THE GREAT GOD

THE GREAT GOD
Akhir dan Awal



Alarm berbunyi dengan sangat keras, aku meraih jam tersebut lalu mematikanya. Aku bangun dari tempat tidur lalu pergi menuju meja komputer aku lalu melihat email pesan yang ada di layar.


Aku lalu membuka pesan itu. "Lagi lagi ditolak ya, memang aku tidak memiliki bakat menulis tau begitu kenapa dulu aku menolak ajakan untuk bekerja di perusahaan game dari pada sekarang aku hanya bekerja sebagai pelayan restoran."


Aku lalu pergi untuk mengambil minuman soda, saat aku membuka kulkas dan kosong isi kulkasku hanya kosong tanpa ada isinya. Aku menghela nafas lalu aku keluar untuk membelinya.


Hari ini aku libur bekerja dan aku hanya menghabiskan waktu luang dengan bermain video game manusia yang tidak ada gunanya karena rutinitasku hanya berulang itu itu saja.


Akhirnya aku tiba di supermarket terdekat aku lalu masuk kedalam hawa yang ada didalam sangat terbanding terbalik dengan hawa yang ada diluar yang dimana sangatlah panas benar-benar panas mungkin kalau kau memasak telur pasti akan matang diluar.


Aku lalu melihat minuman yang terjejer rapih didalam, setelah memilih aku lalu menuju ketempat kasir wajah petugas itu sangatlah cantik aku lalu berkhayal betapa menyenangkanya memiliki kekasih.


Tapi siapa yang mau dengan diriku yang jones ini. Setelah selesai meratapi nasib aku langsung berjalan keluar saat diperjalanan aku melihat ada sebuah toko yang modelnya sangat antik seperti jaman dulu aku lalu tertarik melihat kedalam.


Suasana yang pertama kali aku rasakan adalah aroma buku yang khas ada didalam sini. Didalam juga modelnya sangat klasik kursinya juga sama ini seperti perpustakan yang ada di film Herry Poter, aku lalu berjalan menelusuri rak buku melihat ada buku yang bagus atau tidak.


Pengunjung disini sangatlah sedikit jadi sangatlah sunyi aku lalu melihat ada sebuah buku tua bersampul merah dan tebal aku lalu melihat judul buku tersebut.


Aku lalu mengambilnya lalu membacanya: "Pada zaman dahulu para dewa saling terlibat dalam pertengkaran sehingga membuat mereka saling berperang satu sama lain sehingga membuat alam semesta hancur dari peperangan tersebut terbentuklah dunia yang dimana isi ada dari berbagai ras tinggal disana. Sang dewa tertinggi melihat peperangan tersebut lalu menghentikan dewa yang memulai peperangan tersebut.


Dia lalu mengusir dewa tersebut kedunia bawah namun sebelum dirinya diusir dia berhasil melukai sang dewa utama dan membuat dirinya terjatuh ke bumi."


Saat Aku membaca dengan seksama tiba tiba ada cahaya yang muncul dari balik buku tersebut sehingga menyelimuti seluruh ruangan yang ada disana. Saat cahaya itu menghilang aku melihat keadaan begitu gelap gurita dibalik celah terlihat cahaya bulan yang masuk kedalam.


Aku berjalan menyelusuri lorong aku lalu melihat ada cahaya yang memancar didepan sana, aku sangat kaget dengan apa yang aku lihat ternyata banyak sekali kristal berlian yang berkilauan disana.


Aku lalu mendekat lalu mengambil kristal tersebut lumayan bisa aku jual nanti jarang jarang aku bisa mendapatkan benda seperti ini. Saat aku tengah asik mengambil kristal tersebut aku lalu merasakan suara desis dari belakang dan saat aku melihatnya rupanya disana sudah ada monster berbentuk ular yang meiliki sisik seperti ikan pedang dibelakangnya.


Monster itu lalu menyerang diriku aku dengan reflek langsung menghindar, saat melompat aku menyadari kalau aku melompat sangat tinggi sekali karena aku tidak bisa mengendalikan tubuhku aku lalu menghantam dinding goa namun anehnya aku sama sekali tidak merasakan sakit sama sekali.


