The Goddess

The Goddess
~ T i g a ~



...Seorang gadis tengah berlari-lari digelapnya malam, tampaknya ada beberapa orang berpakaian serba hitam yang sedang mengejarnya. Keringat mulai membasahi pelipisnya yang seputih salju. Kakinya penuh dengan luka akibat berlari tanpa alas kaki, sepertinya ia tak sempat untuk mengambilnya. ...


...Gadis itu mulai berguman tak jelas, dan pelupuk matanya telah dipenuhi dengan cairan sebening kristal yang tak henti-hentinya mengalir. Tiba-tiba sebuah cahaya yang amat sangat terang menabrakkan diri padanya....


...Seseorang sudah berada di sampingnya dan menampakkan wajah yang khawatir, takut dengan kondisi gadis itu yang terlihat pucat dan bibirnya membiru, serta semua badannya yang basah oleh keringat....


Dengan iba bertanya, "Kamu ngga apa-apa? Apa ini karena mimpi itu lagi?"


Gadis itu tak menjawab dan malah memeluknya dengan erat, seolah membenarkan pertanyaan auntynya itu. "Sudah, sudah, ngga apa-apa, ada aunty disini. Ayo tidur lagi. Akan aunty jaga sampai kamu tertidur." Kata Lily berusaha menenangkan keponakannya.


...Gadis itu pun mengangguk dan melakukan seperti yang diperintahkan auntynya. Kemudian tertidur di pangkuan auntynya kerena belaian lembut yang memberikan kedamaian dan ketenangan. 'Kasian kamu.. harus mengalami trauma yang sangat berat pada usiamu yang masih sangat kecil' ucapnya dalam hati sambil menatap keponakannya dengan penuh kasihan....


...Setelah melihat wajah damai dari keponakannya, ia pun beranjak pergi dari kamar itu dan pergi ke kamarnya untuk melanjutkan tidurnya. Tapi ia masih tak tenang memikirkan keponakannya yang terus-menerus memimpikan kejadian itu. Kejadian yang mengakibatkan meninggalnya kedua orang tua Celine. ...


...*♡*♡*...


"Kerja bagus untuk hari ini Samantha. Hati-hati dalam perjalanan pulang." Ucap Mary.


"Terima kasih atas pujiannya ma'am. Saya pamit pulang." Kata Samatha sopan.


...Dibalik sikap profesionalnya dalam bekerja. Samantha sebenarnya sedang resah dan terus memikirkan mimpinya. Kejadian yang ingin ia lupakan sejak dulu. Kejadian mengerikan yang tak pernah ia inginkan terjadi dalam hidupnya. Namun ia juga harus tetap bersikap profesional dalam bekerja, yang berarti harus membedakan kehidupan pribadi dan pekerjaan....


...Sehingga ia berupaya untuk fokus dalam menjalankan misinya. Dan sesuai rencana yang ia susun sebelumnya, ia akan melakukan cara yang sama sampai beberapa kali pada Mason. Jika cara itu tak berhasil dalam kurun waktu kurang dari 3 bulan. Maka terpaksa ia akan memakai cara lama. Cara yang sudah menjadi ciri khasnya....


...Ditengah perjalanannya menuju sang target, ia tak sengaja menginjak beberapa kertas yang bertebaran di lantai. Sepertinya seseorang tak sengaja menjatuhkan file-filenya di lantai yang menyebabkan terjatuhnya kertas-kertas dari dalam file dan bertebaran di mana-mana. 'Siapa yang membuat kekacauan ini?' Pikirnya....


...Karena dia tak melihat jika disekitar situ seseorang sedang memunguti kertas-kertas itu, dia mulai memunguti kertas-kertas itu supaya tak mengganggu penglihatannya dengan pemandangan yang tidak sedap itu, yang juga mengganggu orang-orang yang berlalu-lalang jika tak sengaja menginjaknya. ...


...Tiba-tiba tangan mereka bersentuhan. Keduanya menarik tangan masing-masing, mereka sama-sama terkejut dan saling memandang....


"Ah maaf." Kata orang itu.


Tak ingin suasana menjadi canggung, Samantha menjulurkan tangan kanannya dan tersenyum manis "Samantha." Ucapnya memperkenalkan diri.


"Adam, Adam Hawk." Jawabnya, tapi tak membalas juluran tangan Samantha, takut jika wanita didepannya merasa jijkk padanya.


Samantha heran, 'kenapa dia tak membalas juluran tanganku? Pegel nahannya tau...' Kemudian dia berkata "Maaf, tapi kalau boleh tau, apa kamu mengidap mysopobhia*?" Tanyanya sedikit merasa tak enak.


