The Guy And Little Girl

The Guy And Little Girl
27



Kamis (07.35), 09 April 2020


------------------------------


Diaz duduk bersandar di kursi santai di balkon kamarnya. Kakinya terjulur sedangkan kedua tangan dijadikan bantal. Pandangannya fokus ke arah langit malam memperhatikan bintang-bintang.


Dia tidak mengerti apa yang salah dengan dirinya. Cintanya bertepuk sebelah tangan. Sementara orang tuanya sendiri seperti tidak tahan berdekatan terlalu lama dengannya.


Diaz merasa kesepian. Dimanapun dirinya berada, dia selalu merasa asing.


Ingatannya melayang ke kejadian beberapa tahun silam. Dimana Diaz tidak sengaja mendengar gosip dari pelayan. Saat itu Diaz baru menginjak kelas dua SMP. Dia sedang menikmati libur sekolahnya dengan pulang ke kampung halaman.


Diaz berang ketika mendengar gosip itu. Papa yang begitu ia sayangi dihina. Difitnah sebagai pembunuh. Dengan murka Diaz memukul si pelayan penggosip. Tidak peduli meski pelayan itu wanita.


Namun fakta yang Diaz dengar setelahnya membuat dirinya seakan mati rasa. Sang Papa mengakui sendiri secara langsung bahwa dia memang telah membunuh orang tuanya. Atau lebih tepatnya, orang tua kandung Kak Alan yang begitu Diaz sayangi.


Diaz marah dan begitu kecewa pada sang Papa. Namun itu tidak berlangsung lama karena perasaan sayang Diaz yang begitu besar.


Papanya tidak pernah mengajarkan Diaz hal buruk. Papanya selalu memberikan nasihat-nasihat yang bijak. Karena itu Diaz merasa yakin, pasti ada alasan tertentu yang membuat Papanya nekat melakukan semua itu.


Pagi ini dihiasi dengan berita heboh yang memenuhi seluruh media. Semua stasiun TV berlomba-lomba untuk menyiarkan tentang selamatnya delapan orang yang diduga menjadi korban kebakaran. Ternyata rumah yang terbakar itu kosong.


 


 


Bukan hanya itu yang menjadi topik panas pagi ini. Insiden ditangkapnya kepala polisi di kota itu serta beberapa pejabat setempat juga tak kalah heboh. Alasan penangkapan yang diberitakan hanya sebatas percobaan pembunuhan terhadap orang-orang penting dari keluarga Rayyandra dan Keegan.


 


 


Publik masih bertanya-tanya, apa motif para pelaku melakukan percobaan pembunuhan itu. Aparat polisi dan semua pihak yang terlibat sepakat untuk mengatakan bahwa kejadian ini diakibatkan karena persaingan bisnis.


 


 


Ada lagi berita menghebohkan namun sengaja dirahasiakan dari media. Ini mengenai kematian Lilian di dalam sel tahanannya. Wanita itu bunuh diri dengan cara melilitkan seutas tali dari kain ke leher lalu menarik masing-masing ujungnya dengan kuat. Tali tersebut adalah ikat pinggang gaun yang ia kenakan. Hanya orang yang benar-benar nekat dan sedikit hilang akal yang sanggup bunuh diri dengan cara seperti itu.


 


 


Selain Edsel dan keluarganya, Alan juga termasuk orang yang paling merasa sedih atas meninggalnya Lilian. Sempat dia menyalahkan diri sendiri bahwa Lilian mati karena dirinya.


 


 


 


 


Siang ini Alan bersama yang lainnya sedang menghadiri pemakaman Lilian yang berlangsung hari itu juga. Paman Edsel, Ricky dan Mia juga hadir ke pemakaman didampingi para polisi. Prosesi pemakaman itu hanya dihadiri keluarga.


