
° Hope u like it °
.
.
.
"Yah, seperti yang kau lihat, tak ada yang berubah."
"Kau benar, sikap sombongmu tak pernah berubah."
^^^"–_–"^^^
"Oh ya bagaimana dengan adikmu? Aku ingat terakhir kali melihatnya ia memiliki wajah yang sangat imut, dan itu sudah beberapa tahun yang lalu. Pasti sekarang sudah—"
^^^"Jangan macam-macam, berani kau dekati adikku. Kau akan tau akibatnya."^^^
"Hey hey, tenang.. aku hanya bertanya."
^^^"Hm, aku tak mempercayaimu."^^^
"Wah, kau begitu mengenalku. Kalau begitu tak perlu berbasa-basi lagi. Tunggu dan lihatlah hehehe..."
^^^"KAU—"^^^
Tut... tut... tut...
"Kampret!!" Seru kakak esmosi.
...*♡*♡*...
"Kau yakin?" Tanya Anne.
"Yah.. kau mau aku bagaimana lagi?" Kata Celine acuh.
"Setidaknya berusahalah menghindarinya."
"Apa kau benar-benar berpikir dia akan melepaskanku semudah itu?"
"Hm... sepertinya tidak."
"Nah kau tau bahwa itu tak mungkin, lalu kau memintaku untuk berusaha menghindar?"
"Eh.. iya juga ya, ehehehe." Anne bingung harus bagaimana membantu sepupu perempuan satu-satunya ini. "Sepertinya untuk waktu dekat ini hidupmu tak akan berjalan dengan tenang. Dilihat dari betapa keras kepalanya pria itu."
"I don't care about him."
...Anne hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah sepupunya yang akan tak berminat jika sudah menyangkut orang yang baginya adalah 'orang asing.' Yah... dia tak bisa menyalahkan sikap sepupunya yang satu ini, karena sikapnya terbentuk menjadi seperti itu dikarenakan hal yang tak diharapkan terjadi....
"Oh ya, bagaimana dengan pria yang di restoran waktu itu?" Sarkas Anne tiba-tiba teringat kejadian beberapa minggu yang lalu.
"Pria itu sangat aneh." Katanya sambil meletakkan jari telunjuk pada dagunya, nampak berpikir. Ia sedang serius sekarang, tapi tingkahnya malah terlihat imut.
Anne sangat gemas melihat perilaku sepupunya. Tapi dengan terheran-heran dia bertanya, "hanya itu kesanmu padanya?"
"Yep"
'Sudahlah, aku takut nanti hanya menguras tenaga dengan berdebat dengannya.' Batin Anne diam-diam menghela napas pasrah. "Memang apa yang terjadi? Kau menganggapnya aneh pasti ada sebabnya." Masih dengan rasa penasaran yang tinggi.
"Apa kau benar-benar tak mengingatnya?" Liriknya pada Anne, masih dengan sikap acuh. Pandangannya menjadi dingin ketika mengingat-ingat kejadian itu.
Flashback
'Apa dia gila? Baru kali ini ada orang yang tiba-tiba senyam-senyum sendiri abis pasang muka datar, sedatar papan cuci.' Batin Celine, tak habis pikir dengan tingkah laku pria aneh dihadapannya.
Anne yang berdiri tak jauh dari Celine pun menghampirinya dan merasa khawatir. "Kau tak apa? Dilihat dari postur tubuhnya sepertinya itu akan sangat menyakitkan ketika menabraknya."
"Akan? Aku sudah terlanjur ditabraknya!"
Anne pun tak tinggal diam, ia mulai protes. "Maaf tuan, tapi kau telah menabrak sepupuku, bukankah kau seharusnya meminta maaf?"
Tak kunjung membuka suara, Edward yang merasa tak enak akan sikap sobatnya pun ikut andil. "Maafkan temanku yang satu ini ya. Biar aku yang akan akan bertanggungjawab mengganti rugi atas perilakunya pada kalian."
"Kami tak bicara padamu, apa hakmu berbicara di sini?" Kali ini Celine yang bersuara, dengan nada ketusnya.
"Eh..." Edward kewalahan, tak tau harus berbuat apa. Ia menggaruk tengkuknya yang tak gatal sambil memandang sobatnya meminta bantuan. 'Harusnya masalah ini diselesaikan olehnya, kenapa aku yang menyelesaikannya? Hiks.. hiks.. hiks..' Edward menangis dalam hatinya. 'Sungguh malang nasibku berteman dengannya.' Tambahnya.
...Masih tak kunjung bersuara, pria itu sedari tadi hanya menatapnya dengan lekat, pandangannya seakan sedang menilai dirinya. ...
