The Devil Hiding Behind The Angel

The Devil Hiding Behind The Angel
04 posesif



takemichi membeku ditempat, karena suara yang ditakuti itu memanggil dirinya dengan suara berat, dia adalah izana dan kakucho.


"jadi kau adalah petinggi Toman" izana


"!?" takemichi


"hmm lumayan juga bisa bertemu dengan mu disini" izana


"…" takemichi masih terdiam


"kenapa dengan mu hmm, jadi kau sudah tau jika aku adalah ketua dari tenjiku sehingga kau bersikap takut padaku" izana


"kau mengenalnya izana?" kakucho


"yah cukup menarik juga ya, hanagaki takemichi" izana


"hah" kakucho


"ada apa? mengapa hanya diam saja? tenang saja aku tidak akan menyakiti mu hanagaki takemichi" izana


"kakucho"


"ha'ik izana"


"tu tunggu kaku Chan ka kau tidak akan melakukan apa pun kepada ku kan ja jangan lakukan ini a aku memangnya salah apa pada kalian?" ucap takemichi gemetaran


flashback


"hey shion kakucho bagaimana menurutmu tentang hanagaki takemichi yang diceritakan oleh kisaki itu?… apa sifat dan perilaku takemichi ini mengingatkan mu tentang pendiri black dragon"


"iya tapi, tidak sepenuhnya mirip, ada apa?"


"tidak apa-apa kukira hanya aku yang berpikir demikian. jadi orang seperti itu seperti dirinya memang benar benar ada didunia ini…"


"apa yang sedang kau rencanakan izana?"


"hmm tidak ada, menurutku ini sangat menarik"


"izana jangan bilang kau…"


flashback end


"kakucho lakukan…" izana


"ha ha'ik izana" kakucho


"hah" takemichi


tanpa aba aba takemichi langsung dipukul oleh kakucho dan hanya gelap yang dirasakan takemichi, tidak ada yang tau jika ada yang mengawasi mereka karena menculik takemichi


"ini semakin menarik, tetapi kenapa juga si hanagaki itu diinginkan pemimpin tenjiku? ah tidak tau deh yang penting aku akan memberi tahu mikey" yang tak lain adalah anggota salah satu Toman


tidak butuh waktu lama, anggota itu langsung memberi tahu jika pemimpin definisi 1 hanagaki takemichi diculik oleh pemimpin tenjiku kurokawa izana, dan mereka langsung terkejut karena takemichi diculik atau bisa jadi takemichi dijadikan Sandra oleh mereka


"Mikey bagaimana ini takemichi ditangan mereka jika mereka mengancam kita bagaimana…!!!" smiley


"kalian tenang dulu apa yang akan dilakukan oleh mereka nanti, mereka tidak akan melakukan ini jika pemimpin itu tidak memiliki niat tersembunyi dibalik semua ini" Mikey


"KETUA…!!!" teriak salah satu anggota


"ada apa berteriak" draken


"tenjiku kembali ke Yokohama dan mereka membatalkan tawuran dengan kita…!!!"


"apa…!!! bagaimana bisa itu terjadi setelah mereka membawa salah satu anggota kita" mitsuya


"sepertinya mereka menginginkan takemichi dan apakah kau ingat Mikey sifat takemichi sama seperti 'dia' " draken


" 'dia' maksudmu siapa draken" smiley


"kita harus bagaimana Mikey, kita harus menolong takemichi" draken


disisi lain


"ukh dimana ini!?" ucap takemichi sambil memegangi kepalanya karena dipentung tadi sama kakucho


"bagaimana bisa aku ada dikamar ini!?"


cklleek


"izana" batin takemichi


"oh kau sudah bangun" izana


ntah kenapa sekujur tubuh takemichi merinding, ia merasakan ada hawa hawa tidak enak mengelilingi diri nya.


"hey, takemichi ada apa dengan mukamu? kau pucat sekali apa kau sakit? izana memegang dahi takemichi untuk mengecek suhu tubuhnya


"ti tidak, aku baik baik saja"


"benarkah"


izana mendekat, mengikis jarak diantara mereka. takemichi menjauh kan dirinya sampai dirinya tidak bisa mundur lagi karena menabrak sandaran dipan


"takemichi aku ingin bertanya padamu karena kau kenal dengan Sano manjirou, aku yakin kau kenal dengan kakaknya juga, bukan?"


