The Feeling Of A Geeky Girl

The Feeling Of A Geeky Girl
1. Hari yang menyebalkan



*suatu pagi


Kriiiiinggggg.....Kriiiinggggg....kriiiiinnnggggg... Dering alarm yg sangat menyakitkan telinga itu mau tidak mau membuat Alisya terbangun dari tidur nyenyaknya dan dengan begitu malas ia pun beranjak duduk di tepi tempat tidurnya yg cukup luas , alisya berulang kali mengerjapkan matanya karna silau akan sinar matahari yang menerobos masuk akibat gorden jendela kamarnya yg terbuka sebagian. ia menguap lebar tanda dirinya masih sangat mengantuk ...


"Alisyaaaa ... ayoo cepat banguun!",  teriak mama Listi sambil menggedor-gedor pintu kamar Alisya , "ini sudah hampir jam 6.00 sayaang , nanti kau bisa terlambat lagi ke sekolah" , tangan mama listi tidak henti-hentinya mengetuk pintu kamar putri perempuan kesayangannya tersebut sekaligus satu-satunya .


"iyaaa maaa , Alisya sudah bangun kok ma" sahut alisya dari dalam kamar dengan suara paraunya .


"baiklah sayang , cepat mandi dan segera turunlah untuk sarapan" perintah mama listi dan bergegas pergi menuruni tangga menuju ke dapur rumahnya yang terletak di lantai 1 .


"iya ma" jawab alisya masih dengan dengan begitu malas dan dengan langkah gontai ia pun menuju ke kamar mandi yang juga terletak di dalam kamarnya.


Rasanya alisya begitu malas untuk berangkat ke sekolah , padahal ini baru bulan kedua setelah sebulan lalu dia masuk ke sekolah barunya , Salah satu SMA yg cukup elit di jakarta .


Bukan tanpa alasan alisya begitu malas ke sekolah , hal ini karna dia selalu menjadi bahan ejekan teman-temannya disekolah , emmm bukan teman tapi lebih tepatnya sesama murid disekolah yang sangat tidak menyukainya ...


Yaa penampilan alisya yang sangat ketinggalan zaman alias "CULUN" menjadikannya tidak memiliki teman sama sekali , padahal sebenarnya alisya bukanlah gadis yang jelek , dia memiliki hidung yang mancung , mata yang tidak terlalu lebar tapi juga tidak terlalu sipit , bulu mata yang lentik, kulit yang putih , alis yang tebal namun tertata rapi , bibir pink yang mungil dan bentuk wajah oval , namun karna kaca mata bundarnya yang besar dan selalu menempel di hidungnya , rambut bergelombangnya yang diikat kuncir kuda , seragam dimasukkan rapi dengan rok dibawah lutut serta hampir tidak pernah berdandan menjadikannya terlihat Culun . 


setelah 30 menit lamanya berkutat didalam kamar , ia pun merapikan seragamnya sambil melihat pantulan dirinya di cermin yg letaknya berseberangan dengan tempat tidurnya .


akhirnya Alisya pun muncul dari balik pintu kamarnya dengan seragam yang sudah lengkap dan tidak lupa aksesoris wajibnya tidak pernah tertinggal , apalagi kalau bukan kacamata butut dan kuncir rambutnya , ia segera turun dan menghampiri mamanya di meja makan .


"pagii maa .... maaf ya ma alisya terlambat bangun hehee" , sapa alisya kepada mamanya yang sedang sibuk menyiapkan roti dan selai coklat untuk sarapan .


"kau ini selalu saja bangun terlambat , ayo cepat makanlah sarapanmu sayang" . sahut mama listi yang heran akan kebiasaan anak kesayangannya tersebut , karna hampir setiap hari dia harus membangunkan alisya jika tidak bisa-bisa putrinya itu pasti akan bangun kesiangan dan terlambat untuk ke sekolah .


"papa belum turun ma?" tanya alisya sedikit bingung .


"mungkin sebentar lagi sayang, tadi mama sudah memanggil papa" jawab mama listi sambil meletakan roti di piring putrinya dan menuangkan susu kedalam gelas lalu memberikannya pada alisya .


"Terima kasih ma" ucap alisya dengan senyumannya yang manis seperti biasanya .


