The Doctors Time Travel Story

The Doctors Time Travel Story
1. Prolog



Halo.. Gimana? " tanya seseorang.


Beres boss, semua aman. "kata seseorang dari balik seberang telfon.


Bagus-bagus nanti saya akan transfer uangnya. "ucap seseorang.


tit tit tit ( telfon dimatikan)


Sebentar lagi kamu akan mati Clara, hahahah. Tawa wanita di sebuah ruangan.


Sebuah Rumah sakit ternama di Kota tersebut.


Suster saya pulang duluan yah udah malam, pasien di kamar A tolong cek botol infusnya.Oiya besok pagi ada jadwal operasi saya. Jadi tolong siapkan semuanya. ok? "ucap Clara kepada suster.


Baik Dok, hati-hati dok di jalan "ucap suster.


Clara hanya menanggapinya dengan berbentuk ok dijarinya.


Di perjalanan pulang Clara sedang melajukan kendaraanya dengan kecepatan tinggi karena waktu sudah menunjukkan waktu pukul dini hari, ditambah jalanan yang cukup sepi. Saat Clara hendak berbelok tiba-tiba rem mobil Clara tidak berfungsi, hingga akhirnya Clara terus membawa mobilnya sampai ke tepi jurang. Mobil Clara menerobos pembatas jalan dan terjung ke bawah jurang.


Apakah ini akhir hidupku? Mama, papa Clara minta maaf belum bisa bahagiakan kalian. Semoga kalian hidup bahagia. Ya Tuhan jaga kedua orang tuaku. Jangan biarkan mereka sedih karena diriku. Selamat Jalan mama, papa. "batin Clara.


Akhirnya mobil tersebut meledak dan hancur. bersamaan dengan kobaran api yang sangat besar.


Ke esokan harinya, tersebar berita tentang kematian seorang putri dari seorang pengusaha ternama sekaligus anak seorang bos mafia. Orang tua Clara sangat syok dan mama Clara akhirnya jatuh pingsan setelah mendengar kabar kematian putri semata wayangnya. Mama Clara di bawah pulang ke rumahnya ditemani oleh Jeni sahabat Clara. Diperjalanan pulang Jeni tersenyum penuh kemenangan karena rencana liciknya sudah berhasil menyingkirkan Clara.


Yah orang yang merencenakan pembunuhan Clara tak lain adalah sahabatnya sendiri sekaligus saudara angkatnya. Jeni sangat iri akan kehidupan Clara yang sangat sempurna, disayangi kedua orang tuanya, dikeliling teman yang baik, mempunyai pacar yang tulus, hidupnya sangat mewah, cantik dan baik hati. Sedangkan Jeni hanyalah anak angkat, yang di temukan oleh Clara saat mereka berusia 10 tahun. Saat itu Clara ikut bersama pembantunya ke pasar, di saat itu pula Clara melihat Jeni yang sedang meminta-minta di pasar. Clara merasa iba melihatnya dan akhirnya Clara mengajak Jeni pulang kerumahnya. Dan Jeni juga di angkat menjadi anak dari kedua orang tua Clara, atas permintaan Clara sendiri.


Seiring berjalannya waktu mereka tumbuh bersama dan Clara sangat menyayangi Jeni seperti saudara kandungnya. Jeni juga seorang dokter tapi tidak secerdas Clara. Clara selalu mendapat penghargaan dari pihak rumah sakit dan selalu di puji oleh orang-orang sekitarnya, Jeni merasa iri atas apa yang di dapatkan Clara. Hingga timbul niat menyingkirkan Clara dari hidupnya agar semua perhatian dari orang-orang beralih kepadanya. Seperti kata pepatah air susu di balas air tuba.


Clara melihat sebuah cahaya yang sangat terang, hingga dia menutupi matanya menggunakan lengannya, di balik cahaya tersebut ada seorang gadis yang berjalan ke arahnya yang wajahnya sama persis dengan dirinya.


Clara.. ucap seseorang sambil tersenyum.


Yah aku Clara, siapa kau? kenapa kau bisa tahu namaku? lalu kenapa wajahmu sama denganku? aku tidak punya saudara kembar? " Tnya Clara beruntun.


Aku adalah kau dan kau adalah aku. Aku berasal dari zaman dunia kuno. Namaku Lian Wei Yu. Aku kesini ingin meminta tolong kepadamu. "ucap Lian Wei Yu


Meminta tolong? "beo Clara


Balas dendam? maksudnya?? "ucap Clara bingung.


kau akan tahu semuanya, saat kau sadar nanti. Sebagai balasannya kau bisa menggunakan identitasku untuk melanjutkan hidupmu. "ucap Lian Wei Yu


Baiklah aku akan membalaskan dendammu. Aku janji. Ucap Clara tersenyum.


Lina Wei Yu memeluk Clara dengan erat, Clara juga memeluk Lian Wei Yu, perlahan-lahan Lian Wei Yu menghilang dalam dekapan Clara. Hanya ada suara Lian Wei Yu yang mengucapkan terima kasih. Hingga Cahaya tersebut ikut menghilang.


Di sebuah gubuk pinggir hutan, ada seorang gadis yang sedang menangisi seorang gadis yang sudah beberapa hari tidak sadarkan diri akibat racun yang diberikan oleh pelayan.


Hiks.. Hiks...Hiks... Tuan Putri bangun. Tangis seseorang yang duduk di samping sambil memegang tangan tuan putrinya.


euugghh... aduh kepalaku sakit.. (Clara mengerjapkan matanya menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya)


Tuan Putri anda sudah sadar. hiks.. hiks.. hikss. Nuan sangat khawatir Tuan putri hiks.. hiks.. hiks... " ucap Nuan


Si.. siapa kau?? Tanya Clara


apakah tuan putri tidak ingat dengan hamba? hamba Nuan, pelayan tuan putri sejak kecil. hiks.. hiks.. sambil menangis sesegukan.


Clara melihat mata pelayannya, dia bisa melihat kejujuran di matanya.


Apa ini? Apakah aku bisa melihat pikiran seseorang? batin Clara.


Sudah jangan menangis. Aku tidak suka kalau kau menangis terus. Suaramu hampir merusak telingaku. Ketus Clara.


Nuan tersentak kaget, bagaimana mungkin putri yang di kenal penakut dan pendiam bisa berbicara seperti itu. Bahkan seluruh kekaisaran menganggap dirinya bodoh dan tindak berguna karena tidak memiliki bakat ataupun bela diri sedangkan yang berada dihadapannya terlihat sangat berani.


Nuan pun berhenti menangis karena takut dengan suara Clara. Ada dengan Tuan Putri kenapa seperti ini? Batin Nuan.


Coba ceritakan siapa aku? dan kenapa kita ada disini? sebenarnya Clara sudah tau semua, karena ingatan Lian Wei Yu di berikan kepadanya.


Nuan duduk dan menceritakan semuanya apa yang terjadi..


BERSAMBUNG.