The Devil Hiding Behind The Angel

The Devil Hiding Behind The Angel
05 posesif 2



"maaf mungkin ini akan menjadi sedikit sakit, tapi dengan begini semua orang akan paham kalau kau adalah milikku bukan milik orang lain"


"he hentikan izana, apa yang ingin kau lakukan?"


"tidak ada, aku hanya ingin memasangkan anting-anting ini dikedua telingamu, jadi nanti kita akan terlihat sama nantinya"


"izana sadarlah, semua yang kau katakan barusan tidak benar"


"apanya yang tidak benar? bukankah sejak dari awal aku menginginkan mu? apa yang salah dari ucapan ku?"


takemichi berusaha memberontak ketika izana menempelkan alat penembak pada telinga nya, bagaimana ini ia harus menghentikan kegilaan izana sebelum semuanya terlambat


"mengapa kau sebegitu takutnya? padahal aku hanya ingin menindik telingamu loh"


"hentikan izana ini tidak benar! kau harus menghentikan obsesimu kepada Sano sinichiro dan tidak melampiaskannya pada orang lain!"


"tenang saja aku akan menghentikannya, tentu saja setelah kau menjadi milikku seutuhnya"


izana langsung menekan alat penembaknya tanpa aba aba, takemichi berteriak kesakitan karena hal itu.


"oh cup cup cup jangan menangis sakitnya tidak akan lama kok, untung saja Kita berada di lantai 10, jadi tidak ada yang bisa mendengarkan teriakanmu" ucap izana sambil melanjutkan tindakannya memasang anting pada telinga takemichi


setelah selesai izana menatap bangga pada hasil karyanya.


"sudah selesai… mulai sekarang aku tidak membutuhkan orang yang bernama Sano sinichiro lagi karena aku sudah memilikimu, hanagaki takemichi. bukan, maksudku kurokawa takemichi"


disisi lain


"bagaimana informasi tentang takemichi" tanya Mikey kepada Koko


"kami masih belum menemukannya karena mereka menyembunyikan takemichi terlalu ketat" draken


"lalu bagaimana ini, aku sangat ingin sekali tawuran dengan mereka, apalagi takemichi sebagai orang pemimpin difisi 1 para bawahannya pun tidak ter urus" chifuyu


"kau benar chifuyu, waktu kau tidak datang ke pertemuan takemichi seharusnya bersamamu tetapi kau malah tidak datang" mitsuya


"iya, aku jadi merasa bersalah karena aku mengurus pet shop ku jadi aku sibuk dan disaat itu aku mendengar jika takemichi diculik oleh pemimpin tenjiku" chifuyu


"aku sangat menghawatirkan dirinya, apakah dia baik baik saja sekarang? apakah dia sudah makan huff?" mitsuya


sisi lain takemichi


"takemichi… aku datang membawa sarapan untukmu"


izana menghampiri takemichi yang duduk di atas kasur sambi memeluk kakinya


"hmm"


"kenapa? mau kusuapkan untukmu"


"tidak usah aku bisa makan sendiri" takemichi mengambil makanan tersebut dan memakan sesuap nasi kedalm mulutnya


sejak tadi izana tidak berhenti menatap takemichi, itu membuat takemichi terusik dengan tatapan tersebut.


"kenapa? mau peluk?" ucap takemichi dengan nada datar


"beneran boleh? jika begitu aku mau peluk…"


izana langsung memeluk takemichi dengan posesif, ini bukanlah hal yang aneh karena menjadi kebiasaan mereka selama 1 bulan ini.


setelah kejadian dihari itu, izana tidak berhenti selayaknya anak kecil yang manja dan tidak mau ditinggal setiap berada didekat takemichi. ia benar-benar menganggap takemichi sebagai seorang kakak, tapi dengan cara yang salah. entah ia hanya dijadikan pelampiasan atau tidak, ia tidak terlalu memperdulikannya.


"takemichi bolehkah aku memanggilmu nii Chan ?" takemichi menatap izana, dari tatapannya takemichi tau jika izana tidak main main atau bercanda dengan ucapannya.


"terserah"


"horee… arigato nii Chan"


takemichi tidak memperdulikan izana dan melanjutkan memakan sarapannya


"nii Chan, aku mendengar dari ran jika hasi dari bela dirimu semakin terlihat dari hari ke hari. walaupun begitu soal kekuatan, kau masih tidak bisa menandingi yang lain, sepertinya tubuhmu tidak untuk menyerang tetapi hanya untuk bertahan"


"begitu ya" takemichi menjawab dengan malas


"oh iya satu lagi, mulai hari ini kau bebas pergi kemanapun aku akan melepaskan borgol dikakimu kamu bisa berjalan bebas"


izana mengambil kunci dikantonginya dan membuka borgol dikaki takemichi, setelah terbuka takemichi langsung melemaskan kakinya yang pegal karna sudah lama tidak digerakkan.


sebenarnya borgol itu hanya akan lepas kalau ia ingin ke kamar mandi dan pergi untuk latihan, selain itu ia hanya diam di kasur dan tidak bisa bergerak kemanapun.


dan akhirnya saat ini tiba juga. belenggunya sudah lepas, setelah ini takemichi akan menjalankan rencananya.