 


 


Sebelum digiring masuk kembali ke dalam mobil polisi, tak disangka ketiga tahanan itu berlutut di depan Alan dan keluarganya. Mereka memohon agar Alan serta keluarganya bersedia merawat anak-anak mereka dan juga putri Lilian.


 


 


Dari awal Alan memang tidak berniat menetap di kota itu. Dia juga sudah bertekad untuk menghapus nama Alan Rayyandra dan menggunakan nama Alan Prayoga serta menyerahkan seluruh harta warisan kepada Viktor. Kepolisian juga telah setuju untuk menghapus perjanjian dan surat wasiat yang telah menelan banyak korban. Karena itu Alan tidak bisa memberikan persetujuan atas permintaan tiga orang di hadapannya. Keputusan itu ia serahkan sepenuhnya kepada Viktor.


 


 


Viktor sendiri langsung mengiyakan permintaan itu. Walaupun Edsel dan Ricky pernah berlaku buruk padanya, menjadikan dirinya sebagai orang asing di rumahnya sendiri serta melukai orang-orang yang dia sayangi, namun anak-anak mereka sama sekali tidak bersalah. Anak-anak tak berdosa itu tidak pantas ikut menjalani hukuman karena kesalahan orang tuanya.


 


 


Akhirnya dengan air mata berlinang dan ucapan terima kasih yang tidak terputus, ketiga orang itu pergi. Masih jelas dalam benak Alan raut bersalah di wajah ketiganya. Pasti mereka begitu terpukul karena orang yang mereka jahati selama ini bisa dengan mudah menerima anak-anak mereka.


 


Pagi ini dihiasi dengan berita heboh yang memenuhi seluruh media. Semua stasiun TV berlomba-lomba untuk menyiarkan tentang selamatnya delapan orang yang diduga menjadi korban kebakaran. Ternyata rumah yang terbakar itu kosong.


 


 


Bukan hanya itu yang menjadi topik panas pagi ini. Insiden ditangkapnya kepala polisi di kota itu serta beberapa pejabat setempat juga tak kalah heboh. Alasan penangkapan yang diberitakan hanya sebatas percobaan pembunuhan terhadap orang-orang penting dari keluarga Rayyandra dan Keegan.


 


 


Publik masih bertanya-tanya, apa motif para pelaku melakukan percobaan pembunuhan itu. Aparat polisi dan semua pihak yang terlibat sepakat untuk mengatakan bahwa kejadian ini diakibatkan karena persaingan bisnis.


 


 


Ada lagi berita menghebohkan namun sengaja dirahasiakan dari media. Ini mengenai kematian Lilian di dalam sel tahanannya. Wanita itu bunuh diri dengan cara melilitkan seutas tali dari kain ke leher lalu menarik masing-masing ujungnya dengan kuat. Tali tersebut adalah ikat pinggang gaun yang ia kenakan. Hanya orang yang benar-benar nekat dan sedikit hilang akal yang sanggup bunuh diri dengan cara seperti itu.


 


 


Selain Edsel dan keluarganya, Alan juga termasuk orang yang paling merasa sedih atas meninggalnya Lilian. Sempat dia menyalahkan diri sendiri bahwa Lilian mati karena dirinya.


 


 


 


 


Siang ini Alan bersama yang lainnya sedang menghadiri pemakaman Lilian yang berlangsung hari itu juga. Paman Edsel, Ricky dan Mia juga hadir ke pemakaman didampingi para polisi. Prosesi pemakaman itu hanya dihadiri keluarga.


 


 


Sebelum digiring masuk kembali ke dalam mobil polisi, tak disangka ketiga tahanan itu berlutut di depan Alan dan keluarganya. Mereka memohon agar Alan serta keluarganya bersedia merawat anak-anak mereka dan juga putri Lilian.