"pagi semuanya... " tiba-tiba papa ifan sudah mendudukan tubuhnya di kursi sebelah Alisya .


"papa tumben sekali jam segini baru turun ? " tanya Alisya dengan kening yang berkerut membuat kedua alisnya saling bertautan , tanda heran karna tidak biasanya papanya terlambat sarapan seperti pagi ini .


"iya sayang papa tadi ada telpon dari karyawan papa , kalau akan ada meeting penting hari ini dengan klien baru papa" jelas papa ifan pada anak kesayangannya tersebut sambil mulai mengambil roti didepannya yang sudah di siapkan oleh istrinya.


keluarga Alisya memang termasuk keluarga yang kaya , papanya pun memiliki perusahaan yang cukup besar , namun hal ini tidak menjadikannya sombong atau memamerkan kekayaan orang tuanya , bahkan satu sekolah mungkin tidak ada yang tahu bahwa Alisya terlahir di keluarga yang berada.


Alisya pun segera melahap roti dan susu yang telah disiapkan oleh mamanya , setelah itu ia berpamitan dan mencium kedua pipi mama dan papanya secara bergantian lalu bergegas menuju ke sekolah diantar oleh sopir keluarga mereka pak didi .


*pukul 06.50


setibanya di sekolah , saking terburu-burunya alisya segera berlari sekuat tenaga menuju gerbang tanpa berkata apapun pada sopirnya .


bel tanda masuk kelas sudah berbunyi 5 menit yg lalu , dan Alisya panik karna dalam waktu yg bersamaan penjaga gerbang sekolahnya sudah berjalan menuju ke arah pintu dan bersiap untuk menutupnya , tapi keberuntungan ada di pihak alisya karna akhirnya ia sampai lebih dulu dan segera masuk melewati pintu gerbang dengan senyum penuh kemenangan , membuat pak wasis sang penjaga pintu gerbang geleng-geleng kepala entah sudah berapa kali dia melihat alisya terlambat dan setiap menutup pintu seringkali harus berbalapan dengan gadis itu wkwkwk .


alisya pun dengan cepat berlari ke arah kelas yang ia tuju merasa dia sudah selamat hari ini , saat kakinya mendarat tepat di depan pintu kelas tiba-tiba saja ...


tepat dibelakangnya berdiri seseorang ...


"Alisya.... ,suara khas perempuan yg begitu dikenalinya membuat langkah gadis itu seketika terhenti dan perlahan menoleh kebelakang dengan memasang wajah takut .


"emmmm iya bu tutik" alisya tentu sudah tahu bahwa yang memanggilnya baru saja adalah bu tutik guru matematika sekaligus wali kelasnya yg terkenal sangat killer itu ..


"bagaimana bisa setiap hari kau selalu terlambat?!!" suara keras dari mulut bu tutik membuat alisya sedikit berjingkat kaget dan semakin menunduk dalam karna takut memikirkan hukuman yang akan ia terima kali ini .


"ma-maaf b-bu ... saya janji tidak akan terlambat lagi, tadi- " belum sempat ia menyelesaikan kata-katanya .


"cukup! sekarang cepat bersihkan toilet di sebelah ruang guru , dannn ingat...!! jangan masuk kelas sebelum benar-benar bersih dan saat istirahat temui ibu di ruang guru! " perintah bu tutik dengan tegas yang membuat alisya tidak bisa berkutik sama sekali ...


"bagaimana bisa hari ini aku benaar benaar sial sekalii...hufffttt" gerutunya dalam hati ..


"cepaaaaat kerjakan!!!" perintah bu Tutik dengan tidak sabar karna melihat muridnya itu tidak bergeming ataupun berpindah posisi.


"ii-iiya bu" Alisya segera berlari menuju toilet yang berada di sebelah ruang guru , letak ruang guru yang berada di tengah-tengah gedung sekolah membuatnya harus melewati lorong kelas XI IPA 1 .


"*benaarr -benaaar hari yang menyebalkaan " .....


*******************


hai readers :)


ini karya pertama aku looo jadi maaf yaa kalo ada banyak typo atau terkesan masih kaku ,,, namanya juga belajaaar kan yaaa ....


aku tunggu comment dan saran nya yaaa


thanksssss* .....