
di kelasku hari ini, terdapat murid baru yang lumayan keren dan membuat para gadis-gadis di sekolah ku bersorak melihatnya.
mungkin hanya aku yang biasa saja dengan anak ini.
btw muka nya juga udah pasaran hehe bercanda.
saat dia berdiri memperkenalkan diri nya di depan kelas, semua tertarik kepada dia, namun karena memang aku bodoamat jadi dia terlihat biasa aja.
"hai, namaku alka senang bertemu dengan kalian" ucapnya.
"hai alka!!" sapa semua penghuni kelasku.
kemudian alka pun di perbolehkan duduk, dan dia duduk di sebelahku.
"hai, aku alka" sapa nya.
"udah tau, aku gak sakit telinga kok, aku Shea " ucapku dingin padanya.
kemudian alka pun diam lalu mengambil bukunya, mungkin dia baru tau atau baru saja di perlakukan dingin oleh cewek sepertiku.
****
istirahat pun tiba, dan seperti biasa aku bersama dengan Liya sahabat ku yang super konyol itu langsung menuju kantin sekolah untuk mengisi perut.
dan saat Zania Erliya melihat Denis berada di kantin sontak gadis itu langsung berteriak memenuhi gendang telinga ku.
"paan sih Zan!" ucapku.
"ada jodoh ku!! he is so handsome!" ucap nya lebay.
aku yang melihat Liya mematung sambil tersenyum melihat denis seperti itu langsung ku tarik duduk dan memesan makanan, benar-benar aku sangat laper dan tidak memperdulikan ocehan zania.
Denis adalah salah satu cowok populer di sekolahku.
namun, sepertinya cuma aku di sekolah ini yang biasa aja dengan nya.
******
akhirnya pulang juga, seperti biasa aku langsung pulang ke rumah.
sampai di rumah aku langsung menjatuhkan tubuhku ke kasur kamar ku, menatap langit-langit rumahku, ku tutup mataku menghilangkan lelah seharian penuh di sekolah,tak lupa ku nyalakan AC agar tubuh ku lebih sedikit mendapat kemanjaan angin dalam mesin itu.
non, bangun non" suara itu terdengar di balik pintu kamarku.
"ada apa bi?" tanyaku sambil mencoba membuka mataku sesekali mengucek mata.
"dipanggil mama non" ucap bibi.
"iya bi, nanti Shea keluar ya" ucapku.
aku bergegas membuka kaus kaki ku dan menemui mamaku.
beberapa menit sampailah aku di ruang keluarga, ku lihat adik dan papa ku juga sedang menungguku di sana.
"mama memanggil Shea ?" tanya ku.
"iya, tapi kenapa belom ganti baju? belom mandi? sudah jam setengah 5, mandi dulu sana!" ucap mama cerewet.
aku pun putar balik dan mandi di kamar mandi, sesudah aku mandi aku langsung menuju ke tempat semula.
"anak mama udah gak kucel lagi" ucap mama.
"hehe, ada apa ma ? " tanya ku.
"iya begini nak, mama mau ada kontrak di luar kota, jadi mama nitip Fara ya, tadi mama juga udah bilang sama papa dan juga Fara " jelas mama.
"iya ma, padahal baru sebulan ini mama di rumah, udah pergi lagi" kesal ku.
mama hanya tersenyum dan memelukku, ku balas pelukannya dengan erat, entah mengapa hari ini perasaan ku berat sekali melepas mama kerja, semoga hanya perasaan ku saja.
"mama mau berangkat jam berapa?" tanyaku.
"kurang lebih jam 7 nanti nak, mama juga udah beres-beres pakaian" ucap mama.
aku hanya mengangguk cemberut melihat mama akan pergi kerja keluar kota lagi. mama juga sudah di masukan ke bagasi mobil, alhasil mama juga punya mobil sendiri jadi untuk bepergian gak ribet.
ku memeluk mama erat sekali,air mata menetes, rasanya sangat berat melihat mama harus pergi kerja malam ini.
mama pun bergegas menuju mobil dan berangkat, tak lupa mama melambaikan tangan kepada kami, kami pun membalas nya, sementara aku membalas sambil mengusap air mataku yang membasahi pipiku.
pukul 7 semua sudah siap, perlengkapan mama juga sudah di masukan ke bagasi mobil, alhasil mama juga punya mobil sendiri jadi untuk bepergian gak ribet.
