
Ini adalah kehidupan membosankan dari dunia masa kini.
Setiap orang lahir dengan berbagai kemauan dan impian, namun setelah mereka dewasa, mereka sadar bahwa sebenarnya hal yang tak mungkin terjadi itu tak akan pernah terjadi.
Tak ada hal yang mustahil, mungkin benar jika dilihat dari sudut pandang beberapa orang.
Tapi bagi orang yang sudah mengerti cara kerja dunia ini, begitu banyak hal yang tidak akan pernah bisa terjadi.
Orang-orang memang hidup dengan kemauan mereka sendiri, tetapi apakah itu benar.
Mungkin benar, bagi beberapa orang.
Mungkin orang yang tidak banyak meminta, atau orang yang sudah merelakan segalanya.
Tetapi bagi mereka yang memiliki impian diluar nalar, atau bagi mereka, bagi masa lalu mereka yang sudah merelakan nya.
Itu tak akan pernah hilang.
Ada batasan di dunia ini.
Konsep dunia yang memang sudah seperti ini, dan kita hanya berkembang mengikuti konsep itu.
Dengan terus mencari jalan untuk mewujudkan kemustahilan.
Hasil dari itu, orang-orang membuat film.
Orang-orang membuat lagu, orang-orang membuat permainan.
Orang-orang membuat sendiri kepercayaan, cerita, dongeng, sejarah, budaya, dan masih banyak lagi.
Walaupun tidak sepenuhnya terwujud, paling tidak perasaan mereka telah tercapai.
Mereka terbang dalam angan-angan mereka sendiri.
Mereka menonton film, dan dalam angan-angan mereka, mereka seperti berada di dunia yang berbeda.
Mereka bisa menjadi apa saja yang mereka impikan sejak dulu.
Menjadi robot, pemain bola, orang kaya, wanita cantik, pahlawan yang mengalahkan penjahat, atau bahkan menjadi penjahat itu sendiri.
Walaupun itu hanya tetap menjadi angan-angan belaka, yang mereka tetap harus menerima segala bentuk kenyataan dunia ini.
Kau tau tentang ini?
Seorang yang saat dilahirkan dia sudah kehilangan orang tuanya.
Dia lalu tumbuh besar dan melihat orang disekelilingnya tertawa bersama dengan ayah dan ibu mereka.
Keinginan lalu muncul didalamnya.
Ia ingin memiliki orang tua.
Kemudian seseorang yang dilahirkan dengan kedua orang tua yang lengkap.
Dia tak ingin, tapi dia bahkan tak tau kalau dia telah melakukannya.
Dia lalu tumbuh besar dan sadar kalau orang tuanya tak begitu sanggup.
Dia melihat teman-teman selalu memakai sepatu dan baju mewah.
Keinginan lalu muncul didalamnya.
Ia ingin dilahirkan dalam keluarga kaya.
Kemudian tambahkan satu lagi.
Seorang anak dari keluarga kaya.
Ia memiliki ayah dan ibu, dan mereka memiliki uang dan segala macam kebahagiaan.
Mereka tertawa setiap hari, mereka benar-benar berada di atas awan.
Tetapi kemudian seorang itu tumbuh besar dan berteman dengan banyak orang.
Ia lalu bertemu dengan seorang anak penguasa besar, memiliki keluarga dan uang, dan satu yang ia tidak punya, yaitu kekuasaan yang besar.
Keinginan lalu muncul didalamnya.
Ia ingin kekuasaan besar itu, tanpa memikirkan bagaimana orang yang hidup sendirian diluar sana, yang hidup tanpa uang dan keluarga.
Mereka tidak bersyukur, dan begitulah kenyataannya, manusia, tidak pernah puas dengan satu keinginan yang biasa saja.
Satu hal, memang tidak semua orang seperti itu.
Tetapi aku yakin, kebanyakan orang juga seperti itu, dan ini juga keyakinan yang aku buat atas keinginan ku sendiri.
Aku juga seperti itu.
Baiklah lupakan cerita membosankan ini, inilah aku, Maria, seorang gadis wibu biasa.
Aku duduk di kursi SMA, benar-benar.
Ini hari dimana aku pergi ke sekolah, dengan seragam dan sepatuku.
Aku masuk ke kelas, aku memang tak cukup populer heh.
Tapi disini aku dikelas ini, seorang gadis kecil cantik yang bersembunyi dibalik kacamata dan kesuraman masa muda, dengan beberapa jerawat.
Dan inilah hari dimana semua itu terjadi.
Yaitu saat aku pergi sekolah seperti biasanya, saat jam pelajaran dimulai dan telah berlangsung cukup lama, itu sampai tengah hari.
Tiba-tiba saja pandangan ku buram, dan seketika aku pingsan, sepertinya.
Saat aku terbangun, itu sudah di neraka saja, saat kulihat kobaran api tepat di depanku.