
Ingat detik terakhir dimana aku terbang keluar dari penjara ku bersama Lord Savior?
Kau tau apa yang terjadi setelah itu?
Hahaha 😌.
Ya, ini neraka.
Aku terbang tinggi ke atas, mengikuti Lord Savior berputar-putar di antara awan.
Awan yang gelap dibawah langit berwarna merah pahit.
Matahari bersinar bak gerhana darah.
Dan di bawah sana, padang pasir hitam yang dihiasi oleh luar biasa banyaknya tulang belulang menyeramkan.
Tidak ada makhluk hidup apapun selain burung-burung ini dan beberapa tumbuhan terbakar.
Sepanjang pandanganku dari ujung ke ujung cakrawala, hanya bisa melihat tempat yang sama seperti ini.
Seperti pasir batuan yang keras dan berwarna hitam gelap.
Aku melihat ke tempatku berada sebelumnya.
Yap, ternyata itu emang sebuah lubang, aku tak begitu yakin lubang apa itu.
Tapi ternyata tidak hanya ada satu, ada banyak lubang yang sama seperti lubang ku disekitarnya.
Ada yang besar dan ada yang kecil, sepertinya mereka terbentuk secara alami.
Entah apa yang bisa membentuk lubang seperti itu.
Saat aku memikirkannya, tiba-tiba dibawah sana tanah pasir dan batuannya seperti bereaksi.
Membentuk pusaran lubang.
Aku melihatnya saja, itu cukup jauh dari tempatku.
Sampai beberapa saat kemudian, ada seekor monster raksasa yang bentuknya seperti cacing mengerikan.
Dia muncul ke permukaan dan kembali lagi ke tanah itu.
Sungguh, itu adalah makhluk neraka yang sebenarnya.
Dengan ini aku mengonfirmasikan bahwa aku berada di tempat yang semua orang sebut neraka.
Aku tak bisa bayangkan berapa banyak air kencing yang aku keluarkan jika aku melihat makhluk itu muncul langsung didepan mataku.
Sungguh, dari sini saja itu sudah sangat menyeramkan.
Aku serius.
Lord Savior bahkan merasakan ngeri, aku tau itu.
Sepertinya dinding diantara Lord Savior dan diriku semakin menipis, dia akan menjadi pet ku suatu hari nanti.
Hehehe 🥴.
Lupakan.
Lord Savior bersama dengan diriku diatasnya terbang tanpa arah mengikuti angin kencang, mungkin kami beberapa kali hanya berputar-putar saja.
Tapi ini jauh lebih baik daripada saat aku berada didalam lubang itu, sendirian dan menyedihkan.
Aku bahagia menghabiskan waktu bersama tuan penyelamatku ini.
Aku harap dia seorang pria tampan yang dikutuk oleh penyihir jahat.
Andai kehidupan ini segampang itu.
Hahaha...
Tapi kemudian.. saat kami masih di atas awan.
Terbang dan tertawa bebas.
Pasir tanah di bawah sana bereaksi, itu bergejolak sangat kencang.
Berbeda dari yang sebelumnya ku lihat.
Aku merasakan firasat yang sangat sangat sangat buruk.
Benar saja.
Ini hanya terjadi beberapa detik saja, perlu di ingat.
Pertama, kami terbang tepat di atas gejolak itu.
Kedua, makhluk menyeramkan yang luar biasa besarnya, menyambar kami.
Makhluk itu bukan makhluk biasa, dia besar.
Aku serius, raksasa dari para raksasa.
Ketiga, kami dimakan.
Makhluk itu muncul ke permukaan, sampai kepalanya bahkan menembus atmosfer, jika saja ada atmosfer disini.
Panjangnya tidak diketahui, dia kemudian melahap semuanya, beserta pasir tanah itu.
Kemudian layaknya penyaring air pada insang ikan, pasir tanah hitam itu keluar dari sisi cangkang di kepalanya.
Sedangkan mulutnya yang sangat besar itu perlahan menutup, lalu dia turun kembali ke tanah pasir, dan tubuhnya masih terus terlihat dipermukaan sampai beberapa menit kemudian.
Bisa dibayangkan betapa panjangnya makhluk itu.
Saat itu, tubuhnya melaju cepat seperti gerigi mesin pemotong besi.
Sangat sangat mengerikan.
Bagaimana dengan ku?
Tentu saja, mengapa aku bisa setenang ini?
Karna yang ku ceritakan itu berdasarkan ingatanku.
Ingat kemampuan pikiranku sebelumnya?
Ya, aku hanya mengingat apa yang sebelumnya terjadi.
Disaat pikiranku kacau dan aku jadi tak sadarkan diri karna ketakutan.
Tapi saat ini aku berada di suatu tempat yang sangat gelap, dan berpasir.
Ada banyak benda keras disini, tapi rasanya aku sangat malas untuk bergerak.
Ini mulai, kemalasan ku mulai merasuki tubuh ku.
Uh, andai aku tidak perlu berbuat apapun selama hidupku, selain tidur.
Selamat malam 😴.