The Goddess

The Goddess
~ S a t u ~



...Tidur yang diganggu Auntynya membuat mood seorang gadis imut menjadi buruk pada pagi yang cerah....


...Padahal sebenarnya dia berencana untuk tidur sampai siang, karena tadi malam ia sibuk dengan pekerjaannya yang menumpuk akibat ia tunda selama seminggu....


...Namun rencananya digagalkan oleh teriakkan Aunty Lily. Jadi ia tak punya pilihan lain selain bangun dari tidurnya, kalau tidak, telinganyalah yang akan kena akibat dari suara Auntynya....


...Dengan ogah-ogahan, gadis itu bangun dan dibantu duduk dikursi roda oleh Lily, kemudian didorong ke kamar mandi untuk mandi, atau lebih tepatnya dimandikan....


15 menit kemudian...


"Kamu mau pakai baju apa hari ini?" Kata Lily pada keponakan kesayangannya.


"Terserah Aunty saja, apapun yang Aunty pilihkan selalu bagus." Jawab gadis itu dengan suaranya yang menggemaskan.


Gadis itu memekik kesakitan karena dicubit pipinya "Awh, sakit Aunty..."


"Ah maaf maaf, kamu terlalu gemesin." Ucap Lily dengan penuh penyesalan (tak ada penyesalan) "Ayo kebawah, sudah pada ditungguin."


...Sesampainya dimeja makan,...


...semua yang berada disitu menyapa gadis itu, dan gadis itu hanya menjawab dengan senyum manisnya....


...Oh ya, nama gadis itu adalah...


...Celine Ivy Adelynn, anak kedua dari keluarga Adelynn, Keluarga yang tercatat sebagai keluarga terkaya sedunia selama tujuh generasinya....


...Tapi sayangnya, meski tercatat sebagai keluarga kerkaya didunia, hidup Celine tak begitu bahagia, hidupnya selalu terancam bahaya karena kekayaan keluarganya itu....


...Dan 6 tahun lalu ia harus kehilangan kedua orangtuanya dalam kecelakaan. Pada saat itu ia dan kedua orangtuanya sedang dalam waktu liburan. Tapi dalam perjalanan, tiba-tiba datang sebuah truk yang sedang melaju dalam kecepatan tinggi. Pada saat itu ia sangat terguncang dan tak tau harus berbuat apa....


"Hayo, lamunin apa?" Lamunan Celine dibuyarkan oleh perkataan salah satu sepupunya, Ray.


"Ah.. it's nothing." Ucap Celine berusaha menutupi.


"Really...?" Ray yang masih penasaran tak bisa menahan untuk bertanya dengan nada jailnya yang khas.


Sebal oleh kelakuan sepupunya itu, Celine menyumpal mulut Ray dengan roti ditangannya "Nah jadi tenang kan sekarang?" Kata Celine, yang dibalas tatapan sebal oleh Ray, dan kekehan anggota keluarga lainnya. "Ah sepertinya aku harus pergi, mau menemui man-teman."


"Hati-hati di jalan, minta diantar pak Hendro aja ya, terus jangan pulang kemaleman, inget loh ya jangan kemaleman." kata suami Lily, Hans.


Karena tak ingin ambil pusing ia pun menjawab, "Oka Uncleku sayang." kata Celine sambil menciumi pipi Uncle, Aunty, dan yang lainnya.


"Nanti pulangnya ku jemput aja ya?" kata Ray dan Mike bersamaan, membuat yang lainnya terkekeh. Mike, kakak Ray, sepupu Celine.


"Aku aja yang jemput, kamu sekolah aja yang bener." Kata Mike dengan nada santainya


"Aku aja! Kakak kan kerja!" Kata Ray marah


"Seterah kalianlah, dah.." Ucap Celine meninggalkan kedua kakak beradik yang sedang beradu mulut itu. "Oh ya Aunty tolong dorongin ya, sama bantuin naik mobil." Celine mengatakannya dengan cengiran khas miliknya.


"Antar ke cafe Lavender ya pak." Kata Celine setelah masuk ke mobil. "Dadah Aunty." tak lupa ia berpamitan dulu. Dan dibalas dengan lambaian tangan oleh Lily.


...*♡*♡*...


...Sesampainya disana, Celine langsung masuk ke cafe, ia mendorong sendiri kursi rodanya dan meminta Hendro untuk langsung pulang. Karena Hendro adalah bawahan yang setia, jadi dia tak membantah dan melakukan seperti yang diperintahkan atasannya, (asalkan bukan hal yang melanggar hukum)....


...Celine memasuki toilet dan mengambil ponselnya, menelepon seseorang....


...Setelah beberapa saat, seorang wanita cantik mendatangi cafe yang sama yang didatangi Celine....


...Ketika memasuki cafe, semua mata tertuju padanya, baik dari kaum Adam atau Hawa, semua mengaguminya. Dan.. ia juga persis melakukan seperti yang Celine lakukan, yaitu memasuki toilet. Lalu mengetuk salah satu pintu toilet yang tertutup, ia mengetuknya tiga kali....


...Kemudian keluarlah wanita yang tak kalah mempesona dan jauh lebih cantik dari wanita yang mengetuk pintu itu. Wanita cantik ini menyuruh bawahannya, yang adalah wanita yang mengetuk pintu tadi untuk membereskan barang-barangnya....


