The Feeling Of A Geeky Girl

The Feeling Of A Geeky Girl
4. Tidak sengaja Bertemu kembali



dia sudah berusaha sekuat tenaga untuk membuang jauh jauh kenangan pahit itu, tapi tetap saja semuanya sia-sia .


"aku tidak boleh terus-terusan mengingat ini" batin reza dalam hati , dia mulai menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan , bertekad untuk mulai melupakan semua kesakitannya selama ini, menjalani kehidupannya dengan normal seperti sebelum dia mengenal perempuan itu.


****


*Jam istirahat


Suasana sekolah sedang ramai , banyak siswa berhamburan menuju kantin dan koperasi sekolah untuk melepas dahaga mereka, juga rasa lapar yang sudah menyerang mereka semenjak jam pelajaran berlangsung.


tapi berbeda dengan alisya , setelah dia melahap bekal yang diberikan oleh mamanya pagi tadi , dia memilih untuk tetap tinggal di bangkunya , dan fokus membaca novel yang tengah ia pegang , halaman demi halaman telah dia baca secara bergantian.


alisya merasakan tenggorokan nya sedikit mengering , tangannya meraih botol yang ada di meja , ternyata minuman yang dia bawa sudah habis tak bersisa . alisya kemudian menutup bukunya , meletakkan nya diatas meja , dan mengambil dompet dari dalam tasnya .


ia berjalan ke arah kantin sekolah sendirian , sesekali pandangan mata alisya melihat kearah siswa lain yang saling berbincang , dan bercanda . sebetulnya dalam hati alisya sangat merindukan sosok sahabat dalam hidupnya , dia butuh teman untuk berbagi segala hal , kesendirian membuatnya hampa dan merasa betapa hari-harinya benar benar membosankan.


"bik , air mineral nya satu yah" alisya menyodorkan uang dari dalam dompetnya pada bibi penjaga kantin sambil meraih botol air mineral .


"iya non , ini kembaliannya , makasi ya". bibi kantin memberikan beberapa lembar uang pada alisya.


"sama-sama bik" alisya menerima uluran dari bibi kantin dengan senyuman yang mengembang. lalu meneguk separuh air dari botol ditangannya.


alisya ingin kembali kedalam kelas , namun dilihatnya jam di pergelangan tangannya . "emmm, masih 20 menit lagi, lebih baik aku bersantai dulu dibekalang kelas" . ini adalah kebiasaan baru alisya , yah dia menemukan tempat yang nyaman dan sepi dari keriuhan siswa lain , alisya duduk dengan menggantungkan kakinya kebawah . dia mulai menyanyi , tidak begitu keras tapi sangat enak didengar , suara khas nya perlahan memecah kesunyian yang ada di tempat itu. sambil menutup mata ia menikmati hembusan angin yang menyapu rambutnya perlahan . setidaknya ini bisa mengurangi sedikit rasa bosan yang ia alami.


******


"aku terlalu asyik bernyanyi, sampai-sampai tidak sadar jika sudah waktunya masuk kelas, aku bisa mati jika terlambat" alisya menepuk keras dahinya, mulutnya terus menggerutu , langkahnya semakin ia percepat karna bel ternyata sudah berbunyi beberapa menit yang lalu.


saking cepatnya alisya melangkah , dia tidak sempat memperhatikan situasi di sekitarnya , matanya hanya lurus kearah depan dan tanpa ia duga tiba-tiba saja kakinya tersandung sesuatu, tubuh alisya pun seketika hilang keseimbangan , tangannya mencoba meraih tiang untuk berpegangan tapi tidak bisa terjangkau olehnya,


daannn *bruuukkkkkkkkk , alisya jatuh terpental dilantai , botol yang ia pegang jatuh entah kemana .


"astagaaaa, ternyata dia ...." jerit alisya dalam hati , rasa sakitnya mendadak hilang , dia tidak percaya dengan seseorang yang ada didepannya . selama ini dia lah yang alisya tunggu , dan akhirnya dia bisa bertemu lagi dengan seseorang yang ia cari selama ini.


"kau! , apa kau tidak melihat dengan mata kepalamu jika ada orang lain didepanmu? , lihat kau membuat bajuku kotor". reza benar-benar kesal , suaranya terdengar penuh amarah. ia menatap alisya dengan geram , ia heran kenapa bisa-bisanya gadis didepannya ini menabraknya hingga terjatuh.


alisya mematung , tidak ada satu patah kata pun yang keluar dari mulut mungilnya . dia masih belum sepenuhnya sadar , dan ini membuat reza semakin kesal .


"hei, kenapa diam saja ?????" bentak reza pada alisya.


"ma-maafkan aku , aku tidak sengaja , tadi aku terburu-buru ke kelas, aku mohon maafkan aku", alisya menundukkan kepalanya karna merasa takut dan bersalah .


reza memperhatikan wajah alisya yang saat ini menunduk takut , reza memang laki-laki yang mudah emosi , tapi sebenarnya dia tidak suka melihat perempuan disakiti apalagi sampai menangis .


"baiklah lupakan saja" reza hendak pergi , tapi kemudian dia memutar tubuhnya .


alisya yang baru saja mengangkat kepala , seketika menunduk lagi .


"kau anak kelas sepuluh kan? sepertinya aku pernah melihatmu" . reza merasa tak asing dengan sosok gadis didepanya .


"apakah dia mengingatku???" gumam alisga dalam hati , entah kenapa dia merasa senang .


"iya kak , aku anak kelas sepuluh ." jawab alisya sambil mengangkat wajahnya.


reza mencoba mengingat apakah dia pernah melihat gadis didepannya saat ini , tapi dia tidak ingat dimana mereka pernah bertemu . ia pun akhirnya menyerah .


" maaf sepertinya aku salah lihat , lain kali lebih berhati-hatilah" reza berkata sambil pergi dari depan alisya , ia kembali meneruskan niatnya untuk ke toilet yang tadi sempat tertunda .


rasa senang itu pun terhempas begitu saja , "ternyata dia sama sekali tidak mengingatku, bagaimana aku bisa sangat bodoh , tentu saja dia lupa, memangnya aku ini siapa? , kita hanya bertemu sekilas dan aku saja yang terlalu berlebihan berharap yang tidak mungkin".


"sebaiknya aku berhenti berkhayal........"