ku memeluk mama erat sekali,air mata menetes, rasanya sangat berat melihat mama harus pergi kerja malam ini.
mama pun bergegas menuju mobil dan berangkat, tak lupa mama melambaikan tangan kepada kami, kami pun membalas nya, sementara aku membalas sambil mengusap air mataku yang membasahi pipiku.
keesokan harinya, pagi pagi buta aku bangun dan menyiapkan seragam ku untuk pergi ke sekolah, sambil memikirkan mama, apakah sudah sampai di tujuan nya, semoga saja sudah dengan selamat, tapi kenapa kok mama belum juga mengabarkan ku, mungkin saja beliau langsung kerja dan sibuk jadi belum sempat kabari aku.
pukul 05:00 semua sudah selesai, tinggal menunggu sarapan ku yang di buat kan oleh bibi.
"papa! mama sudah ada kabar belum?" tanyaku.
"belum She, mungkin mama sibuk" jawab papa.
entah mengapa kali itu perasaan ku seperti hilang kosong, campur aduk, gelisah, mungkin itu hanya karena semalem aku lembur kerjain tugas sekolah.
"drt drt drt!" suara hp ku bergetar menunjukkan telefon masuk.
ternyata dari mama, aku langsung mengangkat nya.
"hallo mama! sudah sampai ya?" tanyaku.
"selamat pagi, apakah benar ini keluarga ibu Dewi? " tanya seseorang lelaki di balik telfon ku.
"iya, mama mana ? kamu siapa ?" tanyaku heran.
"kami dari pihak kepolisian, menemukan mobil kecelakaan dan masuk ke jurang pagi ini, korban telah ditemukan mbak, namun tidak terselamatkan" jelas polisi itu.
DEG! langsung pandangan ku menghitam.
"dimana aku?" batinku.
aku ada di sebuah ruangan putih, sangat putih sekali, ketakutan ku mulai merajai semua tubuhku.
dimana ini, apakah aku sudah mati?
dibenak ku muncul semua pertanyaan itu, dan seketika ku kulihat wanita cantik yang sedang mendekat ke arahku.
"mama!" ucapku!
wanita itu adalah mamaku, namun otakku seperti hilang ingatan, kosong! aku tidak ingat kejadian apa yang membuat ku berada di tempat ini.
"mama ayo pulang! tempat apa ini? kenapa mama juga ada disini?" ucapku menarik tangan mama namun tertahan.
"sayang, mama titip adik dan papa ya, mama sudah tidak bisa pulang, mama menyayangi mu nak" ucap nya mengelus kepalaku lembut sekali.
perlahan kabut putih ini pun lenyap bersama mama ku yang semakin menghilang tubuhnya, aku mencoba untuk menarik tangan mama, namun tangan itu perlahan hilang bersama kabut putih.
"mama!!!!!!" teriakku.
"sabar nak" ucap papa yang berada di sisihku.
ku lihat rumah ku, banyak sekali polisi dan seseorang terbujur kaku di hadapan ku.
perlahan ku mendekati nya, membuka bungkus kain di kepala nya, dan ku menemukanmu wajah malaikat ku disana tangisanku pecah menerima kenyataan ini seorang mama ku terbujur kaku di hadapan ku, luka-luka berat memenuhi tubuhnya namun aku masih bisa mengenali tubuhnya.
"kenapa mama bisa seperti ini pa" tanya ku sesenggukan.
"mama meninggal karena kecelakaan sayang, rem blong dan waktu itu 3 truk melintas, alhasil mamamu masuk ke jurang, kejadian nya sekitar jam 11:00 malam, namun polisi dan warga menemukan kabar jam 04:00 pagi tadi" terang papa.
ragaku semakin sakit menerima kenyataan ini, tubuhku lemas dan nyawaku seakan hilang, tidak mungkin mama ku meninggal dunia meninggalkan ku.
ku peluk tubuh mama yang benar-benar hancur gara" kecelakaan itu.
hancur sudah rasanya hidupku, kehilangan mama yang sudah melahirkan ku dan menjaga ku selama ini, namun takdir berkata lain mama sudah berpulang tadi malam meninggal kan putri kecil nya ini,
ku lihat di soffa, Fara adikku masih tidak sadarkan diri pasti dia juga syok atas berpulangnya mama, tuhan apakah ini adil untukku.
waktu sudah semakin siang, tubuh mama pun sudah di mandikan oleh pihak medis, dan siap untuk dikebumikan, ku peluk Fara yang menangis tersedu-sedu, ku kuatkan adikku demi mama walaupun sebenarnya aku juga merasa sangat kehilangan, demi Fara aku harus kuat, sampailah pada waktu mama harus menuju peristirahatan terakhir, aku mengiringi nya dengan sangat berat dan memeluk foto cantik mama. sesekali ku usap air mataku yang masih saja mengalir deras dalam pelupuk mata.
