
Ha..!! Ha..!! Ha..!!
😈.
Orewa.. Wibu desu..
Hentikan itu writer san, disini aku sekarang, slime merah kecil tak berdaya yang keluar dari dalam salah satu rumput aneh itu disini.
Rumput itu ada banyak, dan mereka semua terbakar.
Bukannya tumbuh dan berwarna hijau, apa-apaan mereka sebenarnya.
Kau tau apa artinya, itu benar, berarti ibuku adalah sepucuk rumput api kecil yang sangat aneh.
Tolonglah.
Ini adalah neraka, maksudku ini memang neraka, lihatlah tempat angker macam apa ini, langitnya saja berwarna merah dan tanahnya sudah seperti batuan vulkanik gunung berapi.
Padahal dulunya aku hanya seorang gadis kecil yang menyukai anime, kenapa sekarang aku malah dilempar kedalam neraka.
Hiks...
🥲.
Berdasarkan pergerakan matahari disini, sudah 2 hari aku berada di tempat ini.
Lihat ini, sebidang tanah melingkar berdiameter 5 m, yang ditumbuhi oleh rerumputan yang terbakar dan dikelilingi oleh tembok yang sangat tinggi.
Kira-kira 20 m tingginya, aku tak tau tempat apa ini sebenarnya.
Penjara slime berbentuk tabung? Astaga.
Aku sudah berjalan dan mencari kesana kemari selama 2 hari penuh, tapi percuma.
Sekeliling ku hanya tembok, benar-benar tembok.
Dan aku hanya seekor slime seukuran bola tenis kecil, apa yang bisa kulakukan tanpa ada apapun disini.
Tolonglah tuhan, aku tidak pernah berbuat dosa...
Maksudku, minimal beri aku tangga.
🥺.
Aku teringat dengan banyaknya anime yang aku tonton, aku cukup bahagia saat tau aku sudah berada di Isekai saja, muehehe... 😼
Tetapi saat ini aku slime, itu mengingatkanku dengan salah satu karakter slime op di salah satu anime yang pernah ku tonton.
Mungkin saja aku juga memiliki kekuatan itu...?
Tetapi woi, dia bertemu dengan naga di episode 1, kau serius.
Aku sudah 2 hari disini dan belum bertemu siapapun sama sekali, bahkan untuk seekor cicak atau lalat.
Dan dimana aku, dipenjara ini.
Sungguh lelah, tetapi aku diberkati karna aku sama sekali tidak lelah.
Secara fisik maksudku.
Tubuh slime ini membuatku tidak membutuhkan apapun, aku hanya butuh tempat dan aku sudah bisa hidup.
Aku bingung dimana letak otakku, bagaimana aku bisa berfikir sekarang.
Lagipula apakah mungkin untuk berpindah ke Isekai begitu saja.
Pasti ada sebuah kejadian yang sangat kompleks dibelakang ini.
Auk ah 😒.
Aku memiliki banyak pertanyaan yang akan segera kutemukan jawabannya, pasti.
Aku tidak bisa membiarkan rasa penasaran ku menghantui diriku sendiri sampai mati.
Tetapi untuk sekarang lupakan dulu semua itu, aku masih terjebak di lubang kecil ini.
Tolong aku siapapun.
Aku tak bisa bicara, aku benci ini.
Aku hanya bisa berteriak didalam pikiranku sendiri, yang tujuannya sebenarnya hanya untuk menulis kisahku sendiri.
Hahaha, suatu hari, aku akan keluar dari sini.
Kehidupan Isekai, aku menantikannya.
8 hari di Isekai, kemudian...
Aku masih berada di lubang ini.
Sial.
Ini hari ke 10 semenjak aku berada di lubang ini.
Siang dan malam aku tak henti-henti nya mencari jalan keluar.
Kau tau, aku sampai hapal dimana saja letak setiap rerumputan yang ada disini.
Pertama tuan rerumputan api 1, itu berada di pojok sana 👉.
Kemudian tuan rerumputan api 8, itu berada di sana 👇.
Lihat, sudah kubilang.
By the way, setelah 10 hari dengan tubuh ini, aku akhirnya sudah bisa terbiasa.
Dan aku baru tau kalau ternyata tubuh ini sangat multifungsi.
Aku bisa menjadi sekecil semut dengan memanjangkan tubuhku, dan menjadi sangat tinggi dengan mengurangi lebar tubuhku.
Tetapi walau sudah melakukan semua itu, aku tetap tak bisa keluar karena aku tak cukup kuat untuk menahan anggota tubuhku yang lain, saat aku menjadi cukup tinggi.
Seperti saat kau mencoba untuk pull up, tetapi tiba-tiba tanganmu putus karna tak sanggup menahan berat badanmu sendiri.
Itu sangat menyeramkan.
Apalagi, walaupun bahkan jika aku sudah mengecil sampai ke batas maksimal ku, aku masih tak dapat mencapai ketinggian itu.
20 m woi, gila.
Aku hanya bisa mencapai setengahnya saja dengan tubuhku yang hanya sebesar bola tenis ini.
Aku tak tau lagi apa yang harus kulakukan sekarang.