 


 


Dari awal Alan memang tidak berniat menetap di kota itu. Dia juga sudah bertekad untuk menghapus nama Alan Rayyandra dan menggunakan nama Alan Prayoga serta menyerahkan seluruh harta warisan kepada Viktor. Kepolisian juga telah setuju untuk menghapus perjanjian dan surat wasiat yang telah menelan banyak korban. Karena itu Alan tidak bisa memberikan persetujuan atas permintaan tiga orang di hadapannya. Keputusan itu ia serahkan sepenuhnya kepada Viktor.


 


 


Viktor sendiri langsung mengiyakan permintaan itu. Walaupun Edsel dan Ricky pernah berlaku buruk padanya, menjadikan dirinya sebagai orang asing di rumahnya sendiri serta melukai orang-orang yang dia sayangi, namun anak-anak mereka sama sekali tidak bersalah. Anak-anak tak berdosa itu tidak pantas ikut menjalani hukuman karena kesalahan orang tuanya.


 


 


Akhirnya dengan air mata berlinang dan ucapan terima kasih yang tidak terputus, ketiga orang itu pergi. Masih jelas dalam benak Alan raut bersalah di wajah ketiganya. Pasti mereka begitu terpukul karena orang yang mereka jahati selama ini bisa dengan mudah menerima anak-anak mereka.


 


Pagi ini dihiasi dengan berita heboh yang memenuhi seluruh media. Semua stasiun TV berlomba-lomba untuk menyiarkan tentang selamatnya delapan orang yang diduga menjadi korban kebakaran. Ternyata rumah yang terbakar itu kosong.


 


 


Bukan hanya itu yang menjadi topik panas pagi ini. Insiden ditangkapnya kepala polisi di kota itu serta beberapa pejabat setempat juga tak kalah heboh. Alasan penangkapan yang diberitakan hanya sebatas percobaan pembunuhan terhadap orang-orang penting dari keluarga Rayyandra dan Keegan.


 


 


Publik masih bertanya-tanya, apa motif para pelaku melakukan percobaan pembunuhan itu. Aparat polisi dan semua pihak yang terlibat sepakat untuk mengatakan bahwa kejadian ini diakibatkan karena persaingan bisnis.


 


 


Ada lagi berita menghebohkan namun sengaja dirahasiakan dari media. Ini mengenai kematian Lilian di dalam sel tahanannya. Wanita itu bunuh diri dengan cara melilitkan seutas tali dari kain ke leher lalu menarik masing-masing ujungnya dengan kuat. Tali tersebut adalah ikat pinggang gaun yang ia kenakan. Hanya orang yang benar-benar nekat dan sedikit hilang akal yang sanggup bunuh diri dengan cara seperti itu.


 


 


Selain Edsel dan keluarganya, Alan juga termasuk orang yang paling merasa sedih atas meninggalnya Lilian. Sempat dia menyalahkan diri sendiri bahwa Lilian mati karena dirinya.


 


 


 


 


Siang ini Alan bersama yang lainnya sedang menghadiri pemakaman Lilian yang berlangsung hari itu juga. Paman Edsel, Ricky dan Mia juga hadir ke pemakaman didampingi para polisi. Prosesi pemakaman itu hanya dihadiri keluarga.


 


 


Sebelum digiring masuk kembali ke dalam mobil polisi, tak disangka ketiga tahanan itu berlutut di depan Alan dan keluarganya. Mereka memohon agar Alan serta keluarganya bersedia merawat anak-anak mereka dan juga putri Lilian.


 


 


Dari awal Alan memang tidak berniat menetap di kota itu. Dia juga sudah bertekad untuk menghapus nama Alan Rayyandra dan menggunakan nama Alan Prayoga serta menyerahkan seluruh harta warisan kepada Viktor. Kepolisian juga telah setuju untuk menghapus perjanjian dan surat wasiat yang telah menelan banyak korban. Karena itu Alan tidak bisa memberikan persetujuan atas permintaan tiga orang di hadapannya. Keputusan itu ia serahkan sepenuhnya kepada Viktor.


