THE MARS CHRONICLES

THE MARS CHRONICLES
Chapter 1



Malam itu adalah malam yang sunyi dan menenangkan, seorang wanita cantik tengah berjalan sendirian sambil memainkan ponselnya.


Bulu kuduknya berdiri, merasakan hawa-hawa yang tidak enak dan juga bayangan di kepalanya yang terus memberitahukan bahwa ada yang mengikutinya.


Dengan hati dan logika yang memaksa wanita itu fokus berjalan pergi ketujuannya memberanikan diri melawan semua stigma negatif yang ia buat sendiri.


Gaps !


Tiba-tiba ia terbujur kaku, melihat sesosok siluet yang berbadan besar dan tidak normal untuk dikatakan seorang manusia.


Matanya merah menyala, serta terdengar suara nafasnya menggeram.


Sraat-


Wanita itu langsung terjatuh tak sadarkan diri.


****


Hari ini begitu banyak laporan yang datang. Surat kabar, televisi dan media sosial membahas tentang hilangnya orang-orang serta tewasnya seorang pengusaha terkenal dengan cara yang sadis.


Semua orang membicarakan berita itu, sampai terdengar di telinga seorang gadis muda yang sedang meneguk secangkir kopi di sebuah cafe.


Ia mengepalkan tangannya.


"Kita tidak bisa diam saja melihat semua ini, Sheriff!" Ia menatap tajam lelaki di depannya.


"Kita sudah berusaha semaksimal mungkin nyonya Maxvell, dan kita sama sekali belum menemukan titik terang," ucap seorang pria dengan lesu, dia adalah Sheriff Kota Zero. Saat ini dia sedang berbincang bersama salah satu anak buahnya yang merupakan sahabat dari putra sulungnya.


"Lalu kenapa aku belum di turun kan? Setidaknya beri aku tugas,"


Protes si gadis yang bernama Zhevilyn Maxvell itu.


Ia adalah seorang anggota kepolisian yang masih muda.


"Dengar, kau sudah aku anggap sebagai anakku sendiri aku tidak mungkin membiarkan mu terancam bahaya Zhevilyn," ucap sang Sheriff bernama Felix.


"Tapi itu sudah tugas ku paman-"


"Jawabannya tetap tidak Zhevilyn,"


Gadis itu menarik nafas gusar, ia kembali duduk mengaduk kopi nya dengan wajah muram.


Kemudian Sang Sheriff memberikan sebuah kartu.


"Sekali ini saja Zhevilyn,"



Zhev kemudian menatap nya dengan sumringah segera mengambil kartu yang tergeletak di meja.


Kartu itu adalah Kartu wajib tugas yang akan di berikan kepada para anggota ZPD yang di haruskan bertugas. Jika tidak memiliki kartu itu ia tidak akan bisa bertugas.


....


Zhevilyn tersenyum ia segera memberi hormat kepada Sheriff Gregory, setelah itu ia berpamitan.


***


"Aku telah melihat seluruh laporan tentangmu, kau lulusan kepolisian terbaik tahun ini dan sudah kuputuskan untuk mengangkat mu sebagai agen FBI bagaimana?"


Tawar seseorang berjas hitam rapi.


"Tapi apakah bisa?"


Tanya seorang pemuda di hadapannya.


"Kau tahu aku seorang presiden aku bisa mengangkat mu terlebih karena kau adalah lulusan terbaik, dan aku sangat kagum dengan kecerdasan mu Mr.Atmaja,"


Mendengar ucapan sang presiden pemuda dengan marga Atmaja itu tersenyum lebar ia membungkuk memberi hormat.


"Apa seperti itu cara orang-orang Asia memberi hormat?" Tanya sang presiden sambil terkekeh dan mengikuti gerakan pemuda tadi.


"Iya, kami sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kehormatan,"


"Kau lucu Aaron, selamat bertugas temukan putri ku bawa dia dengan selamat,"


***


Hari ini Zhev berpakaian rapi dengan seragam ZPD dan topi baret biru nya.


Ia melangkah menyusuri kota Zero.


Sampai ia melihat beberapa orang berkerumun di jalan setapak.


