
Leyasu sudah membawa bangsawan itu kehadapan diriku namun aku sangat kaget dengan keadaanya yang sangat mengenaskan namun aku harus tetap menjaga sikap supaya tetap terlihat tenang.
"Tolong ampuni saya saya akan memberikanmu apa saja asal kamu mau melepaskanku." katanya sambil memohon dengan teramat sampai matanya mengeluarkan air.
"Kenapa aku harus menolong dirimu. Bukankah mereka yang ada disini juga melakukan hal yang sama juga termasuk para tahanan yang kau simpan di penjara bawah tanahmu itu, jadi kenapa aku harus mengampuni dirimu." Aku bisa tau kenapa dia memiliki tahanan karena aku menggunakan kemampuan penglihatan masa depan.
Forbos sangat tercengang dengan apa yang dikatakan oleh diriku tapi itu memang benar bukan, orang orang ini sudah sangat menderita namun para bangsawan sama sekali tidak mendengar jeritakan mereka.
"Kalau begi terimalah hukumanmu." Aku lalu mengulurkan tanganku lalu keluarlah sebuah bola hitam, bola itu langsung menyerap Forbos kedalamnya. Bola ini bernama Hell ball dimana didalamnya ada ruang dimensi yang sudah terisi berbagai macam siksaan dan orang masuk kedalam bisa meregenerasi kembali bila tubuhnya sudah hancur bisa dibilang ini sama seperti neraka tapi versi mini.
Para penduduk yang melihat diriku lalu memasang muka yang sangat aneh tapi itu wajar saja karena mereka melihat hal yang sebelumnya belum pernah mereka lihat. "Tuan boleh saya tau siapa nama kalian ini, sepertinya kalian bukan orang biasa." kata seorang pria setengah baya.
"Namaku Aaron Von Romanov dan ini adalah Leyasu dia adalah pelayanku."
"Kami sangat berterima kasih karena tuan sudah menolong kami tapi meskipun kami bisa bebas sekarang tapi dunia luar sama sekali tidak bisa menerima keberadaan kami ini jadi."
"Kalian tidak perlu khawatir akan hal tersebut bukankah aku sudah bilang kalau aku akan menjadikan wilayah ini sebagai milik-ku, aku ingin berencana untuk membangun sebuah negara yang dimana setiap ras bisa sejajar." Aku melakukanya karena aku juga ingin melihat seluruh tatanan yang ada didunia ini dan juga mendengar informasi bahwa ada negara yang menggunakan sistem teokrasi.
Dan mereka menggolongkan kelompok lain dan merendahkan mereka itu membuat diriku sangat kesal mungkin itu sedikit naif tapi aku sudah memutuskanya aku akan menciptakan negara impian yang selama ini belum pernah ada. "Kalian bebas ingin pergi dari sini itu adalah hak kalian."
Mereka semua yang ada disana langsung berlutut dan berkata. "Kami siap mengikuti anda dan kami siap membantu keinginan anda." Aku yang mendengarnya sangat kaget aku kira mereka akan menolaknya.
"Baiklah kalau begitu, sebelum kita mulai apakah ada suku lain seperti suku asli dari hutan ini selain dari orang yang diasingkan." Siapa tau bila seandainya ada beberapa suku mungkin aku bisa meminta bantuan mereka untuk mendirikan negara ini nantinya.
"Saya rasa ada tiga suku yang mendiami hutan ini dan mereka berada di sebelah barat, timur dan utara dari tempat ini."
"Siapa saja mereka?"
"Mereka adalah suku serigala taring putih, Lizardman dan juga ogre." Seriusan mahkluk seperti mereka ada didunia ini kalau itu memang benar itu artinya bangsa elf dan dryad ada juga disini akan sangat menyenangkan bila bisa bertemu dengan mereka.
"Leyasu kau urus orang yang ada dikamp penampungan yang lainya aku akan coba menemui para suku itu."
"Baik tuan, saya akan segera pergi kesana."
Saat aku hendak pergi aku lalu segera pergi menuju suku taring putih terlebih dahulu lalu karena dilihat dari nama ras mereka pasti mereka adalah serigala yang pasti tidaklah terlalu kuat tapi mungkin aku bisa menemukan hal yang bagus.
Saat berjalan dengan melompat untuk menghemat waktu aku tidak sengaja melihat ada seorang gadia kecil yang sepertinya dikejar oleh monyet raksasa.
Aku lalu mendekati monyet itu lalu berkata. "Hei, lepaskan anak itu." Monyet itu lalu melihat diriku sepertinya dia sangat tidak senang melihat diriku itu terlihat dengan dengusan yang sampai keluar asap dari hidungnya.
