anak muda ini benar-benar menyangkut keamanan kota, dan aku berharap yang lainnya tidak menaruh rasa iri."


"Dengar Aaron, kami telah melihat bagaimana cara mu mengatasi semua masalah yang telah kau hadapi di kota Zero," tambah Sheriff


Aaron termenung menoleh kearah Zhev, Arion dan Sasa.


Dan mereka tersenyum berharap Aaron menyetujui keinginan atasan mereka.


Gerry yang mendengar hal itu langsung mengajukan keberatannya atas permintaan itu.


"Aaron ini masih baru, aku pikir dia tidak sebaiknya menggantikan Mr Saw."


Arion menyimpan gelas kopi nya dan angkat bicara.


"Kalau kau lupa, kau juga seseorang yang baru disini, dan tidak memberikan dampak yang terlalu penting, kenapa harus iri?"


Sasa menyikut lengan Arion, sedang lelaki itu menatap Gerry dengan tatapan tak suka.


"Jaga mulutmu Arion," tegur Sheriff yang menatap Arion tajam.


Arion hanya membuang pandangannya dan menunggu Aaron mengambil keputusan.


"Bagaimana pun aku dan Felix telah mempertimbangkan dengan baik Gerry," ujar George dengan matanya yang tetap menatap Aaron.


"Aku masih bekerja pada presiden dan mempunyai tanggung jawab penuh atas Sierra, setelah ia pulih aku harus membawanya pulang," jelas Aaron


Ia sebenarnya sangat menginginkan menjadi bagian dari ZPD, tapi ia tidak ingin terjadi perkelahian akibat dirinya yang tiba-tiba masuk dan mendapat jabatan tinggi.


Zhev yang mendengar alasan Aaron kembali tidak bersemangat, dan memutuskan untuk memainkan handphone nya.


"Kalau begitu seharusnya Pak kepala dan Sheriff tahu siapa yang bisa menggantikan Mr Saw," Gerry tersenyum dan menatap semua orang yang berada di kantor.


George mendesah, ia pun menarik nafas dan mengatakan sesuatu.


"Baik untuk kepala Tim Alpha Gerry yang akan menggantikan Mr Saw,"


Gerry memberikan Smirk dingin yang mempesona.


Sedangkan Arion memandang nya tak suka.


***


Arion menatap Aaron sejak 2 menit yang lalu tanpa mau mengalihkan pandangannya.


"Hey! Cukup aku risih dengan tatapanmu," omel Aaron.


"Aku juga risih dengan keputusan mu," balas Arion.


"Kita ini sudah seperti saudara, kau tentu sadar nama kita tidak jauh berbeda," lanjut Arion.


"Lalu?" Aaron menatap temannya heran


"Lalu seharusnya kau mendengarkan aku!" Bentak Arion


Aaron tertawa ia mengeluarkan ponselnya dan memainkannya.


"Aku tak suka pada Gerry sejak pertama kali bertemu," jelas Arion.


Aaron yang tertarik dengan perbincangan itu langsung menyimpan ponselnya di saku celananya dan menatap Arion dengan rasa ingin tahu.


"Entah kenapa tapi aku tak suka sikap arogannya,"


Sebenarnya Aaron juga merasakan hal yang aneh dengan Gerry, dia merasa pernah bertemu dengan Gerry entah dimana.


***


Zhev sekarang sedang mengecek komputer nya ia merasakan ada yang aneh dan berulang kali menelepon teman-temannya.


"Baiklah Terimakasih."


Zhev menutup telponnya dan berusaha agar tetap tenang.


"Bagaimana Zhev," tanya Gerry yang tiba-tiba berada di belakangnya.


"Tidak ada yang melihat Freddie dan Geovani sejak tadi pagi, dan sekarang sudah hampir malam," jelas Zhev dengan wajah tak tenang.


"Bagaimana kalau kau mencarinya ke arah barat? Mereka berpatroli di kota bagian barat kan?" Tanya Gerry.


Zhev mengangguk ia segera mempersiapkan pistol dan berbagai benda yang harus di bawa.


"Kuharap kau bisa membawa berita baik sendirian," Gerry menepuk pundak Zhev


Sambil tersenyum.


Zhev mengangguk kemudian memberkkan hormat "siap kapten,"


Dan segera pergi.


Gerry tersenyum dengan wajah khawatir melihat kepergian Zhev.


***


Hari sudah mulai gelap, Zhev berjalan sendirian menelusuri kota bagian barat dengan sebuah Dessert Eagle lagi di tangannya ia benar-benar hati-hati menelusuri kota yang sepi karena orang-orang di larang keluar rumah setelah matahari terbenam.


