
Review bab sebelumnya....
Mei terus saja berjalan tanpa berhati-hati dia sungguh santai dia gak tau aja hutan itu adalah hutan yang paling menakutkan bagi penduduk sekitar situ. Di saat Mei berjalan dengan santai langkah nya sontak saja berhenti saat dia mendengar suara aneh di semak-samun. Mei mendekat ke arah suara aneh itu dan saat dia mau melihat tiba-tiba saja ada sesuatu yang melompat keluar dari semak-samun itu.
"Eh buset!," teriak Mei saat benda itu melompat. Mei terjatuh.....
"Sebelum dibaca silahkan like jika kamu suka dan favorite kalau kamu ingin melanjutkan episod seterusnya, jangan lupa vote yah. Kalau ada kesalahan di ayatnya atau kalian merasa bahasanya agak aneh silahkan di kasih tau yah, maaf kalo ada typo. Selamat menikmati yah semoga kalian suka makasih udah mampir😊🌸"
"Loh, itu kan rubah?," Mei merasa lebih tenang saat mengetahui itu adalah seekor rubah, namun Mei gak mengetahui itu bukanlah rubah biasa, rubah itu ialah salah satu dari 6 hewan lagendaris yang dikatakan oleh Lazenby.
"Dasar bodoh, kau seharusnya kabur sekarang!," teriak Lazenby yang sudah panik.
"Lah emangnya kenapa, kan rubahnya lucu tuh," tanya Mei lagi karena dia heran lagian rubah tidak lah memangsa manusia walau dia adalah karnivor, Mei tahu rubah adalah teman baik bagi manusia jadi dia tidak lah berbahaya.
"Rubah busuk ini berbeda, kabur sekarang!," teriak Lazenby, sepertinya harimau itu benar-benar sedang marah. Mei yang sudah tidak punya pilihan itu pun langsung kabur meninggal kan sang rubah. Namun siapa sangka rubah yang dibilang imut itu malah mengejar Mei dengan sangat cepat, dia menunjukkan taringnya yang tajam sambil memancarkan aura membunuh yang sangat kuat.
"Buset, adanya rubah kek gitu weh?!," kaget Mei saat dia mengetahui rubah bisa sangat menyeramkan dan bisa saja rubah yang dibilang imut itu menerkam Mei kalau dia tidak kabur barusan. Mei mulai lelah, kakinya sudah hampir sampai batas nya untuk berlari namun rubah yang mengejar Mei keliatan gak capek sama sekali dan masih semangat mengejar Mei dengan air liur yang mengalir seperti seseorang melihat makanan enak yang sudah di depan mata tetapi tidak bisa digapai.
Sialnya, saat Mei mulai berlari lebih kencang kakinya malah tersandung di akar pohon yang besar sehingga membuat Mei terjatuh. Di saat rubah itu melihat Mei tidak bisa berdiri dia langsung dengan cepat melompat dan hampir menerkam gadis lemah itu. Bola mata Mei sudah membesar dirinya mulai ketakutan dan tidak bisa bergerak sama sekali. Untungnya saat rubah itu hampir menerkam tubuh Mei, Lazenby langsung melompat ke arah rubah itu dan langsung menerkamnya.
"Srash!,"
Bunyi anak panah yang mengenai tubuh harimau putih milik Mei.
"Aummmm!!!,"
Suara teriakan sang raja hutan kedengaran sangat keras saat panah melaju ke tubuhnya dan membuat Lazenby terluka.
"Lazenby!," teriak Mei dan langsung menuju ke arah harimau putih miliknya untuk melihat keadaan Lazenby yang terluka. Sembari rubah yang sudah di terkam Lazenby itu langsung mengambil kesempatan itu untuk kabur.
Mei mengelus badan Lazenby yang terluka tangganya gementaran melihat harimau itu terluka ntah kenapa air mata Mei malah menetes hatinya merasa sakit saat melihat harimau putih miliknya terluka.
