The Empress Is The Owner Of A White Lion

The Empress Is The Owner Of A White Lion
3. Ketemu Pria Aneh



**Review bab sebelumnya...


"By, apa pria itu juga memiliki hewan lagendaris sepertiku?," tanya Mei pada Lazenby yang kini berada di hadapannya.


"Singa ini adalah hewan lagendaris pertama dan paling kuat di antara 6 sodara ku," sahut Lazenby**...


"Sebelum dibaca silahkan like jika kamu suka dan favorite kalau kamu ingin melanjutkan episod seterusnya, jangan lupa vote yah. Kalau ada kesalahan di ayatnya atau kalian merasa bahasanya agak aneh silahkan di kasih tau yah, maaf kalo ada typo. Selamat menikmati yah semoga kalian suka makasih udah mampir😊🌸"


" Lazenby, kenapa bisa kamu disini?," tanya sang singa saat melihat Lazenby berdiri di hadapannya. Lazenby duduk sambil menjilat bulu-bulu pada badannya.


"Nih anak magernya kelewatan, kalo nggak di jawab gua yang di ngap," kesal Mei sambil menggertak kan gigi kesal.


"Permisi, saya akan menjelaskan semuanya, nama ku Mei Luo San, dan aku adalah pemilik kucing mager ini," sahut Mei sambil memancarkan senyuman manis dan ujungnya jadi pahit. Singa itu hanya terdiam heran, dia mengizinkan Mei Luo San untuk merawat tuannya.


"Aku akan mencoba membantunya, sepertinya lukanya tidak terlalu menusuk ampe ke usus," kata Mei sambil sedikit bercanda, sembari singa itu duduk di sebelah Lazenby yang masih menjilat-jilat bulunya.


Setelah 1 jam...


Sudah 1 jam Mei menunggu pria itu sadar, ntah kenapa Mei mau meminta sesuatu karena sudah membantunya, Mei tau kok dari penampilan pria ini dia bukanlah orang biasa.


Pria itu mulai sadarkan diri jari-jemari nya akan sudah bergerak, cuman mencoba untuk menggerakkan matanya aja tuh. Mei yang sadar bahawa pria itu sudah sadarkan diri langsung membantu pria itu duduk, yah itupun untuk mendapatkan ganjaran.


"Permisi, aku sudah membantumu kalau bisa kasi aku uang dong!," kata Mei dengan senyuman manis yang terpaksa ia pancarkan.


"Cewek ini sepertinya urat malunya udah putus," kata Lazenby yang sudah terlentang dengan matanya yang berkedip-kedip karena ngantuk.


Pria itu malah menatap Mei karena wanita itu malah bertindak aneh, ini pertama kalinya ada orang yang berani bersikap seperti tidak ada takutnya di hadapan sang kaisar.


"Beraninya kamu meminta ganjaran padaku!," teriak pria itu marah.


"Loh, kan aku udah bantuin kamu masa iya kamu gak kasi ganjaran, kalo tak ku bantuin pasti meningsoy anda di tempat!," tegas Mei marah juga dia.


Singa yang melihat tuannya di maki auto marah dan mau membunuh Mei karena sikapnya yang tidak sopan.


"Baru aja mau tidur...," gumam Lazenby sembari berdiri dan mendekat ke arah Mei.


"Kamu rakyat kurang ajar!," teriak pria itu keras.


Mei yang mendengar perkataan "rakyat" itu sontak saja kaget karena dia baru saja melihat rantai leher yang di pake oleh pria itu adalah rantai leher milik Kaisar terdahulu di buku cerita dongeng tapi.


"Gak mungkin kan, cowok ini Kaisar?," dalam batin Mei yang sudah keringat dingin.


"Maaf tidak sopan, apakah anda adalah Kaisar?," tanya Mei sambil tersenyum.


Pria itu mengerutkan keningnya. "Kamu tidak tau, aku adalah Kaisar kerajaan ini?," tanya sang kaisar tegas. Kaisar itu agak kaget ini adalah orang pertama yang tidak mengenal dirinya, ya mana mungkin Mei mengenali dia lagian Mei bukanlah orang di kerajaan itu.


Mei hanya menggelengkan kepalanya, wajahnya sudah berkeringat dia takut dia akan mati karena sudah memarahi yang mulia Kaisar. Disaat Mei kebingungan itulah para tentera milik sang kaisar muncul. Tambah keringat dingin lah si Mei.


