
"Syukurlah zhev. Kau sudah sadar," suara lelaki itu terdengar lirih sesaat setelah zhev membuka matanya.
"Pak kepala? Sheriff?Ada apa ini?siapa yang membawaku kesini. Terakhir aku mengingat aku sedang berkelahi dengan ..." Ucapan zhev terpotong.
"Ah kepalaku sangat sakit," Zhev kelihatan masih pucat, tubuhnya masih lemas.
"Minumlah zhev. Ini akan menyembuhkanmu,"
"A..." Zhev menatap dengan wajah bingung.
"Ya, Arion. Kenapa? Minumlah.." Jawab Arion sambil menyodorkan segelas ramuan herbal untuk Zhev.
"Kau berkelahi dengan siapa Zhev?" Tanya George selaku kepala polisi di kota Zero.
"Aku berkelahi dengan para monster," ucap zhev membuat seluruh orang diruangan itu hening.
"Yang benar saja Zhev, kau jangan bergurau. Tidak ada monster di zaman sekarang," ucap Sheriff Felix sambil sedikit terkekeh.
"Tidak!!! Aku tidak bergurau," Hentak gadis itu dan dia langsung berdiri.
"Pelan pelan Zhev, kau masih lemah," Arion yang kaget segera memapah zhev untuk duduk kembali di sofa.
"Duduklah Zhev," perintah Arion.
"Ucapan Zhev benar,ada monster di goa hutan sebelah kota zero. Tadi aku juga berhadapan langsung dengan para monster. Aku melempar granat asap,aku hanya bisa meraih zhev. Sedangkan Aaron... Tidak selamat" Arion menjelaskan dengan serius sambil menundukan kepalanya.
"A..Aaron..Ya,Aku bersamanya waktu memasuki goa monster itu. Aku harus mecarinya." Ucap zhev memaksa dan segera akan meninggalkan ruangan itu.
"Tidak Zhev,itu sangatlah berbahaya. Kau jangan kesana lagi," perintah sheriff kota zero dengan menghadangi zhev yang akan keluar.
"Jangan menahanku, Sheriff,"
"Aku tidak menahanmu, tolong berpikir. Jika monster itu melukaimu lagi bagaimana?"
"Tidak..tidak aku peduli Sheriff!"
"Tunggu zhev," lerai George.
"Kau boleh mencari Aaron,tetapi ditemani dengan anggota ZPD lain,Mr.Saw tolong panggilkan anggota yang lain,"
"Baik pak," jawab salah seorang anggota ZPD yang berada diruangan itu.
Zhev tersenyum kepada George dan Felix sebagai tanda terimakasih, ia kemudian terfokus pada handgun nya, mengisi peluru dan, memeriksa barang barang disakunya.
"Apa aku boleh ikut? Berkelana di hutan adalah hobi ku,"
Suara itu membuat Zhev mematung, berpikir menelaah karakteristik suara yang baru ia dengar.
"Oh tentu saja Gerry," jawab George
Zhev mengangkat kepalanya dari yang asalanya menunduk.
Betapa terkejutnya ia melihat sepupunya dengan seragam ZPD lengkap dan begitu gagah.
Gadis itu berlari memeluk lelaki di depannya.
"Gerry!"
"Hahaha kau tumbuh dengan baik Zhev," lelaki bernama Gerry itu mencubit kedua pipi sepupunya.
Usia mereka berjarak 2 tahun, dan Gerry lebih tua dari Zhev.
"Bukannya kau bekerja menjadi seorang peneliti?"
Tanya zhev
"Yap, aku sudah pensiun dan memilih pekerjaan yang gagah,"
Gerry tersenyun mengacak rambut Zhev
"Kita sudah lama tak bertemu sekitar 10 tahun! Dan kau tumbuh luar biasa," Zhev meninju perut Gerry pelan sambil berjalan mengambil baret nya.
"Dan sekarang aku akan terus bersama mu, benar kan tuan George?" Tanya Gerry pada George dengan penekanan.