^^^(*Ketakutan patologis terhadap kuman, bakteri, mikroba, kontaminasi, dan infeksi. Cenderung mudah jijik terhadap hal-hal yang bersifat kotor.)^^^


"Oh, bu-bukan, cu-cuman... apa kamu ngga jijik?" Tanya Adam terbata-bata


Samantha bertanya-tanya, "Hm? Jijik kenapa? Apa kamu habis dari toilet tapi ngga cuci tangan?" Sambil bersenda gurau.


Muka Adam memerah karena menahan malu, "Bukan begitu... biasanya wanita-wanita akan jijik kalau didekatku." Jelasnya, berusaha tak membuat Samantha salah paham.


"Hahahaha, ngga kok, buat apa jijik?" Kata Samantha berusaha menghibur Adam. 'Lagi pula apa yang membuatnya harus merasa jijik pada Adam?' Pikirnya.


Lalu Samantha berkata lagi, "kalau gitu, kamu masih ngga mau membalas salam dari tanganku?"


...Adam pun membalas juluran tangan Samantha dengan canggung. Ia kagum dengan wanita dihadapannya, biasanya para wanita akan menjauhinya dan merasa jijik akan kehadirannya. Mereka pikir dia hanyalah virus. Dan dia merasa lebih kagum lagi akan penampilan Samantha. Baru kali ini dia melihat seseorang yang cantik tanpa make up yang tebal. Wajahnya natural, tanpa make up....


...Para wanita yang pernah dia lihat hanya cantik karena make up, bukan karena aslinya memang sudah cantik dan hanya tinggal dipolesi sedikit make up saja. Tapi yang dihadapannya beda, ia terlihat cantik, bahkan tanpanya....


Kertas-kertas tadi telah Samantha kumpul dan hendak memberikannya pada Adam, "Senang berkenalan denganmu Adam, maaf aku harus pergi. Duluan ya!" ucap Samantha tiba-tiba sambil memberikan kertas-kertas itu, membuat Adam tersadar dari lamunannya.


"O-oh iya, sampai jumpa." Balasnya


...Adam kemudian pergi sambil cengengesan karena terus mengingat kejadian tadi. Untuk pertama kalinya dia bersalaman dan mengobrol cukup lama dengan seorang wanita. Seorang wanita! Orang mungkin akan menganggapnya gila karena senyum-senyum sendiri....


...Beda halnya dengan Samantha yang setelah berpisah dengan adam langsung memasang 'wajah serius'. Tapi bagi orang lain, itu adalah wajah datar yang dingin. Yang sepertinya bisa menusuk sampai ke tulang-tulang....


...*♡*♡*...


"Daisy." Panggilnya.


Tiba-tiba sebuah bayangan melintas dan datang suara yang berasal dari belakangnya "Yes, miss? What can I do for you?" Tanyanya


"Apa kau telah menemukan sesuatu yang menarik?" Balasnya bertanya balik


"Bukan. Pria itu, pria pengkhianat." Jawabnya menjelaskan


"Oh, dia? Ada banyak hal menarik..." Ucap Daisy menyeringai


"Apa dia berubah? Atau tetap sama dengan yang ku kenal?"


"Dari penyelidikkanku, dia sama sekali tak berubah. Tetap sama seperti yang anda kenal dulu. Tetap suka mengkhianati wanita." Jelas Daisy "Tidakkah kau ingin menyelesaikannya, miss?" Tanyanya tiba-tiba. Yang berhasil membuat atasannya menyeringai. 'Oh tidak, sepertinya aku salah bicara. Seringaiannya sungguh mengerikan, aku rasa akan ada hal yang tak diinginkan terjadi.' Pikir Daisy.


...*♡*♡*...


...Di suatu tempat dimalam yang indah dan sunyi, terdapat seorang gadis cantik tengah duduk di kursi balkon kamarnya. Ia memandang langit yang dipenuhi bintang-bintang dengan hampa, merindukan kedua orangtua yang amat sangat ia sayangi. Orang-orang penting dalam hidupnya, pergi meninggalkannya diumurnya yang masih sangat muda....


...Ia merasa sangat sedih, ingin menangis tapi sudah lelah untuk itu. Sudah banyak cairan sebening kristal itu yang ia keluarkan dari pelupuk matanya. Tapi meski sebanyak apapun ia menangis, orangtuanya tetap tak bisa kembali....


...Ia begitu menyesal meminta kedua orangtuanya untuk pergi berlibur. Jika saja ia tak meminta mereka untuk liburan bersamanya, mereka tak akan pergi secepat itu. Ia sering menyalahkan dirinya atas kejadian yang menimpa keluarganya itu. Seolah semua yang terjadi adalah kesalahannya....


