
Banyak rumor tentang raja kematian ada yang menyebutkan kalau dia adalah monster yang sangat mengerikan ada pula yang menyebut kalau dia adalah iblis siapapun dia aku mungkin bisa memperoleh informasi tentang kekutan baru dan bagaimana cara kerja sihir di dunia ini.
Matahari menyinari hutan di perjalanan menuju ketempat Raja kematian aku ditemani oleh rangga seorang karena para penduduk tidak berani karena kekuatan yang mengerikan mungkin itu sebabnya ras lain yang ada dihutan ini tidak ada yang berani saling menyebrang perbatasan sehingga konflik prebutan wilayah yang biasa terjadi hutan sekarang tidak terjadi.
Akhirnya kami tiba disebuah gua yang sangat besar aku dapat merasakan energi negatif yang sangat kuat didalamnya. "Terimakasih Rangga karena sudah mau mengantar diriku aku akan masuk sendiri kedalam mulai dari sini, jadi kau bisa pergi sekarang."
"Tolong berhati hati didalam." Aku lalu masuk kedalam gua semakin aku melangkah kedalam energi negatif itu semakin pekat dan aku juga bisa melihat banyak sekali tumpukan tulang yang berserakan bila bukan karena kekuatan sihir pertahanan yang aku miliki mungkin aku juga bisa saja bernasip sama seperti mereka ini.
Jalanan mulai bercabang aku harus memilih yang mana kalau begini, ikuti kebiasaanku saja yaitu jalur kanan. Setengah jam mungkin ada bila aku masuk kedalam namun aku sama sekali tidak menemukan apa apa.
Apa aku menggunakan Mana sense saja ya. "Mana sense." dengan kemampuan ini aku bisa melihat hawa keberadaan seseorang dengan mudah tidak hanya mahkluk hidu tumbuhanpun bisa aku lihat dengan jelas dengan kemampuan ini.
Aku lalu melihat sebuah energi kehidupan di balik dinding batu yang ada di sebelah kiri, aku lalu langsung menghancurkan batu itu dan benar saja ada sebuah ruangan yang sangat besar didalamnya.
Didalam ruangan ini berupa taman siapa yang membuat tempat semacam ini aku lalu melihat keatas disana juga terdapat kristal yang memancarkan cahaya seperti matahari bahkan didalamnya ada danau juga.
Aku terus berjalan tiba tiba ada sebuah akar yang lilit tubuhku lalu munculah monster yang berasal dari gabungan tanaman dan juga berbatuan monster itu berteriak sangat keras mungkin orang biasa bisa saja ketakuatan dan pasrah namun monster ini hari ini melawan orang yang salah.
Dengan mudah aku berhasil melepaskan diri dari ikatan lalu berjalan menuju moster itu, dia lalu menyerang dengan akarnya namun aku berhasil menahanya dengan jariku, dia terus menerus menyerang namun tetap saja gagal dia terlihat terkejut lalu dia melempar batu karena serangan akarnya tidak bekerja.
Aku lalu menghentikan serangan bebatuan itu lalu menggunakan batu yang dia lempar, aku berhasil mengalakahnya aku kembali melanjutkan perjalan menuju kedalam lagi sepertinya orang yang menyiapkan tempat sangatlah teliti.
Terlihat dari semua jebakan yang dipasang sangatlah rapi bagiborang biasa monster di awal tadi sudah sangat merepotkan ditambah jebakan yang ada disepanjang lorong orang ini jangan jangan sama perti diriku yaitu seorang nolep akut yang sudah tidak bisa disembuhkan lagi.
Pasti rasanya menyenangkan bisa bermu satu kaum yang sama. Aku tiba disebuah lorong yang dimana banyak sekali pintu kamar aku lalu mencoba mengecek apa ada isinya namun nihil tidak ada sama sekali.