"Iya, aku ikut senang tentang bersatunya sepasang saudara ini, dan ngomong-ngomong aku harus segera pergi, kalian bantu Zhev menemukan tuan Aaron," pamit George pada anak buahnya.
"Baik pak!"
"Arion tidak kah kau ikut?" Tanya Sheriff Felix kepada putranya.
"Tidak ayah, aku akan menyusul masih ada pekerjaan yang harus aku urus," jawab Arion.
"Kau memang selalu malas bertugas dengan ku," cibir Zhev.
"Iya kau berisik, kepala ku pusing bila berada bersama mu terlalu lama," Arion tertawa.
"HEH!" Zhev melotot, ia benar-benar kesal.
"Sebaiknya kita segera pergi," perintah Mr Saw.
"Ay ay kapten!" Zhev segera mengambil senjata senjatanya dengan semangat.
***
Disisi lain, Aaron dimasukan kedalam sel oleh monster yang menangkapnya tadi. Aaron tak sadarkan diri. Seorang gadis menepuk bahunya.
"Hey bangun tolong aku..," gadis itu menangis dan gelisah.
Sedikit demi sedikit Aaron membuka matanya. Aaron menatap segala sudut yang ada didalam sana. Aaron terkejut dan bangun dari posisi tidurnya.
"Sierra! Kau ada disini!" Aaron berbicara dengan suara keras.
Sierra membungkam mulut Aaron.
"Sssttt..kau siapa? Jangan berisik,nanti monster itu datang lagi. Aku takut .."
Aaron menyingkirkan tangan Sierra.
"Aku aaron, aku utusan ayah mu yang di perintahkan mencari mu, monster? Sierra apa memang disini adalah tempat para monster itu tinggal," Aaron melirihkan suaranya.
Setelah mendengar tentang ayahnya Sierra langsung menggelengkan kepalanya cepat.
Keduanya bersandar di dinding tanah yang dingin.
"Iya Aaron, mereka tinggal disini, mereka sangatlah menakutkan, salah satu dari mereka telah menculik ku,"
"Bagaimana kita keluar dari sini?" Tanya Aaron khawatir
"Monster yang menjaga sel ini bernama Las Gaures, dia akan tertidur saat cahaya matahari mulai meredup, apa kamu bisa membuka kunci sel ini?"
"Aku pernah mempelajari tentang itu, Sierra apa kamu bisa melepas jepit rambutmu itu?"
Sierra melepas jepit rambutnya dan menyerahkan ke Aaron.
"Untuk apa?"
"Untuk merusak kunci sel ini tanpa menimbulkan suara yang mengganggu monster itu tidur"
Sierra hanya mengangguk pelan,tanda bahwa ia mengerti.
***
Cahaya matahari sudah mulai meredup dari celah dinding itu. Para Las Gaures yang nampak seperti Bison sudah tergeletak, mereka tertidur pulas.
Aaron membangunkan Sierra yang tertidur sejak tadi menunggu datang nya senja.
Nampaknya Sierra sangat tidak terawat. Aaron sangat kasihan padanya.
"Sierra.. ayo.. kita keluar dari sini. Hari sudah mulai gelap."
Sierra mengerlapkan matanya.
"Baik Aaron.."
Sierra dan Aaron berusaha membuka kunci sel tersebut, butuh waktu tak lama untuk Aaron membuka kunci.
Aaron menarik tangan Sierra.
"Pelan pelan," bisik Aaron pada sierra.
Sierra menggeleng pelan.
"Aku takut melewati para monster itu,"
"Tenang lah Sierra,ada aku. Jika kau tak mau keluar sekarang apa kau mau tertahan disini dan jadi santapan mereka"
Sierra menggeleng cepat.
Sierra dan Aaron berjalan melewati para monster dan menyusuri terowongan untuk sampai ke mulut goa.