Liya sahabatku menguatkan ku, dia dan beberapa perwakilan teman ku datang di peristirahatan terakhir mama, mereka berusaha untuk membuat ku ikhlas pada takdir Allah ini, namun entah mengapa rasanya sangat berat kehilangan malaikat ku ini, saat ku taburi bunga di gundukan tanah yang masih memerah itu tanpa lupa air mata ku mengirimkan jatuhnya bunga di kuburan mama.
ku peluk nisan mama dan tangis ku pecah di sana, Fara pun menangis tersedu-sedu di sana sampai nafas nya terasa sesak, ku lihat papa meneteskan air matanya untuk mama, kami sangat kehilangan.
aku mencoba untuk ikhlas, karena apapun usaha ku tak akan mengembalikan mama, aku yakin kalau aku kuat mama pasti ikhlas meninggalkan ku dengan tenang disana.
"ya, makasih ya udah datang" ucapku.
"iya she, aku bakalan nemenin kamu kok disini" ucap Liya
ku lihat di belakang Liya ada alka yang belum juga pulang.
" alka? ngapain masih disini?" tanyaku.
"hmm she, alka ini sepupuku, maaf aku belum cerita" ucap Liya.
"ohhh gak papa kok" ucap ku.
aku pun pulang..
******
kehilangan seorang mama, sakit sekali rasanya, tapi aku harus kuat demi mama.
terbesit di benak ku untuk mengajak Lia tinggal bersama dirumahku.
"ya, kamu tinggal disini ya, temenin aku, please, lagian kamu juga dirumah sama ibu tiri kamu yang jahat itu" ucapku.
"nanti aku coba ngomong sama ayah ya." ucap Liya.
aku pun mengangguk mengerti.
5 hari pun berlalu tanpa seorang mama, papa juga menambah pembantu baru di rumah untuk membantu kerja bibi Ira, rasanya sangat sepi dan sunyi tanpa mama.
pagi ini, aku duduk di halaman rumah ditemani sebuah novel kesukaan ku, dan hari ini pun Liya resmi tinggal bersama ku, aku yang meminta nya untuk tinggal disini menemaniku, toh ibu tiri nya juga tidak perduli Liya mau tinggal dimana, ayah nya juga sibuk kerja.
ku tunggu kedatangan sahabatku itu di halaman rumahku, kemarin aku menawarkan untuk membantu persiapan nya, tapi Liya menolak dan menyuruh ku untuk menunggu saja di rumah.
tak lama mobil kuning lemon itu datang, siapa lagi kalau bukan Liya, ku sambut dengan hangat sahabatku itu, ku membantu nya untuk membawa barang-barang nya ke kamar yang sudah di sediakan bibi tadi malam.
agak senang rasanya melihat Liya mau menemani ku dirumah ini, perasaan ku agak sedikit senang, akhirnya Liya mau tinggal dirumahku.
malam hari di kamar liya, kami mengerjakan tugas sekolah bareng, sambil mengobrol dan menonton film di Tv.
"Dhe, alka Besok mau kesini" ucap Liya.
"hmm ada apa emang?" tanyaku.
"biasalah aku suruh dia ngambil buku ku yang tertinggal di rumah" ucap Liya.
"lah ya tentu boleh kalau itu wkw" jawabku.
malam semakin larut dan kami pun tidur di kamar masing-masing.
"kringg...!!!!" bunyi alarm ku membangunkan ku, sudah pukul 05:01 ternyata aku pun bangun dan langsung mandi, ganti baju kemudian membangunkan Liya.
"ya, Bagun udah..." kalimat ku terpotong saat ku lihat Liya tidak ada di kamar.
aku pun berjalan menuju ruang makan, ku lihat Liya dan kedua pembantu menyiapkan makanan bersama, ku hampiri liya.
