The Goddess

The Goddess
~ E m p a t ~




☝🏻Our FL


~ Hope u like it ~


.


.


.


"Hosh... hosh... hosh... maaf ya kak, aku lupa kakak sampenya hari ini, ku pikir masih lama." ungkap Ray ngos-ngosan karena terburu-buru.


"Kebiasaan deh, aku ngga dianggap penting" kesalnya dengan pandangan datarnya yang khas.


Perasaan tak enak pun muncul dihati Ray, "Hehehe, maaf ya kak, bener-bener kelupaan."


"...." tak ada tanggapan dari seseorang yang dipanggil kakak oleh Ray.


"Beneran! Malah aku yang ngingetin orang-orang kalau kakak pulang hari ini." elaknya, namun matanya tak bisa diam, berkeliaran kesana-kemari.


Sadar bahwa yang dikatakan Ray bukanlah kebenaran, ia hanya memandang Ray tanpa ekspresi. "Oh ya?" tanyanya menguji


"Iya, kakak percaya kan?! Aku kan anaknya jujur." ucap Ray bangga.


...Jika saja ini adalah cerita tentang Pinocchio, seperti yang kita tau, jika Pinocchio berbohong maka hidungnya akan memanjang. Semakin banyak dia berbohong, maka hidungnya akan semakin panjang. Hidung seseorang pasti sudah mulai memanjang sekarang....


Tak ingin membuang-buang tenaganya demi hal yang tak berguna, kakak itu pun mengalah, dan mulai bertanya, "Datang kesini sama siapa?"


"Um... um... i-itu" gugup Ray


"Biar ku tebak. Kamu kesini sendirian dan yang lainnya sibuk." tebaknya


"Hah? Kok kakak tau? Kan aku ngga pernah kasi tau. Tau dari mana? Bisa baca pikiranku kah?" tanya Ray bertubi-tubi dengan satu tarikan napas.


"Apa kamu napas kalau ngomong?" dengusnya malas.


"Napas kok, ini jelas-jelas masih hidup, berarti masih napas" terang Ray polos berusaha menjelaskan.


Jawaban Ray membuatnya makin kesal, 'bagaimana bisa aku punya sepupu yang begini?' kemudian berkata "Seterahmulah."


...Kemudian kakak hanya menghela napas pasrah akan kelakuan biadab keluarganya itu. Bagaimana bisa mereka lebih mementingkan pekerjaan dari pada kedatangannya yang langka?...


...*♡*♡*...


...Celine tengah menonton tv bersama Mike. Dilayar kaca itu sedang menampilkan film bergenre romance-action. Suasana sekarang sangatlah menegangkan. ...


...Pemeran utama pria difilm sedang dalam masa kritisnya, dan sang wanita berusaha menyelamatkannya. Di saat-saat itu, mereka bertiga menghayati cerita, dan tak sadar kalau ada seseorang dibelakang....


...Bertiga?...


...Tiba-tiba terdengar suara dari arah belakang "Filmnya seru?"...


Ketiganya terlonjak kaget dan salah satunya berteriak "AAAA SETAN!!!"


...Dua diantaranya mengernyit heran. Sekaget kagetnya dia, film yang mereka tonton bukan bergenre horror, lalu apa hubungannya?...


...Menyadari ada yang salah, ketiganya tiba-tiba membeku, tak ada yang berani menoleh kebelakang atau bersuara. Tahu akan apa yang akan terjadi selanjutnya......


...Dan tak disangka-sangka bahwa kedua diantaranya akan berpencar secara tiba-tiba, menjauh sejauh-jauhnya dari tempat itu. Berharap bisa lolos dari seseorang yang sedang dalam suasana hati yang buruk....


...Dan satu orang yang mereka berdua tinggal itu masih membeku ditempatnya, berpikir keras tentang cara keluar dari masalah yang sudah ia prediksi akan terjadi selanjutnya....


