
☝🏻 The past of our FL
° Hope u like it °
.
.
.
Beberapa hari sebelum aksi dimulai...
"Celine?" Kata seorang pria asing yang entah datang dari mana.
"Ya?" Jawabnya sopan. Jika Celine mengenal seseorang, ia tak akan berbicara dengan formal. Dan untuk pria di hadapannya, bisa dipastikan bahwa ia adalah orang asing baginya.
"Ternyata itu benar-benar kau!"
"Uh? Anda adalah...?" Seingat Celine, ia tak pernah menjumpai atau pun mengenal pria ini. Lalu bagaimana pria ini mengetahui tentangnya?
"Ini aku, David."
"David Peterson?" Ucap Celine ragu.
"Akhirnya kau mengenaliku. Ku dengar kakakmu kali ini akan menetap untuk waktu yang lama, jadi aku ingin menemuinya. Sebuah kebetulan melihatmu di sini."
"Oh."
'Perilaku mereka berdua sungguh tak jauh berbeda.' Batinnya menghela nafas, berusaha menghibur diri. "Apa yang kau lakukan di sini?"
Celine meliriknya dengan dingin, kesal. "Apakah masih kurang terlihat jelas alasanku berada di sebuah cafe?"
"Aha ha ha kau benar. Sudah sangat jelas alasan kedatanganmu ke sini." Gelagapnya beriringan dengan tawa canggung.
Tak lama kemudian, bel pintu berbunyi, menandakan kedatangan seseorang. "Apa anda menunggu lama?" Ketika berhadapan dengan Celine.
"Yeah, you're late. I'm really busy and you're wasting my time.*" Sambil melihat pergelangan tangannya yang dihiasi arloji, akan terlihat sederhana bagi umum, tapi bagi yang mengerti fashion dan berpenghasilan tinggi dapat mengenalinya sebagai barang mewah. Hal ini saja sudah cukup membuktikan identitasnya yang tak dapat dikatakan biasa.
^^^(*Yah, kau terlambat. Aku sangat sibuk dan kau membuang-buang waktuku.)^^^
...Berbicara tentang identitas... suasana disekitar Celine yang awalnya memang sudah tak baik, menjadi makin mencekam. Orang-orang yang berada di sekitarnya pun merasakannya. Terutama kedua orang yang kehadirannya berada paling dekat dengannya, punggung mereka terasa dingin. Ini mungkin disebabkan oleh seseorang yang dikatakan membuang-buang waktunya....
...Bagi Celine, waktu adalah hal yang sangat berharga. Jadi ketika seseorang membuang-buang waktunya dengan percuma, itu dianggap melewati garis bawahnya. Dan mungkin orang itu akan diperlakukan dengan tak ramah. Dapat dikatakan beruntung jika hanya diberi perkataan dan pandangan yang tak ramah. Jadi yang mendapat lebih dari itu, sudah tak dapat dikatakan beruntung....
Keringat dingin mulai bercucuran pada punggungnya, menyebabkan baju bagian belakangnya basah. "Mohon maafkan saya, tiba-tiba ada urusan mendadak yang harus ditangani." Jantungnya terus berdegup kencang, ini bukan karena cinta, tapi karena ketakutan. 'Huhuhu, ini semua salah orang itu, kalau bukan karenanya aku tak akan mengalami hal ini.' Batinnya menangis. Kemudian menyadari sosok asing dibelakang Celine. "Ngomong-ngomong anda siapa?" Sambil memutar kepalanya 45° menghadap orang itu.
Pria itu hendak menjulurkan tangannya dan memperkenalkan diri. "Aku Dav—"
"Tak penting. Katakan saja apa yang dia inginkan." Potongnya tak ingin terlalu lama berdiam diri ditempat itu.
"Ah benar! Maafkan saya sebelumnya, tapi ini adalah hal yang pribadi." Ia mengatakannya pada Celine, tapi melirik pria di samping gadis itu.
Merasa tak berada di tempat yang seharusnya, pria itu pun melenggang pergi. "Kalau begitu, aku pergi dulu. Semoga kita dapat berjumpa dilain waktu." Mengedipkan sebelah matanya pada Celine.
Tak menghiraukannya, Celine menunggu kelanjutan. "Katakan."
