
**Hay semua, para readers.
Jangan lupa like, coment dan vote yah.
terima kasih..
happy reading guys**...
Huff... ceritanya panjang nuan. Baiklah aku akan menceritakannya.
Lian wei pun menceritakan semuanya tanpa terkurang sedikut pun.
setelah menceritakan semuanya, Nuan pun manggut-manggut mengerti.
Ayo kita masuk ke dalam untuk tidur, setelah itu kita akan berkultivasi bersama. Itupun jika kau ingin ikut denganku, tapi jika tidak terserah padamu " seru Lian wei
Hamba akan tetap bersama nona, dimana pun nona pergi Nuan akan ikut bersama nona. Nuan janji akan berlatih agar bisa melindungi nona "jawan Nuan semangat.
Baiklah kalau itu mau mu, ayo kita tidur dulu" Ucap Lian wei.
Weiwei??
eh, Hanzo? ada apa? kau darimana saja? "ucap Lian wei.
aku dari bertapa, untuk meningkatkan kultivasiku, Nona siapa gadis yang di samping nona? "jawab Hanzo
oh dia adalah keluargaku juga, namanya Nuan. Dan nuan kenalkan dia Hanzo, di juga adalah keluargaku. Jadi kita bertiga adalah keluarga "ucap Lian wei
terima kasih nona, sudah menganggap kami keluarga!!! serempak Nuan dan Hanzo.
Hanzo kau istirahatlah, aku dan Nuan akan istirahat.
Hanzo hanya mengangguk dan mempersilahkan mereka berdua masuk kedalam .
keesokan paginya, di dalam ruang dimensi mereka sudah bersiap-siap untuk latihan kultivasi,
Nuan yang mempunyai tekad kuat, bersungguh-sungguh latihan. Meskipun latihan beladiri yang di ajarkan Lian wei sangat menyiksa itu tidak membuat dirinya mundur, hal itu membuat lian wei bangga kepadanya.
Sambil menunggu Nuan bertapa, lian wei menyempatkan dirinya untuk membuat pil, pil itu akan di jual ke tempat pelelangan di pasar.
Setelah beberapa jam Lian wei telah membuat beberapa pil, seperti pil penawar racun, pil regenerasi tingkat dewa, pil raja. Bersamaan itu pula Nuan telah selesai dengan tapanya, dan segera menghampiri Lian wei.
Nona?? "seru Nuan sambil tersenyum bahagia.
Kau sudah selesai? "ucap lian wei sambil memasukkan pil-pil itu ke dalam botol.
hemmm!! jawan nuan sambil mengangguk.
Nona, pil apakah itu? Nona ternyata seorang alkemis juga?
Iya ini pil, untuk kita jual nanti. Hmm, aku hanya sedikit belajar membuat pil dengan buku kemarin yang sempat aku baca. " bohong Lian wei.
Wah ternyata nona sangat berbakat, menjadi seorang alkemis sangatlah susah nona. Bahkan untuk belajar saja sampai bertahun-tahun, tapi itupun kalau ada bakat menjadi seorang alkemis. "jedahnya.
Tapi nona baru belajar kemarin sudah bisa membuat pil, nona memang berbakat. Nuan beruntung bisa ikut dengan nona. " ucap nuan sambil senyum-senyum terus.
Ah, sudahlah. kau terlalu berlebihan memujiku. Justru aku yang beruntung punya keluarga seperti dirimu. "ucap Nuan.
Di dalam kalung dimensi tersebut mereka berlatih dengan serius, hingga tak terasa 10 hari telah di kalung dimensi. Karena perbedaan waktunya yang cukup jauh. Jadi disana mungkin masih pagi, Nuan kini telah berada di grandmaster tingkat akhir. Dan lian wei telah berada di tingkat surgawi.
Saat itu lIan wei berencana akan ke pasar untuk menjual hasil pil buatannya.
Hanzo!!!! panggil Lian wei.
Iya weiwei? "jawan hanzo
aku akan keluar bersama dengan Nuan kau baik-baik disini yah.
Baik mona.
Setelah keluar dari kalung dimensi, ternyata disana masih pagi, padahal di dalam dimensi sudah siang hari.
