THE GREAT GOD

THE GREAT GOD
Latihan



"Baiklah karena aku sekarang seorang dewa seharusnya aku memiliki kekuatan super biar aku coba untuk mengganti pakaianku." Aku lalu berkonsentrasi lalu membayangkan apa yang ingin aku buat lalu seketika pakaian yang aku kenakan langsung berubah menjadi celana jeans hitam sepatu hitam berserta kaos hitam dan blazer hitam.


"Hooooo ini keren sekali!" Aku bersorak kegirangan ini benar benar seperti yang ada di film itu ini sangat luar biasa, aku lalu mencoba lagi siapa tau aku memiliki kekuatan yang lainya.


Aku lalu berpikir untuk mengeluarkan pedang dari darah yang sebelumnya aku gunakan untuk mengahancurkan golem penjaga gerbang tadi. Aku mulai menyayat sedikit jari telunjuk lalu darah mulai muncul aku mencoba memadatkanya.


Aku lalu berhasil menciptakan pedang milik-ku, aku penasaran apakah aku mampu menggunakan jurus lainya menggunakan darah milik-ku ini atau aku hanya dapat mengubah darah yang aku punya menjadi pedang saja. "Di luar ruangan ini penuh dengan monster kenapa aku tidak mencoba menjadikan mereka sasaran latihan."


Aku lalu bergegas keluar dengan senangnya lalu mencari keberadaan monster-monster itu, setengah jam kemudian aku menemukan monster laba laba yang sedang memangsa makanan-nya. Monster laba laba itu melihat diriku lalu dia mulai meraung lalu melemparkan jaring ri mulutnya.


Mudah saja bagiku untuk menghindarinya, rupanya jaring itu sudah dilapisi cairan asam yang mampu melelehkan benda yang mengenainya. Aku lalu teringat dengan adegan komik yang pernah aku baca dimana dia bisa mengendalikan darah lawanya.


Aku lalu mencoba kemampuan itu aku coba merasakan aliran darah yang ada didalam tubuh monster itu saat aku sudah bisa merasakan aliran darahnya aku menjentikan jari "tak" monster laba laba itu langsung hancur karena darah yang ada didalam tubuhnya aku paksa keluar sehingga membuat tubuhnya menjadi hancur.


Aku lalu melihat laba laba itu, biasanya didalam game bagian tubuh monster bisa digunakan untuk membuat peralatan sihir untuk digunakan sang MC untuk menambah kekuatanya sendiri.


Tapi laba laba ini bisa dibilang sangatlah lemah mungkin aku bisa menemukan monster yang jauh lebih kuat lagi. Aku terus menelusuri goa ini sampai aku menemukan sebuah reruntuhan kuno mungkin bila didalam game didalam reruntuhan itu ada berbagai macam harta karun langka.


Aku lalu mencoba masuk kedalam anehnya aku bisa berjalam didalam gelapa seolah olah ini seperti disiang hari. Aku lalu melihat ada sebuah podium yang dimana dibawahnya berisi banyak tengkorak manusia aku langsung kaget melihat banyak sekali kadal raksasa yang ada dibawah sana.


Kadal kadal itu terlihat memiliki sisik yang sangat keras mungkin aku bisa menggunakan sisik itu untuk aku pergunakan aku lalu turun padahal aku sudah turun denga bersusah payah supaya tidak mengeluarkan suara namun mereka masih bisa mendengarnya.


Aku kembali menjentikan jari dan semua kadal yang ada disana langsung hancur tubuh mereka langsung berceceran kemana mana, sangat menjijikan bagaimana kalau aku menggunaka teknik ini kepada selain monster ya apa reaksi orang orang nantinya.


Aku lalu mencoba untuk mengambil sisik kadal itu lalu menaruhnya duruang dimensi yang baru saja aku buat tadi saat sebelum turun, saat aku sedang sibuk mengambil semua sisik aku lalu melihat sebuah pedang hitam yang berada didalam salah satu perut dari kadal itu.


Aku lalu mengambilnya saat aku memegangnya tiba tiba semua kekuatan yang aku punya langsung terserap masuk kedalam pedang itu. "Sialan kau pikir aku akan kalah hah!" aku lalu mencoba untuk menarik semua kekuatan yang telah diserap oleh pedang sialan itu.


