The Empress Is The Owner Of A White Lion

The Empress Is The Owner Of A White Lion
4. Dipaksa menjadi selir



Review bab sebelumnya....


Prajurit yang memegang Mei juga turut di hantam sama Lazenby dan itu membuat Mei terlepas.


Lazenby dan Grumpiers berantem dan sepertinya Grumpiers sudah mulai melemah karena kekuatan Lazenby memang benar-benar sangat kuat saat dia sudah mulai mengamuk. Lazenby sudah 10 tahun tidak mengeluarkan taring aslinya sehingga Grumpiers melupakan sifat asli sang harimau putih yang mengerikan....


"Sebelum dibaca silahkan like jika kamu suka dan favorite kalau kamu ingin melanjutkan episod seterusnya, jangan lupa vote yah. Kalau ada kesalahan di ayatnya atau kalian merasa bahasanya agak aneh silahkan di kasih tau yah, maaf kalo ada typo. Selamat menikmati yah semoga kalian suka makasih udah mampir😊🌸"


"Grumpiers, mundur sekarang!," perintah sang Kaisar pada singa miliknya. Sembari Mei bingung harus ngapain lagian dia juga masih belum bisa mengontrol Lazenby apalagi kekuatannya. Lazenby keliatan semakin marah dan hampir saja mencelakai Mei, untungnya Mei dengan cepat menahan tubuh Lazenby. Mei mencoba mengelus Lazenby dengan tangan kirinya tangan kanan nya menahan tubuh Lazenby.


"Lazenby, tenang lah... kamu ganteng kok hak gendut tapi berotot," puji Mei untuk menenangkan Lazenby. Dengan semua pujian yang di lontarkan Mei membuat Lazenby kembali tenang. Lazenby sedar kembali dan menghilang karena sepertinya kekuatannya melemah.


"Kamu memang benar-benar harus menjadi selir ku," kata sang kaisar sambil menggendong Mei dan langsung menaiki kuda putih miliknya.


"Lepaskan aku, aku gak mau jadi selirmu!," teriak Mei sambil memberontak sebisanya.


"Plakk!"


Kaisar menampar pantat Mei dengan kuat.


"Kaisar bre**sek, beraninya kamu menampar pantat ku!!!," teriak Mei sambil memegang pantatnya yang kesakitan.


"Jangan bergerak dan banyak omong, kalau tidak aku akan menampar punyamu itu lebih dari 50 kali," perintah kaisar dengan nada dingin, namun dalam diam di sedikit tertawa karena sifat Mei yang lucu. Mei kini diam dan gak bergerak sama sekali.


Setibanya di istana...


"Anu... kaisar, siapa namamu?," tanya Mei sambil sedikit tersenyum.


"Namaku Xuan Hong Ruan,". Yah jawaban kaisar itu sangat singkat padat dan jelas.


"Moga aja disini ada dukun, bisalah kan gua santet luh, sekurang-kurangnya luh bisa jadi suami yang takut ma isteri," gumam Mei dalam batin. Wanita itu hanya tersenyum licik saat kaisar sudah menjawab pertanyaan Mei.


Di depan pintu istana para pengawal sudah berkumpul di hadapan untuk menyambut kedatangan kaisar kesayangan mereka. Kaisar pun masuk ke istana dan menurunkan Mei dari kuda dengan lembut.


"Hong Ruan... maksudku, kaisar apa disini ada dukun?," tanya Mei sedikit gugup sambil menyatukan kedua jari telunjuknya.


"Kau bisa memanggilku Hong Ruan...," sahut Hong Ruan sambil mengusap pelan pipi Mei. Mei yang langsung kaget melihat sikap lembut sang kaisar langsung mundur 5 langkah, bagaimana bisa sifatnya malah berubah sepantas itu.