Monyet itu berteriak lalu menerjang kearahku. "Berlutut." Monyet itu langsung jatuh tersungkur kebawah tepat menghantam tanah dengan wajahnya. Monyet itu berusaha untuk bangun namun gagal karena tekanan energi yang aku berikan kepada kekuatanku itu.
"Sepertinya kau tidak ingin mengalah dan masih ingin berhadapan dengan diriku ya." Aku lalu mengangkat dirinya lalu melemparnya ke udara yang jauh. Melihat itu aku lalu melihat kearah gadis itu dia sama seperti para penduduk kamp pengasingan.
"Noe namaku Noe."
"Baiklah Noe apa kau tersesat atau bagaimana?"
"Sebenarnya aku mencari tanaman obat untuk Kakak yang sedang terluka karena bertarung dengan raja kematian." Raja kematian apa itu sebuah julukan kepada orang yang ahli sihir dunia ini benar benar menarik aku semakin ingin melihat seluruh dunia ini.
"Kalau begitu aku akan mengantar dirimu kembali pulang mungkin akan ada monster lagi yang akan menyerang dirimu lagi." gadis itu lalu mengangguk lalu aku menggendong dirinya didepan lalu aku meminta dirinya menunjukan arah kedesanya.
Tak lama akhirnya aku tiba di desa dan seperti yang aku gadis ini berasal dari ras serigala taring putih. Noe lalu berlari menuju ke tenda yang kumuh aku kira mereka tinggal di sebuah goa yang seperti di komik tapi sepertinya itu berbeda.
Aku lalu mendengar suara jeritan dari dalam tenda aku lalu segera masuk kedalam dan melihat keadaanya terluka sangat parah, lukanya tidak seperti luka sayatan biasa luka itu seperti menggrokoti tubuhnya. Aku lalu menarik Noe untuk menyingkir lalu aku mengalirkan energi untuk memaksa racun itu keluar dengan sendirinya.
Dan aku berhasil melakukanya lukanya sudah sembuh aku lalu menolong yang lainya yang memiliki luka yang sama dengan Kakak Noe, ada sekitar tiga puluh orang yang terluka sama seperti Kakak Noe.
Aku penasaran siapa yang bisa membuat luka seperti ini apakah ini akibat dari raja kematian yang dimaksudkan oleh Noe kalau memang benar iya dia pelakunya dia bisa menjadi ancaman yang berbahaya bagi para penduduk tapi aku bisa menjadikanya sebagai anak buahku mungkin aku bisa mendapat ke untungan.
Itu memang sedikit beresiko tapi patut dicoba terlebih dahulu. "Terimakasih sudah menyelamatkan kami, nama saya Rangga pemimpin dari desa ini."
"Senang bisa bertemu dengan dirimu namaku Aaron Von Romanov senang bisa berkenalan denganmu." Malampun tiba Rangga membawaku untuk berkumpul dengan para tetua yang lainya untuk mengucapkan terimakasih kepada diriku.
Sedangkan para anggota yang lainya sedang asik berpesta karena menyambut Rangga yang sudah sembuh dari lukanya dan aku juga diajak olehnya tentunya.
"Saya ucapkan terimakasih karena anda sudah mau membantu kami."
"Kalau boleh tau siapa yang memberi luka seperti itu kepada kalian, apakah itu berasal dari raja kematian?"
"Anda tau tentang raja kematian."
"Tidak aku baru tau dari Noe, dia yang memberitahu diriku."
"Memang benar luka ini diperoleh olehnya karena waktu itu dia mencoba menyerang desa ini sehingga kami berusaha untuk menghadapinya namun dia memiliki kekuatan yang sangat aneh kami ras serigala taring putih punya kemampuan regenaris meskipun tidak cepat tapi itu sangat berguna saat berhadapan dengan musuh."
Aku terkejut dengan apa yang dikatakan olehnya rupanya ada seseorang yang memiliki kekuatan seperti itu di dunia ini, itu semakin membuat diriku semakin penasaran dengan orang itu."
"Tuan Rangga apakah anda tau keberadaan dari orang tersebut?"
"Apa yang ingin anda lakukan." Raut wajahnya lalu berubah menjadi bingung dan khawatir. "Aku hanya ingin melihat dirinya, hanya itu saja." Rangga lalu diam sejenak dia lalu berkata kalau mahkluk itu tinggal disebuah goa yang letaknya tidak terlalu jauh dari desa.
Aku meminta dirinya untuk mengantar aku kesana dia sempat menolak namun aku coba menyakinkan dirinya dan akhirnya dia mau membantu untuk mengantar kesana.