"Ada apa ini?" Zhev begitu terkejut karena melihat seorang manusia dengan tubuh yang tercabik-cabik.


"Itu ibu ku-" isak seorang anak kecil dengan kuncir rambut warna warni ia terus menangis menatap mayat ibunya.


Zhev segera menghubungi rekan-rekannya kemudian menenangkan gadis cilik itu.


"Siapa namamu?"


"A.. alexia" jawabnya


"Bagaimana kalau kita membeli es krim?" Tanya Zhev.


Alexia menggeleng ia tetap menangis.


"Ibu mu sudah bahagia di surga, ia bisa meminta apapun yang dia inginkan sayang percayalah," Zhev berusaha menenangkan dengan mengelus rambut Alexia.


"Apa aku akan bisa bertemu dengan ibu lagi?"


Tanya Alexia mulai sedikit tenang


"Tentu, oleh karena itu kau harus terus berdoa agar dipertemukan disurga, kau harus jadi anak yang berbakti dengan mendoakan nya,"


"Baiklah kak-"


"Kau tinggal bersama siapa?" Tanya Zhev lembut.


Saat gadis itu hendak menjawab muncul lah sang kepala polisi George Coray.


"Ayah!" Zhev menoleh dan menatap keduanya bingung.


George yang tengah menangis memeluk Alexia.


Ia memenangkan putrinya dan terus mengecup kening nya berkali kali.


Zhev ikut bersedih melihat hal itu.


"Zhevilyn, tolong antarkan putri ku ke rumah," perintah George.


Zhev mengangguk ia pun mengantarkan Alexia ke rumahnya.


***


"Kakak Zhevilyn tolong tangkap pelaku nya!" Seru Alexia saat mereka sampai di depan kediaman Coray.


Zhev memberikan seplastik es krim pada Alexia kemudian berkata "Aku akan membalaskan dendam mu." Ia tersenyum mantap kemudian berpamitan kepada Alexia.


***


Kini Zhev sedang berada di TKP.


Ia sedang mencari-cari petunjuk dengan salah satu rekannya bernama Arion yang merupakan ahli forensik.


"Ini bukan ulah manusia," jelas Arion


"Apa maksudmu? Lalu kau pikir serangan hewan buas?"


Tanya Zhev agak sewot.


"Yap,"


"Tidak mungkin,"


"Zhevilyn, lihat lah semua ini," Arion menunjukan beberapa bagian tubuh mayat itu.


"Ini adalah bekas cabikan, dan taring hewan buas,"


"Lihat semua sobekannya, ini bukan benda tajam Zhev,"


Arion menjelaskan.


Zhev termenung kemudian menarik Arion menuju kantor kepolisian setempat.


Ia memasuki ruang kerjanya.


Dan mengetik sesuatu di sebuah komputer, menarik Arion kasar untuk menatap monitor di hadapannya.


"Lihat, tidak ada riwayat serangan hewan buas selama 20 tahun terakhir."


Arion termenung ia menyetujui apa yang ia lihat.


Zhev kembali mengotak Atik komputer tersebut.


"Dan tidak ada kasus menghilangnya hewan buas dari kebun binatang."


"Kau melawatkan satu hal Zhevilyn," tegur Arion.


"Apa?"


"Sebelah Selatan kota Zero ada sebuah hutan,"


"Ayolah, itu hanya hutan lindung,"


"Tetap saja hutan Zhev!"


Zhevilyn mendengus ia kemudian berdiri dari tempat duduknya.


"Baiklah kita kesana sekarang,"


Ajak Zhev pada Arion


"Tidak, aku ada tugas lain Zhev kau berhati-hati lah," Arion kemudian pergi meninggalkan Zhev.


***


Sekarang Zhev sudah berada di hutan yang dimaksud dengan banyak perbekalan senjata dan peluru. Dedaunan yang rimbun membuat suasana yang mencekam. Tak ada suara selain suara langkah kaki zhev. Dengan hati hati zhev menyusuri jalan setapak dengan sebuah handgun ditangannya yang membuat ia terlihat begitu gagah.


Sudah sekitar satu jam Zhev berada di hutan ini tapi tidak menemukan apapun.