"Mengapa mundur?," tanya Hong Ruan yang aneh melihat sikap Mei. Mei menggelengkan kepalanya dan maju kembali 5 langkah ke hadapan dan berdiri tepat di hadapan Hong Ruan, Mei menatap bola mata Hong Ruan yang berwarna coklat dan bersinar itu membuat tujuan asli Mei malah ditunda karena tergoda dengan warna bola mata Hong Ruan yang cantik dan keningnya yang tebal itu membuat Mei meleyot dan malah terdiam sambil menatap Hong Ruan, mata Mei tidak berkedip sama sekali saat melihat Hong Ruan.


Cup!


Hong Ruan mengecup pelan bibir Mei dan membuat gadis itu kembali sadar.


"Siapa yang menyuruh mu mendekat padaku, itu berarti kamu menyerahkan tubuh mungil mu itu," canda Hong Ruan. Wajah Mei semakin memerah dia bisa saja pingsan di tempat.


"Tapi sayang, aku tidak meminatimu sama sekali karena punyamu itu papan," kata Hong Ruan, canda nih cowok emang bikin emosi emang.


"Hong Ruan, kamu sepertinya terlalu jujur hingga membuat diriku ingin menggoda dirimu sehingga kamu melutut dan mencium kakiku liat aja!," emosi Mei, dia melontarkan perkataan aneh nya tanpa memikirkan kelanjutannya.


Hong Ruan tersenyum dan mengangguk kan kepalanya itu tanda dia setuju dengan perkataan Mei. Mei puas melihat Hong Ruan menganggukkan kepalanya.


"Eh, kok kayak ada yang salah yah?," tanya Mei, dia baru sadar dan matanya langsung membulat besar dan melebar karena dia mengatakan perkataan itu tanpa berpikir 2 kali.


"Baiklah, karena kamu tidak sabar ingin menggoda ku maka besok aku akan menjadikan mu sebagai selir ku," sahut Hong Ruan cepat dan berjalan ke arah lalu mengelus rambut Mei dan pergi meninggalkan wanita yang salah ngomong itu.


"Emosi mu terlalu mengerikan hingga membuatku ingin menjerit sambil mengeluarkan setetes air berwarna kuning diikuti ma air mata,". Sepertinya Lazenby mengatai Mei.


"Kamu kucing busuk, mendingan diam dah," kata Mei kesal sambil menggenggam kedua tangan nya.


Malamnya...


Mei yang masih tidak bisa tidur terus saja berguling di atas kasur karena memikirkan masa depannya yang dulunya putih kini menjadi hitam.


"Ya ampun, walau gua dulu bocah bandel bahkan buk guru aja takut ma aku, tapi ini kan situasinya beda weh," kata Mei sambil menutup wajahnya menggunakan telapak tangan Mei.


Mei merasa tidak tenang hatinya berantakan jantung nya berdetak kencang, dia ingin sekali membunuh dirinya sekarang. Di pikiran Mei sekarang hanya ingin pulang dan tidak ingin tinggal disini dengan masalah yang tak lama lagi bakalan numpuk segunung.


"Tok, tok, tok!"


Suara ketukan pintu yang berada di pintu kamar Mei.


"Siapa sih, malam gini bukan tidur malah gangguin gua aja kayak burung hantu aja ah," keluh Mei sambil berdiri dan langsung membuka pintu kamarnya dengan ekspresi wajah yang senyum tapi itu pun dipaksakan oleh Mei.


Mei membuka pintu dengan lembut. Dia kaget saat melihat seorang wanita yang bermake up tebal seperti nya dia memakai make up sampai 100 lapis kali tebal banget pulak, bukan hanya itu pakaian wanita itu yang sangat seksi dengan tubuh langsing nya memang cantik dan cocok cuman make up nya aja ketebalan, parfum yang digunakan wanita aneh itu juga sangat menyengat hingga membuat orang hampir pingsan.


"Kau akan menjadi selir ke 7 kaisar kan?," tanya wanita itu. Mei mengangguk pelan.


"Lebih baik kamu batalkan niat busukmu itu, karena kaisar hanya akan jadi milik ku seorang!," tegas wanita itu marah....


Harap menunggu bab selanjutnya....