Dengan pakai hanfu sederhana, dia mengambil hanfu yang berada du ruang dimensi yang telah tersedia, dan memakai cadar yang senada dengan hanfu yang di gunakan. Tetaplah tidak bisa menutupi kecantikan dari Lian wei
saat tiba di pasar yang cukup jauh tepat di ibukota kekaisaran Yu tapi lian wei tidak terlalu lama karena mereka menggunakan ilmu teleportasi. semua mata penduduk terpana melihat sosok gadis cantik bak dewi yang misterius, walaupun Lian wei memakai cadar.
Nuan?? kenapa orang-orang memandang kita? apakah ada yang salah dengan pakaian ku? "tanya Lian wei sambil memperhatikan penampilannya.
Nuan hanya tersenyum dan berkata. Nona para penduduk melihat nona, karena nona sangat cantik. "puji Nuan.
Wah siapa gadis itu??
Kalau dilihat dari pakaiannya, dia seperti nona muda bangsawan.
cantik sekali dia, walaupun tertutupi cadar.
aku sangat penasaran dengan wajahnya.
begitulah bisik-bisik para rakyat disana. Tapi Lian wei hanya acuh dia terus mencari tempat pelelangan.
Sebuah tokoh yang besar terdapat tulisan didepannya, Tokoh Sing. Lian wei pun masuk kedalam tokoh tersebut sambil menarik tangan Nuan.
Saat sampai di dalam. mereka di halangi oleh pelayan tokoh tersebut.
Maaf nona! Nona sedang cari apa?? tanya pelayan tersebut sambil memperhatikan pakaian yang dipakai Lian wei.
saya mencari pemilik tokoh ini, apakah bisa saya bertemu? saya ingin berbicara padanya langsung " ucap Lian wei.
Setelah melihat penampilan Lian wei, pelayan pun menyuruhnya untuk menunggu. sementara pelayan terebut memanggil pemilik tokoh.
Ada apa nona mencariku?? "tanya pemilik tokoh sing.
Saya ingin menjual beberapa pil yang sudah saya buat. Paman bisa memeriksanya dulu. "jawab Lian wei sambil memberikan botol berisi pil.
Saat memeriksanya, pemilik tokoh sangat terkejut melihat pil tersebut.
I..ini? pil regenerasi tingkat dewa?? tanya pemilik tokoh sing.
Lian wei hanya mengangguk, dan berkata.
Kalau paman masih kurang yakin, paman bisa menyuruh tabib memeriksanya atau alkemis. " ucap Lian wei.
ti..tidak Nona!! saya sangat yakin. Hanya pil ini sangat susah di buat. Bahkan pil ini sangat langkah. Baru kali ini paman melihat pil regenerasi bahkan tingkat dewa, kalau boleh tau siapa nama nona?? " ucap paman sing sangat antusias sangat penasaran dengan Lian wei.
paman bisa memanggilku Lala, dan ini saudara saya Nunu . Baiklah, saya ingin menjualnya atau boleh melelangnya. Nanti keuntungannya kita bagi dua, bagaimana?? "saran Lian wei.
Jangan nona, lebih baik saya mengambil 30 persen saja, itu sudah banyak sekali. Dan kebetulan beberapa jam lagi akan di adakan pelelangan. Kalau nona tidak keberatan menunggu. "ujar paman sing.
Baiklah aku akan menunggu "
Mari nona saya antar ke tempat beristirahat. "ucap paman sing sambil menyuruh menyiapkan hidangan istimewa, sebab Lian wei tamu istimewanya.
Silahkan nona ke kamar ini dulu, saya akan menyiapkan hidangan istimewa!! "ucap paman sing.
Tak usah terlalu repot paman " kata Nuan.
Kami tidak repot nona, nona jangan sungkan. Karena nona adalah tamu kami. " jawab paman sing
Karena kebetulan saat pergi ke pasar lian wei tidak sempat sarapan. akhirnya dia memakan hidangan tersebut.
setelah beberapa jam, pelelangan pun dimulai, Lian wei dan Nuan di berikan tempat khusus. Disana sudah banyak yang datang untuk pelelangan, sebab sebelum pelelangan paman sing sempat memberitahukan kepada orang-orang tentang pil tersebut.
**Bersambung.
Thank you guys..
sudah menyempatkan dirinya membaca novel receh ini.
Jangan lupa like,koment dan vote yah**.