"Saya diminta untuk menyampaikan perkataannya pada nona secara langsung." Jelasnya sebelum melanjutkan, "aku benar-benar merindukanmu, kembalilah bersama denganku. Aku sungguh menyesali perbuatanku padamu. Aku berjanji tak akan mengulangi perbuatan yang sama untuk kedua kalinya." Katanya pada Celine melalui bawahannya. "Anda tak ingin menemuinya, sehingga ia meminta saya menyampaikan perkataannya."
Celine mendengus, lalu menertawai perkataannya. "Apa ia hanya ingin mengatakan omong kosong ini? Jika tak ada hal lain lagi, aku pergi. Sampaikan padanya untuk tak berbicara omong kosong lagi, aku benar-benar muak dengan perkataannya yang selalu sama. Membuang-buang waktuku yang berharga saja." Kemudian pergi meninggalkan bawahannya.
...*♡*♡*...
Sesampainya di mobil, Celine mengambil ponselnya dan memanggil seseorang. "Temui aku di tempat biasa. Datang dalam waktu kurang dari sepuluh menit!" Tak menunggu balasan dan berkendara pergi.
"Baik!" Begitu panggilan dimatikan, ia memulai panggilan baru. "Datang dalam sepuluh menit pada tempat biasa!" Perintahnya sambil bergegas pergi pada tempat tujuan dengan tergesa-gesa. Meski begitu, kata-katanya terdengar tenang, seolah-olah ia tak sedang terburu-buru. Kemungkinan karena ini bukan yang pertama kalinya dan ia sudah terbiasa.
"En!" Begitu jawaban dari seberang terdengar, ia mematikan panggilan dan masuk dalam kendaraannya, melaju dengan pesat.
10 menit kemudian...
"Semua telah tiba, miss." Daisy memberi laporan.
"Bagus." Pujinya, lalu beralih menatap pria di sampingnya. "Wayn, selidiki kegiatan yang dia lakukan akhir-akhir ini. Jika ada hal-hal kotor, buat dia menanggung kesalahannya."
"Baik!" Katanya patuh, terdengar acuh tak acuh bagi yang lain.
"Dan kau..." Tatapannya mendarat pada gadis cantik yang di samping tempatnya duduk.
"Ya, miss?" Matanya berbinar kala mendapat tugas baru, apalagi jika itu tugas yang menyenangkan.
"Selidiki dan ikuti seseorang yang akan menjadi tamu dalam acara yang diselenggarakan sekolah Leyna dalam waktu dekat ini. Temukan identitasnya dan cari tahu apa tujuannya berada di kota ini. Lakukan secara diam-diam. Tampaknya dia bukan orang biasa, jadi lakukan dengan hati-hati, jangan sampai dia mengetahui penyelidikanmu tentangnya dan membuatnya tersinggung. Jika sampai hal itu terjadi... kau tahu akan akibatnya, bukan?"
Daisy yang mendengar hal itu bergidik ngeri dan menganggukan kepalanya tanda menyetujui. "Yes, miss." Mungkin karena telah terlatih, meski tengah menghadapi hal yang menakutkan, ia tetap terlihat tenang, dan itu membuat orang lain tak menyadari keanehan yang ada padanya. Jika tidak, lawan akan dapat melihat kelemahannya dan memanfaatkannya.
...Mereka yang mendapat perintah akan pergi begitu perintah diluncurkan. Sedangkan yang lain, yang belum menerima perintah, dan yang berada di ruangan yang sama dengan Celine, merasakan aura mengintimidasinya dan merasakan perasaan ketakutan yang tak dapat dijelaskan. Akan lucu jika terdengar oleh masyarakat bahwa sekumpulan orang dewasa merasa ketakutan pada seorang gadis kecil yang terlihat lemah lembut dan tak berbahaya....
...Namun itulah kenyataannya, gadis kecil yang mereka sebut imut itu, lebih berbahaya dari apapun. Jangan tertipu oleh penambilan polosnya yang dapat menggetarkan hati siapapun yang melihatnya. Karena dibalik itu semua, tersembunyi sosok kejam berhati dingin....
"Baiklah kalian bisa pergi." Mereka yang mendengar perkataannya langsung bergegas meninggalkan ruangan, tak meninggalkan kesempatan emas untuk melarikan diri darinya.