"Ini kesempatan ku kan?," dalam batin Mei.


"Lazenby, kabur!!!," teriak Mei dan langsung berlari, Lazenby pun mengikuti Mei kabur dengan cepat.


"Grumpiers, kejar wanita itu jangan sampai dia lepas!," perintah Kaisar pada sang singa miliknya. Grumpiers langsung berlari mengejar Mei dengan kemampuan larinya yang sangat pantas dengan mudah dia dapat mengejar Mei.


"Mei, dia akan menerkam mu!," teriak Lazenby. Saat Grumpiers hampir menerkam Mei, Lazenby langsung mendorong sang singa hingga terlempar ke pohon. Mei masih terus berlari sekencang mungkin demi menyelamatkan dirinya.


Sang kaisar yang sudah tiba langsung mengepung Lazenby hingga dia tidak bisa kabur. Mei menoleh kebelakang dan melihat Lazenby dikepung oleh 10 orang prajurit, walau Lazenby bisa mengalahkan prajurit dia pasti tidak akan bisa mengalahkan Grumpiers sang singa.


"Aku tidak bisa meninggal kan Lazenby sendirian!," kata Mei, dia berbalik kembali dan berlari ke arah Lazenby untuk melindungi nya. Mei mendorong para prajurit dan langsung memeluk Lazenby.


"Kenapa tidak kabur aja???," tanya Lazenby.


"Mana mungkin aku akan meninggalkan mu!," sahut Mei.


"Kamu disini malah nambah beban dodol," sahut Lazenby lagi.


"Diem ah, Kaisar aku akan melakukan apapun tapi jangan melukai peliharaan ku!," teriak Mei sambil mengeluarkan air mata palsu. Lazenby tambah stress dan akhirnya jadi rebahan.


"Baiklah, aku akan menjadikanmu sebagai sekurku," kata sang kaisar. Mei yang mendengar itu langsung aja kaget dan melirik ke arah Kaisar.


"Mohon maaf, ada permintaan lain gak soalnya aku gak bakalan jadi selirmu dan hidup di kalangan para selir yang lainnya yang bakalan iri karena kamu mengangkat selir baru!," tegas Mei kesal, Mei tentu saja tidak mau menjadi selir karena dia takut hari-harinya akan lebih menakutkan karena dia takut para selir sang kaisar, akan iri padanya dan mencoba membunuh Mei.


"Di istana ku, tiada siapa yang akan iri," tegas sang kaisar lagi.


"Pokoknya aku gak mau, itu tetap keputusan ku aku gak bakalan merubah keputusan ku!," kata Mei yang masih teguh dengan keputusan nya. Kaisar yang sudah kesal mulai emosi.


"Perajurit, bawa wanita itu kembali ke istana dan bawa sekalian harimu mager miliknya!," perintah Kaisar pada prajurit nya. Tanpa membuang waktu mereka langsung membawa Mei dan Lazenby pulang ke istana bareng sang kaisar.


"Aku gak mau, lepasin gak atau ku bunuh kalian!,". Mei yang kesal terus saja memberontak, sembari Lazenby malah tidur saat digendong oleh para prajurit.


"Ini anjing kok berat yah, gendut pulak," kata salah satu prajurit. Yaiyalah berat kan Lazenby kerjanya makan kalo kenyang tidur. Lazenby yang mendengar itu langsung ngamok dia melempar semua prajurit yang menggendong nya.


"Buset, tuh kucing kerasukan cuman gara-gara dikatain gendut," sontak Mei saat melihat kemarahan Lazenby. Bola mata Lazenby. menjadi biru terang dia sangat marah kali ini dan mencoba menyerang sang kaisar. Namun tindakannya di tepis oleh Grumpiers.


Prajurit yang memegang Mei juga turut di hantam sama Lazenby dan itu membuat Mei terlepas.


Lazenby dan Grumpiers berantem dan sepertinya Grumpiers sudah mulai melemah karena kekuatan Lazenby memang benar-benar sangat kuat saat dia sudah mulai mengamuk. Lazenby sudah 10 tahun tidak mengeluarkan taring aslinya sehingga Grumpiers melupakan sifat asli sang harimau putih yang mengerikan....


Harap menunggu bab selanjutnya....