The Empress Is The Owner Of A White Lion

The Empress Is The Owner Of A White Lion
1. Gelang Lagendaris



Di suatu pagi yang cerah keliatan seorang wanita cantik yang masih ketiduran di atas kasur dengan gaya yang kasar.


   "Mei, bangun lah sampe kapan kamu mau tiduran??," teriak seorang ibuk-ibuk. Mei masih lagi tidur pulas dikarenakan dia bergadang cukup lama sehingga membuat dirinya ngantuk dan sama sekali tidak mau bangun dari kasur nya. Mama Mei yang sudah kesal karena membangunkan anaknya yang pemalas itu pun langsung membuka pintu kamar anaknya lalu ia memukul pantat anak gadis nya yang kerjanya males-malesan itu.


"Plak!"


Mei yang merasa kaget sontak saja bangun dan memegang pantatnya yang kesakitan. "Mami, apaan sih pagi-pagi gini ngajak gelud aja....," keluh Mei. Mama Mei yang sudah hilang kesabaran itu hanya diam dan langsung pergi tanpa mengatakan sebarang perkataan. Mei yang masih ngantuk terus saja berguling di kasurnya karena masih ngantuk dan males mau bangun dari kasurnya.


  Saat Mei terus saja berguling dia sontak saja merasa kaget saat merasakan ada sesuatu yang melingkari pergelangan tangannya. "Lah, apaan ini??," kaget Mei saat melihat pergelangan tangannya dibelit oleh seutas gelang berwarna putih hitam dan berbentuk seperti kepala kucing kecil di tengahnya. Mei yang masih bingung hanya mengelus gelang yang cantik menurutnya, tetapi gelang itu seperti gelang kuno yang sudah ketinggalan zaman.


  "Kenapa gelang ini bisa di tangan gua?," Mei yang masih kebingungan itu terus saja tertanya-tanya  tentang gelang yang berbelit di pergelangan tangannya itu. Di saat Mei fokus melihat gelang nya sontak saja dia langsung kaget saat gelang itu mengeluarkan cahaya terang yang menyinari seluruh kamarnya. Tubuh Mei mengapung dan seolah-olah dirinya sudah masuk ke dimensi lain, "kenapa aku mengambang???," Kaget Mei sambil melihat ke sekeliling nya tubuhnya menjadi ringan beda dari biasanya.


"Halo!,"


"Siapa itu??,"


"Aku adalah salah satu raja hewan yang lagenda dikarenakan kekuatan ku yang tiada batas nya,".


"Luh kira ini dunia dimensi gitu mau bodohin gua enak aja, ini pasti mimpi ini!,"


  "Nona sama ada anda mau mempercayai ku atau tidak itu semuanya terserah padamu, tetapi aku tetap akan membawa mu ke dunia asal ku, tenang aja ku akan memberimu kekuatan tanpa batas hingga tiada siapa yang berani menindas dirimu,"


"Jangan bercanda, aku gak mau!,".


Lagi-lagi Mei di sinari cahaya yang sangat terang sehingga mata nya terasa perih, kesadaran Mei dengan perlahan menghilang tubuhnya mulai lemah seperti seseorang yang sudah tidak punya tenaga sama sekali.


Perlahan Mei mulai membuka matanya dan mencoba bangun. Mei bisa membuka matanya dengan lebar kini dia melihat ke sekelilingnya dan dia lagi-lagi kaget saat melihat suasana hutan yang dipenuhi suara burung berkicauan dan angin yang menghembus dedaun di pohon-pohon. Mei benar-benar tidak percaya itu dia mencubit kedua pipinya tetapi dia merasakan sakit.


  "Beh, ini mah namanya nambah masalah aja, masa iya gua di bawa ke sini tempat apaan ini coba...," Mei memggaruk kepalanya berkali-kali karena heran. Dia kebingungan tetapi di saat yang bersamaan ada seorang pria berambut hitam panjang sedang terbaring lemah di salah satu pohon yang gede.