...Berbeda dengan seseorang itu yang sepertinya telah menduga bahwa akan ada yang berusaha kabur, dan ternyata hal itu benar-benar terjadi, jadi ia hanya diam ditempatnya sembari mengamati kedua makhluk hidup itu yang bak kesetanan lari secepat kilat, berusaha menjauh darinya....


...Hanya dengan satu kalimat, keduanya berhenti berlari, kembali padanya dan membungkuk hormat, bahkan berkowtow* meminta ampun. Berlebihan memang, tapi masih lebih baik dari pada mengalami hal mengerikan yang akan mereka terima....


^^^(*Membungkuk sampai ke tanah)^^^


"Masih berlari? Sepertinya tenaga kalian masih sangat banyak."


"Ampun! Ampuni hamba yang mulia! Hamba tahu hamba salah, jadi tolong berikan hamba kesempatan untuk menebusnya." Aku mereka berdua serempak, sangat ketakutan sehingga memohon menggunakan kalimat khas zaman kerajaan demi kelangsungan hidup yang tenang.


...Ray yang baru masuk tiba menjadi heran, kenapa mereka dilantai?...


"Hey, kenapa kalian tidur dilantai? Sedang bermain permainan seru? Apa itu menyenangkan?" Tanya Ray polos tanpa tahu suasana disitu sangat mencekam.


'Menyenangkan gundulmu!' Batin mereka serempak lagi.


...Emosi memang, tapi takut bergerak sedikit saja. Takut menambah kemarahan seseorang yang sedang mencari-cari kesalahan mereka untuk menambah hukuman....


"Tidak ada maaf bagimu." Katanya tiba-tiba pada mereka berdua.


"Eh?" Ray bingung, 'bukankah ia baru masuk? Lalu kenapa kakaknya bilang begitu? Apa ia melakukan kesalahan?' Renungnya.


...Dibandingkan Ray yang linglung, ketiga manusia itu merinding membayangkan hal yang akan terjadi selanjutnya dan mendengus pasrah....


"Huft..." dengusnya sebal, "kali ini kalian ku maafkan, tapi jika lain kali terjadi lagi. Kalian akan tahu akibatnya." Tegasnya


Keduanya bersorak gembira, "terima kasih!"


Sadar akan kecanggungan yang ada, Anne memulai percakapan, "hehehe kakak apa kabar?"


"...." tak ada jawaban


"Kak, itu ditanyain." Tunjuk Ray pada Anne yang sedang bertanya pada kakak. Pikirnya kakaknya tak mendengarkan


'Ternyata cukup sulit juga punya sepupu begini.' Batin Celine, tak tahu harus tertawa atau menangis akan sikap sepupunya yang tak bisa melihat keadaan.


...*♡*♡*...


...Anne, seorang gadis yang lahir dikeluarga yang berkecukupan, atau mungkin lebih. Ia sangat beruntung karena terlahir dalam sebuah keluarga yang harmonis. Anne merupakan seorang putri bungsu dari keluarga Anderson. Ayahnya adalah Adik dari Hans Anderson, Austin Anderson. Keluarganya beranggotakan empat orang....


...Ia memiliki beberapa prestasi di sekolahnya, dan menjadi salah satu murid populer dikalangan para murid. Setiap kegiatannya akan menjadi perbincangan panas dari mulut ke mulut. Apalagi para gadis yang mengidolakannya, mereka akan meniru segala tindakannya. Dan ada lagi gadis-gadis yang sifatnya tukang iri....


...Sangat merepotkan......


...Belum lagi kakaknya, Leyna, yang adalah primadona disekolahnya. Kepopulerannya bahkan mencapai luar negeri, ia dikenal sebagai gadis cantik yang memiliki banyak prestasi dan bakat. Kesehariannya akan dibuntuti para wartawan. ...


...Semua hal itu membuat Leyna sibuk, bahkan untuk waktu beristirahat. Jarang baginya mendapat waktu libur, karena ia akan dibebani dengan banyak hal oleh sekolahnya. Diberikan banyak tanggungjawab. Mereka mempercayakan banyak hal penting padanya, hanya karena ia bisa diandalkan. Semacam murid teladan, andalan para guru....