"Lihat aaron ada cahaya sepertinya cahaya matahari yang hampir tenggelam, Kita akan sampai," ucap Sierra girang.
***
"Kita sudah jauh dari goa, ayo Aaron ayo kita harus segera ke kota,"
"Tidak Sierra,aku kesini bersama seorang gadis bernama Zhevilyn . Tapi zhev tidak ada didalam sana tadi, aku harus menemukannya terlebih dahulu."
"T-ttapi aku lelah..."
"Tunggulah disini, aku akan segera kembali."
Aaron melangkahkan kaki meninggalkan Sierra. Sierra menahan tangan Aaron.
"Aaron jangan tinggalkan aku sendiri,"
"Kau lelah,aku kasihan pada mu. Tunggu disini. Aku mencari zhev. Aku akan segera kembali"
Aaron melepaskan tangan Sierra dan masuk jauh kedalam hutan.
***
***
Zhev dan anggota ZPD lain telah sampai dimulut goa.
"Ini tempatnya,ini goa yang didalamnya terdapat monster,ayo kita masuk," Zhev mengarahkan.
Kedelapan orang bersenjata Heckler & koch HK416 masuk kedalam goa tersebut dengan berhati hati. Mereka menyusuri terowongan yang gelap, rasanya tidak mungkin ada kehidupan kecuali benar jika monster yang hidup disini. Suara langkah kaki mereka terdengar memantul diantara dinding terowongan. Tibalah mereka dipersimpangan jalan.
"Kita berpisah. Zhev kau memimpin diterowongan ini," Mr.saw menunjuk salah satu jalur terowongan itu.
"Dan tiga orang lainnya ikut saya masuk sebelah sini," tambahnya.
"Baik pak," semua mengangguk yakin.
***
Zhev bersama lima orang rekan nya masuk kedalam terowongan tersebut. Hanya tempat kosong.
"Apa apaan ini zhev,katamu disini sarang monster. Sejak tadi disini kita tidak menemukan apapun," tanya Gerry sepupu Zhev yang ikut bersamanya.
"Benar ucapan Gerry," timbal salah seorang anggota ZPD.
"Lebih baik kita kembali,tidak ada apa apa disini," ujarnya lagi.
Mereka kembali ke mulut goa tanpa menemukan apapun.
"Tttapi-- Aaron belum ditemukan, jangan meninggalkannya dihutan ini, sangat berbahaya," ucap Zhev dengan nada lemas karena Aaron tidak kunjung ditemukan.
"Ya,Zhev. Kau benar. Lebih baik kita berpencar. Jika sesuatu terjadi segera hubungi melalui HT yang sudah dibawa," perintah Mr.saw
Mereka memisahkan diri masing masing. Zhev berjalan melewati rumput rumput yang tinggi, rumput itu hampir menyamai bahu zhev. Pantas saja, karena hutan ini jarang atau bahkan tidak pernah dijamah oleh manusia. Zhev merasa aneh, daritadi dia melewati rumput yang tinggi. Tapi dijalan ini rumput itu seperti telah disingkirkan.
"Aaron. Ini pasti jejak aaron, aku akan mengikuti jejak ini," gumamnya.
Doorrr!
Suara tembakan terdengar jelas ditelinga Zhev, tampaknya suara itu berada dekat dengan tempat dia berdiri sekarang. Zhev berlari kencang mengikuti jejak tadi.
"Hey!" Ucap zhev membentak.
Terlihat seorang gadis sedang menyeret Mr.saw anggota ZPD. Tubuh Mr.saw tercabik cabik dan mengeluarkan banyak darah.
"Hey! Apa yang kau lakukan!" Ucap zhev lagi karena gadis itu tampak aneh.
Dor! Suara senjata api itu terdengar lagi. Zhev melambungnya ke langit. Tidak mungkin dia akan menyakiti anak presiden kota zero.
