The Feeling Of A Geeky Girl

The Feeling Of A Geeky Girl
2. seakan tak percaya



*saat mimpi terasa begitu nyata , dan kenyataan terasa seperti sebuah mimpi .....


"ii-iiya bu" Alisya segera berlari menuju toilet yang berada di sebelah ruang guru , letak ruang guru yang berada di tengah-tengah gedung sekolah membuatnya harus melewati lorong kelas XI IPA 1 .


"*benaarr -benaaar hari yang menyebalkaan " .....


"akhiiirnyaa...." alisya menghembuskan nafasnya lega , semua hukuman telah dia selesaikan dan ia pun bergegas menuju ke kelasnya , alisya takut jika harus tertinggal pelajaran lebih banyak lagi .


alisya memang termasuk murid yang pintar , saat SMP saja dia selalu mendapat peringkat teratas , dan penampilan nya juga berbeda jauh dari penampilannya saat ini , dia dulu sangat periang di sekolah, Cantik , terlahir di keluarga yang kaya yang membuatnya memiliki begitu banyak teman , dan dua sahabat terdekatnya .


tapi sejak alisya tahu bahwa dia hanya dimanfaatkan oleh kedua sahabatnya yakni nia dan mela , alisya akhirnya sengaja mengubah gaya berpakaiannya , ia juga menjadi lebih tertutup dengan orang yang baru dikenalnya , kedua orang tua alisya juga sangat kaget dengan perubahan yang dilakukan oleh putri semata wayangnya tersebut , alisya menjelaskan pada mamanya alasan kenapa dirinya berubah , perlahan membuat mamanya mengerti bahwa alisya melakukannya bukan tanpa sebab, ia ingin mempunyai teman yang tulus dengannya , bukan karna fasilitas yang dimilikinya .


----------------


alisya berjalan sangat terburu-buru , tapi langkahnya mendadak terhenti saat dirinya berada tepat di depan kelas XI IPA 1 , ada hal yang menyita perhatian alisya , ragu-ragu alisya memundurkan kaki kanannya satu langkah kebelakang , mencoba memutar sedikit kepalanya dan menengok lebih dalam kearah kelas yang ada didepannya , berharap bisa melihat lebih jelas .


"apa aku sedang berkhayal saat ini???" alisya berkata dalam hati lalu mengusap-usap kacamatanya yg sama sekali tidak berdebu ataupun basah, ia mencoba meyakinkan dirinya akan apa yg dilihatnya saat ini.


alisya masih mematung , bingung, dan tak percaya akan apa yang ada didepannya, "bagaimana bisa?? itu artinya dia juga bersekolah disini ?? atau aku saja yang salah lihat ? aaahh ingin rasanya aku menyelinap masuk dan melihatnya lebih dekat ". belum selesai ia mengamati,


tiba-tiba ada suara dentum sepatu membentur lantai dan suaranya semakin lama semakin mendekat kearahnya , sebuah tepukan mendarat di pundak alisya, spontan membuat alisya memutar kepala disertai gerak tubuhnya .


"hei siapa loe?? kenapa berdiri disini ? " didepan alisya saat ini sudah berdiri tiga cewek , yang alisya yakini adalah seniornya .


alisya menebak kalau yang sedang berdiri di depannya saat ini adalah salah satu geng populer di sekolahnya, terbukti dari ujung rambut hingga sepatunya semuanya ber merk , tentu alisya tahu karna dulu dia juga seperti itu , alisya membatin "bagaimana bisa seniornya ini memakai seragam ukuran anak SD ? Lihatlah itu sangat minim... mungkin saja dia memang sengaja" .


"bukankah ini anak baru yang cupu itu ?" jawab gina salah seorang teman siska , "loe anak kelas sepuluh kan?" tanya gina pada alisya.


"i iiya kak " pandangan alisya menunduk , melihat kearah ujung sepatunya , bukan karna takut , tapi alisya sedang tidak ingin mencari masalah.


"terus ngapain loe disini? loe lagi ngintip ya? " tanya siska sambil berkacak pinggang , kedua matanya yang bulat melotot tidak sabar menunggu jawaban alisya.


"mma-maaf kak , tadi saya habis dihukum membersihkan toilet ruang guru , saya permisi kembali ke kelas" alisya bergegas pergi dari tempat yg ia pijaki saat ini , dia tidak mau jika senior-seniornya itu akan menjadikannya mangsa .


alisya menerobos dan berjalan dengan cepat kemudian berlari meninggalkan siska dan kedua temannya.


---------------------------------


*didalam kamar


alisya baru saja tiba di kamarnya , rasanya ia begitu lelah hari ini , ia menghempaskan tubuhnya diatas tempat tidur kingsize warna coklat muda miliknya .


alisya teringat akan apa yang dilihatnya pagi tadi setelah membersihkan toilet , sosok yang selama ini tidak bisa ia lupakan .