...Sebenarnya Anne tau kakaknya tak menginginkan semua hal itu, kadang kakaknya akan pulang dengan menangis karena terlalu capek, atau sakit hati karena kata-kata dari para haters. Kakaknya tak ingin diidolakan, itu hanyalah hal yang merepotkan dan tak berguna baginya. Hanya membawa bencana baginya dan keluarganya....


...Tapi hal itu datang secara tak terduga dan tak diinginkan, tak tau bagaimana bisa terjadi dan kapan mulainya. Ternyata menjadi cantik itu tak selalu bahagia. Anne heran, kenapa orang-orang ingin menjadi yang paling cantik?...


"Benar-benar merepotkan..." gumannya pelan tapi masih bisa didengar orang disampingnya.


"Hm? Kamu kenapa?" Tanya sepupu perempuannya.


"Kak Leyna, bagamana cara membantunya?"


"Apa semakin parah?"


"Iya, aku makin sedih lihatnya" jawabnya dengan hati yang perih


Sepupunya mencoba mecari solusi untuk membantu. "Oka! pertama, kita panggil kak Mike dan yang lainnya, selanjutnya kita pikirkan sama-sama. Berbagi kesulitan bersama membuatnya menjadi lebih mudah dilewati." Tegasnya penuh semangat membara.


Anne terharu, ia sangat beruntung memiliki keluarga yang saling mendukung dan saling menyemangati. "Ayo!"


...*♡*♡*...


"Yah, gimana tahu kalau belum coba...?" Balas kakak sambil mengangkat kedua bahunya acuh.


"Iya, kita coba aja dulu." Usul Anne


"Kalau menurutku kemungkinannya 50 : 50." Tebak Mike


"Hm... boleh aku tanya?" Tanya Ray penasaran.


Tak ada yang bersuara. Sadar kalau pertanyaan sepupu mereka yang satu ini tidak begitu penting. Anne pun angkat tangan dan bertanya. "Apa?"


"Apa artinya mengalihkan pandangan orang-orang pada yang lain?" Masih dengan rasa ingin tahu yang tinggi.


Anne tak bisa berkata apa-apa lagi, ia menampar dahinya sendiri dengan tangan kanannya sambil berkata dalam hatinya, 'hadeuh.'


"Dari tadi kita diskusi, ngomong panjang lebar..." kata Anne jenuh. "Apa kita benar-benar butuh dia?" Sambungnya.


"Iya, dia pion yang penting, pokoknya bilang aja apa yang perlu dia lakukan. Yang lainnya ga usah, susah kalau mau dijelasin." Terang Mike yang diangguki kakak.


"Huft.... oke" pasrah Anne


...Sedangkan Celine, ia hanya menonton di pojokan. Menopang kepalanya dengan tangan kanannya. Ia terlihat seperti pemalas. Tapi hal itu tidak mengurangi nilai dari penampilannya yang tak terbantahkan, yang malah membuatnya terlihat sangat cantik, apalagi disinari dengan cahaya matahari. Seolah ingin memamerkan ciptaan tangan yang terlihat sempurna....


...Sepupu-sepupunya yang tadinya berdebat tentang ini dan itu, tiba-tiba terdiam ketika melihatnya. Mereka tak percaya jika Celine adalah sepupu mereka. Bagaimana ia bisa terlihat begitu indah bahkan dalam posisi itu...? ...


...Celine yang sedari tadi hanya menontoni mereka jadi heran. Kenapa mereka tiba-tiba jadi menatapnya? Padahal ia hanya menunggu kelanjutan dari rencana yang mereka rencanakan, dan tak mau ikut pusing mengurusi sepupu yang......


...Entahlah, ia pun tak tahu harus menyebutnya apa....


"Kalian kenapa? Ada yang salah?" Tanyanya masih heran dengan tingkah mereka.


"Iya, ada." Jawab Mike yang membuat Celine mengernyitkan dahinya heran. "Kamu sepupu kami." Sambungnya.


Semuanya menjadi makin membingungkan. "Hah?"


