
Review bab sebelumnya...
Mei membuka pintu dengan lembut. Dia kaget saat melihat seorang wanita yang bermake up tebal seperti nya dia memakai make up sampai 100 lapis kali tebal banget pulak, bukan hanya itu pakaian wanita itu yang sangat seksi dengan tubuh langsing nya memang cantik dan cocok cuman make up nya aja ketebalan, parfum yang digunakan wanita aneh itu juga sangat menyengat hingga membuat orang hampir pingsan.
"Kau akan menjadi selir ke 7 kaisar kan?," tanya wanita itu. Mei mengangguk pelan.
"Lebih baik kamu batalkan niat busukmu itu, karena kaisar hanya akan jadi milik ku seorang!," tegas wanita itu marah....
"Sebelum dibaca silahkan like jika kamu suka dan favorite kalau kamu ingin melanjutkan episod seterusnya, jangan lupa vote yah. Kalau ada kesalahan di ayatnya atau kalian merasa bahasanya agak aneh silahkan di kasih tau yah, maaf kalo ada typo. Selamat menikmati yah semoga kalian suka makasih udah mampir😊🌸"
"Nona, dikarenakan anda adalah selir kesayangan kaisar nona harus membantuku!," teriak Mei sambil acting nangis sekencang mungkin agar wanita aneh itu tidak tau bahawa Mei cuman acting doang. Mei melilit kedua paha wanita itu dengan kuat sambil menangis seperti orang yang paling tersakiti.
"Wanita busuk, apa yang kau lakukan lepas kan kakiku!," teriak wanita itu sambil mendorong Mei hingga terjatuh.
Mei berlutut. "Nona aku dipaksa menikahi kaisar, ibu dan ayahku sedang menunggu ku di rumah aku mohon selamatkan aku, aku tidak ingin menjadi selir kaisar aku mohon nona!!," teriak Mei sambil nangis terisak-isak. Wanita itu berjaya dipancing dan dia malah merasa kasihan pada Mei, dah makan umpan kan dah tuh cewek.
"Zuo, bangunkan gadis malang ini," perintah selir pada Zuo.
"Nona, silahkan bangun," kata Zuo pada Mei sambil merangkul Mei untuk bangun.
"Ini saatnya!," dalam batin Mei, Mei mulai berulah dia mencoba untuk menjadikan selir kesayangan itu sebagai teman baiknya agar dia bisa bebas dari dibunuh oleh selir lainnya.
"Gadis malang marilah masuk ke kamar mu dan kita ngobrol di dalam," pinta sang selir pada Mei.
Mei masuk ke dalam kamarnya bersama sang selir kesayangan kaisar, mereka ngobrol cukup lama sehingga selir memberitahu sesuatu pada Mei yang membuat Mei kaget.
"Mei, aslinya kakak juga tidak ingin menjadi selir kaisar," kata selir Liu dengan raut wajah sedih yang dipancarkan di wajahnya.
"Maksudnya?," tanya Mei kebingungan. Mei mengira selir Liu sangat tergila-gilakan kaisar sepertinya pikiran nya itu salah.
"Kakak sengaja memakai make up tebal agar kaisar membebaskanku karena melihat wajahku yang aneh, tapi nyatanya dia malah menyuruh para pegawai mengetatkan lagi jagaan di kamar ku agar aku tidak melakukan hal aneh," sahut selir Liu. Wajah Liu benar-benar sedih sepertinya kaisar itu membuat Liu terluka hingga dia terpaksa senyum dan memendam semua kesakitan di hati kecilnya.
"Kak Liu, mengapa kamu melakukan itu?," tanya Mei lagi penasaran.
"Kakak mempunyai seorang kekasih yang menunggu kepulangan kakak di kampung halaman, kakak terpaksa menerima kaisar sebagai suami kakak karena kaisar mengancam kakak," sahut selir Liu lagi. Air matanya perlahan mengalir di pipinya akhirnya dia menangis karena tidak kuat menahan rasa sakit yang dialami olehnya. Mei mengusap belakang selir Liu agar dia tenang.