*5 bulan yang lalu


"alisya sayang , apa mama boleh minta tolong belikan susu dan telur di supermarket dekat rumah sayang?" pinta mama listi pada putrinya.


alisya yang sedang serius menatap TV tidak mendengar jelas apa perkataan mamanya , pikiran dan matanya fokus dengan layar yang menampilkan acara kesukaannya itu , membuat ia tak menggubris mama listi.


dengan kesal mama listi beranjak mendekati alisya , mengambil remot yang tergeletak di meja depan alisya , dan menekan tombol merah di sisi kanan atas , alisya melongok ke arah mamanya dengan tatapan memelas bercampur kesal , merasa terganggu dengan ulah mamanya .


"maaa , kenapa di matiin TV nya ? kan lagi seruuu" .. mulut alisya mengerucut, kedua tangannya berlipat didada.


"apa kau tidak mendengarkan kata-kata yang mama ucapkan?" tanya mama listi dengan alis berkerut .


"memangnya mama berbicara apa??" dengan wajah tak berdosa , alisya bertanya dan hendak mengambil kembali remot dalam genggaman mamanya.


"cepat belikan mama susu dan telur di supermarket , ini uangnya" mama listi mengulang permintaannya dan memberikan beberapa lembar uang pada putrinya.


"tapi maa, nanti acaranya keburu selesai , kan ada bik minah ma..." jawab alisya mencoba menolak permintaan mamanya.


"bik minah sedang tidak enak badan sayang, ayolah mama sedang membuat kue dan ternyata bahannya kurang" ucap mama listi dengan lembut.


"tapi ma.."


"kau mau berangkat ke supermarket sekarang atau besok TV ini akan berpindah ke kamar bik minah ? ancam mama listi , sebelah alisnya terangkat membuat alisya tak memiliki pilihan selain menuruti perintah mamanya tersebut.


"baiklah " dengan wajah malas alisya beranjak pergi menuju supermarket yang dimaksud oleh mamanya .


setelah berjalan kurang lebih 100 meter , alisya akhirnya tiba di supermarket dan segera membeli apa yang dipesan oleh mamanya , setelah selesai membayar belanjaannya , alisya melangkahkan kakinya hendak kembali pulang kerumah .


baru beberapa langkah alisya menjejakkan kakinya di jalan raya , tiba-tiba dari arah belakang alisya ada sepeda motor dengan kecepatan yang cukup tinggi datang , pengemudi sepeda motor itu terlihat sedang melihat ponsel dan tidak fokus pada kemudinya , ia tidak tahu jika di depannya sedang ada alisya yang tengah berjalan dengan santainya .


sepeda motor itu semakin mendekat , dannn brruuuukkk... alisya pun jatuh terjerembab di pinggir jalan , matanya terpejam , sejenak tidak sadar akan apa yang terjadi padanya , ia merasakan ada tarikan tangan seseorang , alisya membuka matanya , ia meringis merasakan sakit pada lutut dan sikunya yang membentur aspal .


"apa kau baik-baik saja?" ucap seorang laki-laki yang segera menghampiri alisya , meskipun kata-katanya terdengar dingin , tapi ia ingin memastikan apakah gadis di hadapannya saat ini baik-baik saja .


"apa kau yang sudah menolongku?" tanya alisya masih dengan meringis menahan perih di kaki dan tangannya .


"iya , kau hampir saja tertabrak motor , lain kali lebih berhati-hatilah , apa kau tidak bisa berjalan menggunakan matamu?" ocehan laki-laki itu membuat alisya sedikit emosi.


"dasar aku berjalan menggunakan kaki bukan tangan , kalau saja bukan kau yang membantuku aku pasti akan melemparkanmu ke jalan" balas alisya tak terima.


"kau ini, sudah di tolong malah marah-marah , sebaiknya aku segera pergi dari sini" alisya hendak bertanya siapa nama orang yg telah membantunya itu , tapi dia sudah tidak ada didepan alisya , alisya memandang punggung laki-laki itu yang semakin lama akhirnya menghilang dari pandangannya .


"dia benar-benar tampan" alisya tersenyum , wajahnya bersemu merah , dalam hati ia mengagumi laki-laki itu , "tapi dia dingin sekali , bahkan sangat galak" . batin alisya


sejak saat itu alisya sering memikirkan dan ia ingin sekali bertemu dengan laki-laki yang telah menolongnya itu , alisya mulai mengagumi nya bahkan ia sering membayangkan jika suatu saat ia bisa bertemu lagi dengan laki-laki galak itu . entah kapan itu akan terjadi , ia juga tidak mengetahuinya .