"Apa hewan jelek itu milikmu?," tanya suara yang berada di belakang Mei. Mei menoleh kebelakang dan dia melihat seorang wanita berpakaian hanfu berwarna biru tua sambil memegang pemanah dan anak panah yang berada di tangganya.
"Kau yang memanah temenku?!," teriak Mei keras, sepertinya Mei sangat marah. Wanita itu hanya diam dan menatap Mei dengan tatapan kesal akan Mei karena Mei membentaknya. Tanpa Mei sadari rubah yang barusan berada di belakang wanita itu.
"Jadi rubah itu adalah punyamu, kamu benar-benar membiarkan hewan peliharaan mu itu menyerangku kamu benar-benar biadab," tegas Mei.
"Kamu yang biadap, apa kamu tidak tahu kalau ini adalah kawasan suku kami," tegas wanita itu balik, wanita itu juga keliatan marah terhadap Mei.
Mei menoleh kembali ke arah Lazenby dan memeluk Lazenby, kini dia bingung mau ngapain dia kedunia itu karena Lazenby yang membawanya ke sini kalo harimau itu mati siapa yang mau membawa Mei kembali ke dunia asalnya. Mei memikir keras hingga membuat dirinya hampir gila memikirkan perkara itu.
"Ya tuhan, ini benar-benar membuatku bisa jadi gila!," teriak Mei.
"Apa kau juga mempunyai hewan lagendaris sepertiku?," tanya wanita yang masih berdiri di belakang Mei.
"Kok kamu bisa tau?," tanya Mei, dia kaget saat mendengar pertanyaan wanita itu.
"Aku juga sama sepertimu tetapi hewan ku berbeda," jawab wanita itu.
Saat Mei mau menjawab wanita yang berada di hadapannya suara Lazenby terdengar kembali.
"Jangan tertipu dengan helah si rubah itu, dia adalah hewan lagendaris ke 4 yang mewakili sifat berbohong," kata Lazenby. Mei yang mendengar suara Mei itu berasa lega karena Lazenby sepertinya baik-baik saja.
"Kau masih hidup, syukurlah...," kata Mei sambil menghembus nafas lega saat mendengar suara Lazenby.
"Aku tidak semudah itu untuk mati," sahut Lazenby dingin. Mei sedikit merasa kesal dengan jawapan harimau sombong itu.
"Kabur!," teriak wanita itu saat melihat seseorang menuju ke arah mereka. Wanita itu kabur bersama rubah miliknya sembari Mei yang masih kebingungan masih terdiam melihat sekeliling nya.
"Kenapa mereka kabur?," tanya Mei sambil melihat ke sekeliling nya.
"Srash!!"
Sebilah pedang yang meluncur dan hampir mengenai wajah Mei.
Mei kaget dan langsung melihat ke arah pedang itu, dia melihat ke hadapan dan dia ditambah kaget saat melihat seorang pria berkuda putih bertubuh gagah berambut panjang berwarna hitam dengan wajahnya yang tampan itu membuat Mei tergoda. Namun hati Mei dalam sebentar tidak berdetak kencang lagi karena pria itu malah jatuh dari kuda dan sepertinya dia langsung pingsan.
"Napa malah pingsan sih, padahal kan aku baru aja mau liat ketampanannya," keluh Mei sambil berjalan ke arah pria tampan itu.
Langkah Mei terhenti saat dia melihat seekor singa berdiri di hadapan pria itu sambil menunjukkan taringnya seolah-olah menyuruh Mei jangan mendekat. Lazenby keluar dari tubuh Mei.
"By, apa pria itu juga memiliki hewan lagendaris sepertiku?," tanya Mei pada Lazenby yang kini berada di hadapannya.
"Singa ini adalah hewan lagendaris pertama dan paling kuat di antara 6 sodara ku," sahut Lazenby...
Harap menunggu bab selanjutnya...