"maksudmu Sano shinichiro"


"Yap benar, bagaimana menurutmu dia orang yang bagaimana"


"umm… aku tidak terlalu tau banyak tentangnya, yang aku dengar dia orang yang lemah, walaupun begitu dia pemimpin geng terbaik dijepang dan juga dia orang yang baik dan ramah. memangnya kenapa?"


"oh… begitu ya…, kalau informasi yang kau dengar menurut mu sifatnya mengingatkan mu pada siapa?"


"a aku tidak tau"


"benarkah? memangnya kau tidak merasa ada kemiripan antara kau dengan dirinya?"


takemichi menunduk ia tidak tau harus membalas apa, ia tidak berani menatap wajah izana.


izana mencengkeram wajah takemichi dan memaksa takemichi untuk menatapnya.


"kau tau, waktu kecil dulu dia tiba tiba datang ke panti tempat aku dan kakucho tinggal, dia mengaku jika dia adalah kakakku. saat itu aku merasa sangat senang, aku berfikir bahwa setelah ini aku tidak pernah merasa kesepian dan sendirian karena sekarang aku memiliki seorang satu satunya kakak kandung yang peduli padaku, nyatanya aku salah besar. suatu hari ketika Kita naik motor berdua sambil mengobrol, tiba tiba dia menyebut nama menjirou, ditengah percakapan kami, dari situ aku menyadari bahwa dia tidak benar benar peduli padaku karena dia memiliki orang lain yang lebih ia peduli dan sayangi melebihi diriku.


takemichi hanya diam dan mendengarkan izana, tubuhnya tidak berhenti bergetar sejak tadi.


"dia memanglah orang yang baik, sangat baik bahkan terlalu baik sampai tanpa ia sadari ia telah menyakiti hati orang orang disekitarnya, membuat orang orang berpikir bahwa dia hanya memberikan perlakuan yang spesial pada Kita seorang, bukan untuk yang lain. aku benar benar membencinya, apa begitu sulitnya memiliki kakak yang hanya peduli pada kita dan memperlakukan kita dengan spesial tanpa harus perduli pada yang lain? lagipula apa yang spesial dari manjirou? apa karena dia adik kandungnya jadi ia lebih peduli padanya? kalau memang begitu mengapa tidak dari awal saja ia tidak usah bertemu denganku? bukankah denga begitu akan lebih baik karena aku tidak perlu menderita karena ekspektasi ku sendiri? aku benar benar muak dengan semua ini"


cengkraman tangan izana pada wajah takemichi menguat. sepertinya izana sudah kehilangan kendali akan dirinya sendiri dan tidak bisa berfikir jernih.


"hey, takemichi, bukankah kau juga begitu? terlalu baik pada semua orang sampai sampai mereka menganggap mu panyelamat dan semacamnya. mungkin kau berpikir bahwa semua tindakan mu baik, tapi nyatanya yang kau pikirkan tidak sama aku membencinya. oleh karena itu…"


tiba-tiba izana menarik kerah takemichi dan membantingnya ke kasur. ia menyekik leher takemichi dengan kuat.


"… bagaimana jika aku merubah kau semauku? aku akan menghilangkan sifat menyebalkan yang ada pada dirimu dan setelah semua sifat itu menghilang aku akan menjadikan dirimu sebagai pengganti yang lebih baik dari Sano sinichiro. dengan kata lain aku hanya ingin kau menatapku dan tidak berpaling dariku, aku hanya ingin kau peduli padaku bukan pada yang lainnya dan memperlakukan ku dengan spesial, dengan begitu aku tidak akan merasakan kesepian lagi karena ada seseorang yang menyayangiku dan hanya peduli padaku seorang"


takemichi hanya menatap izana dengan takut, apa apaan dengan tatapannya itu? tatapan yang terobsesi dan posesif tidak mau miliknya dimiliki oleh orang lain.


takemichi sudah tidak tahan lagi, ia sudah kehabisan nafas. izana yang menyadari hal itu langsung melepaskan cengkramannya pada leher takemichi.


"maafkan aku, sepertinya aku terlalu berlebihan"


takemichi terbaru batuk meraup udara sebanyak banyaknya ia menoleh ke arah izana, izana terlihat sedang mengambil sesuatu.


"maaf mungkin ini akan sedikit sakit tapi dengan begini semua orang akan paham kalau kau adalah milikku, bukan milik yang lain"