Zhev berlari. Dia langsung melayangkan tinju ke wajah gadis misterius itu. Gadis itu tak menjawab ataupun membalasnya. Ia malah bergegas pergi menjauh dari zhev. Zhev mengejarnya,namun nihil. Gadis itu berlari begitu cepat,tidak seperti kebanyakan manusia pada umumnya.
"Mr.saw!" Para anggota ZPD terkejut melihat keadaan Mr.saw
"Zhev,apa yang terjadi?" Tanya salah seorang dari mereka
"A-ada seorang gadis misterius yang melakukan itu. Dia sudah lari dari sini,"
Ujar Zhev gemetar, ia kemudian menyadari sesuatu.
"Gadis itu adalah Sierra!"
"Sierra?anak presiden yang hilang? Kita bawa jasad Mr.saw kita kembali, disini tidak aman. Nanti kita bisa lanjutkan pencarian dengan personil yang lebih banyak," Tawar anggota ZPD sekaligus memerintah.
Zhev yang sudah lemas melihat jasad Mr.saw hanya mengangguk.
Para anggota ZPD membawa jasad Mr.saw dan segera meninggalkan hutan tersebut.
"Sierra adalah pelakunya, aku harus segera menemukan Aaron untuk memberitahukan bahwa ia dalam bahaya!"
****
Jauh didalam hutan, Aaron terus mencari keberadaan Zhev. Dia tak kunjung menemukan sesosok gadis periang itu. Aaron mengernyitkan dahi.
Dia mendengar suara rumput terinjak. Aaron lantas mengeluarkan pistol Glock 45 GAP miliknya, dan mengarahkan kesegala arah. Satu tembakan berhasil terlepas.
Terlihat sesosok orang misterius mengenakan jubah hitam yang sepertinya menyeringai lebar.
Aaron mengerutkan keningnya ia mendekati lelaki itu perlahan untuk memastikan wajahnya.
Namun sesosok monster yang menyerupai katak namun telah bermutasi menjadi lebih besar, seram dan sepertinya haus darah.
Aaron meneguk air liur nya, ia tetap mengarahkan senjatanya.
"Aaron Atmaja, seorang pria Asia yang seenak jidat masuk ke benua lain, dan menginjakan kaki di permasalahan internal Presiden,"
Aaron mendelik ia menatap was-was sosok di depannya.
"Aku peringatkan kau untuk berhenti mencari Sierra, dia miliku dan selamanya akan menjadi miliku,"
"Siapa kau!?" Bentak Aaron
"Jika kau tahu 134340, and I'm not—" Lelaki itu menoleh kepada Monster katak di sebelahnya dan menunjuk kearah Aaron menggunakan sebuah tongkat.
"Itu dia makanan mu, Froggy,"
Monster itu langsung mengeluarkan lidahnya, untung saja Aaron berhasil berguling kesisi lain.
Ia kemudian menembak Monster yang bernama Froggy didepannya.
"Selamat bersenang-senang tuan Atmaja,"
Sosok berjubah hitam itu pergi dan meninggalkan sebuah smirk misterius.
"Jangan pergi kau keparat!"
Brakk!
Froggy berhasil melempar Aaron kearah pohon dengan lidahnya.
"Aaron!"
Aaron bangkit dari jatuhnya, ia reflek menengok ke sumber suara.
"Sierra! Sudah kubilang tunggu."
Sierra menggeleng kemudian berteriak
"Aaron awas!"
Aaron otomatis menengok ke belakangnya dan melihat Froggy yang meloncat kearahnya.
Aaron buru-buru berlari dan menjungkir balikan dirinya ke balik Froggy.
Dengan wajah yang serius dan gerakan yang gesit, Aaron mengeluarkan Magnum dari sakunya dan menembak kearah Froggy.
Froggy berbalik dan berlari mengejar Aaron, namun sekali lagi Aaron menembak kedalam mulut Froggy.
Dan seketika Froggy terjatuh.
Aaron langsung berlari kearah Sierra dan menariknya untuk segera pergi.
>>>>>>>>>>>>>>><<<<<<<<<<<<<<<