Celine yang jengah pun berbicara. "Sudahlah, ayo pergi, membuang-buang waktuku saja berdebat dengan mereka." Katanya pada Anne. Tak ingin berlama-lama berdekatan dengan pria gila itu. Mereka sudah cukup lama menjadi pusat perhatian para pengunjung restoran, membuatnya merasa risih.
Back to the present
"Hih.. aku merinding membayangkan kejadian itu. Dia hanya memandangiku dari atas ke bawah, menilaiku seolah-olah aku adalah barang. Pandangannya seperti om-om mesum. Atau jangan-jangan memang benar seperti itu? Semoga dimasa depan kita tak bertemu lagi." Bulu kuduk Celine berdiri, ia merasa geli bila mengingat pria gila mesum itu.
"Benar juga, kalau tak sengaja bertemu atau melihatnya, lebih baik menjauh sejauh-jauhnya." Saran Anne.
"Aku tau, tak perlu kau beri tau pun akan kulakukan. Oh ya, sebentar lagi aku akan pergi ke luar. Jika yang lain bertanya bilang aku menemui teman-temanku."
"Baiklah, tapi ingat untuk cepat kembali."
...*♡*♡*...
"Daisy."
...Hanya dengan satu kata itu, sebuah bayangan muncul di belakangnya. Yang hanya akan muncul ketika dipanggil. Dan menunggu perintah. ...
"Yes, miss?"
"Aku cukup sibuk akhir-akhir ini. Jadi ku serahkan padamu. Bereskan Mason Brown dalam 1 jam."
"Baik."
...Daisy menghilang dari hadapannya secepat kilat. Tak ingin membuat atasannya menunggu terlalu lama. Dan melaksanakan tugas sesuai perintah. Tidak lebih dari 1 jam....
Selepas Daisy pergi, Celine menyandarkan tubuhnya pada kursi kebesarannya. "Huft.." Ia menghela napas letih.
Ronald* yang baru masuk pun menghampirinya sambil menyodorkan teh buatannya. "Beristirahatlah, kau terlalu memaksakan diri bekerja."
^^^(*Tangan kiri Celine, Chapter 2)^^^
"Sepertinya kau terlalu senggang beberapa hari terakhir ini, sehingga mencampuri urusanku?"
...Mungkin orang lain akan terpengaruh dan takut dengan perkataan Celine. Tapi tidak dengan Ronald, salah satu orang terdekat dan terpercaya Celine. Bagi mereka yang mengenalnya, ancaman darinya adalah hal yang biasa. Bukan hal yang patut dikhawatirkan....
Merasa bersalah, Celine pun mengubah cara bicaranya menjadi lebih rendah. "Maaf, aku terlalu terpengaruh emosi sehingga tanpa sadar memperlakukanmu dengan buruk."
"Tak apa, tapi sepertinya kau butuh bantuanku?"
Celine hanya menatapnya, lalu mengangguk sebagai isyarat bahwa yang dikatakan Ronald benar. "Kau mengenalku dengan baik."
...Ronald merengkuhnya dengan erat, menyalurkan rasa hangat dari tubuhnya, berharap Celine merasa lebih tenang. Baginya Celine adalah orang yang sangat berharga....
...Celine merasa nyaman, dan merasa sangat beruntung memiliki orang-orang yang menyayanginya. Tak ada yang lebih penting dari pada mereka. ...
...Sebenarnya......
...Ronald mencintai Celine, dan itu sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Tapi Celine tak mengetahuinya. Tak mengetahui isi hati Ronald yang sebenarnya. Tak mengetahui kebenaran dibalik perhatian dan kasih sayang dari Ronald padanya....
...Tapi Ronald tak menyerah, ia berharap suatu saat nanti. Celine akan menyadari perasaannya. Menerimanya disisinya, dan mencintainya seperti dirinya mencintai Celine. Jika mendapat kesempatan dan waktu yang cocok ia akan mengungkapkan perasaannya. ...
...Kalau bisa ia ingin mengatakannya sekarang, tapi ini bukan saat yang tepat, Celine masih belum bisa menerima siapa pun dihatinya. Ia masih trauma dengan yang namanya 'pengkhianatan dari orang dicinta'....
...Seandainya Celine mengetahui hal ini, entah apa reaksinya......
...*♡*♡*...
...Ronald,...
...Seorang CEO dari salah satu perusahaan ternama di Cina, Ronald adalah nama profesionalnya. Nama aslinya adalah Li Lei. Berkat kesuksesannya dalam memimpin perusahaannya. Namanya menjadi sangat terkenal di Cina, bahkan melebihi para selebriti. Ia menjadi pencarian terhangat dan pria idaman yang ingin dinikahi para wanita di sana....
