
**Hay semua, para readers.
Jangan lupa like, coment dan vote yah.
terima kasih..
happy reading guys**...
Saat hendak sampai ke gubuknya, disana sudah terlihat Nuan di depan gubuk mondar mandir , dia sangat khawatir pada Lian wei, sebab lian wei belum kembali padahal hari mulai gelap, disaat Lian wei mulai mendekat, Nuan malah terlihat terpanah dan takjub melihat seorang bak dewi menghampirinya. Sampai-sampai Nuan melongo dengan wajah bodohnya melihat lian wei.
Nuan baru tersadar ketika lian wei memanggil terus menerus dan menepuk pundaknya pelan.
Pukk...
Nuan? Nuan?? sambil memegang pundak Nuan.
Eh iya nona? nona cari siapa? " ucap nuan gelegapan karena malu tertangkap basah melihat Lian wei tanpa berkedip.
Kamu tidak kenal aku Nuan? ini aku Lian wei. "jawab lian wei.
hah? apa benar ini nona?bagaimana bisa? Nona cantik sekali, padahal waktu pergi wajah nona masih... hhmm, maaf nona hamba lancang" ucap Nuan menunduk takut lian wei tersinggung.
Tidak apa-apa.. Cerita panjang nanti aku ceritakan ayo masuk dulu hari mulai gelap di tambah lagi sudah mau turun hujan. "seru Lian wei
Saat malam telah tiba, setelah makan malam. Nuan pun mulai membuka percakapan sebab jiwa penasarannya yang sangat tinggi.
Tapi saat hendak bertanya, tiba-tiba hujan turun dengan sangat deras, akibatnya pun gubuk yang ditempati Nuan bocor.
Nuan apakah setiap hujan deras tempat ini selalu bocor? "ucap Nuan sambil mencari tempat yang tidak terkena air hujan.
Maaf nona, memang setiap hujan seperti ini. Maafkan aku nona selama ini Nuan tidak bisa membuat nona hidup di tempat yang layak. " jawab nuan sendu.
Tidak apa nuan. Lagipula ini bukan salahmu. Yang salah itu si tua bangka kaisar sialan itu. " ucap lian wei dengan penuh dendam.
Nuan yang mendengar itu hanya terdiam membisu. Semenjak nonanya sadar, dia seperti tidak mengenal nonanya lagi. Tapi dia juga senang karena dengan begitu nonanya tidak akan lagi yang menindasnya.
Sebaiknya kita mencari tempat lain malam ini Nuan, tidak mungkin kita tidur dalam keadaan gubuk yang bocor ini. " ucap Lian wei sambil berpikir tempat terbaik untuk tidur.
Ampun nona, tapi disini tidak ada tempat lain selain kita yang tinggal di dekat hutan ini "jawab nuan.
Setelah lama berpikir, Lian wei mendapatkan ide untuk tidur di kalung dimensinya saja. Sekalian dia akan meracik pil untuk dia jual nanti.
Nuan aku punya tempat lain untuk tidur, tapi kau harus berjanji tidak akan mengatakannya kepada orang!! jedahnya.
Hm,, baik nona. Aku berjanji. "sambil menatap lian wei lembut.
Sekarang pejamkan matamu. Dan pegang tangan ku "perintah Lian wei.
Nuan yang mendengarkan hanya mengangguk paham..
Saat lian wei mulai berkonsentrasi... tiba tiba
SRING......
Sekarang buka matamu Nuan " seru lian wei.
Nuan yang mulai membuka matanya, terkejut sekaligus kagum pada tempat yang di lihatnya. Hingga tidak sadar mulutnya terbuka lebar saking terpanahnya melihat keindahan dari kalung dimensi ini.
Woahh.... nona, tempat ini sungguh indah.
Lian wei yang melihatnya hanya bisa tersenyum. Sambil menepuk pundak Nuan, yang masih dalam mode kagumnya.
Nuan?
eh? iya nona? hehehe maaf nona Nuan hanya kagum melihat keindahannya. "ucap nuan cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Lian wei hanya menggelengkan kepalanya, melihat tingkah Nuan. .
Ayo masuk!! kita akan tidur di dalam, sambil menarik tangan nuan ke arah rumah di dalam kalung dimensi tersebut.
Nona ini dimana? perasaan nuan tidak pernah melihat tempat ini di sekitar kita."ucap Nuan penasaran.
Ini itu di dalam kalung dimensi yang aku pakai, "jawab lian wei.
hah? bagaimana bisa nona? nona dapat darimana? "ucap nuan spontan.
Huff... ceritanya panjang nuan. Baiklah aku akan menceritakannya.
Lian wei pun menceritakan semuanya tanpa terkurang sedikit pun.
**hay hay para readers author balik lagi.
salam kenal semuanya.
jangan lupa like,koment dan vote nya**...