The Feeling Of A Geeky Girl

The Feeling Of A Geeky Girl
3. kenangan menyakitkan



*terkadang hal yang menyakitkan bukan saat kita ditinggalkan seseorang yang kita cintai , tapi saat kita sudah sendirian dan masih terbelenggu akan kenangan2 pahit yang kita lewati.


hari sudah mulai gelap , matahari pun perlahan mulai bersembunyi dan berganti senja mulai muncul ke permukaan .


disebuah cafe , tepatnya di meja yang terletak di sudut ruangan , Reza terlihat duduk seorang diri , sambil menatap lurus ponselnya , lalu tidak lama kemudian ia meletakkan ponselnya diatas meja dan perlahan meneguk secangkir kopi susu hangat yang ada dihadapannya.


"kenapa mereka lama sekali" gumam reza kesal , dia tidak sabar menunggu rio dan bagas , dua sahabatnya yang mengajak nya untuk bertemu di cafe, tapi sudah setengah jam yang lalu Reza menunggu dan hingga saat ini mereka belum juga datang .


"hai bro".. sapa rio yang langsung mendudukan tubuhnya di kursi depan Reza.


"gila loe , gue udah nunggu setengah jam disini" desis Reza kesal.


"maaf za tadi gue kena macet di jalan , eh bagas mana?" rio celingukan mencari sosok salah satu temannya, tapi nihil.


"bagas belum datang, loe mau pesan apa?" reza mengalihkan buku menu yang ada dihadapannya ke tangan rio.


rio segera melambaikan tanggannya pada pelayan dan memesan minuman favoritnya.


"eh liat tuh ada cewek cantik lagi liatin loe" , Rio memperhatikan gadis yang tersenyum ke arah mereka , lebih tepatnya ke arah Reza.


"biarin aja", jawab Reza dingin .


Rio menghela napas dalam , melihat tingkah temannya yang tidak pernah berubah, selalu bersikap dingin jika berkaitan dengan yang namanya perempuan. Rio sadar ini semua akibat masa lalu Reza yang pernah di khianati oleh gadis yang sangat Reza cintai, dan seperti menjadi trauma mendalam baginya hingga saat ini.


"ini tuan pesanan anda" , seorang pelayan datang dan meletakkan minuman di meja persis depan Rio.


"Terima kasih" .balas rio


setelah 10 menit akhirnya bagas datang juga , dan langsung menghampiri kedua temannya yg sudah menunggunya sejak tadi.


"maaf ya guys gue telat" ucap bagas sambil tersenyum tanpa dosa .


"hampir aja loe kita tinggal pulang" Rio berkata dengan nada kesal, padahal dia juga terlambat datang.


"iya iya maaf, loe kenapa za kusut banget tuh muka?" bagas memperhatikan raut muka reza yg murung.


"biasa lah bokap gue,,," reza menggantung kata-katanya , malas untuk bercerita .


"emang kenapa bokap loe?" tanya bagas penasaran


"udah jangan dibahas , gue males " reza tak mau membahas masalah papanya , dia tidak pernah suka jika membahas papanya , semenjak kedua orang tuanya bercerai , reza lebih memilih untuk ikut bersama mamanya , karna dari dulu ia tidak pernah bisa sepaham dengan papanya , terlebih papanya telah meninggalkan mamanya karna wanita lain.


.


mereka akhirnya mulai membahas hal lain , dan reza mulai melupakan masalahnya , obrolan mereka terus berlanjut hingga waktu menunjukkan pukul 10 malam ,mereka memang sering lupa waktu saat sedang berkumpul .


"za loe nggak mau apa cari pacar lagi? " tanya bagas tiba-tiba


"males ah" reza terlihat sangat tidak tertarik dengan topik pembicaraan bagas


"gue lihat siska suka tau sama loe" sambung bagas lagi sambil menyesap kopi didepannya.


"iyaa bener" rio pun ikut membenarkan.


"tapi gue nggak suka sama siska" tukas reza tak ingin membahas lebih jauh.


"gue nggak salah denger ? , siska itu kan cantik , terus kaya lagi , heran gue loe bisa nggak suka sama dia" bagas tidak percaya dengan apa yang dia dengar


"kalo kalian mau, buat kalian aja" ucap reza tidak perduli


"loe yang bener aja , dia sukanya sama loe bukan sama gue atau bagas" rio menjawab sambil tertawa


"udah ah gue mau pulang dulu, kasian mama pasti nungguin gue pulang" reza memasukkan ponselnya ke saku celana dan hendak berdiri


"loe buru-buru amat sih , kan masih sore " ucap rio


"sore kepala loe penyok, udah jam setengah 11 ****" reza menunjukkan jam ditangannya tepat didepan bola mata rio


"ya udah ati-ati za" rio dan bagas berkata bersamaan.


"oke bye" dan reza pun segera melangkah kan kakinya menuju ke arah mobil nya terparkir.


di jalan reza memikirkan perkataan teman-temannya , bukan karna dia menyukai siska , tapi dia kembali mengingat kenangan pahit yang selama ini selalu ia coba lupakan , tapi terus saja muncul dan mengganggunya , saat orang yang benar-benar dia cintai ternyata berani bermain dibelakangnya . tangan nya meremas kuat setir mobilnya , tubuhnya merasa panas akibat emosi yang menyerang kepalanya, bagaimana rasanya bisa sesakit ini , hingga reza merasa seperti ada yang meremas ulu hatinya .


dia sudah berusaha sekuat tenaga untuk membuang jauh jauh kenangan pahit itu, tapi tetap saja semuanya sia-sia .


"aku tidak boleh terus-terusan mengingat ini" batin reza dalam hati , dia mulai menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan , bertekad untuk mulai melupakan semua kesakitannya selama ini, menjalani kehidupannya dengan normal seperti sebelum dia mengenal perempuan itu.


-----------------------------------


ayoo dukung aku terus ya untuk menulis....butuh banget kritik dan sarannya karna masih tahap pembelajaran . ☺☺☺