The Feeling Of A Geeky Girl

The Feeling Of A Geeky Girl
5. Sahabat baru



Seperti biasa alisya kini tengah duduk bersandar di mobil sambil melihat jalanan disekitarnya , pagi ini dia bangun cukup tepat waktu sehingga membuat pak didi bisa mengemudikan mobil dengan lebih tenang.


selang beberapa menit kemudian akhirnya alisya tiba didepan gerbang sekolah. dia berjalan santai menuju kelasnya .


"eh lihat tuh cewek , culun banget yah". samar-samar suara itu masuk dalam telinga alisya , tapi dia mengabaikannya. perkataan itu tidak asing lagi baginya. dan dia sama sekali tidak peduli . entah siapa yang berucap pun alisya tidak peduli. dia meneruskan langkahnya dan kini dirinya sudah bersiap duduk di bangkunya.


saat pelajaran tengah berlangsung , ada suara ketukan dari luar yang mengalihkan perhatian seisi kelas. siapa yang tiba-tiba datang di saat jam pelajaran belum usai. ternyata pak hadi yang tak lain adalah kepala sekolah mereka.


pak Hadi ternyata tidak sendiri , dibelakangnya tengah berdiri seorang gadis yang sudah bisa ditebak pasti siswi baru.


"anak-anak tolong perhatiannya sebentar, kalian akan mendapat teman baru, silahkan perkenalkan diri kamu" perintah pak Hadi pada gadis tersebut.


"baik pak, Perkenalkan nama saya Naila safitri atau biasa dipanggil Naila, saya Pindahan dari SMA 13". Naila mengakhiri perkenalan singkatnya.


"Naila , kamu bisa duduk di bangku yang kosong disana ya" pak hadi berkata sambil telunjuknya mengarah ke kursi sebelah Alisya.


"baik pak , terima kasih" Naila segera menuju kursi yang dimaksud pak Hadi , dan menghempaskan tubuhnya disebelah Alisya.


Naila meletakkan tas nya diatas meja dan menoleh kesamping kirinya .


"hai, aku naila , siapa namamu?" naila mengulurkan tangannya ke arah alisya. naila memang gadis yang cukup ramah , dia mudah bergaul dan tidak tertutup.


"Alisya..." jawab alisya sambil meraih uluran tangan naila dengan kaku , wajahnya sama sekali tidak menampakkan ekspresi keramahan.


naila menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal . "sepertinya dia sangat tertutup". batin Naila.


-----------------------


"alisya apa kau mau menemaniku ke kantin?" naila mencoba berbicara pada teman sebangkunya itu.


"eemmm jika kau keberatan tidak masalah" naila berkata lemas, membuat alisya jadi merasa tidak enak hati.


"baiklah ayo.." sontak senyuman pun terulas di bibir naila ."ternyata dia tidak sedingin yang aku kira".


--------------------


karna alisya dan juga naila hampir setiap hari menghabiskan waktu di sekolah. alisya perlahan mulai membuka dirinya untuk berteman dengan naila. hari harinya kini terasa lebih menyenangkan dibanding sebelumnya . penampilan alisya sama sekali tidak membuat naila menjauhinya , justru mereka saat ini semakin dekat. ada banyak hal yang mereka lakukan bersama . dan naila juga sering menghabiskan hari libur dirumah alisya juga sebaliknya .


mama listi bahagia bisa melihat alisya kembali memiliki sahabat .semenjak dia tahu bahwa sahabatnya dulu hanya memanfaatkan putrinya. semenjak itulah dia tidak pernah melihat alisya bergaul dengan teman-temannya.


"sya , besok ada pertandingan basket disekolah , kita nonton yuk" .ajak naila penuh semangat.


"males ah nai". seperti biasa alisya selalu enggan jika diajak ke tempat yang ramai


" ayoooolaaah sya , pleaseee aku pengen banget nonton ". naila memelaskan wajahnya mencoba merayu alisya.


"kamu nonton sendiri aja ya, aku nggak suka keramaian nai". tolak alisya lagi


" ayo laaa sya , lagian kan kita bisa cari tempat nonton nya yang agak sepi". naila tetap tidak menyerah membujuk alisya.


"yang namanya pertandingan basket , yaa pasti rame lah nai" . alisya kembali mencari alasan, tapi itu tidak akan membuat naila menyerah begitu saja.


"jadi kamu nggak mau nai???". naila mulai mengeluarkan jurus pura-pura ngambeknya . dia yakin pasti alisya mau mengikuti kemauannya. dia melipat kedua tangannya . bibirnya cemberut dan mengalihkan pandangannya ke jendela. tapi sesekali ia melirik kearah alisya . mengamati bagaimana reaksi sahabatnya itu.


alisya menghembuskan nafasnya , dia tidak tega jika melihat wajah cemberut naila , lalu alisya pun akhirnya mengiyakan.


"ya udah oke ". naila pun langsung kegirangan , dia mencubit pipi alisya gemas. dia tahu alisya pasti tidak akan tega menolak ajakannya.