...Tak punya tempat untuk melampiasan kesedihannya adalah salah satu alasan yang membuat dirinya mengalami depresi berat. Dirinya menjadi orang yang berbeda, berbeda dengan dirinya yang dulu. Yang akan mudah disenangkan oleh hal-hal kecil, selalu terbuka, penyayang, tak mudah marah, selalu ceria apapun keadaannya, bahkan saat dia jatuh karena berlari dan lututnya berdarah, anak-anak pada umumnya akan menangis sekeras-kerasnya. Tapi ia tidak, ia hanya akan diam seolah-olah hal itu tak pernah terjadi. Ia menjadi kesayangan semua orang....


...Tapi karena kejadian itu, dirinya berubah, dan akibat depresi yang dialaminya, ia jadi memiliki 2 kepribadian. Seolah-olah mereka adalah orang yang berbeda, yang memiliki sifat dan sikap yang berbeda. Beruntungnya ia mau dibantu oleh psikiater, dan mulai membaik secara perlahan. Namun meski telah dinyatakan sembuh, masih ada hal yang tertinggal pada dirinya, yaitu 2 kepribadian. Sebenarnya gadis itu tak menginginkan hal itu. Tapi ia tak bisa melakukan apapun. Hal itu tak bisa dilepaskan darinya....


...Dalam suatu keadaan tertentu, kepribadiannya yang lain akan muncul dan mengambil alih pikiran dan tubuhnya. Kemudian ia akan menjadi orang yang memiliki sifat dan sikap yang berbeda dengan kepribadian yang asli....


...Untungnya keluarga pamannya mengenali kepribadiannya yang lain, jadi jika sikapnya tiba-tiba berubah, mereka akan mengetahui bahwa itu adalah kepribadiannya yang lain....


...Terdengar suara langkah kaki yang mendekat kearahnya. Gadis itu mengetahuinya tapi tak bersikap waspada, karena ia tau kalau itu bukan perampok. Melainkan seseorang yang ia kenal....


"Kau mengingat kejadian itu lagi?" tanyanya tiba-tiba dengan suara serak khas miliknya.


"Kau benar-benar mengenalku... kenapa kau selalu mengetahuinya?" balasnya bertanya-tanya dengan senyum miliknya. Meski tersenyum tapi ia terlihat sangat menyedihkan.


Pria itu melebarkan kedua tangannya, ingin memeluk gadis itu, "Kemarilah sepupuku yang paling cantik" ucapnya dengan senyum termanis yang tak pernah ia tunjukkan pada siapapun.


...Gadis itu mendekat dan membiarkan dirinya dipeluk, ia benar-benar rindu pelukan kakak sepupu tertuanya yang begitu hangat. Ia membenamkan kepalanya pada dada bidang pria itu. Membiarkan rambut dikepalanya dielus-elus dan dicium, pertanda sayang dari kakak sepupu tertuanya itu....


"Dan kau juga selalu tau cara untuk menghiburku..." Lanjutnya


"Kau benar-benar tak tau seberapa besar aku menyayangimu, adik sepupu tercintaku." katanya "jangan meninggalkanku, seperti mereka yang meninggalkanku. Jangan pernah." Sambungnya dengan nada parau.


"Baiklah, tak akan." Jawabnya


...*♡*♡*...


...Di suatu tempat, atau lebih tepatnya di bandara. Seorang pria berprawakan tinggi, berkulit putih, dan berbadan atletis, tengah berdiri memegang koper. Sepertinya baru mendarat dan sedang menunggu jemputan. Hari ini ia menggunakan kacamata hitam, membuat wajah para gadis yang melihatnya merona....


...Dia melihat jam di tangannya, kemudian mendengus sebal, 'Dimana orang-orang itu? Apa jangan-jangan mereka melupakanku?' Pikirnya...


"Sepertinya aku tak diharapkan berada disini, mereka benar-benar melupakan keberadaanku..." Ucapnya menghela napas pasrah.


Disaat yang sama dilain tempat...


...Sebuah keluarga sedang makan malam, sambil berbincang-bincang, dan terkadang tertawa karena kekonyolan dari seorang Raymond Anderson....


Tiba-tiba pembicaraan mereka terpotong oleh ucapan Celine "Sepertinya aku melupakan sesuatu, tapi apa ya?" Katanya. "Apa mungkin kalian melupakan sesuatu?" Tanyanya memastikan


"Benarkah? Tapi rasanya tak ada yang kulupakan..." Jawab Hans pada keponakan kesayangannya. "Bagaimana dengan kalian?" Tanyanya


"Tidak ada." Ucap Mike


"Aku juga." Sahut Lily


"Sepertinya aku mengingat sesuatu, sesuatu tentang bandara... tapi aku tak ingat tepatnya." Kata Ray sambil menaruh tangannya pada dagunya, tampak berpikir.


"Oh tidak!! Kakak..." Panik Celine


"Kami juga melupakannya!" Ucap keluarga Anderson serempak.


TBC ♡