Dan ia memutuskan untuk beristirahat namun siapa sangka ia melihat sesuatu di belakang pohon yang ia sandari.


Ada sebuah goa yang tertutup ilalang.


Saat hendak memasuki goa tersebut sesuatu mengores lengan kirinya


Saat Zhev berbalik seseorang mendorongnya hingga terpental jatuh.


Dorrr!


Sesuatu itu pun berlari kencang menjauhi mereka berdua.


"Apa kau baik-baik saja?" Lelaki itu mengulurkan tangannya


Zhev meringis ia memegangi lengan kirinya kemudian menerima uluran nya


"Terimakasih,"


"Lain kali hati-hati,"


Zhev mengangguk


"Tadi itu apa?"


"Manusia serigala," jawab lelaki di sebelahnya dengan wajah tenang sambil mengisi peluru handgun nya.


"Ah kau bercanda mana mungkin ada," Zhev tertawa


"Benar, aku sudah berhadapan dengannya beberapa kali di hutan ini dan aku melihat mata nya yang berwarna merah,"


"Dia seorang Alpha?" Tanya Zhev


"Alpha?"


"Iya pemimpin para serigala,"


"Bagaimana kau tahu?"


"Dari serial TV," Zhev tersenyum kemudian segera melepaskan sapu tangan di pinggang nya.


"Kau bisa bantu aku membalut luka?"


Tanya Zhev


"Tentu," lelaki itu membantu Zhev membalut lukanya dengan sapu tangan.


"Bersyukur lah lukanya tidak terlalu parah," ujarnya lagi


"Tetap saja rasanya perih,"


Lelaki itu tersenyum menyemprotkan suatu cairan pada luka Zhev.


"Ini cairan bunga Calendula, bisa membantu penyembuhan luka mu,"


"Terimakasih lagi,"


Zhev tersenyum kemudian segera memeriksa sebuah goa tadi.


"Kita belum berkenalan, nama ku Aaron Atmaja, aku kesini untuk mencari putri presiden yang hilang,"


Lelaki tadi mengulurkan tangannya.


Zhev menoleh kemudian menjabat tangan lelaki itu.


"Zhevilyn Maxvell, aku adalah seorang anggota kepolisian ZPD,"


Setelah berkenalan mereka berdua melanjutkan perjalanan nya bersama.


"Aku kira manusia serigala hanya serial TV," kekeh Zhev


"Aku juga," Aaron tersenyum menatap wajah Zhev yang tenang walaupun ia sedang memeriksa gua dengan handgun dan tak lupa matanya yang menjelajahi tempat tersebut.


"Ada yang aneh dengan tempat ini," ujar Zhev


"Hah? Apa?" Aaron menggelengkan kepalanya kembali fokus


"Ini goa, seharusnya udaranya lembab tidak seperti ini," Zhev merogoh sakunya dan mengeluarkan sebuah senter.


Alangkah terkejutnya mereka melihat sekelilingnya. Tidak seperti gua biasanya dinding dinding gua ini lebih mirip terowongan bawah tanah yang terawat.


"Aku setuju, ada yang tidak beres," Aaron mulai berjalan di depan Zhev.


Mereka menyusuri terowongan itu dan kemudian mendapati dua jalur berbeda.


"Bagaimana kalau kau kesana dan aku kesini?" Tawar Zhev


"Apa tidak sebaiknya kita bersama saja?" Aaron menolak dengan halus.


"Kenapa kau takut?" Zhev tertawa mengejek.


Aaron yang merasa harga dirinya akan hancur terpaksa mengiyakan tawaran tersebut, sebenarnya ia hanya khawatir terjadi sesuatu pada Zhev.


Setelah itu mereka berdua berpencar.


***


Aaron menyusuri jalan setapak di depannya ia tidak menemukan apapun selain lorong yang gelap.


Namun seketika aaron mendengar sesuatu dan segera bersembunyi di sebuah cabang jalan.


"Aku dengar ada dua orang polisi yang mencoba memasuki tempat ini,"


"Sebaiknya bunuh saja mereka agar tidak sempat menginvestigasi tempat ini,"


Aaron terbelalak ia menahan nafasnya khawatir bahwa akan ketahuan.


