
hufff....
setelah melihat macan tersebut tergeletak di tanah lian wei menghampiri nenek tersebut.
nenek tidak apa-apa? kenapa nenek bisa ada di tempat ini "tanya lian wei.
nenek baik-baik saja nona, terima kasih nona sudah menyelematkan nyawa nenek, nenek kesini untuk mencari mu. "ucap nenek tersebut.
iya nek sama-sama, tapi kenapa nenek mencari aku? dan namanya nenek siapa? "ucap lian wei
nama nenek, nenek Su, kamu gadis pemberani dan baik hati, serta memiliki sifat tidak serakah. kamu memang cocok menjadi pemegang pedang biru penguasa lian wei. " ucap nenek.
hah? pedang biru penguasa? trus kenapa nenek tahu namaku,?mungkin nenek salah orang "ucap lian wei bingung.
nenek itupun tersenyum lembut kepada lian wei seraya berkata
nenek tidak salah nona, sudah lama nenek menunggu mu nak, kamu adalah titisan dewi alam semesta. "ucap nenek
lian wei yang mendengar itupun tambah bingung, pasalnya dia baru tiba kemarin di dunia ini, malah sudah ada yang menunggunya.
nenek yang melihat kebingungan lian wei pun hanya tersenyum dan memberikan kalung dimensi untuk lian wei kalung itu kalung emas yang memilki batu permata berwarna hijau.
Nona ini ambillah kalung ini!! kalung ini milikmu, di dalam kalung ini terdapat semua yang kamu inginkan, kau juga bisa masuk di tempat ini, "ucap nenek sambil mengulurkan tangannya kedepan lian wei.
ta.. tapi nek, kenapa nenek memberikan ini padaku? "tolak lian wei
kalung ini milikmu nona, kau sudah di takdirkan untuk menjadi pelindung di alam semesta ini. teteskan darahmu di kalung ini, setelah itu kau harus bertapa di dalam kalung ini di dalam air suci kehidupan, agar bisa membuka meridianmu yang tertutup. "ucap nenek
baiklah nenek, terima kasih nenek"pasrah lain wei
lian we mengigit jarinya dan meneteskan darahnya pada kalung tersebut, seketika kalung tersebut bercahaya terang dan semakin lama cahayanya redup kembali. Nenek yang melihat itupun tersenyum dan menyuruh lian wei masuk ke dalam kalung dimensi tersebut.
sekarang kamu masuk ke dalam dimensi. itu " ucap nenek su
bagaimana caranya nek? " tanya lian we
cukup kamu fokus pejamkan matamu dan berkonsentrasi untuk masuk ke dalam kalung tersebut, "jawab nenek su
Tapi bagaimana jika sahabat ku mencari ku nek? nanti dia khawatir. " ucap lian wei
tenang nak, di dalam batu dimensi itu waktunya berbeda dengan di luar, dalam dimensi 1 hari berarti disini hanya 1 jam. sedangkan kalau 1 bulan di dalam ruang dimensi berarti disini cuman sehari "jawab nenek Su.
baiklah kalau begitu " seru lian wei.
akhirnya lian wei menfokuskan dirinya ke arah kalung tersebut dan memejamkan matanya. setelah dia membuka mata, alangkah terkejutnya dia melihat pemandangan yang sangat indah, terdapat tanaman yang sangat langkah, ada air suci kehidupan, ada pondok yang sangat sederhana.
lian wei terasa seperti di tusuk beribu jarum yang sangat panas, tetapi berangsur-angsur sakitnya hilang seketika tubuh lian wei bercahaya dan tiba-tiba wajah serta tubuhnya menjadi putih, wajahnya kini sangat cantik bak dewi. Kecantikannya mampu membuat seluruh kekaisaran berperang untuk memperebutkannya.
Tak terasa lian wei sudah 3 hari di dalam kalung dimensinya yang berarti sudah 3 jam di luar, kultivasinya pun sudah berada di grandmaster tingkat akhir.
Saat hendak keluar tiba-tiba Lian wei di hentikan dengan suara seorang pemuda.
Tuan berhenti!!!.
Siapa kamu? kenapa kamu bisa masuk di kalung dimensi ku? "tanya lian wei.
wah cantiknya, benarkah ini tuanku, "batin phoniex es. yang terus memandang lian wei tanpa berkedip, tiba-tiba tersadar dari keterkejutannya karena lian wei memanggilnya.
ha...hamba adalah phoniex es, tuan. aku adalah hewan kontrak anda tuan. hamba telah di takdirkan untuk menjadi hewan kontrak anda tuan. sudah lama skali hamba menunggu anda tuan. " ucap phoniex es
phoniex es? tapi kenapa kamu bisa jadi manusia? " tanya lian wei.
Karena hamba telah hidup berabad-abad yang lalu tuan, hamba salah satu hewan legenda yang selalu di buru oleh manusia serakah Tuan"
salah satu? itu artinya masih ada hewan legenda yang lain? "ucap lian wei.
Benar tuan, dia adalah saudara hamba phoniex api. Yang sekarang berada di gunung kematian, tepatnya di hutan kehidupan. Tolong tuan menjemput saudaraku disana "ucap phoniex es.
baiklah aku akan kesana menjemputnya" ujar lian wei.
siapa nama mu? " ucap lian wei.
hamba belum memliki nama tuan, "ucap phoniex es.
hmmm,,,, kalau begitu nama mu Hanzo, apakah kau menyukainya?
terima kasih tuan, hamba sangat suka. Tiba-tiba hanzo berubah menjadi burung pipit kecil. Lian wei yang melihatnya sangat terkejut sekaligus gemas melihatnya. Hanzo tiba-tiba mematuk tangan lian wei dan mengambil darahnya. Lian wei yang sadar dari keterkejutannya akibat di patuk oleh hanzo.
Kenapa kau mematuk tanganku?
Tuan itu artinya kita sudah terikat kontrak darah, jika tuan mati maka akupun akan ikut mati.
Baiklah kalau begitu aku akan keluar, oiya satu lagi hanzo jangan memanggilku tuan. Panggil saja weiwei dan kau bukan budakku atau apapun itu. Sekarang kau adalah sahabatku dan keluargaku, mengerti. "ucap Lian wei
hanzo yang mendengar itu terharu baru kali ini dia di anggap sebagai sahabat dan keluarga oleh seseorang.
Baiklah weiwei "ucap hanzo
Lian wei langsung keluar dari kalung dimensi dan mencari nenek Su. Tapi saat kembali nenek Su sudah tidak ada di tempatnya. Akhirnya lian wei memutuskan kembali ke tempatnya sebelum nuan khawatir padanya karena hari mulai gelap.