Monster itu kembali menyerang dengan kecepatan tinggi aku melihat itu langsung melempar batu yang ada di sebalah mengarahkan tepat dikepala monster itu seketika kepala monster tersebut langsung hancur.


Aku melihat monster tersebut dan tiba tiba aku terasa lapar aku memandang monster itu, namun aku urungkan niatanku untuk memakan monster itu aku lalu melanjutkan perjalananku kembali. Aku terus berjalan entah aku semakin kedalam atau tidak aku sama sekali tidak mengerti.


Lalu aku sampai pada sebuah pintu gerbang yang sangat besar aku kira tingginya ada sekitar 13 meter. "Siapa orang yang membangun tempat ini sebenarnya." Aku lalu mendekati pintu tersebut namun seketika patung yang ada dikanan dan kiri gerbang itu langsung bergerak dan menyerang diriku.


Aku langsung panik dan lari namun golem yang satunya lagi melompat untuk mengehentikan diriku, sialan umaptku dalam hati karena tidak bisa lari.


Aku menggenggam tanganku sampai aku tidak sadar kalau aku melukainya seketika keluarlah pedang yang terbuat dari darah milik-ku. Golem itu lalu menyerang kearahku aku lalu menghindarinya namun hempasan angin yang dibuat olehnya membuat bebatuan melayang dan mengenai diriku.


Aku lalu bangun aku menggenggam erat pedang itu lalu menyerang golem itu. "Golem itu kuat namun gerakanya sangatlah lambat mungkin aku bisa mengalahkanya dengan menyerang kakinya." Aku lalu melompat kearah kaki golem itu dan langsung memotongnya.


Sensasi memotong kaki golem itu seperti memotong mentega aku tidak menyangka akan semudah itu, aku lalu percaya diri untuk mengalahkan golem.


Saat golem itu sudah jatuh aku mencoba menyerang kepalanya, aku mencoba membelahnya menjadi dua dan itu berhasil. Aku mengulangi hal yang sama kepada golem yang satunya lagi.


Akhirnya aku berhasil mengalahka golem penjaga itu dengan mudah. Aku lalu masuk kedalam menyelusuri lorong yang tiba tiba dindingnya mengeluarkan api untuk pencahayaan untung aku bukan orang yang penakut akan hal berbau horor.


Aku terus jalan masuk kedalam menuruni tangga dan aku tiba disebuah tempat yang dimana didalamnya seperti sebuah perpustakaan yang tadi aku masuk saat membeli minuman. Apa ini sebuah kebetulan atau tidak aku sama sekali tidak mengetahuinya, aku melihat ada sebuah buku yang tebal ditengah perpustakaan tersebut.


Aku lalu melihatnya dan membacanya. Aneh padahal aku tidak paham tulisan dari buku ini namun aku bisa paham dengan apa yang aku baca aku lalu mencoba untuk menulisnya dan aku juga bisa melakukan itu.


Aku lalu melanjutkan membaca buku itu, buku itu menyeritakan tentang perang antar dewa ini sama seperti buku yang aku baca tadi diperpustakaan aku lalu membaca lagi kalau dewa itu terkena racun sehingga di turun kebumi karena saat berhadapan dengan dewa jahat itu.


Di buku ini juga memperlihatkan wajah dari dewa tersebut, aku memperhatikan dengan seksama disebalah buku itu terdapat cermin sehingga aku bisa bercermin disana betapa kagetnya aku melihat wajahku sama persis seperti yang ada dibuku.


Wah wajahku sangat tampan beda sekali dengan wajahku yang dulu mungkin ini merupakan berkah bagi kami kaum jomblo, ya itu mustahil tapi masak iya ini dunia lain seperti anime atau komik yang sering aku baca pada saat aku tidak punya kegiatan sama sekali seperti orang yang tidak ada gunanya.


Menurut buku ini aku memiliki kekuatan seorang dewa tapi aku sama sekali tidak mengetahui seperti apa kekuatan itu, bodo amat aku juga punya waktu luang yang banyak kenapa aku tidak memanfaatkan waktu milik-ku sekarang dengan belajar menggunakan semua kekuatan yang aku miliki.