"Kau tidak seharusnya panik seperti itu, aku bisa membawamu kembali ke dunia asal mu asal kau menyelesaikan misi yang aku sediakan untukmu,".  Mei yang kaget mendengar suara aneh itu di buat merinding sekujur tubuhnya.


  "Buset, nih hutan fiks angker sih ini," kata Mei sambil berlari dan mencoba keluar dari hutan itu.


"Kamu siapa sih?," tanya Mei. Pantulan cahaya sontak saja keluar dari tubuh Mei dan membentuk seekor harimau putih bersih yang gede dan hampir setiggi tubuh Mei, harimau itu duduk di hadapan Mei.


"Aku adalah Lazenby, salah satu hewan lagendaris dari 6 sodaraku," sahut sang harimau putih sambil menjilat bulu nya. Mei gak kaget karena dia biasa mengelus harimau milik papa nya.


"Kok bisa ngomong?," tanya Mei lagi.


"Sebelum kau menanyakan soalan aneh padaku, aku akan menjawab dahulu, ini adalah dunia fantasi dan kamu adalah orang terpilih yang akan menguasai salah satu kuasa lagendaris di dunia ini, tujuan kamu berada di sini adalah untuk membangkitkan kembali kekuatanku dan aku akan mengembalikanmu ke dunia asal mu asal kamu membantuku," sahut harimau putih itu lagi. 


"Emang nya dimana sodara mu?," sahut Mei penasaran. Lazenby hanya menggerakkan kedua kupingnya sambil menajamkan kedua matanya ke arah Mei.


  "Aku tidak peduli pada mereka, lagian mereka sudah mempunyai tuan tersendiri dan kini aku punya kamu untuk menjadi tuanku," jawab Lazenby, sepertinya harimau itu serius.


"Adakah kamu yang paling kuat di antara sodaramu yang lain?," tanya Mei yang masih penasaran.


"Sudah tentulah... tidak...," jawab Lazenby dengan santai, dia kembali tepar di tanah sepertinya dia ingin tidur matanya hampir merem.


"Dih, malah tidur... kasi tau lah sodaramu itu kenapa di panggil 6 hewan lagendaris?," tanya Mei lagi, dia tidak berhenti melontarkan pertanyaan sehingga membuat Lazenby kesel dan akhirnya dia menceritakan semuanya.


"Kami ada 6 bersodara, yang pertama adalah Grumpiers, dia mewakili sifat pemarah kedua Calpiers, dia mewakili sifat tenang ketiga Honesfly, mewakili sifat kejujuran keempat Lieyoraz, mewakili sifat kebohongan kelima aku, mewakili sifat....mager alias males dan terakhir Loyarzebyon mewakili sifat setia, mereka juga mempunya bentuk fisik yang berbeda dan kekuatan yang berbeda juga, sekarang kau sudah mengerti dan aku tidak akan mempedulikan mu lagi," kata Sang harimau.


"Emang fisik mereka kayak....," belum habis Mei menanyakan soalan harimau putih itu langsung menghilang. "Dih... gua belum habis nanya udah ngilang aja nih si anak mager," kesel Mei. Mei yang sudah gak tau harus ngapain itu hanya bisa berkeliling di seluruh hutan itu, tanpa ia sadar dia sedang diikuti oleh seseorang.


Mei terus saja berjalan tanpa berhati-hati dia sungguh santai dia gak tau aja hutan itu adalah hutan yang paling menakutkan bagi penduduk sekitar situ. Di saat Mei berjalan dengan santai langkah nya sontak saja berhenti saat dia mendengar suara aneh di semak-samun. Mei mendekat ke arah suara aneh itu dan saat dia mau melihat tiba-tiba saja ada sesuatu yang melompat keluar dari semak-samun itu.


"Eh buset!," teriak Mei saat benda itu melompat. Mei terjatuh.....


harap menunggu episod selanjutnya...