Zhev terdiam di sebelah lampu jalan, menatap jalan di depannya. Perlahan ia mengingat kejadian kecelakaan orang tuanya di jalan itu.


Bruk!


Dan setelah itu ia terjatuh tak sadarkan diri.


***


Zhev membuka matanya perlahan ia berada di sebuah Sel dengan jeruji besi yang menahannya.


"Kau sudah sadar?" Suara itu membuat Zhev kaget dan menoleh.


Terlihat seorang pria dengan pakaian lusuh di sebelahnya.


Ia seperti pria kebangsaan Rusia dengan sebuah bendera kebangsaan terjahit di lengan bajunya.


"Siapa kau?"


"Namaku Zerdan Ersan, seorang Agen dari rusia aku kesini untuk menyelidiki seseorang yang membuat hancur kota kelahiran ku,"


Zhev terkejut ia benar-benar beruntung bisa bertemu dengan lelaki ini.


"Aku Zhevilyn Maxvell , seorang polisi kota Zero,"


Setelah mereka berkenalan Zhev mulai bertanya seputar insiden kota kelahiran Zerdan.


"Apa yang terjadi pada kota kelahiran mu?"


Zerdan menghela nafas.


"Kami tidak mengetahui siapa pelakunya yang jelas ia menculik semua orang satu persatu dan kemudian mengubahnya menjadi monster, seperti percobaan kelinci, ia menyuntikan orang orang dengan virus buatanya yang dinamai arR-Virus,"


"Bagaimana kau tahu nama virus itu?"


"Aku dan beberapa rekan kerja ku berhasil menemukan tempat yang dia jadikan lab untuk percobaan kelinci nya, tapi sampai sekarang belum mengetahui identitas dan wajahnya, ia sangat pandai dan cerdik,"


Zerdan bercerita dengan hawa amarah yang melekat, ia benar-benar terbakar dendam saat menceritakan insiden itu.


"Lalu kenapa kau ada disini?" Tanya Zhev


"Aku mendengar kabar tentang kota ini dari temanku,"


"Siapa temanmu?"


"Melviano,"


Sesaat setelah perbincangan mereka pintu sel tiba-tiba terbuka.


Zhev dan Zerdan segera keluar dan melihat sebuah ruangan dengan monitor yang menunjukan Geovani dan Freddie sedang di sekap di sebuah ruangan dengan gas yang mengelilingi mereka.


Zhev berteriak memukul meja di depannya.


"GEO! FRED!" ia benar-benar merasa kesal melihat teman-temannya kesulitan bernafas dan meronta untuk di bebaskan.


Seketika monitor tadi mati.


"Mungkin dia di sekap diruangan yang sama, maksudku di bangunan yang sama tapi di ruangan yang berbeda, kita haru segera pergi sebelum teman-teman mu mati," ujar Zerdan.


Zhev dan Zerdan akhirnya keluar dari ruangan itu.


Mereka berjalan di sebuah lorong bawah tanah yang lembab.


"Kita tidak punya senjata," Zerdan mengingatkan.


"Aku tidak peduli," Zhev tetap berjalan mencari cari ruangan yang dimaksud monitor tadi.


Beberapa saat kemudian mereka melihat suara geraman monster yang membuat Zerdan menarik tangan Zhev.


"Kita tidak boleh ceroboh dengan terburu-buru, jika kita mati, teman-teman mu juga akan mati," Zhev mengangguk ia kemudian menarik nafas dan akhirnya menuruti perkataan Zerdan.


Zerdan menarik Zhev bersembunyi di balik tembok persimpangan.


Mereka menahan nafas dan mendengar langkah kaki dengan deru nafas yang berat.


Ada sesosok manusia serigala yang berjalan di samping mereka.


Zerdan dengan cepat dan hati hati langsung menancapkan pisau di leher sang manusia serigala.


Manusia serigala itu memekik dan membalikan badannya, dengan cepat Zerdan menendang kepalanya dengan sangat keras.


Bruk!


Manusia serigala itu terjatuh tak sadarkan diri.


"Kelemahan manusia serigala ada pada lehernya, jika kau menusuknya begitu dalam dia akan kehilangan separuh kesadarannya, dan kemudian jangan lupa untuk menendang keras kepalanya, dengan itu dia akan benar-benar kehilangan kesadarannya," jelas Zerdan sambil menarik pisau di leher sang manusia serigala.


Zhev benar-benar terpukau dengan cara perlawanan yang rapih oleh Zerdan.


"Api benar benar akan membuatnya tewas setelah kita melakukan hal seperti tadi, ayo segera pergi sebelum dia sadar kembali,"


Zhev dan Zerdan segera berlari mencari-cari ruangan tempat penyekapan Geovani dan Freddie.


>>>>>>>>>>>>>>>>><<<<<<<<<<<<<<<