Pemborosan sekali kenapa membuat banyak kamar kalau tidak digunakan memang pemikiran orang kaya tidak bisa ditebak jalan pikiranya.
Aku tidak tau sudah berapa lama aku berada didalam gua ini namun semakin kedalam semakin banyak misteri yang bermunculan dan itu menggugah jiwa kepenasaran dari diriku.
Aku lalu terberjalan sampai aku melihat ada sebuah pintu yang unik berbeda dengan pintu yang tadi aku temui, aku mencoba masuk kedalam dan didalam terlihat berantakan sekali itu terlihat dari banyaknya kertas dan buku yang berceceran.
Aku membaca dengan seksama betapa kagetnya diriku kalau yang diteliti adalah tubuh manusia, apakah ilmuan yang melakukan penelitian seperti ini tidak ditangkap atau bagaimana sih tapi ini era feudal apa boleh dikata.
Setelah selesai membaca aku lalu menelusuri labirin ini lagi, semakin aku masuk kedalam semakin pekat hawa kegelapan yang ada disini. Aku lalu mendengar suara langkah kaki.
Di ujung lorong yang gelap itu suara langkah kaki begitu bergemuruh dengan sangat keras rupanya itu adalah para zombi yang menggunakan kuda yang tubuhnya hanya tulang belulang.
"Mengganggu saja." sekali hempasan mereka dapat dienyahkan aku kembali melanjutkan perjalanan akhirnya aku tiba disebuah ruangan yang sepertinya tersegel terlihat kalau sihir tidak akan mempan jadi aku gunakan fisik saja.
Aku lalu mengambil posisi lalu mendorong tanganku kedepan terdengar suara yang besar aku lalu masuk kedalam disana ada orang yang berada didalam kristal aku melihat daya hidupnya semakin melemah aku tidak tau apa itu tapi yang jelas itu hal yang buruk.
Saat aku melangkah kedepan energi gelap itu menyerang diriku, aku mudah saja menangkisnya aku terus berjalan maju sampai akhirnya aku berhasil berhadapan didepanya.
Pria itu membuka matanya lalu dia berucap. "Larilah lari bila tidak kau akan mati." dengan nada lemah dan terbata bata dia berusah berbicara. "Apa kau ingin hidup bila kau ingin hidup kau harus membuat perjanjian denganku maka kau akan hidup apa kau mau?"
Pria itu sedikit tidak percaya aku paham dia tidak percaya siapa juga akan mempercayai orang asing. "Kau cukup berkata Tolong diriku." Aku berucap sekali lagi dengan tegas. Pria itu lalu mengangguk lalu berucap. "Tolong aku." seketika dari telapak tanganku terlihat ada sebuah lingkaran sihir.
Lalu cahaya yang sangat terangpun muncul laki laki tadi yang tubuhnya terkurung sekarang sudah bebas bahkan dia sudah memakai pakaian seorang pelayan padahal tadi dia telanjang bulat.
"Terimakasih Master sudah membebaskan diriku, namaku Frankenstain siap melayani anda."
"Apa kau manusia yang melakukan penelitian di tempat ini?"
"Benar saya yang membangun tempat ini sebagai benteng sekaligus labotorium untuk melakukan penelitian. Tubuh manusia sangatlag lemah berbeda dengan para iblis monster atau para utusan dewa."
Utusan dewa apa seperti malaikat tapi untuk apa mereka turun apa mereka datang untuk menyampaikan wahyu kepada orang orang terpilih. "Lalu kau menciptakan senjata bernama cursed spear yang berasal dari jiwa jiwa manusia apa aku benar."
Frankenstain sama sekali tidak mengelaknya. "Cursed spear memang tercipta dari jiwa jiwa manusia namun itu tidak disengaja saat aku melakukan penelitian terhadap jantung dari dewa Iblis namun jantung itu menggila dan menghisap jiwa jiwa manusia itu sehingga aku menggunakan tubuhku untuk menyegelnya."