 


 


Viktor sendiri langsung mengiyakan permintaan itu. Walaupun Edsel dan Ricky pernah berlaku buruk padanya, menjadikan dirinya sebagai orang asing di rumahnya sendiri serta melukai orang-orang yang dia sayangi, namun anak-anak mereka sama sekali tidak bersalah. Anak-anak tak berdosa itu tidak pantas ikut menjalani hukuman karena kesalahan orang tuanya.


 


 


Akhirnya dengan air mata berlinang dan ucapan terima kasih yang tidak terputus, ketiga orang itu pergi. Masih jelas dalam benak Alan raut bersalah di wajah ketiganya. Pasti mereka begitu terpukul karena orang yang mereka jahati selama ini bisa dengan mudah menerima anak-anak mereka.


 


Pagi ini dihiasi dengan berita heboh yang memenuhi seluruh media. Semua stasiun TV berlomba-lomba untuk menyiarkan tentang selamatnya delapan orang yang diduga menjadi korban kebakaran. Ternyata rumah yang terbakar itu kosong.


 


 


Bukan hanya itu yang menjadi topik panas pagi ini. Insiden ditangkapnya kepala polisi di kota itu serta beberapa pejabat setempat juga tak kalah heboh. Alasan penangkapan yang diberitakan hanya sebatas percobaan pembunuhan terhadap orang-orang penting dari keluarga Rayyandra dan Keegan.


 


 


Publik masih bertanya-tanya, apa motif para pelaku melakukan percobaan pembunuhan itu. Aparat polisi dan semua pihak yang terlibat sepakat untuk mengatakan bahwa kejadian ini diakibatkan karena persaingan bisnis.


 


 


Ada lagi berita menghebohkan namun sengaja dirahasiakan dari media. Ini mengenai kematian Lilian di dalam sel tahanannya. Wanita itu bunuh diri dengan cara melilitkan seutas tali dari kain ke leher lalu menarik masing-masing ujungnya dengan kuat. Tali tersebut adalah ikat pinggang gaun yang ia kenakan. Hanya orang yang benar-benar nekat dan sedikit hilang akal yang sanggup bunuh diri dengan cara seperti itu.


 


 


Selain Edsel dan keluarganya, Alan juga termasuk orang yang paling merasa sedih atas meninggalnya Lilian. Sempat dia menyalahkan diri sendiri bahwa Lilian mati karena dirinya.


 


 


 


 


Siang ini Alan bersama yang lainnya sedang menghadiri pemakaman Lilian yang berlangsung hari itu juga. Paman Edsel, Ricky dan Mia juga hadir ke pemakaman didampingi para polisi. Prosesi pemakaman itu hanya dihadiri keluarga.


 


 


Sebelum digiring masuk kembali ke dalam mobil polisi, tak disangka ketiga tahanan itu berlutut di depan Alan dan keluarganya. Mereka memohon agar Alan serta keluarganya bersedia merawat anak-anak mereka dan juga putri Lilian.


 


 


Dari awal Alan memang tidak berniat menetap di kota itu. Dia juga sudah bertekad untuk menghapus nama Alan Rayyandra dan menggunakan nama Alan Prayoga serta menyerahkan seluruh harta warisan kepada Viktor. Kepolisian juga telah setuju untuk menghapus perjanjian dan surat wasiat yang telah menelan banyak korban. Karena itu Alan tidak bisa memberikan persetujuan atas permintaan tiga orang di hadapannya. Keputusan itu ia serahkan sepenuhnya kepada Viktor.


 


 


Viktor sendiri langsung mengiyakan permintaan itu. Walaupun Edsel dan Ricky pernah berlaku buruk padanya, menjadikan dirinya sebagai orang asing di rumahnya sendiri serta melukai orang-orang yang dia sayangi, namun anak-anak mereka sama sekali tidak bersalah. Anak-anak tak berdosa itu tidak pantas ikut menjalani hukuman karena kesalahan orang tuanya.