...Ia dikenal dengan sifat dingin dalam bekerja, disiplin dalam memimpin, dan ketampanannya yang langka. Namun dibalik semua itu, ia hangat pada Celine, gadis yang dicintainya. ...
...Pertemuan keduanya adalah hal yang sudah direncanakan oleh kedua belah pihak. Keduanya menjalin hubungan kerja sama, yaitu ayah Ronald sebagai investor bagi perusahaan yang dipimpin Celine. ...
...Pada waktu itu, Ronald masihlah remaja berusia 16 tahun dan belum menjadi seorang CEO, tapi ayahnya, George atau lebih tepatnya Li Mo. Dan ia masih menjadi pelajar. Ia diminta ayahnya untuk ikut dalam pertemuan keduanya, supaya bisa belajar cara memimpin perusahaan mereka kelak....
...Dipandangan publik, Celine adalah seorang wanita dewasa, sehingga bisa memimpin suatu perusahaan yang begitu besar. Tanpa mereka ketahui bahwa Celine sebenarnya masihlah seorang gadis kecil. Yang usianya bahkan belum mencapai 11 tahun....
...Sebenarnya Ronald dan ayahnya juga punya pandangan seperti itu. Sehingga ketika bertemu langsung dengan CEO dari perusahaan yang dikenal dunia itu, ia dan ayahnya shock berat. Mereka berdua tak menduga jika gadis kecil inilah otak dari perusahaan itu. Awalnya ia beserta ayahnya ragu akan gadis kecil itu. ...
...Tapi ketika dihadapkan langsung dengan pekerjaan. Gadis kecil yang mereka kira mudah dihadapi itu membuat mereka bertambah shock. Ia bekerja dengan sangat profesional. Jadi inilah alasan perusahaan yang sudah sukses itu menjadi makin sukses dalam jangka waktu yang sesingkat itu....
...Ronald yang masih remaja itu pun kagum pada Celine, kagum akan gadis yang masih sekecil ini sudah menjadi CEO, bahkan cara kerjanya sudah seperti orang dewasa yang memiliki pengalaman selama bertahun-tahun. Mulai saat itu Ronald belajar bahwa kita tak boleh menilai buku dari sampulnya saja....
...Seiring berjalannya waktu, mereka mulai saling mengenal. Celine mulai menerima Ronald sebagai teman. Tanpa ia sadari, Ronald yang awalnya mengaguminya, perlahan-lahan berubah menjadi menyukainya....
...Itu adalah awal pertemuan mereka yang konyol, yang sekarang sudah menjadi atasan-bawahan dan sahabat. Jika Ronald mengingat-ingat awal mula mereka bertemu, ia akan tertawa. Menertawai kelakuannya dulu pada Celine, yang masih menjadi gadis kecil dan ia yang masih remaja....
"Hei, apa kau juga ikut menjadi gila? Apa yang kau tertawakan?" Beo Celine merasa heran.
Tersadar akan kelakuannya Ronald pun berdehem, "cuma teringat kejadian lucu."
"Sepertinya seru, coba ceritakan."
"Eh? Itu tak selucu yang kau pikirkan. Lebih baik melakukan hal yang berguna." Gugupnya sehingga mencoba mengalihkan topik pembicaraan.
'Ada yang tak beres dengannya.' Pikir Celine. "Kau mencurigakan, apa jangan-jangan ada gadis yang kau sukai? Ayolah.. beri tau aku, siapa gadis beruntung ini?"
"Kau mengenalnya." Ronald pasrah.
"Hanya itu? Berikan aku clue lagi, kau dan aku mengenal banyak orang. Tak mungkin aku harus menebak salah satu dari mereka. Ayolah Lei-ge*." Celine menampilkan puppy eyesnya pada Ronald. Berharap Ronald luluh akan hal-hal yang imut.
^^^(*Panggilan kakak untuk Li Lei, biasanya digunakan oleh orang yang dekat di Cina.)^^^
"Carilah sendiri." Jika percakapan ini terus dilanjutkan, hati Ronald tak akan kuat menahan rasa sakit. 'Jika saja kau tau bila orang yang kau pertanyakan adalah dirimu sendiri.' Lanjutnya dalam hati.
"Huh! Dasar pelit!"
"I'm back, miss!" Daisy datang setelah menyelesaikan tugasnya. "Sesuai perintahmu, aku menyelesaikan misi tidak melebihi 1 jam."
"Good girl, sekarang kau ikut aku menemui seseorang." Sambil melirik Ronald sinis, ia kesal tak langsung diberitahu.
