
setahun sudah aku tinggal di rumah ku yang baru ini dengan berbalut suka dan duka dengan mereka, tak di sangka ajuan kontrak kerja ku membanjir setelah sebulan ini aku kerja keras untuk mendapatkan apa yang aku inginkan dan Alhamdulillah aku pun juga sudah bisa memberi gaji kepada bibi yang selama ini sudah merawat ku dari kecil, dan memang gak mudah selama setahun ini menjadi wanita karir dan pelajar, namun karena izin dari yang kuasa aku bisa jalanin hidup tanpa harus meminta kepada papa.
dan alhasil hari ini adalah kelulusan ku di SMA, dan Alhamdulillah aku lulus dengan nilai terbaik di sekolahku aku pun mendapat bea siswa untuk melanjutkan di universitas kedokteran.
siapa yang tidak bahagia mendengar bahwa aku mendapat kan prestasi itu, aku sangat bahagia.
walaupun saat ini aku harus mengambil raport ku sendiri di sekolah, tidak ada seorang papa dan mama yang menemani ku.
aku tidak ambil pusing masalah itu, yang aku mau sekarang adalah hidupku bisa lebih baik dari yang sebelumnya dan bisa me bahagiakan orang-orang yang sudah perduli selama ini kepada ku selama ini.
aku dan alka akan pisah kampus, dan sementara Liya dia akan ikut sekampus dengan alka, rasanya ingin sekali aku ikut dengan mereka berdua yang selama ini sudah support aku sampai aku bisa menjadi wanita yang kuat.
tapi, aku juga ingin bersekolah di universitas internasional itu, toh Liya juga satu rumah denganku, dan alka juga masih bisa main bersama kami, jadi kami memutuskan untuk tidak ambil pusing masalah kuliah.
untuk Fara, dia naik ke kelas 8 SMP, dan aku yang membiayai sekolah nya, kalian tidak percaya? itu hak kalian, yang jelas aku sangat bangga menjadi diriku yang semakin kuat sekarang.
*****
"papa?" kaget ku saat dia datang ke acara perpisahan ku.
aku sangat senang waktu itu, karena papa mau menghadiri acara perpisahan ku, tak sabar rasanya aku bilang ke papa bahwa aku bisa mendapatkan bea siswa kedokteran.
namun sepertinya papa tidak memperdulikan itu.
"papa hanya mau bilang sama kamu, bahkan seminggu lagi papa akan menikah dengan Vina! jadi mau kamu datang atau tidak itu urusan kamu" ucap papa lalu pergi.
ya Allah apa memang papa sudah tidak lagi memperdulikan ku ? sampai-sampai dia dingin sekali kepada putri kandung nya ini?
nggak! aku gak boleh nangis disini, aku harus kuat demi diriku sendiri.
"Shea" ucap seseorang di belakang ku.
"alka" ucap ku.
dia menyerahkan bungket bunga untukku, dan aku pun menerima nya.
"terimakasih Al" ucapku tersenyum kepadanya.
"kamu berhak menerima ini semua she, setelah apa yang kamu jalanin sendirian, dan hari ini aku ingin kamu tau bahwa aku mencintaimu dari awal kita ketemu satu tahun yang lalu, apa kamu mau jadi pacarku?" jelas alka.
apa yang ada di pikiranku? alka adalah lelaki yang selama ini baik dan menjaga ku.
dia adalah seorang yang selama ini membuat ku tetap kuat, dan aku mencintainya aku tidak ada alasan untuk menolak nya.
aku mengangguk tersenyum tanda mengiyakan, alka bahagia dan memeluk tubuhku dengan erat, ku balas pelukan itu.