"liya! ngapain disini ? kan udah ada pembantu, kamu bangun jam berapa sih?" ucapku.
"gak papa kali she bantu sedikit, aku Bangun jam 04:30 tadi" ucap Liya.
ternyata Lia memang anak rajin tidak sepertimu hmm.
berangkat sekolah kami menggunakan mobilku, di sana sudah ada Denis yang menunggu Liya untuk berjalan bareng ke kelas.
"itu Denis kan? nunggu siapa dia ?" tanyaku pura-pura tidak tahu.
"sheaaaa!!!!! Denis kan pacar ku sekarang hehe" ucapnya.
"owh sudah pacar , ya sudah sana" ucapku.
Liya pun pergi menemui denis, dan daripada aku jadi obat nyamuk di sana mending jalan sendiri ke kelas, dan apes nya aku di sana aku mendapati Mega sedang bersiap untuk ngerjain aku, awalnya aku tidak perduli, namun...
"byurrrrrr!!!" air yang sengaja di disiram untuk ku, namun malah alka yang terkena air itu.
"oh my good!!!! my baby!!!!!" teriak Mega.
"berani km ganggu dia! abis km!!" ancam alka.
aku hanya melongo melihat nya.
kemudian alka menarik tanganku dan membawaku pergi dari sana.
kami duduk di bangku kantin, ku lihat alka basah kuyup karena tadi.
"alka! kamu basah" ucap ku khawatir.
"udah santai aja" ucap nya kalem.
"aku punya jaket Hoodie di mobil, aku ambilkan dulu ya" ucap ku kemudian berlari menuju mobil mengambil jaketku.
aku langsung mengambil dan buru-buru balik ke kantin, ku serahkan jaket itu kepadanya.
"ini" ku sodorkan jaket ku.
"terimakasih" ucapnya.
"cepat pakai, nanti masuk angin" ucapku.
kemudian alka membuka baju nya di kantin dan aku menghalang nya.
"eh eh alka!! ganti baju di ruang ganti aja" ucapku.
alka tersenyum.
"baiklah, kalau begitu temani aku!" ucapnya menarik tanganku tanpa harus mendengar keputusan ku.
"alka!!!"
sampainya di ruang ganti, alka menyuruhku untuk menunggu nya di luar, tak lama alka pun selesai ganti baju.
"makasih ya udah bantu aku tadi" ucapku tidak enak kepadanya.
"santai lah" ucapnya.
"Mega itu pacar mu ya?" tanyaku.
di balas dengan tawa geli alka.
sementara aku menunggu jawaban darinya.
"dia memang mengejar ku tapi aku males dengan nya, lebih baik denganmu" ucapnya.
aku hanya melongo melihat kelakuan alka yang sedikit membuat ku terhibur.
"oh iya nanti jalan yuk, aku jemput sambil membawa buku Liya, sampai jumpa!" ucapnya langsung pergi begitu saja, tanpa memperdulikan jawabanku.
membuat ku agak sedikit tersenyum melihat tingkah laku pemuda itu.
aku melangkah pergi dari tempat ini dan menuju ke kelas.
sampainya di rumah, kami langsung menuju
ke kamar mandi untuk mandi dan menghabiskan sisa waktu di dalam sofa merah di ruang tamuku.
kami sedang menunggu alka yang berjanji membawa kan buku liya, dan lama lama pun alka datang, ku suruh duduk dan ku ambilkan minum beserta cemilan untuk kita bertiga.
namun, hak itu tidak berlangsung lama saat alka mengajak ku pergi jalan dengan nya, liya pun juga memaksaku untuk ikut dengan nya, apa boleh buat? sementara aku juga sedang fre di rumah jadi ku putuskan untuk ikut bersama alka.
ternyata alka membawaku ke sebuah taman kecil yang selalu aku kunjungi bersama Liya dulu.
"apa yang akan kamu lakukan disini al?" tanyaku heran.
"santai lah Shea, disini tidak ada yang berani menyakiti mu selama ada aku." jawabnya lanjut menggandeng tangan ku.
di taman itu, kami duduk berdua di kursi sambil menatap indah nya bunga-bunga yang sedang menari bersama lebah dan kupu-kupu.
ku rasakan sensasi segar disana, melihat udara yang begitu enak di pandang mata.
saat kamu puas jalan-jalan hari ini, kami pun pulang dan...