Begitu ruangan menjadi sepi dan hanya menyisakan dirinya, ia berguman dengan pelan, "Huft.. dasar para pengecut, mudah menjadi takut." Pernyataan itu ditujukan pada mereka yang melarikan diri dengan cepat begitu mendengarnya menyuruh mereka pergi. Bagaimana mungkin ia tak mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan mereka, para bawahannya?
...Secara tiba-tiba, pikiran yang tak ia bayangkan menghampiri benaknya. Bayangan pria asing yang ia temui ketika ia bersama sepupunya, yang tak berperilaku normal seperti para pria pada umumnya. Tingkahnya sungguh abnormal dalam tanggapan Celine. Tapi hal yang mengganjal adalah ia merasa jika latar belakang pria itu tidak sesederhana kelihatannya. Penglihatannya tak pernah salah sebelumnya, jadi ia yakin tentang pria itu....
Setelah merenung untuk waktu yang tak diketahui, Celine mulai menggali informasi yang bisa didapatkannya untuk menemukan identitas pria yang masih misterius itu. "Temukan identitas pria penabrak yang ku temui di restoran kota S."
Orang diseberang terdiam selama 5 detik, hendak mengajukan pertanyaan, tapi kemudian ragu-ragu dan menelan kembali kata-katanya. "Baik."
...Celine bukan orang bodoh yang tak menyadari hal-hal kecil yang kelihataannya sederhana, salah satu contohnya ketika terdapat keanehan pada pria diseberang. Tapi ia bertindak seolah-olah ia tak mengetahuinya. Ini bukan waktu yang tepat dan ia tak mau mengurusi hal-hal itu saat ini. Tapi beda halnya jika hal itu berhubungan dengan asmara. Meski akan terlihat dengan sangat jelas bagi orang lain, ia akan menjadi orang paling lambat yang menyadarinya. Sungguh malang jika seseorang jatuh hati padanya....
Di sisi lain...
...Ronald yang panggilannya telah terputus oleh pihak lain, harus menghela nafas, salah satu pria malang yang jatuh cinta pada seseorang yang lambat, Celine. Perasaan sedih menghampirinya. Lagi dan lagi ia harus menekan perasaannya yang bergejolak untuk gadis dingin di seberang yang saat ini memiliki hubungan atasan-bawahan dengannya. ...
...Sebenarnya ia tahu bahwa ia bukan satu-satunya pria yang memiliki perasaan pada gadis itu. Tapi ia harus bagaimana lagi, ia bisa melakukan apapun, tapi takkan bisa tak jatuh pada pesona gadis luar biasa itu. Yang pesona dan kharismanya tak bisa diragukan lagi dan bisa membuat pria manapun bertekuk lutut padanya. ...
...Sudah bukan rahasia lagi bagi para bawahan Celine jika Ronald menyukainya, namun orang yang ia sukai sampai sekarang tak menyadarinya. Karena hal itu, jika para bawahan Celine berpapasan dengannya, mereka akan mulai menunjukkan raut wajah sedih dan mulai menepuk bahunya, berusaha menghiburnya, membuatnya terlihat menyedihkan dan patut dikasihani....
...Ia tahu jika gadis luar biasa itu tak hanya akan menetap menjadi seperti sekarang, cepat atau lambat gadis itu akan terus tumbuh dan tumbuh dengan tinggi, ia akan mulai dikenal lebih banyak orang dimasa depan, dan akan terus bertambah seiring berjalannya waktu. Ia tak mampu menahan rasa khawatir jika nanti ia tak mampu berdiri disisinya dan bersama dengannya lagi untuk menemaninya....
...Tepat ketika pikirannya akan terus berkelana, seseorang mengetuk pintu ruangannya, ruang tertinggi dari gedung perusahaan yang saat ini sedang semakin maju dan terkenal, ruang CEO Li, Li Lei. Menyadarkannya dari lamunannya. Begitu dia berkata 'masuk,' seseorang memasuki penglihatannya begitu pintu terbuka. ...