"Iya, kenapa bisa kamu jadi sepupuku?" Kali ini Anne yang bersuara.


"Memangnya dia kenapa?" Tanya kakak mewakili Celine.


"Karena dia terlihat begitu sempurna, meskipun ngga ada manusia yang sempurna dibumi." Untuk pertama kalinya Ray berbicara dengan serius.


Tiba-tiba suasana hening...


"Kamu siapa?!" Tanya Anne tiba-tiba, sambil menunjuk Ray. Telunjuknya sekarang berada dihidung Ray.


"Aku Raymond Anderson." Jawab Ray yang kembali bertingkah polos, seolah-olah kejadian tadi tak pernah terjadi.


...Yang tadinya membahas tentang Celine jadi tiba-tiba membahas Ray. Padahal yang harusnya dibahas adalah rencana tadi. Memang... jika para manusia sedarah ini sudah berkumpul, susah untuk bertindak serius....


"Sudahlah, jangan bertele-tele, jadi apa semua sudah selesai?" Ucap Celine memecah suasana.


Semuanya kembali normal seperti semula dan kembali membahas rencana awal. "Sudah, tinggal dilaksanakan." Kata kakak, sadar akan suasana.


Tak sabar, Anne pun bertanya. "Kapan mulainya?"


"Apa Leyna punya acara khusus yang akan dia datangi di sekolahnya?" Tanya balik Mike.


"Ah ada! Tanggal 26 bulan ini ada acara untuk menyambut seorang tamu penting yang akan datang ke sekolah, dan kak Leyna ikut berpatisipasi." Serunya semangat. "Oh ya, kalian ga lupa kan? Aku satu sekolah sama kak Leyna..."


"Ingat kok." kata Celine.


"....." tak ada jawaban dari ketiga sepupu berjenis kelamin pria.


"Ah kalian... benar-benar!" Geram Celine pada para pria yang berada diruangan itu.


"Berarti kita jalankan rencananya pada hari itu, waktu yang tersisa tinggal 12 hari lagi, jadi segera persiapkan semuanya sesuai rencana." Kata Mike berusaha mengalihkan topik pembicaraan.


"Ah, oh, iya kak, aku pergi dulu ya. Dadah!" Raylah orang pertama yang melarikan diri.


Kakak pun berdehem. "Iya lebih baik kalau dipersiapkan lebih awal." Kemudian ikut melarikan diri.


"Eh kak tunggu ku bantuin!" Teriak Mike merasa ditinggalkan.


...*♡*♡*...


...Berada di antara kerumunan orang-orang membuat Celine malas melanjutkan langkah kakinya. Tapi ia tak punya pilihan. Ia menyesal menyetujui permintaan Anne yang minta ditemani berbelanja pakaian....


...Alasan utamanya adalah ia tak ingin menjadi pusat perhatian. Karena kemana pun ia pergi, jika ada banyak orang, pastilah ia yang diperhatikan. Ia risih, mau melakukan apapun akan jadi bahan pembicaraan mereka yang memperhatikannya....


...Awalnya ia ingin menutupi wajahnya dengan make up, yang dibantu Megan*. Tapi dihalangi oleh Anne, katanya hanya akan berbelanja sebentar saja. Anne memohon dengan sengaja memasang wajah memelasnya. Celine yang tak suka membuang-buang waktu pun akhirnya mengalah dan mengikuti permintaannya. Karena berdebat hanya akan membuang-buang waktu baginya....


^^^(*Chapter 2)^^^


...Sekarang Anne sedang memilih baju di salah satu butik ternama di kotanya. Ia yang memilihkan baju untuk Celine. Itu karena jika Celine yang memilih ia hanya akan memilih dengan asal, Celine tak begitu memedulikan penampilan, jadi yah begitulah....


"Yang ini, coba yang ini!" Kata Anne sangat bersemangat. "Yang ini juga, ini, ini, dan ini." Anne mengambil beberapa baju dan memberikan semuanya pada Celine. Apapun yang ia lihat cocok, akan ia berikan untuk dicoba.


