The Little Red Slime

The Little Red Slime
5. Dunia Dalam Perut



Selama satu jam aku hanya berdiam diri melihat semua yang ada disekitar ku.


Aku malas untuk bergerak, kemana pun itu.


Tempat ini benar-benar gelap, tapi perlahan aku mulai bisa melihat walaupun dengan sangat minim cahaya.


Kau tau, aku ingin tidur, tapi aku tak bisa karna aku tak punya otak untuk dinonaktifkan.


Aku hanya segumpal lendir merah, dan hanya itu lah tubuhku.


Lucu, tidak.


😒.


Kau tau apa yang ku khawatirkan, aku belum menemukan Lord Savior dari tadi.


Aku menjadi sangat syok saat dimangsa oleh cacing tadi itu, secara mental, jadi aku melepas semua ikatan dari tubuhku.


Aku harap Lord Savior baik-baik saja.


Aku hanya berdiam diri sampai tiba-tiba, sebercah cahaya muncul.


Jauh dibelakang ku.


Itu terpicu, kemalasan ku menghilang.


Aku langsung bangun dan menuju kearah sumber cahaya itu.


Cahaya kuning keemasan yang sangat terang dirasa ditempat yang sangat gelap ini.


Sampai aku akhirnya bisa melihat tempat seperti apa ini sebenarnya.


Tempat ini sangat luas, langit-langitnya tak kelihatan sama sekali.


Tetapi ada dinding, aku merasa familiar dengan ini.


Perbedaanya hanya lebih besar saja dari penjara tabung yang mengurung ku dulu.


Dan disini gelap.


Tempat ini penuh dengan barang-barang dan bongkahan-bongkahan tidak diketahui, yang aku saja tidak tau apa itu sebenarnya.


Salah satunya adalah sumber cahaya itu.


Yap, memang agak redup tapi cahaya itu berasal dari satu batu yang agak aneh di pojokan sana.


Itu batu yang aneh, batu itu diikat sekelilingnya oleh benda yang mirip kawat besi.


Aku tak berpikir bahwa batu itu muncul secara alami, tapi aku tak tau apa yang menyebabkannya tiba-tiba saja bercahaya.


Aku mendekati batu itu, dan menyentuhnya.


Tak ada yang terjadi.


Kemudian aku menggiringnya sampai ke tengah agar semua tempat ini bisa terkena cahaya nya.


Seperti bola.


Hahaha.


Jadi tempat macam apa lagi ini sebenarnya, aku tak tau.


Huh, aku rasa aku tak akan pernah bebas.


Sekarang berapa lama lagi aku akan berada ditempat ini.


Saat keheningan terjadi sejenak, aku kemudian melihat sesuatu yang menarik.


Didekat sana, ada sebuah benda yang familiar, itu sebuah batu yang sama seperti batu cahaya ini, tapi itu sudah pecah.


Aku tak yakin dengan apa yang kulakukan, tapi aku mendekatinya untuk melihat-lihat.


Tapi Yap.


.


.


.


.


Bayangkan film yang kau lihat tiba-tiba saja menjadi hitam, disaat yang sangat tidak tepat, seperti itulah keadaan ku saat ini.


Apa yang terjadi?


Aku akan menceritakannya dari awal.


Itu beberapa menit yang lalu, saat aku ingin mendekati batu bercahaya yang sudah pecah dan tidak bercahaya.


Di sana aku berjalan seperti biasanya, lebih tepatnya mengesot.


Dalam perjalanan ku yang tidak terlalu jauh itu, kau tau apa yang terjadi...


Sepertinya aku menginjak sebuah ranjau darat.


Dibawah ku terlihat sebuah bola kristal hitam yang lonjong dan sangat mulus, sangat hitam dan gelap.


Saat aku menyentuhnya, bola itu tiba-tiba saja menyedot cairan tubuhku secara perlahan dan perlahan.


Dan Sampai akhirnya tubuhku sepenuhnya tersedot kedalam bola itu.


Aku tak yakin juga, tapi begitulah yang terjadi.


Sampai kemudian, hanya beberapa detik setelah aku tersedot, bola itu kemudian retak dan pecah.


Sesuatu yang luar biasa hebat terjadi, yang aku sendiri pun tak percaya.


Tapi tiba-tiba saja seperti ada yang mengalir deras didalam tubuhku, didalam pikiranku, dan didalam ku yang aku pun tak tau dimana itu.


Ada sesuatu memasuki ku, sangat deras bak air terjun.


Jika dilihat dari luar, ini ingatan dari penglihatan ku.


Sebenarnya aku punya mata.


Ya, jika dilihat dari luar.


Aku, telah keluar dari bola itu, tapi aku seperti bukan aku.


Aku menjadi sangat bulat tapi masih memantul, dan warna ku yang tadinya merah menjadi sangat gelap saat itu.


Lalu disekitar tubuhku, ada sesuatu yang memancar.


Entah apa lah itu, pokoknya itu sesuatu yang sangat hebat.


Aku tak pernah merasakan ini sebelumnya, itu seperti aura di anime-anime.


Ini membangkitkan semangat ku, tapi aku sangat bingung dan sangat takut saat itu.


Sampai kemudian, tubuhku meledak menjadi cairan yang sangat banyak yang memenuhi seluruh ruangan gelap ini.


Yap, dan itulah saat ini.


Sekarang hanya pikiranku yang terasa hidup.


Diluar sana sangat gelap, dan aku tak bisa merasakan apapun dari tubuhku.


Sepertinya tubuhku sedang mencerna bebatuan, aku bisa merasakan yang itu.


Dan entah apa yang terjadi, tapi aku mendapatkan pengetahuan yang akupun tak tau asalnya dari mana.


Aneh, semuanya.


Benar-benar.