"Aku setuju dengan mu tapi ada hal yang lebih penting dari itu,"


Kedua lelaki itu pergi entah kemana.


Aaron kembali menyusuri tempat itu, namun ia berbalik arah untuk menyusul Zhevilyn


***


Sementara itu.


Zhevilyn menyusuri terowongan dan berakhir di sebuah gorong-gorong, dengan sebuah handgun dessert eagle ia berjalan mantap.


Kemudian ia mendengar sesuatu di bawah air. Zhev segera melihat air di sekitarnya, tiba tiba sebuah monster keluar dari air dan membuat zhev terpental ke tembok.


Zhev segera menembaki monster itu tapi ia terlambat, ekor monster itu malah membuatnya terjatuh ke air.


"ZHEVILYN!"


***


Zhev membuka matanya, semua nampak remang remang, kini ia berada di pangkuan Aaron dengan wajah nya yang khawatir.


"A.. aaron,"


"Iya aku disini," Aaron mengelus rambut Zhev dengan lembut.


"Tadi itu apa?" Zhev mulai beranjak duduk dengan bantuan Aaron.


"Aku tidak tahu, kita harus segera pergi dari sini," ujar Aaron


Zhev yang masih merasa badan nya lemas mengikuti instruksi Aaron.


***


Mereka berdua berjalan dengan tergesa-gesa, namun terlambat sebuah monster mengerikan yang mirip seperti ular bermutasi menjadi lebih besar dan kuat, jangan lupa rupanya yang mengerikan menghadang jalan mereka.


Keduanya dengan sigap mengarahkan pistol mereka dan terus menembak Monster tersebut.


Karena kewalahan Aaron dengan terpaksa melempar granat nya.


"Merunduk!"


Dengan sigap Aaron menarik Zhev untuk bersembunyi di balik dinding yang ada di sana.


"Kurasa monster itu sudah mati," ujar Zhev menarik nafas nya lega.


Saat mereka akan melangkah pergi kesebuah tikungan tiba-tiba saja terlihat sesosok manusia serigala.


Dengan taring dan cakarnya manusia serigala itu berjalan sambil menyeringai seram.


Zhev dan Aaron kembali berlari ketempat monster ular tadi untuk pergi.


Namun ternyata monster itu belum mati.


Ia masih menyerang mereka berdua dengan ekornya.


"Kita tidak bisa kemana mana,"


Ujar Zhev ketakutan.


Aaron menatapnya penuh arti.


"Kita bisa," Aaron kemudian melawan manusia serigala dihadapannya.


Sedangkan Zhev melawan Monster Ular di depannya.


Zhev terus menembaki Monster Ular itu ia berlari kesana kemari untuk menghindari serangan ekor monster itu.


Sementara Aaron ia menembak sambil memukul manusia serigala dengan gerakan yang lincah.


Zhev melihat situasi dimana manusia serigala itu berada di belakang dirinya, yang berarti ada kemungkinan sang monster ular untuk mendorongnya jatuh ke bawah air.


Gadis itu kemudian melempar dua pisau nya kearah mata sang monster, ia kemudian berlari kearah tembok untuk menghindari serangan ekor dan melakukan jungkir balik sambil menembaki manusia serigala di depan Aaron.


Manusia serigala itu kehilangan keseimbangan dan terkena dorongan dari ekor monster ular.


Zhev tersenyum ia kembali menembaki monster ular itu.


Namun Aaron mendorongnya kearah tembok dan mengakibatkan benturan keras di kepala Zhev karena sang ular menyemburkan bisa nya yang akhirnya mengenai Aaron.


Sang manusia serigala melompat keluar dan melolong keras. Kemudian menggores kaki Zhev.


Zhev semakin tidak bisa berdiri.


Dan aaron juga tidak bisa menolong nya karena pandangannya mulai buram.


"Merunduk!"


Sebuah granat asap jatuh tepat di lokasi pertempuran mereka.


Zhev merasakan tubuhnya di seret namun ia tidak mengetahui apa apa lagi setelahnya.


>>>>>>>>>>>>>>><<<<<<<<<<<<<<<<


hi it's me Al, jadi pindah platform yaa dari sini


semoga kalian suka