******
sampai nya di rumah, sangat lelah sekali rasanya, aku langsung mandi dan bergegas untuk pergi tidur hari ini, aku tak mau ada orang lain yang menganggu tidurku.
maka dari itu aku benar-benar ingin tenang, memakai handset dan membaringkan tubuhku di atas kasur ku.
namun, otakku tidak mau di ajak tidur walaupun kenyataannya tubuh ku sedang sangat lelah hari ini.
aku masih memikirkan tentang pernikahan papa, bukan karena aku gak setuju tapi bagaimana dengan Dimas? apa dia sudah menyetujui semua ini? atau dia juga sama sepertiku yang tidak mau menerima semua kenyataan ini?.
ku beranikan diri untuk mencoba menghubungi nya.
"Tut..tut..tut.." bunyi nada tunggu dalam ponsel ku.
"halo?" ucap Dimas.
"hallo Dimas, apa kamu sudah mengetahui tentang pernikahan mama kamu?" tanyaku memberanikan diri.
"heh! apa she? aku gak perduli tentang itu" ucapnya singkat.
"kamu marah denganku?" tanyaku.
"buat apa aku marah sama kamu? kamu gak salah she" jawabnya.
dan ku langsung mematikan telefon nya, dalam hati sebenernya aku kasian dengan dimas, pasti dia sama sepertiku yang sangat hancur saat ini, namun aku sendiri pun tidak bisa melawan takdir.
ku lanjutkan membaringkan tubuhku di atas kasur.
"sheaaaaaa!!!!!" teriak seseorang tepat di telingaku.
"apaan sihh!!!!" jawabku kesal.
"kamu tidur apa mati suri sih? udah jam setengah 7 noh! mandi sana." ucap Liya.
"iyaaaaaaaaaaa!!" teriakku yang berusaha mengumpulkan semua kekuatan ku.
aku bergegas mandi.
***
malam ini aku seperti orang yang tidak tau harus ngapain kecuali hanya mendengar manajer ku yang begitu cerewet hari ini di telfon.
dia mbak Titan yang dulu adalah sahabat mama, dia yang mengajarkan ku sampai aku bisa menjadi seperti ini.
besok aku ada kontrak fashion lagi, dan lumayan buat mengisi acara libur panjang ku hehe.
setelah semua sudah beres aku pun menutup telfon nya, ku lihat bibi sedang menonton tv di ruang keluarga.
aku mendekati nya dan menyenderkan kepala di pangkuan nya, seperti seseorang anak yang manja terhadap ibunya.
"non Sheaa" sapa bibi sambil mengelus kepalaku.
"jangan tinggalin shea sama Fara ya Bi" ucapku memohon.
"gak bakal non" jawabnya.
aku tersenyum menatap bibiku, seperti aku merasakan bahwa mama hidup kembali dalam diri bibi ku.
aku sangat bersyukur bisa mengenal beliau yang begitu menyayangi ku.
bahkan dia yang selama ini sangat sabar menghadapi sikap kekanakan ku.
aku begitu menyayangi nya.
****
di dalam kamar aku bercanda dengan Liya, kami tertawa kecil saat kami bergantian untuk bercerita mengenai dongeng kesukaan kami.
tak lama Fara ikut bergabung dengan kami dan sepertinya dia menyukai cerita kami yang receh ini, terlihat di garis senyuman nya yang tulus kepada ku dan Liya.
kami bercerita hingga larut, sampai sampai kami tertidur di kamarku sampai pagi.
dan paginya, aku terbangun mendengar hp ku berbunyi, ada telfon masuk pagi ini, dan saat ku lihat ternyata dari alka, segera ku angkat telfon itu walaupun sebenernya aku masih ingin melanjutkan tidur.
"hai sayang! ketemuan yuk" ucap nya.
"hmmm hai, dimana?" tanyaku.
"kamu baru bangun tidur ya?" tanya nya balik.
"hehe iya, ketemuan dimana?" tanyaku.
"aku jemput ya?" ucap alka.
"gak usah! aku bisa bawa mobil sendiri Al, tinggal kamu kasih tau ketemu di mana" ucapku.
"hmm ya udah, ketemu di taman biasa ya, aku tunggu secepatnya" ucap alka.
"oke " ucapku.
dan langsung bergegas untuk mandi kemudian pergi menemui alka.