Akhirnya aku berhasil menarik kembali kekuatanku dan menundukan pedang itu. Tiba tiba pedang itu berubah menjadi wujud manusia aku yang melihat itu hanya dapat bengong saja.


"Saya memberi hormat kepada tuan."


"Kau siapa?"


"Saya tidak memiliki nama jadi anda bebas memberikan nama kepada saya."


"Kalau begitu bagaimana kalau Leyasu aku rasa itu cocok untukmu."


"Hamba senang mendapatkanya boleh saya tau siapa nama tuan." Benar juga aku masih belum memberi tau namaku tapi bila aku memberikan namaku yang dulu itu sangat tidak cocok dengan posisiku sekarang jadi aku harus mencari nama baru.


"Jadi apa kau tau siapa yang membuat tempat ini?"


"Sayangnya saya tidak tau siapa yang membuatnya tuan." Aku lalu berpikir sejenak apakah reruntuhan ini diciptakan oleh manusia atau justru ada mahkluk lain seperti mitologi yunani.


"Maaa, aku akan memikirkanya nanti. Leyasu apakah kau mau membantu diriku untuk melatih kekuatan yang aku miliki."


"Dengan senang hati saya akan melakukanya tuan." Semenjak saat itu aku dan Leyasu selalu berlatih untuk meningkatkan kekuatan yang aku miliki aku juga bari tau kalau Leyasu dalam wujud pedang bila digunakan kekuatanya akan mengikuti kekuatan dari tuanya.


Jadi semakin kuat tuanya maka semakin kuat pula dirinya. Tiga bulan sudah berlalu semenjak aku terbangun didunia baru ini dan sekarang aku memiliki kehidupan baru dan tubuh baru tentunya.


"Leyasu apa kau sudah siap untuk keluar dari sini?"


"Ya tuan, saya siap kapan saja."


Aku lalu memusatkan kekuat lalu membayangkan tempat yang akan kami tuju nantinya, dalam sekejap mata saja kami sudah berada diluar. Matahari bersinar sangat terang namun itu sama sekali tidak terasa karena dedaunan dari pohon yang sangat rimbun ini.


Udaranya juga sangat sejuk sekali rasanya aku ingin sekali tidur siang disini, tapi aku rasa itu akan aku lakukan nati saja sekarang aku harus menacari tempat yang ada orangnya supaya aku bisa mencari informasi tentang dunia ini.


Soalnya Leyasu sama sekali tidak tau tentang dunia ini karena dia sudaj berada didalam reruntuhan itu sekitar lima ribu tahun, pertama kali aku mendengar umur Leyasu aku langsung shok karena umurnya setara dengan benda antik yang ada dimusium sejarah.


Kami berjalan dengan sangat santai mungkin perjalanan itu memakan waktu sampai lima hari, saat kami tengah asik berjalan kami melihat ada seorang pria yang bersandar dipohon dengan keadaan yang sangat mengenaskan.


Aku menghampirinya namun sayang dia sudah tidak bernyawa. "Apa yang akan kita lakukan kepada jazad ini tuan?" Aku lalu berpikir sejenak lalu punya niatan untuk menggunakan kekuatan yang aku miliki untuk menghidupkanya sementara.


"Relife!" orang itu lalu membuka matanya namun dengan tatapan kosong karena niatanku sebenarnya hanya ingin tau apa yang terjadi kepada orang malang ini.


"Apa yang terjadi kenapa kau bisa terluka seperti ini?"


"Didesa berbahaya banyak dari mereka yang telah meninggal."


"Apa penyebabnya kenapa mereka bisa meninggal?"


"Iblis sudah menguasai kota." orang itu langsung mati kembali. "Master kelihatanya disana ada iblis yang sudah menjadikan desa atau mungkin kota yang ada disana menjadi sarang mereka."


"Kalau begitu kita lihat apa yang terjadi disana." Kami lalu melanjutkan perjalanan kami menuju tempat itu aku jadi sangat penasaran apakah iblis yang dimaksud itu seperti yang ada di film atau komik yang biasa aku baca, dunia yang sangat menarik sekali.