 


 


Akhirnya dengan air mata berlinang dan ucapan terima kasih yang tidak terputus, ketiga orang itu pergi. Masih jelas dalam benak Alan raut bersalah di wajah ketiganya. Pasti mereka begitu terpukul karena orang yang mereka jahati selama ini bisa dengan mudah menerima anak-anak mereka.


 


Pagi ini dihiasi dengan berita heboh yang memenuhi seluruh media. Semua stasiun TV berlomba-lomba untuk menyiarkan tentang selamatnya delapan orang yang diduga menjadi korban kebakaran. Ternyata rumah yang terbakar itu kosong.


 


 


Bukan hanya itu yang menjadi topik panas pagi ini. Insiden ditangkapnya kepala polisi di kota itu serta beberapa pejabat setempat juga tak kalah heboh. Alasan penangkapan yang diberitakan hanya sebatas percobaan pembunuhan terhadap orang-orang penting dari keluarga Rayyandra dan Keegan.


 


 


Publik masih bertanya-tanya, apa motif para pelaku melakukan percobaan pembunuhan itu. Aparat polisi dan semua pihak yang terlibat sepakat untuk mengatakan bahwa kejadian ini diakibatkan karena persaingan bisnis.


 


 


Ada lagi berita menghebohkan namun sengaja dirahasiakan dari media. Ini mengenai kematian Lilian di dalam sel tahanannya. Wanita itu bunuh diri dengan cara melilitkan seutas tali dari kain ke leher lalu menarik masing-masing ujungnya dengan kuat. Tali tersebut adalah ikat pinggang gaun yang ia kenakan. Hanya orang yang benar-benar nekat dan sedikit hilang akal yang sanggup bunuh diri dengan cara seperti itu.


 


 


Selain Edsel dan keluarganya, Alan juga termasuk orang yang paling merasa sedih atas meninggalnya Lilian. Sempat dia menyalahkan diri sendiri bahwa Lilian mati karena dirinya.


 


 


 


 


Siang ini Alan bersama yang lainnya sedang menghadiri pemakaman Lilian yang berlangsung hari itu juga. Paman Edsel, Ricky dan Mia juga hadir ke pemakaman didampingi para polisi. Prosesi pemakaman itu hanya dihadiri keluarga.


 


 


Sebelum digiring masuk kembali ke dalam mobil polisi, tak disangka ketiga tahanan itu berlutut di depan Alan dan keluarganya. Mereka memohon agar Alan serta keluarganya bersedia merawat anak-anak mereka dan juga putri Lilian.


 


 


Dari awal Alan memang tidak berniat menetap di kota itu. Dia juga sudah bertekad untuk menghapus nama Alan Rayyandra dan menggunakan nama Alan Prayoga serta menyerahkan seluruh harta warisan kepada Viktor. Kepolisian juga telah setuju untuk menghapus perjanjian dan surat wasiat yang telah menelan banyak korban. Karena itu Alan tidak bisa memberikan persetujuan atas permintaan tiga orang di hadapannya. Keputusan itu ia serahkan sepenuhnya kepada Viktor.


 


 


Viktor sendiri langsung mengiyakan permintaan itu. Walaupun Edsel dan Ricky pernah berlaku buruk padanya, menjadikan dirinya sebagai orang asing di rumahnya sendiri serta melukai orang-orang yang dia sayangi, namun anak-anak mereka sama sekali tidak bersalah. Anak-anak tak berdosa itu tidak pantas ikut menjalani hukuman karena kesalahan orang tuanya.


 


 


Akhirnya dengan air mata berlinang dan ucapan terima kasih yang tidak terputus, ketiga orang itu pergi. Masih jelas dalam benak Alan raut bersalah di wajah ketiganya. Pasti mereka begitu terpukul karena orang yang mereka jahati selama ini bisa dengan mudah menerima anak-anak mereka.


 


 


 


-------------------------------


♥ Aya Emily ♥