"Oh c'mon, satu aja sudah cukup." Terang Celine malas.


"Tidak, tidak, tidak, pokoknya coba semuanya." Kata Anne tak menghiraukan perkataan Celine. Ia mendorong Celine ke ruang ganti.


...Setelah beberapa jam, mereka pun selesai berbelanja. Anne menarik Celine untuk makan siang di restoran terdekat yang sedang hangat dibicarakan masyarakat. Dan dengan pasrah Celine diam diseret....


...*♡*♡*...


...Seorang pria sedang duduk di meja paling ujung di salah satu restoran yang sedang berkembang dan sekarang mulai terkenal....


...Pandangan para wanita tertuju padanya, bahkan ada yang pipinya merona. Tapi dia hanya acuh tak acuh akan hal itu. Seakan dia sudah biasa. Yah.. bisa ditebak bukan? Tampan, itu adalah kata yang pas untuknya saat pertama kali melihatnya....


...Pria itu hanya duduk diam. Ia tak melakukan apapun selain membaca dokumen. Mungkin dia hanya ingin makan siang selagi masih jam istirahat kantor. Tapi tak ada yang tahu pasti apa tujuannya datang ke tempat ini....


Seseorang baru saja datang dan langsung pergi memesan pesanannya, kemudian pergi mendatangi tempat duduk pria itu. "Wah, ada apa nih sahabatku yang tampan ngajak ketemuan?" Tanyanya pada pria itu.


"Oh yaudah, pulang aja kalau ngga mau diajak." Jawabnya santai.


...Para wanita yang mendengar suaranya jadi teriak-teriak histeris. Bukan cuma wajahnya yang tampan, bahkan suaranya juga cool. ...


Edward hanya memutar bola matanya malas mendengar suara-suara yang mengganggu. "Eh ngga dong, cuma bercanda. Soalnya tumben bagi seorang Zach untuk ngajak Edward ketemuan." Katanya menyengir. "Tapi fansmu makin banyak aja. Baru juga ga ketemu 3 minggu." Goda Edward pada Zach.


...Mungkin bisa terlihat jika Edward memanggil pria itu atau Zach dengan akrab, jadi bisa ditebak jika dia adalah sahabatnya....


...Pintu restoran tiba-tiba berbunyi, menandakan ada orang yang baru memasuki restoran. Kemudian tampaklah dua orang gadis remaja, berkisaran umur 16 tahun. Mereka tampak sangat cantik, sehingga mencuri perhatian beberapa pasang mata. Terutama para pria tentunya. Mereka langsung memesan ketika baru saja tiba....


...Saat itu Zach baru saja akan memesan, sedangkan Edward menemani. Ketika dia berbalik kembali ke mejanya. Kejadian tak terduga terjadi... ...


...Celine ditabrak oleh seseorang, ketika tertabrak hal pertama yang ia rasakan adalah keras. 'Ia ditabrak orang atau tiang?' Pikirnya. Ia meringis mengusap-usap kepalanya. Merutuki kebodohan orang yang menabraknya....


Celine mendongak dan meneriaki penabrak. "Hei! Kalau jalan lihat-lihat! Meskipun jalan pakai kaki, tapi mata juga diperlukan untuk melihat arah." Geramnya, kesal pada pria dihadapannya. Ia tak ingin bilang untuk berjalan pakai mata, karena bisa dibalas dengan dengan kalimat, 'Bukankah berjalan memakai kaki?'


...Zach terkejut, untuk pertama kalinya ia dimarahi oleh lawan jenis. Biasanya para wanita akan memaafkan kesalahannya ketika sudah melihat wajahnya. Dia kira gadis itu juga akan sama. Tapi gadis ini ternyata berbeda, ia berani marah, bahkan meneriakinya....


...Zach tiba-tiba menyeringai, Edward yang melihat seringaian sobatnya pun merinding. Sadar bila sesuatu akan terjadi. Celine yang melihat pria dihadapannya menyeringai, menjadi bingung. 'Apa dia gila?'...


TBC ♡