"Aku akan membantu kakak keluar dari istana ini!," sahut Mei dengan penuh semangat.
Plakk!
Suara pintu yang di tendang oleh Hong Ruan.
"Bawa selir Liu kembali ke kamarnya!," tegas Hong Ruan pada para pengawal nya.
"Kaisar, aku mohon kembalikan aku ke kampung halaman!," teriak selir Liu sambil memohon dan melutut pada Hong Ruan dengan teriakan disertakan air mata yang mengalir deras, selir Liu memohon pada kaisar berkali-kali namun selalu di abaikan.
"Kakak Liu!," teriak Mei sambil berlari ke arah Liu Huanran. Mei melihat pendarahan selir Liu sangat banyak dan kesadaran selir Liu mungkin bisa hilang.
"Kalian bawa selir Liu ke kamar dan panggil tabib sekarang!," perintah Mei pada para pengawal. Pengawal langsung membawa selir Liu kembali ke kamar dan meninggalkan Hong Ruan dan Mei Luo San berduaan di kamar.
PLAKKK!
Tamparan yang mendarat di wajah Hong Ruan.
"Kurang hajar, bagaimana bisa kamu memperlakukan selirmu sendiri seperti itu, apa kamu tidak mempunya hati kemanusiaan??!!," teriak Mei marah.
"Dia hanya selir yang ku kutip di sampah, lagian dia hanya wanita murahan!," sahut Hong Ruan kesal.
PLAKKK
Mei menampar pipi satunya lagi milik Hong Ruan.
"Kamu seorang kaisar, seharusnya kamu membantu orang yang lebih rendah darimu bukannya menjadikannya selir dan menindas nya!," teriak Mei lagi. Mei benar-benar marah kini, dia ingin sekali membunuh pria yang berada di hadapannya itu.
"Aku adalah kaisar dan kamu adalah rakyat rendahan dan kini kamu berani memerintahku, apa kamu ingin mati??,". Emosi Hong Ruan juga kini tidak dapat di kontrol, dia mendorong Mei sehingga jatuh untungnya Mei tidak terluka.
Hong Ruan keluar dari kamar Mei sambil membanting pintu kamar Mei dengan kuat.
"Pria ini benar-benar pemarah, bisa-bisa nya dia melakukan perkara bodoh seperti itu benar-benar tidak bisa di maafkan!," gumam Mei sambil berdiri dan menepuk bajunya.
"Mei, kamu harus ke kamar Hong Ruan," kata Lazenby serius.
"Mengapa aku harus ke kamarnya, apa aku harus menggodanya gitu?," gumam Mei yang masih kesal dan tidak ingin bertemu Hong Ruan lagi.
"Kamu tidak tau aja kaisar itu jatuh cinta pertama kali pada Liu Huanran, namun karena di hati Liu Huanran masih ada kekasihnya makanya kaisar tidak tega untuk melakukan malam pertama bersamanya," sahut Lazenby.
"Emangnya napa, itu kan cuman malam pertama, kalau dia tidak ingin membantu selir Liu itu juga percuma," gumam Mei sambil duduk di ujung kasur.
"Kaisar ingin membantu selir Liu menjauh dari papanya makanya ia menyuruh para pengawal nya menjaga selir Liu dengan lebih ketat, tujuan ayah Hong Ruan melakukan itu adalah karena selir Liu adalah anak dari musuhnya," sahut Lazenby lagi.
Mei yang mendengar itu langsung kaget.
"Sekarang, ayah Hong Ruan sudah mengetahui Hong Ruan menyembunyikan selir Liu di istananya, pasti kaisar sedang dihukum cambuk 30 kali sekarang," sahut Lazenby lagi.
Mei langsung berdiri dan berlari ke kamar kaisar, namun langkahnya terhenti di depan pintu kamar kaisar karena di halang oleh para pengawal yang mulia. Mei mulai khawatir pada Hong Ruan, mungkin saja tindakan yang ia lakukan barusan adalah salah dan kini karena ulahnya kaisar malah dikenakan hukuman....
Silahkan menunggu bab selanjutnya...