...Daisy bingung, ada apa dengan keduanya? Ia menatap Ronald dengan pandangan bertanya, yang dibalas dengan wajah kecewa dan helaan napas. Sekarang ia mengerti, ini soal perasaan Ronald pada Celine. Ia mengasihani Ronald, yang mencintai orang seperti Celine....
...Tapi memang selama ini tak pernah ada pria yang bisa menolak pesona majikannya, tak pernah ada yang tak mengaguminya. Bahkan tak jarang jika ada yang menguntitnya. Daisy sungguh bingung, harus ia apakan nonanya supaya tak mengundang banyak lalat?...
...Sudahlah, jika terus dipikirkan maka akan menyebabkan sakit kepala dan susah tidur....
...*♡*♡*...
...Disinilah mereka, dihadapan gedung bercat putih dengan 10 tingkat. Orang-orang sering menyebut tempat ini 'rumah sakit.' Ketika masuk kedalam, akan tercium bau obat-obatan, dan orang-orang yang berlalu-lalang....
...Sebelumnya Celine sudah mengatur penampilannya agar terlihat seperti biasanya. Mengenakan kacamata bulat yang tebal, mengikat rambutnya menjadi pony tail, dan menggunakan kursi roda. Celine sebenarnya tak bermaksud berbohong dengan mengubah penampilannya. Ia hanya belum siap mengatakan yang sebenarnya. Ketika waktunya tiba ia akan mengatakannya dengan jujur dan tak menyembunyikan apapun....
...Tujuan yang mereka tuju ada dilantai teratas, lantai 10, seluruh lantainya adalah milik seorang pasien yang dirawat disana, dan kebetulan pasien ini adalah auntynya, aunty Cindy....
...Aunty Cindy sudah dirawat di rumah sakit ini untuk waktu yang cukup lama, sekitar 7 bulan lamanya. Selama itu pula ia hanya berbaring ditempat tidur. Ia tak sanggup berdiri karena terlalu lemah. Celine yang melihat keadaan auntynya pun merasa sedih....
Ia berdiri didepan pintu dan menatap auntynya, kemudian masuk. "Hi aunty, how's your day?"
"Oh, Celine? Like always. Aku hanya berbaring ditempat tidur."
"Aunty, jangan sedih, aku pun jadi ikut sedih. Aku menemukan seorang dokter profesional yang ternama. Ada kemungkinan aunty akan sembuh. Jadi jangan terus bersedih." Katanya memberi semangat.
"Hm.. baiklah, semoga kali ini aunty bisa sembuh."
"Aku akan menemai aunty hingga aunty sembuh."
...Akhirnya, hari itu pun dihabiskan dengan canda tawa, dan obrolan lainnya. Celine menceritakan hal-hal yang terjadi selama Cindy dirawat. Mulai dari yang penting hingga tak penting. Cindy yang mendengarkan pun sering tertawa karena kejadian-kejadian konyol yang Celine ceritakan....
...*♡*♡*...
...Waktu yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Waktu yang telah ditetapkan untuk memulai rencana besar. Hari ini tanggal 26 Februari, pukul 18.15, diadakan sebuah acara, tak cukup meriah tapi sudah cukup untuk menjalankan rencana. Dekorasinya terkesan elegan, tak ingin terlalu norak dengan banyak hiasan yang mencolok mata. Tamu-tamu yang diundang pun tak begitu banyak. ...
...Para tamu ini diundang oleh sekolah. Berbeda dengan Celine, Anne, dan yang lainnya. Mereka tak dindang sekolah tapi bisa menjadi tamu karena adalah keluarga sang host. Dan pada acara ini Leynalah yang menjadi pembawa acara. ...
...Aneh... itulah hal yang dipikirkan Celine. Jika hanya menyambut seorang tamu, kenapa mereka menggunakan Leyna sebagai host, yang adalah murid andalan sekolah mereka, dan yang biasanya hanya akan ditugaskan untuk mengurus hal-hal besar. Jadi tak mungkin hal ini sesederhana itu....
...Siapa tamu yang akan datang ini? Status apa yang dia miliki? Seberapa berpengaruhnya dia? Kenapa mereka memperlakukannya dengan khusus? Dan masih banyak lagi pertanyaan lain yang terlintas dibenaknya. Tapi ia tepis sementara, untuk memfokuskan pikirannya pada rencana yang telah mereka susun. Setelah ia benar-benar yakin baru beri tau yang lain....
...Saat ini Celine tengah memerankan perannya sebagai salah satu tamu. Begitu juga dengan kakak dan Mike. Mereka berdiri di tempat yang berbeda. Celine yang pertama memberi aba-aba, kemudian Mike, dan dilanjutkan oleh kakak. Ketika kakak menerima sinyal. Rencana pun dimulai....
TBC ♡