"Baik, miss." Katanya lagi.


"Apa semuanya baik-baik saja Daisy?" Tanya wanita cantik itu pada bawahan yang merupakan tangan kanannya.


"Akhir-akhir ini semuanya aman-aman saja miss. Oh ya, dimana saya harus menaruh kursi roda ini? Apa masih ditempat biasanya?" Jawab Daisy, tangan kanan wanita cantik tadi.


"Tidak, hari ini taruh di bawah saja."


"Baik." Jawab Daisy sigap. "Hari ini anda mau kemana miss? Dan ingin menjadi siapa?" Tanya Daisy.


Wanita cantik itu tengah berpikir dan


"Ah... bagaimana dengan menjadi karyawan di perusahaan yang punya image yang bersih? Kau sudah menyelidikinya beberapa bukan? Jadi yang mana yang akan kita selesaikan?" Pertanyaan demi pertanyaan ditanyakannya pada Daisy.


...Daisy dengan sigap mengeluarkan file-file dan mulai membacakannya. And... untuk memperjelas, kursi roda tadi yang katanya disimpan dibawah maksudnya di ruang rahasia bawah tanah, atau lebih tepatnya dibawah toilet cafe....


...*Okay, back to topic*...


"Meski dikenal sebagai perusahaan yang bersih, ternyata dalam perusahaan ini terdapat karyawan yang suka korupsi. Saat ini, hal itu belum diketahui oleh atasannya karena sedang dalam perjalanan bisnis di luar negeri, dan pekerjaannya ia berikan pada sekretarisnya. Nama perusahaan ini adalah Shine Corporation, perusahaan yang bergerak dalam bidang teknologi, meski perusahaan ini tak begitu terkenal tapi perusahaan ini pernah memiliki hubungan kerja sama dengan perusahaan yang dipegang sepupu ibu anda sebelum beliau sakit-sakitan." Penjelasan panjang lebar Daisy pada atasannya.


Wanita cantik itu pun sedikit menyunggingkan bibirnya, pertanda ia sedang memikirkan rencana. "Karena mereka pernah punya hubungan kerja sama dengan Aunty Cindy, kita bantu mereka saja." Yang dibalas anggukan oleh Daisy


...Tanpa perlu diperintahkan, Daisy segera menyiapkan hal-hal yang akan digunakan atasannya untuk menjalankan misinya, seperti identitas baru, dan yang lainnya....


...*♡*♡*...


...Dengan seringaian yang merekah diwajahnya, ia berjalan memasuki gedung 15 lantai dengan santainya. Begitu memasuki gedung, semua mata memandang kearahnya, beberapa dari mereka memandangnya hanya karena penasaran....


...Bisik-bisikan mulai terdengar ketika wajah-wajah asing mulai berjalan memasuki gedung tempat mereka bekerja. Sehingga yang terdengar oleh orang yang masuk hanyalah bisingan....


"Wah, kayaknya mau wawancara juga."


"Kelakuannya nanti kalo keterima bakal kayak gimana ya? Moga-moga aja kagak galak."


"Itu tu ada lagi yang dateng."


"Semoga yang dateng selanjutnya cantik-cantik, pen cuci mata gitu..."


"Pengennya yang gateng aja dah, lebih bagus lagi kalo kayak Oppa-Oppa Korea, gak akan ijin sakit dah, walaupun emang sakit."


"Halah, palingan yang dateng wawancara semua mukanya biasa aja."


"Pen berharap juga, tapi takut kecewa, udah buang-buang tenaga, kecewa lagi! Mending simpen tenaga buat kerja."


...Ada yang berpikiran optimis, dan ada yang berpikiran pesimis. Tapi sejujurnya, yang mereka harapkan hanya wajah yang indah. Untuk cuci mata tentunya. -_-...


...Hari ini, di gedung itu, ada wawancara kerja untuk wakil sekretaris baru. Sepertinya sekretarisnya kewalahan untuk mengurus pekerjaan CEOnya, sekaligus pekerjaan sebagai sekretaris. Dan kesempatan ini tentunya tak dilewatkan olehnya. 'Kalau ada kesempatan kenapa tidak dilakukan?' Itulah katanya....


...Setibanya ditempat wawancara, sudah ada banyak calon-calon yang datang. Beberapa dari mereka sudah terpanggil dan mulai pulang. Yang lain masih menunggu nomor antriannya dipanggil. Ada yang gugup, ada yang percaya akan diterima, dan ada yang memainkan handphone karena bosan menunggu....


"Nomor 45-50 dipersilahkan untuk masuk!"


...Karena nomor antriannya adalah 47 jadi tibalah saat untuknya masuk. Riwayatnya telah dibaca oleh Kayla, sekretaris perusahaan Shine Corporation....


...Saat ini, raut wajah Kayla sedang serius, membuat nyali siapa saja menciut. Tapi karena raut wajah Kayla itu, membuat salah satu dari peserta dalam wawancara ini semakin bersemangat untuk menjalankan misinya. 'Sepertinya ini akan menyenangkan.' Katanya dengan seringaian yang makin melebar dari sebelumnya....


TBC ♡