...Seorang wanita cantik dengan beberapa dokumen ditangannya berjalan mendekati meja kerjanya. Begitu ia berjalan pinggulnya bergerak beriringan dengan langkah kakinya, tiap langkahnya menciptakan bunyi sepatu khas high-heels. Ia mengenakan pakaian kerja yang tak menampakkan lekuk tubuhnya, tapi itu tak cukup untuk menutupi keindahan didalamnya. Seseorang masih akan dapat melihat lekuk mempesona miliknya....
...Sebelum memasuki ruang kantor CEO, orang-orang menempatkan perhatian mereka padanya. Terlebih lagi dengan penampilannya, itu sudah lebih dari cukup untuk menjadikannya pusat perhatian. Begitulah yang terjadi selama masa kerjanya diperusahaan Ronald. Itu terus terjadi pada keesokkan harinya, dan seterusnya. Ia terus menjadi pusat perhatian. Bahkan pada setiap kegiatan yang ia lakukan, ia akan selalu diperhatikan....
...Membuat para wanita terbakar api kecemburuan dan para pria menggilainya. Berkat hal ini ia memiliki kepribadian yang sombong dan arogan, membuat para wanita semakin membencinya. Karena kepribadiannya, ketika para pria memberikannya bunga dan hadiah lainnya, ia akan menolak mereka dengan keras. Baginya pria sempurna seperti CEO perusahaan tempatnya bekerjalah yang cocok berdiri disisinya menjadi kekasihnya dan akan lebih sempurna lagi jika menjadi istrinya....
Ia berpikir tak akan ada pria yang yang menolak kecantikan, dan pastinya pria dihadapannya tak terkecuali. Meletakkan dokumen di meja, ia berkata dengan nada yang dibuat semanis dan sehalus mungkin. "CEO Li, ini beberapa dokumen yang memerlukan persetujuanmu."
"Letakkan di situ."
"Baik."
Melihatnya tak kunjung melangkahkan kakinya keluar, Li Lei membuka suara, "Ada lagi?"
"Tidak ada."
"Jadi apa yang kau lakukan di sini? Tolong keluar."
"Um... Apa CEO membutuhkan secangkir kopi? Saya bisa membuatkannya untuk anda. Anda terlihat lelah, jadi mungkin saya bisa sedikit membantu dengan membuatkan kopi."
"Apa kau mempertanyakan kelalaianku dalam menjaga tubuhku sendiri?"
"Tidak! Saya tak bermaksud mengatakan itu."
"Jadi kau mengatakannya karena ketidaksengajaan?"
"Bukan. Sa-saya tid-"
Sebelum wanita itu menyelesaikan perkataannya, Li Lei yang dalam suasana hati yang buruk menggeram, "Bisakah kau pergi saja sekarang?"
...Dengan gemetar wanita itu melarikan diri dari ruangannya sambil menangis sesegukan. Terlihat sangat menyedihkan, tapi baginya itu memuakkan....
...*♡*♡*...
"Semua siap?"
"A siap!"
"M siap!"
"R siap!"
"A2 siap!"
"Target akan tiba dalam beberapa menit. Persiapkan diri."
"En!" Jawab keempatnya serempak.
...Pintu besar aula yang semula tertutup tiba-tiba terbuka, menampilkan sosok pria tampan dengan setelan formal. Dengan wajah yang begitu indah nampak seperti pahatan yang sempurna dan dengan ekspresi wajahnya, orang-orang dapat menyimpulkan ia adalah orang yang tegas, membuat orang-orang menghormatinya. Sedangkan yang berdiri tak jauh darinya juga tak kalah tampan. Bedanya, kesan yang dimilikinya adalah hangat, membuat orang-orang merasa nyaman. Ciri-ciri pria idaman para gadis-gadis muda. ...
...Kedatangan mereka menyebabkan kebisingan, tentunya berasal dari para wanita, baik dari yang muda maupun tua. Para pria hanya menghela nafas gusar melihat para wanita menjadi bersemangat dan melupakan mereka kala melihat kedua pria itu, menyebabkan kedua pria itu menjadi sasaran empuk dari tatapan kebencian dan iri dari mereka. ...
...Tapi tunggu!...
...Wajah kedua pria itu terlihat familiar bagi seseorang di sini......
"Anne, what're you doing? Focus!"
"Ah oh, o-okay, sorry..."
TBC ♡